Batik – Pengertian, Asal Usul dan Motif Batik Seluruh Indonesia

4/5 - (10 votes)

Batik adalah salah satu warisan agung leluhur asli dari kebudayaan Indonesia. Tak heran jika pada akhirnya, badan PBB untuk bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan atau yang kita kenal dengan sebutan UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan kemanusiaan. Batik digolongkan sebagai budaya lisan dan non-bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009.

Menariknya, batik yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam. Bahkan, setiap daerah mempunyai ciri khas motif batik dengan berbagai latar belakang sendiri-sendiri. Setiap goresan motif dari batik tersebut juga memiliki simbol dan filosofi tertentu.

Bahkan untuk merayakan diakuinya batik sebagai budaya asli Indonesia, hampir seluruh masyarakat di Indonesia secara sengaja akan mengenakan batik di hari tertentu. Baik itu instansi pemerintahan, swasta, hingga sekolah.  

Dengan kata lain, saat ini batik bukan hanya menjadi pakaian formal untuk menghadiri undangan, rapat, atau momen resmi, serta acara kebudayaan. Namun batik telah menjelma menjadi kain dan busana yang bisa dikenakan di berbagai kesempatan. Bisa dikatakan pula, batik sudah bukan menjadi busana khusus orang tua karena telah dipakai oleh segala usia.

Pengertian Batik

Menurut pengertiannya, batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan cara ditulis atau menerakan malam dengan canting. Kemudian, kain tersebut diolah dan diproses dengan cara tertentu yang cenderung menggunakan cara-cara tradisional.

Ada pula pendapat lain mengenai definisi batik, yaitu kain bergambar yang dibuat khusus denagn cara menuliskan lilin pada kain mori atau kain tenun berwarna putik, selanjutnya diolah dengan proses tertentu sehingga menjadi pakaian bernilai guna tinggi.

Sedangkan menurut terminologi dan etimologi, istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yakni “mbat” yang berarti melempar dan “titik”. Sehingga bila digabungkan arti kata batik adalah melempar titik berkali-kali pada kain. Dari arti tersebut bisa dijabarkan menjadi seni dalam menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasan tertentu serta membentuk bidang pewarnaan.

Pengertian Batik Menurut Para Ahli

Definisi batik pun dijabarkan oleh para ahli, antara lain:

1. Santosa Doellah

Menurut Santosa Doellah, pengertian batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan utamanya juga digunakan dalam matra tradisional dengan beragam corak hias dan pola tertentu, dimana pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin sebagai bahan perintang warna.

Santosa Doellah juga menjabarkan lebih lanjut bahwa suatu kain bisa disebut batik jika memiliki dua unsur pokok, antara lain:

  • Dibuat dengan teknik celup rintang menggunakan lilin sebagai perintang warna
  • Mempunyai pola khas batik yang beragam

2. Irwan Tirta

Iwan Tirta mendefiniskan batik sebagai suatu teknik menghias kain atau tekstil dengan memanfaatkan lilin dalam proses pencelupan warna, dimana seluruh proses tersebut dilakukan menggunakan tangan.

3. Afif Syakur

Pengertian batik menurut Affif Syakur adalah serentang warna meliputi porses pemalaman lilin, pencelupan atau pewarnaan dan pelorotan atau pemanasan sehingga menghasilkan motif halus, dimana semua proses tersebut dilakukan dengan sangat teliti.

Asal Usul Batik

Nama batik memiliki banyak makna, salah satunya diartikan sebagai menitik atau menetes. Pernyataan ini diungkap oleh W. Kertscher melalui buku yang ditulisnya berjudul Perindustrian Batik di Pulau Djawa.

Tidak hanya itu, S. Koperberg juga sempat mengungkap dalam sebuah buku berjudul De Javansche Batik Industrie, masyarakat Jawa percaya batik berasal dari kata kerja membatik atau membuat titik-titik.

batik tradisional Pixabay

Dengan demikian, batik bukanlah sekadar kain atau busana tertentu, tapi proses membuat suatu motif dengan berbekal sebuah alat bernama canting yang dilengkapi lilin atau malam.

Proses membatik telah dilakukan sejak zaman Kerajaan Hindu-Buddha sebagai motif khas adat Jawa. Hal ini terbukti dari adanya ukiran candi peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut yang menampilkan motif batik tertentu. Fakta ini diungkap oleh G.F. Rouffer melalui tulisannya dalam buku De Batikkunst in Nederlandsch-Indie en Haar Geschiedenis.

