Cuaca dan iklim adalah faktor penting bagi kehidupan manusia. Manfaat iklim dan cuaca terlihat dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang pertanian, perhubungan, telekomunikasi, pariwisata, industri, dan sosial budaya.

Peranan cuaca dan iklim dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Bidang Pertanian
    Iklim dan cuaca digunakan untuk menentukan waktu tanam dan jenis tanaman yang sesuai pada suatu wilayah.
  • Bidang Transportasi
    Khususnya pada bidang transportasi udara, kondisi cuaca sangat menentukan kelancaran penerbangan.
  • Bidang Telekomunikasi
    Kondisi cuaca yang kurang baik dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Contohnya ketika kondisi hujan, maka sinyal jaringan internet dan telepon menjadi lemah.
  • Bidang Pariwisata
    Cuaca dan iklim berpengaruh terhadap daya tarik pariwisata. Kondisi cuaca, kualitas udara, suhu lingkungan, serta curah hujan memengaruhi kegiatan wisata, baik darat maupun laut.
  • Bidang Industri
    Banyak industri tradisional yang masih bergantung pada kondisi cuaca. Khususnya, industri yang membutuhkan panas matahari untuk mengeringkan barang hasil produksi, antara lain industri genteng, batu bata, dan kerupuk.
  • Bidang Sosial dan Budaya
    Bagi petani, lahan pertanian merupakan sumber pendapat utama. Sedangkan bagi nelayan, tidak melaut berarti tidak makan. Keberhasilnya panen dan hasil tangkapan laut dipengaruhi oleh kondisi iklim dan cuaca.

Pengertian Iklim

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang panjang. Dapat pula diartikan, bahwa iklim merupakan kondisi atmosfer pada kurun waktu tertentu.

baca juga:  Infografis - Risiko Kepunahan Akibat Perubahan Iklim

Kondisi iklim suatu daerah dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi. Ilmu tersebut dipelajari dalam bidang ilmu klimatologi.

Iklim meliputi ukuran rata-rata dan variabel kuantitas dari variabel tertentu, seperti suhu atau temperatur, curah hujan, dan angin pada kurun waktu tertentu, dengan rentang bulanan, tahunan, hingga jutaan tahun.

Kondisi iklim dapat berubah dikarenakan interaksi antar komponen dan faktor eksternal seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, serta faktor lain seperti penggunaan lahan dan penggunaan bahan bakar fosil.

Berdasarkan posisi relatif suatu tempat di bumi terhadap garis khatulistiwa, maka iklim dibagi menjadi 4 jenis kawasan, yaitu kawasan tropika (23,5°LU-23,5°LS), subtropika (23,5°LU-40°LU dan 23°LS-40°LS), sedang (40°LU-66,5°LU dan 40°LS-66,5°LS), dan kutub (66,5°LU-90°LU dan 66,5°LS-90°LS).

Iklim Tropis

Iklim tropis berada di daerah sekitar garis ekuator bumi. Daerah ini terletak di antara garis (23,5°LU-23,5°LS). Negara-negara yang memiliki kondisi tropis antara lain Indonesia, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lain.

Selain itu, negara lain yang beriklim tropika yaitu India, Hongkong, Arab Saudi, Brasil, Peru, negara di Amerika Tengah, Nigeria, Madagaskar, Kenya, Kongo, dan lain-lain.

iklim tropis Pixabay

Iklim tropis terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain iklim hutan hujan tropis yang memiliki kondisi hangat dan hujan sepanjang tahun sehingga terdapat banyak hutan lebat, iklim sabana tropis yang memiliki kondisi kering sehingga kawasan tersebut jarang terdapat hutan, iklim stepa tropis dengan kondisi lebih kering, dan iklim gurun tropis dengan kondisi wilayah yang paling kering.

baca juga:  Infografis - Dampak Perubahan Iklim Bagi Indonesia

Iklim Subtropis

Iklim subtropis terletak di antara garis 23,5°LU-40°LU dan 23°LS-40°LS. Negara-negara yang memiliki iklim subtropis antara lain Iran, Irak, Nepal, Tiongkok, Jepang, Korea Utara dan Selatan, Afrika Selatan, Mesir, Australia bagian selatan, Chile, Turki, dan lain-lain.

iklim subtropis Pixabay

Iklim mediterania juga termasuk kedalam iklim subtropis dengan musim panas yang panas dan kering, serta musim dingin yang basah namun tidak terlalu dingin. Terdapat pula iklim subtropis yang hangat dan lembab dengan musim panas yang hangat, serta musim dingin yang memiliki curah hujan ringan.

Iklim Sedang

Iklim sedang berada di wilayah antara garis 40°LU-66,5°LU dan 40°LS-66,5°LS. Negara-negara yang memiliki iklim sedang antara lain Mongolia, Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Denmark, Italia, Rumania, Ukraina, dan lain-lain.

iklim sedang Pixabay

Iklim sedang terbagi menjadi 4 iklim, yaitu iklim laut pantai barat dengan kondisi lembab dan mendung pada musim dingin serta kering dan cerah pada musim panas, iklim stepa sejuk dan iklim gurun sejuk dengan kondisi panas dan kering di musim panas dan berangin di musim dingin, serta iklim benua lembab dengan kondisi basah saat musim panas.

Iklim Dingin

Iklim dingin umumnya ditemukan pada kawasan yang berada di atas garis 66,5°LU-90°LU dan 66,5°LS-90°LS. Negara-negara yang memiliki iklim dingin, yaitu Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia, Rusia bagian utara, Islandia, Kanada, dan Alaska. Suhu pada musim dingin dalam kondisi yang sangat dingin, sedangkan suhu pada musim panas terasa sejuk.

baca juga:  Alas Roban - Hutan Asri Penuh Misteri

iklim dingin Pixabay

Iklim dingin terbagi menjadi 3 iklim, yaitu iklim taiga dengan kondisi sangat dingin pada musim dingin, iklim tundra yang memiliki kondisi dingin sehingga hanya rumput dan lumut yang dapat tumbuh, serta iklim kutub dengan dengan kondisi lingkungan banyak es yang tebal.

Referensi: http://www.erlangga.co.id/materi-belajar/sma/8849-pengaruh-cuaca-dan-iklim-bagi-kehidupan.html | https://bobo.grid.id/read/08679148/4-jenis-iklim-di-dunia | berbagai sumber

4 Iklim Dunia – Tropis, Subtropis, Sedang dan Dingin
5 (100%) 8 votes