Bahaya Styrofoam Bagi Lingkungan dan Makhluk Hidup

Styrofoam adalah salah satu jenis dari zat polystyrene (PS) yang menimbulkan bahaya dan telah digunakan lebih dari tujuh dekade untuk berbagai keperluan. Proses pembuatan styrofoam melibatkan pencampuran gelembung udara sehingga dapat mengembang dan memiliki berat yang ringan seperti busa.

Dalam kehidupan sehari-hari, styrofoam sering kita jumpai dalam berbagai bentuk, seperti penyangga elektronik hingga bungkus makanan. Styrofoam memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat di daur ulang, murah dan praktis.

Namun, apakah styrofoam aman bagi lingkungan? Ataukah dapat menimbulkan bahaya? Berikut ini adalah penjelasannya.

Bahaya Styrofoam

Dibalik manfaat ekonomis yang dimiliki styrofoam, ternyata limbah yang dihasilkan sulit untuk dihancurkan dan mampu bertahan hingga ratusan tahun tanpa terurai secara alami.

Styrofoam dapat dimasukkan dalam kelompok plastik dan mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya bagi manusia, diantaranya benzene dan styrene. Apabila manusia terpapar zat beracun tersebut, maka risiko kanker akan meningkat.

sampah styrofoam Pixabay

Dampak Bagi Lingkungan

Berikut ini dampak dari bahaya styrofoam bagi lingkungan dan makhluk hidup:

1. Merusak Lapisan Ozon

Bahan pembuatan styrofoam juga mengandung Polistirena dan gas CFC (freon) yang dapat merusak lapisan ozon.

2. Limbah Kelima Paling Berbahaya di Dunia

WHO (World Health Organization) dan EPA (Environmental Protection Association) memasukkan styrofoam dalam kategori benda yang memiliki kandungan tidak sehat.

3. Mengandung 57 Jenis Zat Berbahaya

Dalam proses pembuatan styrofoam akan menimbulkan polusi udara berupa bau tidak sedap dan dapat mengganggu pernapasan. Dalam polusi yang dihasilkan tersebut, terkandung 57 macam zat berbahaya bagi makhluk hidup.

4. Merusak Lingkungan

Karena sulit terurai secara alami, sampah dari styrofoam dapat mencemari lingkungan seperti pencemaran tanah dan pencemaran air.

5. Menghasil Gas Beracun

Masih berkaitan dengan sulitnya styrofoam terurai secara alami, maka untuk mengurainya diperlukan teknologi tinggi dan mahal. Banyak masyarakat yang menghancurkannya dengan cara dibakar, namun justru akan menimbulkan bahaya baru berupa emisi beracun dan gas karbon yang beracun.

6. Meningkatkan Risiko Kanker

WHO (World Health Organization) telah memberikan pernyataan bahwa benzene dan styrene (bahan pembuan styrofoam) bersifat karsiogenik dan dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh manusia jika kandungan di dalam tubuh melibih 5000 ppm.

Referensi: berbagai sumber