Bekatul Kaya Kandungan Nutrisi & Beda Dengan Dedak

Bekatul – Alternatif bahan makanan lain saat ini tengah diminati oleh sebagian masyarakat Indonesia. Selain untuk kepentingan kesehatan, hal ini juga dilakukan demi menunjang kecantikan. Salah satunya adalah pemanfaatan bekatul yang kita kenal sebagai pakan ternak yang justru juga bisa dikonsumsi manusia.

Meski berbagai manfaat bekatul sangat bagus bagi tubuh, tentunya pemilihan bahan makanan yang tak biasa ini menuai kontroversi. Nah, daripada kita bingung soal layak tidaknya bekatul untuk dimakan, berikut ini akan dijelaskan apa itu bekatul, kandungan gizi, manfaat, cara pengolahan hingga efek samping yang bisa ditimbulkan.

Apa Itu Bekatul?

Bekatul adalah bagian terluar dari bulir padi yang terbungkus oleh sekam atau kulit padi terluar. Bulir merupakan buah sekaligus biji berbagai macam tanaman serealia sejati, seperti padi, jagung, sorgum, gandum, milet, dan sebagainya.

Secara lebih spesifik, bekatul didapatkan dari anatomi padi yakni lapisan aleuron dan sebagian perikarp yang terikut. Lapisan aleuron adalah lapisan terluar yang kaya nutrisi, sedangkan perikrap adalah bagian terdalam dari sekam.

Produk sampingan ini kaya akan kandungan gizi serat pangan, pati, protein dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.

Di masyarakat kita, istilah bekatul diartikan untuk bagian bulir padi, karena tumbuhan serealia lain (gandum, sorgum, dan lainnya) kurang begitu populer di sektor pertanian Indonesia.

Perbedaan Bekatul dan Dedak

Selain istilah bekatul, masyarakat juga mengenal istilah dedak yang seringkali keduanya dianggap sebagai produk yang sama karena secara kasat mata memang terlihat seperti itu.

bekatul gempak.com

Namun meski kedua produk tersebut merupakan sisa olahan proses penggilingan gabah padi, ternyata dedak dan bekatul berbeda. Perpedaan tersebut dapat dilihat dari penjelasan berikut, yaitu:

1. Tekstur

Tekstur bekatul umumnya lebih halus dibandingkan tekstur dedak. Bagian terluar dari bulir padi ini terdiri dari lapisan inti dalam pada dan berbeda dengan dedak yang dihasilkan dari lapisan luar butiran padi.

2. Kandungan Serat Kasar

Serat kasar dari keduanya juga berbeda, bekatul memiliki serat kasar yang lebih sedikit sedangkan dedak memiliki serat kasar yang lebih tinggi.

3. Harga

Harga bekatul dipasaran cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga dedak. Selisihnya sekitar 500 sampai 1.000 rupiah.

4. Perendaman Air

Apabila dilakukan perlakukan perendaman air terhadap keduanya, kita akan mengetahui perbedaan antara bekatul dan dedak. Bekatul akan tenggelam seluruhnya, sedangkan dedak akan meninggal sebagian yang mengapung di permukaan air karena danya campuran kulit padi.

5. Kandungan Nutrisi

Apabila dilihat dair kandungan gizi, keduanya mempunyai perbedaan sebagai berikut:

Nutrien/ BahanDedakBekatul
PK8.5%12.0%
SK17.0%5.2%
LK4.2%10.7%
Abu12.6%7.7%
BETN43.7%50.4%

Jenis Bekatul dan Kandungan Gizi

Setidaknya ada dua jenis bekatul yang sering dimanfaatkan, yaitu bekatul beras (putih dan merah), serta bekatul jagung.

Keduanya dapat dijadikan bahan pakan konsentrat atau dicampur dengan bahan makanan lain. Kandungan gizi dari masing-masing jenis produk bagian kulit padi ini dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi atau suplemen makanan.