Selain itu, sejarah mencatat bahwa perkembangan batik di Indonesia sangat erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di era Kerajaan Majapahit. Saat itu, kesenian batik mulai dikenal secara luas, terutama di Jawa pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.

Teknik batik yang sangat unik diketahui telah ada lebih dari 1000 tahun silam. Kemungkinan, cara membatik ini berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria yang selanjutnya meluas di beberapa negara di Afrika Barat, meliputi Mali, Kamerun, dan Nigeria. Sementara di Asia mulai meluas di India, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Iran, dan Indonesia.

Awal masa keemasan batik dimulai pada awal abad ke-19 yang saat itu hanya dibuat terbatas untuk keluarga atau kalangan keraton. Motif batik yang dikenakan pun menggambarkan arti, sejarah, dan kisah tertentu yang tidak dibuat asal-asalan. Meski demikian, ada pula motif dengan makna sakral dan tidak bisa digunakan oleh sembarang orang.

Seiring berjalannya waktu, batik mulai dikenal oleh masyarakat di luar keraton. Masyarakat kelas bawah pada akhirnya mendapat izin untuk ikut mengenakan batik. Namun, batik tersebut harus digunakan dengan norma dan pakem motif tertentu. Ada beberapa motif khusus yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan abdi dalem saja sehingga rakyat jelata tidak diizinkan untuk mengenakannya.

Berbekal adanya kebebasan ini, para pembatik pun akhirnya menciptakan banyak motif, corak, warna, dan desain batik yang bisa digunakan oleh masyarakat luas. Sampai saat ini, para pengrajin batik hingga desainer profesional juga masih menciptakan motif-motif batik baru dengan sentuhan kekinian yang dikombinasi dengan teknik tradisional.

baca juga:  15++ Pakaian Adat Jawa Tengah - Corak Budaya Penuh Makna

Jenis Motif Batik Asli Indonesia

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih bingung menentukan batik untuk dikenakan sehari-hari. Sebab motif batik asli Indonesia sangat beragam dan ada beberapa diantaranya tidak bisa digunakan secara sembarangan.

alonabatik.com

Lantas, motif batik seperti apa yang mudah dipadupadankan dan bisa digunakan untuk berbagai kesempatan? Berikut ini adalah beberapa ragam jenis batik paling populer dan cocok untuk dikenakan di berbagai momen.

1. Batik Mega Mendung

Mega Mendung adalah salah satu jenis batik yang paling populer di Cirebon, Jawa Barat. Motif batik ini identik dengan pola mirip bentuk awan yang memiliki makna dan filosofi mendalam. Arti dari motif batik mega mendung salah satunya adalah nilai kesabaran yang harus ada di dalam diri manusia.

Mega Mendung mempunyai tujuh gradasi warna yang menjadi pelapisnya. Nama mega mendung berasal dari kata mega yang berarti awan atau langit, sedangkan mendung adalah langit yang meredup jelang turunnya hujan.

Nah, gradasi warna yang ada pada motif batik Mega Mendung inilah yang disebut-sebut sesuai dengan tujuh lapisan langit. Selain itu, istilah mendung juga bisa diartikan sebagai sifat yang sabar atau tidak mudah marah dalam kehidupan manusia.

2. Batik Sogan

Motif batik Sogan berasal dari Solo dan Yogyakarta dengan ciri khas berwarna cokelat muda beraksen bunga serta titik-titik. Selain itu, ada pula lengkungan dan garis di dalam motif batik yang menjadi favorit Presiden RI, Joko Widodo ini.

Sogan ternyata sudah ada sejak zaman nenek moyang dan biasa digunakan oleh raja-raja di keraton atau kesultanan. Sogan cukup populer karena memiliki warna yang elegan, yaitu kombinasi hitam dan cokelat.

Meskipun saat ini motif dan warna batik semakin beragam, tapi batik sogan tetap menjadi batik khas Indonesia yang diincar para fashionista di Asia dan seluruh daratan Eropa.

3. Batik Tujuh Rupa

Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal sebagai daerah pengrajin dan pusat batik adalah Pekalongan, Jawa Tengah. Sehingga tidak heran jika di kota ini kita akan menemukan berbagai motif batik yang elegan. Selain itu, batik Pekalongan dikenal sebagai motif batik pesisir yang kaya warna.

