Plastik Hingga Puntung Rokok, Ini 5 Sampah Terbanyak di Bumi

Ocean Conservancy yang merupakan kelompok konservasi kelautan berbasi di Washington D.C, Amerika Serikat membeberkan fakta mengenai jenis sampah yang paling banyak ditemukan di lautan.

Data dari lembaga konservasi tersebut menyebutkan jika puntung rokok adalah sampah terbanyak yang ditemukan di perairan laut. Kelompok ini telah mengumpulkan sampah sejak 1986 dan telah terkumpul 60 juta puntung rokok yang didapat hanya dari pantai Washington D.C.

WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa membuang puntung rokok secara sembarangan telah dilakukan oleh jutaan orang, dimana puntung rokok tersebut dibuang begitu saja di jalanan, trotoar dan selokan hingga ikut bersama arus air menuju lautan.

Informasi tambahan lain, yaitu sekitar 6 triliun batang rokok diproduksi setiap tahunnya dan 90% filter rokok tersebut mengandung plastik. Artinya, lebih dari 1 juta ton plastik per tahun dihasilkan dari rokok.

Ironisnya, banyak perokok yang beranggapan bahwa penyaring rokok terbuat dari bahan yang dapat terurai dan dapat diolah. Faktanya, filter rokok terbuat dari selulosa asetat atau sejenis plastik yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun agar dapat terurai secara alami.

pengelolaan limbah padat Pixabay

Sampah Terbanyak di Bumi

Selain puntung rokok, berikut ini adalah 4 sampah terbanyak lain yang juga mengotori bumi:

1. Kemasan Makanan

Our World in Data mengkategorikan berbagai jenis sampah yang paling banyak di dunia, dimana urutan teratas ditempati oleh sampah dari kemasan makanan dan minuman dengan jumlah lebih dari 146 juta ton per tahun.

2. Kantung plastik

Peraturan Gubernur propinsi Jakarta mengenai pelarangan kantung palstik saat ini tengah disusun. Aturan ini nantinya akan membatasi penggunaan kantung plastik sekali pakai, baik di pasar modern maupun tradisional.

Ide ini sejalan dengan hasil survei Dinas Lingkungan Hidup Jakarta dan Gerakan Indonesia Diet Kantung Palstik yang menunjukkan fakta bahwa warga Jakarta setuju dengan pengurangan plastik kresek dan menunggu peraturan dari pemerintah terkait.

World Bank menyatakan kondisi lingkungan di Jakarta saat ini kian memprihatinkan, karena komposisi sampah kantung plastik di sungai Jakarta cukup besar, yakni 21,6% dan menempati urutan kedua setelah sampah organik sebesar 52,1%.

3. Sedotan Plastik

Masih bersumber dari dari Data World Bank, bahwa sampah sedotan plastik juga termasuk dalam lima jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Jumlah sampah sedotan plastik per hari mencapai 93,2 juta menurut Organisasi Divers Clean Action (DCA) dan membutuhkan 500 tahun agar terurai alami.

4. Styrofoam

Styrofoam juga masuk dalam 5 besar sampah terbanyak di bumi. Styrofoam adalah salah satu jenis dari zat polystyrene (PS) yang telah digunakan lebih dari tujuh dekade untuk berbagai keperluan. Proses pembuatan styrofoam melibatkan pencampuran gelembung udara sehingga dapat mengembang dan memiliki berat yang ringan seperti busa.

Dalam kehidupan sehari-hari, styrofoam sering kita jumpai dalam berbagai bentuk seperti penyangga elektronik hingga bungkus makanan. Styrofoam memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat di daur ulang, murah dan praktis. Akan tetapi, dibalik kelebihannya ternyata styrofoam memerlukan waktu 80 tahun agar terurai alami.

Referensi: nationalgeographic.grid.id | berbagai sumber