Badan Karantina Pertanian memiliki tugas untuk sebagai penyelenggara perkarantinaan pertanian dan pengawasan keamanan hayati. Lembaga Barantan atau singkatan dari Badan Karantina Pertanian berada dibawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

logo badan karantina pertanian BARANTAN

Sejah zaman pendudukan Belanda, sebenarnya di Indonesia telah ada penyelenggaraan karantina pertanian. Hal ini dimulai dan berkaitan dengan sejarah kopi di Indonesia, ketika terjadi penyebaran penyakit karat daun kopi yang disebabkan oleh cendawan Hemileila vastatrix yang berasal dari Sri Lanka.

Pemerintahan kolonial Belanda saat itu melakukan usaha pencegahan untuk melindungi perkebunan kopi arabika yang menjadi sumber komoditi utama saat itu. Sehingga diterbitkannya Ordonansi 19 Desember 1877 (Staatsblad No. 262) yang isinya melarang pemasukan tanaman kopi dan biji kopi dari Sri Lanka.

Ordonansi tersebut merupakan aturan yang dikeluarkan pertama kali oleh pemerintah Hinda Belanda dalam bidang perkarantinaan tumbuhan di Indonesia.

Kemudian, setelah Indonesia berhasil memerdekakan diri, kegiatan perkarantinaan pertanian berada di bawah tanggungjawab Departemen Pertanian, dimana fungsi karantina hewan dan tumbuhan masing-masing berada dibawah unit yang berbeda.

Pada tahun 1992 diterbitkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 mengenai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan yang menjadi dasar hukum pelaksanaan di Indonesia.

Terdapat 3 Peraturan Pemerintah yang kemudian diterbitkan untuk menjalankan Undang-Undang tersebut, antara lain:

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan
baca juga:  Cara Sederhana Menyelamatkan Sumber Mata Air

Kemudian pada tahun 2008 terjadi penggabungan antara karantina hewan dan karantina tumbuhan yang sebelumnya terpisah menjadi unit eselon 1 bernama Badan Karantina Pertanian dan berpindah dari Kementerian Pertanian ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tujuan Badan Karantina Pertanian

Karantina pertanian yang diterapkan di Indonesia memiliki fungsi tujuan sebagai berikut:

  1. Mencegah masuknya hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia
  2. Mencegah penyebaran hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari satu wilayah ke wilayah lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia
  3. Mencegah keluarnya hama penyakit hewan karantina dari wilayah negara Republik Indonesia
  4. Mencegah keluarnya organisme pengganggu tumbuhan tertentu dari wilayah negara Republik Indonesia apabila negara tujuan menghendakinya

Program Utama Barantan

Barantan memiliki enam program utama yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Meningkatkan Sistem Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani
  2. Meningkatkan Sistem Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati
  3. Meningkatan Kepatuhan Kerjasama dan Pengembangan Sistem Informasi Perkarantinaan
  4. Memberikan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya
  5. Meningkatan Kualitas Penyelenggaraan Laboratorium Uji Standar dan Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian
  6. Meningkatan Kualitas Pelayanan Karantina dan Pengawasan Keamanan Hayati
karantina tumbuhan BARANTAN

Saat ini telah terdapat 52 unit teknis Badan Karantina Pertanian dengan 393 titik pelayanan impor, ekspor dan antar area. Total keseluruhan pegawai Barantan hingga artikel ini diterbitkan adalah 3.684 pegawai. Dengan sumber daya yang ada tersebut, diharapkan Barantan mampu menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian sumber daya di Indonesia.

baca juga:  Tanah Subur dan Tidak Subur - Pengertian dan Cirinya

Referensi: berbagai sumber

5.0
24