Batik Pekalongan memiliki ciri khas yang didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Bukan hanya bermotif bunga yang cerah, batik Pekalongan juga memiliki motif garis dan titik yang memesona.

Batik Pekalongan menggambarkan ciri kehidupan masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi dengan pengaruh budaya luar sehingga terlihat semakin variatif. Jika dilihat dari sisi filosofinya, para pengrajin batik Pekalongan telah menempatkan hiasan keramik Tiongkok sebagai penanda akulturasi ikatan budaya leluhur yang dalam lukisannya memiliki kelembutan sekaligus kefasihan.

4. Batik Kartini

Tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil ukiran kayu, ternyata Jepara juga mempunyai ciri khas lain, yaitu motif batik kartini. Adapun dua motif yang paling terkenal adalah motif lama dan motif baru.

Motif batik Jepara memiliki beberapa karakteristik yang cukup mencolok, seperti lung berwarna hitam sampai flora fauna yang berupa daun ulir hijau atau gajah berwarna cokelat. Sementara untuk versi motif batik baru, Jepara sudah melakukan inovasi seperti batik tenun sampai batik tulis yang saat ini dikenal sebagai batik Kartini.

5. Batik Betawi

Ternyata motif batik populer bukan hanya berasal dari daerah Jawa Tengah, ada pula batik khas Jakarta dengan motif yang disukai oleh para kolektor batik nusantara, yaitu batik Betawi. Motif batik betawi umumnya menonjolkan warna cerah dan menampilkan nilai budaya masyarakat Betawi.

Ada beberapa gambar motif yang cukup dominan pada kain batik ini, seperti ondel-ondel, Sungai Ciliwung, Monas, hingga Peta Ceila. Umumnya, motif batik Betawi ini dikenakan pada acara-acara bergengsi, seperti acara kenegaraan ataupun perhelatan Abang None Jakarta.

6. Batik Asmat

Meskipun identik dengan warisan budaya Jawa, nyatanya bagian timur Indonesia juga mempunyai jenis batik yang tak kalah menawan. Salah satunya adalah provinsi Papua yang dikenal dengan motif batik Asmat.

Batik Asmat dikenal dengan motif berwarna terakota atau warna yang sedikit kecokelatan layaknya tanah. Motif batik ini biasanya didominasi oleh corak ukiran yang unik khas Suku Asmat, Papua. Contoh motifnya berupa ukiran patung yang menjadi keunikan suku asli penghuni Bumi Cenderawasih tersebut.

7. Batik Kamoro

Motif batik yang tak kalah unik berikutnya adalah batik Kamoro yang berasal dari Papua. Motif ini memiliki gambar berupa patung yang berdiri sambil membawa sebilah tombak. Warna-warna yang ditampilkan pada motif Suku Kamoro cenderung cerah dan berani, seperti hijau dan biru, merah dan merah muda, atau kuning dan hitam.

Motif batik Kamoro juga dipengaruhi oleh banyak kebudayaan, seperti budaya dari Suku Kamoro dan pengaruh batik Jawa yang dibawa oleh para pengrajin batik asal Pulau Jawa. Penggunaan batik Kamoro tak hanya digunakan untuk pakaian, tapi juga gaun sampai bed cover.

8. Batik Cenderawasih

Selain batik Asmat dan Kamoro, Papua juga mempunyai batik bermotif lain, yaitu Cenderawasih. Salah satu ciri khas dari motif batik ini adalah penggunaan warna-warn cerah dan mencolok, mulai dari merah, hijau, hingga kuning keemasan. Motif batik yang tergolong kekinian ini begitu populer karena burung cenderawasih merupakan ikon dari Papua.

baca juga:  4++ Pakaian Adat Kalimantan Barat - Makna, Keunikan, & Gambar

Sesuai dengan namanya, batik ini terinspirasi dari burung cenderawasih yang memiliki bulu dan ekor menawan. Tak heran, jika kita mengenakan batik bermotif burung cenderawasih ini, maka akan tampak semakin gagah dan terkesan tegas sekaligus anggun.

Itulah sebabnya, motif batik Cenderawasih sering dijadikan sarimbit atau seragam batik bersama pasangan dan keluarga.