1. Bekatul Beras

Ada dua jenis beras yang biasanya dimanfaatkan produk sisanya menjadi bekatul, yaitu beras putih dan merah. Untuk kandungan gizi bekatul beras putih, produk tersebut mempunyai kandungan nutrisi per 100 gram sebagai berikut:

  • Jumlah kandungan energi: 245 kkal
  • Jumlah kandungan serat pangan: 15 gram
  • Jumlah kandungan gula: 1,5 gram
  • Jumlah kandungan magnesium: 235 miligram
  • Jumlah kandungan lemak: 7 gram
  • Jumlah kandungan protein: 17 gram
  • Jumlah kandungan zat besi: 5,4 miligram
  • Jumlah kandungan vitamin B6: 0,2 miligram
  • Jumlah kandungan vitamin A: 0 IU
  • Jumlah kandungan kalsium: 58 miligram

2. Bekatul Jagung

Bekatul jenis ini umumnya sering dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan. Pada bagian tertentu, bekatul jagung memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dari bekatul beras, yaitu:

  • Jumlah kandungan energi: 356 kkal
  • Jumlah kandungan protein: 9 gram
  • Jumlah kandungan vitamin A: 0 IU
  • Jumlah kandungan vitamin B1: 1,2 miligram
  • Jumlah kandungan lemak: 8,5 gram
  • Jumlah kandungan kalsium: 200 miligram
  • Jumlah kandungan fosfor: 500 miligram
  • Jumlah kandungan karbohidrat: 64,5 gram

Manfaat Bekatul Untuk Kesehatan

Bagian terluar dari bagian bulit padi ini mempunyai manfaat luar biasanya bagi kesehatan, antara lain:

  • Bekatul memiliki kandungan serat pangan (dietary fiber) yang tinggi. Makanan berserat tinggi bersifat lebih lama tinggal didalam lambung karena teksturnya lebih kasar. Proses pencernaan yang semakin lama akan menekan rasa lapar dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.
  • Manfaat dari sensasi kenyang tersebut sangat berguna bagi orang-orang yang tengah menjalani diet untuk melangsingkan tubuh maupun diet kalori pednerita penyakit tertentu.
  • Kandungan mineral kalsium dan magnesium sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi.
  • Kandungan nutrisi antioksidan dalam bekatul seperti oryzanol, kokoferol, dan asam ferulat bermanfaat untuk mencegah penyakit alzheimer dan diabetes / kencing manis.
  • Bekatul padi (umumnya dari beras merah) mengandung vitamin B15 yang berguna untuk menjaga metabolisme otot jantung sehingga menjadi lebih kuat.
  • Vitamin E, oryzanol dan lemak tak jenuh dari produk sisa proses padi ini dapat digunakan untuk menurunkan risiko kanker dan mencegahnya.
  • Kandungan vitamin B komplek dalam bekatul sangat berguna bagi perkembangan syaraf dan otak.
  • Bekatul kaya akan protein yang berperan untuk pertumbuhan jaringan dalam tubuh.

Bekatul Baik Untuk Dikonsumsi

Ketergantungan masyarakat akan beras untuk makanan pokok seringkali mengesampingkan bahan makanan alternatif lainnya. Banyak yang tidak mengira dan tidak mengetahui bahwa bagian terluar dari bagian bulir padi ini memiliki kandungan gizi yang tinggi, sehingga hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan dianggap tidak layak dikonsumsi manusia.

Proses pengolahan padi menjadi beras pada zaman dahulu yang masih menggunakan lesung dilakukan dengan cara ditumbuk, sehingga bagian terluar dari kulit padi dapat dipisahkan dan dikonsumsi dan dedak juga dapat diambil untuk pakan ternak.

Perkembangan mesin selep atau penggiling padi untuk memisahkan kulit padi menjadi beras secara cepat membuat produksi bekatul semakin rendah. Bekatul dan dedak akan tercampur dan sulit untuk dipisahkan, sehingga masyarakat akan menjual sisa olahan tersebut sebagai dedak.