9. Batik Prada

Papua juga mempunyai jenis batik dengan keindahan dan harga yang terkenal mahal, yaitu batik Prada. Motif ini nyaris menyerupai batik Cenderawasih, tapi pada batik Prada terdapat sentuhan garis emas yang memesona di tiap motifnya.

Selain menggunakan bahan kain sutera yang halus, masyarakat Papua juga kerap menggunakan bahan kain shantung. Sekilas, kain shantung ini mirip seperti bahan kain tisu, katun, dan sutera.

10. Batik Pring Sedapur

Batik Pring Sedapur pertama kali diproduksi di Desa Sidomukti, Magetan, Jawa Timur. Istilah Pring Sedapur berasal dari Bahasa Jawa, yaitu pring berarti bambu dan sedapur berarti serumpun. \

Jadi jangan heran, jika kain batik motif ini menggambarkan tanaman bambu dengan warna-warna cerah dengan nilai filosofi hidup rukun dan tenteram.

11. Batik Sido Asih

Motif batik Sido Asih berasal dari Solo, Jawa Tengah ini dapat merupakan salah satu jenis batik keraton yang paling digemari oleh masyarakat. Menurut kebudayaan Jawa, batik Sido Asih umumnya dikenakan pada acara pernikahan, terutama saat malam pengantin.

Masyarakat Solo percaya bahwa motif batik ini mengandung filosofi terhadap kedua pengantin dalam menjalankan bahtera rumah tangga. Filosofi ini berupa harapan akan tumbuhnya cinta, kasih sayang, dan romantisme di antara mereka berdua. Namun, motif batik Sido Asih harganya tergolong relatif mahal karena pembuatan sulit dengan kualitas di atas rata-rata.

12. Batik Priangan

Priangan adalah motif batik yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Motif ini sangat digemari oleh para pria karena coraknya rapi dan memberikan kesan kalem sekaligus berwibawa. Meski demikian, para kaum hawa juga bisa menggunakan motif batik ini sebagai bawahan yang tak kalah memukau.

Batik Priangan memiliki warna-warna cerah, seperti merah, biru muda, dan hijau muda. Di samping itu, motif batik ini juga kerap menggambarkan lingkungan alam Jawa Barat, mulai dari bentuk daun, bunga, hingga burung-burung yang cantik.

13. Batik Parang Kusumo

Kota Solo dikenal dengan kesenian batik bermotif klasik, salah satunya adalah motif Parang Kusumo. Batik ini mempunyai ragam hias utama yang nyaris serupa dengan ombak di lautan yang senantiasa menghantam tebing dan karang tanpa kenal lelah.

Sesuai dengan analogi tersebut, motif batik Parang Kusumo memiliki makna yang cukup mendalam, yaitu sebuah kehidupan harus dilandasi dengan perjuangan dan juga usaha. Perjuangan secara nyata dibutuhkan dalam rangka untuk mencapai kepuasan lahir dan batin. Tentunya, perjuangan ini dilakukan tanpa meninggalkan norma yang berlaku dan sopan santun. 

14. Batik Gentongan

Seperti halnya batik pesisir pada umumnya, motif batik Gentongan memiliki warna cerah yang menampilkan kesan ceria bagi para penggunanya. Umumnya, batik Gentongan sengaja dibuat dengan hanya satu motif saja.

Untuk proses pewarnaannya pun cukup sederhana, yaitu kain dicelupkan ke dalam gentong dan motifnya digambar langsung pada kain tersebut. Menariknya, teknik ini justru membuat warna kain tidak akan pudar dalam jangka waktu beberapa tahun.

15. Batik Kawung

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, batik asli Indonesia telah sejak berabad-abad lalu. Salah satu motif batik tertua di Indonesia adalah batik Kawung. Sesuai dengan namanya, motif ini terinspirasi dari bentuk buah kawung atau yang lebih sering dikenal dengan buah aren.

Motif batik Kawung cukup unik karena memiliki bentuk empat oval yang di tengahnya menyerupai salib. Jika ditelaah lebih dalam, keseluruhan gambar batik bermakna merujuk pada sumber energi universal.

Batik Kawung menjadi salah satu jenis batik nusantara yang hanya boleh dikenakan oleh kalangan kerajaan. Biasanya, motif batik ini bisa ditemukan pada sarung raja ataupun permaisuri. Namun seiring perkembangan zaman, batik Kawung akhirnya hadir dalam berbagai bentuk desain dan model, seperti rok ataupun gaun.

16. Batik Sidomukti

Motif batik Sidomukti berasal dari Magetan, Jawa Timur dengan ciri warna-warna terang dan jauh dari kesan kuno. Salah satu ciri khasnya adalah gambar bambu dan bunga-bunga yang cantik, tapi sederhana.

Dulu motif batik Sidomukti hanya digunakan untuk upacara adat ataupun acara-acara resmi. Bahkan, rakyat jelata tidak diperbolehkan mengenakannya karena hanya raja dan keluarga kerajaan yang boleh mengenakan motif batik Sidomukti ini. Namun, saat ini peraturan tersebut sudah dicabut sehingga masyarakat bisa mengenakan batik Sidomukti dengan bebas.

17. Batik Sidoluhur

Motif batik ini biasanya dikenakan oleh para pengantin wanita sehari sebelum melangsungkan akad pernikahan. Motif batik Sidoluhur memiliki alur gambar menyerupai ketupat.

Gambar pada kain tersebut memiliki makna bahwa siapa pun yang mengenakannya bisa mencapai kedudukan tertinggi dan menjadi panutan bagi lingkungan sekitarnya.

18. Batik Ceplok

Motif batik yang terdengar unik ini bisa langsung dikenali dari bentuk alur geometrisnya. Pada dasarnya, gambar batik yang kerap dihadirkan adalah bentuk suatu pengulangan.

Namun, motif batik ceplok menjadi salah satu yang paling populer dan digunakan di berbagai acara fashion item, meliputi gaun, baju, rok, sampai kemeja batik pria.

19. Batik Sekar Jagad

Batik Sekar Jagad adalah salah satu jenis batik tradisional yang berasal dari dua daerah di Jawa Tengah, yaitu Solo dan Yogyakarta. Seperti namanya, Sekar Jagad berarti keindahan yang mampu membuat siapapun terpesona.

baca juga:  Suku Tengger - Asal, Sejarah, Kepercayaan, Bahasa, Adat Budaya, Kekerabatan & Keunikan

Kar dalam Bahasa Belanda berarti peta dan jagad dalam Bahasa Jawa memiliki arti dunia. Dengan demikian, motif ini melambangkan tentang keberagaman, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Tak sedikit pula yang menyebut bahwa, motif batik Sekar Jagad merupakan peta dunia karena bentuknya mirip seperti pulau-pulau.

20. Batik Malang

Sesuai dengan namanya, batik ini berasal dari Malang yang biasanya hadir dengan pola atau simbol khas Kota Malang. Oleh sebab itu, motif batik ini mengusung warna cerah dan kekinian.

Umumnya, batik Malang dihadirkan dengan warna yang beragam, seperti warna dasar hijau atau biru yang kemudian ditimpa dengan warna putih. Setelah itu, kedua warna tersebut akan ditimpa lagi dengan warna merah ataupun kuning. Sangat menarik bukan?

21. Batik Semen

Batik Semen dikenal dengan tiga ornamen pokok yang ditampilkan dalam setiap sentuhan kainnya. Pertama adalah ornamen daratan, seperti hewan berkaki empat dan aneka jenis tumbuh-tumbuhan.

Kedua adalah gambar batik atau ornamen yang ada kaitannya dengan udara, seperti burung, mega mendung, hingga kegagahan garuda. Sedangkan ornamen ketiga selalu berhubungan dengan air dan laut, seperti katak, ikan, ataupun ular.

22. Batik Garutan

Salah satu jenis batik tertua nusantara lainnya adalah batik Garutan. Motif ini telah berkembang sebelum kemerdekaan Indonesia. Batik garutan memiliki kesan sederhana dan minimalis dengan perpaduan warna-warna cerah.

Secara filosofis, warna-warna ini mengungkapkan tentang kebahagiaan yang senantiasa terpancar, misalnya warna merah, hijau, hingga warna gading. Biasanya motif batik Garutan adalah cerminan dari kehidupan sosial dan budaya Suku Sunda, terutama di wilayah Garut, Jawa Barat.

23. Batik Celup

Keberagaman motif batik juga dilandasi karena adanya banyak teknik yang digunakan dalam pembuatannya. Salah satu teknik pembuatan batik nusantara adalah teknik celup atau yang disebut dengan tie dye.