Selain itu, anggapan masyarakat mengenai kualitas beras yang bagus juga salah kaprah. Sebagian besar menganggap beras yang putih bersih adalah beras yang berkualitas bagus. Padahal itu keliru, karena beras yang putih justru telah terpisah dengan bekatul.

Jika dibandingkan antara beras yang terlihat agak kekuningan dengan beras putih bersih, maka beras yang agak kekuninganlah yang memiliki nutrisi lebih tinggi karena masih mengandung bekatul.

Cara Mengawetkan Bekatul

Penanganan bekatul harus dilakukan secara tepat, sebab produk pangan ini rentan terhadap air dan kelembaban. Bekatul yang telah rusak dapat ditandai dengan ciri bau yang kurang sedap atau tengik.

olahan bekatul thesourcebulkfoods.com.au

Agar bekatul dapat bertahan lama, maka perlu dilakukan persiapan pengawetan agar dapat disimpan dalam jangka panjang, yaitu:

1. Dikukus

Pengukusan bagian terluar dari bagian bulit padi dapat dilakukan untuk mengawetkannya. Caranya adalah dengan mengukusnya 30 menit sampai 45 menit kemudian dinginkan hingga kering dan simpanlah pada wadah atau plastik kedap udara.

2. Disangrai

Bekatul halus juga dapat disangrai menggunakan api kecil agar tidak gosong dan berubah warna. Bekatul yang telah disangrai biasanya digunakan untuk bahan campuran makanan seperti roti atau kue.

3. Oven

Produk sisa penggilingan padi ini dapat diawetkan dengan cara pemanasan atau pengovenan. Perlakuan pada suhu tinggi bertujuan agar bekatul benar-bener kering dan terhindar dari kelembaban.

Olahan Bekatul

Produk sampingan penggilingan padi ini dapat diolah menjadi aneka kuliner makanan dan minuman, berikut ini adalah resep bekatul yang dapat kita pelajari, antara lain:

a. Kopi Bekatul Beras Merah

Cara Pembuatan:

  • Ayak bekatul beras merah
  • Sangrai selama ±15 menggunakan wajan diatas api kecil hingga warna berubah kecokelatan
  • Seduh dengan air panas
  • Tambahkan gula sesuai selera

b. Cake Bekatul

Bahan:

  • 5 butir telur ayam
  • 150 gram tepung bekatul
  • 50 gram tepung terigu
  • 5 sendok makan gula pasir
  • 125 gram mentega
  • vanili secukupnya
  • 1 sendok makan TBM

Cara Pembuatan:

  • Kocok gula pasir, telur, dan TBM hingga lembut
  • Masukkan terigu dan bekatul secara bertahap dan kocok dalam kecepatan rendah
  • Masukkan mentega yang telah dicairkan
  • Tuang adonan dalam loyang
  • Masukkan oven
  • Setelah matang iris menjadi 20 bagian dan sajikan

Efek Samping

Secara umum kandungan nutrisi dan gizi dalam bekatul sangatlah baik bagi manusia, terutama bagi kesehatan dan kecantikan. Akan tetapi pada sebagian orang akan menimbulkan respon berbeda atau efek samping.

Efek samping tersebut umumnya berkaitan dengan sistem pencernaan akibat konsumsi berlebih atau cara pengolahan yang tidak tepat, yaitu:

1. Diare

Mengonsumsi bekatul dapat menyebabkan risiko diare, terutama apabila pengolahan makanan atau minuman tidak steril. Untuk mengatasinya kita dapat mengurangi takaran bekatul agar sistem cerna tubuh dapat beradaptasi.

2. Mual dan Muntah

Bagi orang yang memiliki riwayat maag, mengonsumsi bekatul juga dapat memicu peningkatan asam lambung sehingga menyebabkan mual hingga muntah. Disamping itu, rasa mual juga dapat timbul dari ketidakbiasaan mencium aroma bekatul.

3. Susah BAB

Pada beberapa orang, mengonsumsi bekatul dapat menyebabkan susah buang air besar. Solusinya adalah perbanyak mengonsumsi buah dan sayur.