Biasanya, motif batik modern yang dihasilkan dari teknik celup semacam ini memiliki pola geometris. Namun, motif ini tidak memiliki garis tegas pemisah antara motif dan warna latar sehingga sekilas terlihat seperti motif psychedelic.

24. Batik Tambal

Sesuai dengan namanya, motif batik Tambal berarti menambal atau memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Di zaman dahulu, masyarakat Indonesia percaya, bahwa kain bermotif batik Tambal mampu membantu menyembuhkan orang yang sedang sakit.

Cara penggunaannya cukup mudah, yakni dengan menyelimuti orang sakit tersebut menggunakan kain batik bermotif Tambal. Meski tidak bisa dibenarkan secara medis, tapi sebagian besar masyarakat telah membuktikan khasiatnya.

25. Batik Cuwiri

Di Indonesia ada banyak tradisi yang terus dilestarikan hingga saat ini, salah satunya adalah tradisi tujuh bulanan atau mitoni. Dalam tradisi ini, biasanya ibu hamil akan dipakaian sebuah kain batik. Nah, kain batik jenis cuwiri inilah yang sering dikenakan oleh para ibu hamil dalam tradisi mitoni.

Cuwiri mempunyai arti kecil-kecil, hal itu nampak pada corak batik yang tampak kecil-kecil. Motif batik yang berasal dari Solo dan Yogyakarta ini pewarnaannya menggunakan zat soda alam. Biasanya, motif cuwiri didominasi oleh ornamen meru atau lengkungan yang menyerupai gunung.

26. Batik Lasem

Nama kain batik ini diambil dari daerah asalnya, yaitu Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tak sedikit orang yang meyakini Lasem sebagai daerah pertama kali YANG menerima kedatangan warga Tionghoa di Tanah Air pada zaman Laksamana Cheng Ho.

Jenis batik Lasem Rembang bisa dikatakan sangat jauh berbeda dengan motif daerah pesisir lainnya. Alasannya karena batik Lasem menggunakan warna-warna mencolok dengan perpaduan gaya yang selaras antara gaya Tiongkok dan Jawa.

Hal ini disebabkan karena batik Lasem merupakan perpaduan dari hasil akulturasi dua budaya yang berbeda. Meski demikian, batik ini cenderung didominasi dengan warna merah yang kental dengan nuansa kebudayaan China.

27. Batik Singa Barong

Batik Singa Barong berasal dari Cirebon, Jawa Barat yang mempunyai makna berdasarkan nama sekaligus sejarah asal usulnya. Singa barong adalah jenis hewan mitologi atau ajaib. Dalam budaya Jawa dan Bali, kata barong berarti ajaib. Filosofi dari jenis batik ini merupakan perwujudan dari simbol-simbol yang bersifat spiritual.

Sebagian besar tokoh Keraton Kasepuhan cenderung lebih memaknai burung garuda yang bersayap seperti bouraq sebagai lambang agama Islam dan gajah sebagai lambang agama Hindu. Sementara naga adalah lambang agama Buddha atau budaya Cina dan Singa adalah lambang agama Protestan atau budaya yang berasal dari Eropa Barat.

Cara Merawat dan Membersihkan Batik

Jika kita memiliki baju atau kain batik dengan motif legendaris nan cantik dan memesona, maka kita tidak boleh melewatkan beberapa langkah mudah untuk merawatnya. Sebab tanpa perlakuan tepat saat mencucinya, batik yang kita miliki bisa rusak.

Nah, berikut ini ada beberapa cara merawat dan membersihkan batik yang paling efektif agar tidak merusaknya, yaitu:

  • Cuci kain batik menggunakan tangan (hand washing). Hal ini penting dilakukan supaya motif batik tersebut tidak mudah luntur.
  • Jangan mencuci batik dengan kain berbahan dasar lain dalam satu tempat yang sama.
  • Hindari penggunaan produk detergen yang dapat membuat warna batik cepat pudar.
  • Jika memungkinkan, bersihkan batik dengan sabun dengan kandungan bahan kimia paling rendah.
  • Hindari memeras kain batik sesaat setelah dicuci.
  • Hindari penggunaan produk pewangi atau pelembut pakaian.
  • Jangan menjemur kain batik di bawah paparan sinar matahari secara langsung.
  • Jangan setrika kain batik. Apabila kondisi kain terlalu kusut, maka beri lapisan sapu tangan terlebih dulu agar panas setrika tidak langsung menyentuh kain batik yang tergolong sensitif.