Bonsai – Bentuk, Ciri, 21 Jenis, Pembuatan dan Harga

Bonsai adalah salah satu contoh kecil perpaduan antara ekspresi kesenian dengan alam, dalam hal ini tanaman. Seni ini lahir dari gagasan atau ide yang ingin menciptakan hasil karya seni dengan tanaman sebagai obyeknya. Faktanya, ide tersebut sukses menarik perhatian masyarakat khususnya mereka yang mencintai dunia botani.

Tanaman yang menjadi hasil karya itu selanjutnya juga dikenal sebagai bonsai. Menerapkan teknik bonsai pada tanaman berarti menjadikan aspek keindahan pada tanaman tersebut lebih menonjol. Saat ini teknik bonsai sudah banyak dilakukan oleh masyarakat di penjuru dunia dengan memanfaatkan berbagai jenis tanaman.

tanaman bonsai Pixabay

Mengenal Bonsai

Bonsai merupakan hasil perkawinan antara seni dan tanaman. Teknik ini dilakukan dengan cara membuat tanaman yang ditanam di dalam pot menjadi kerdil serta mengutamakan sisi keindahannya. Kesenian bonsai ini sangat populer di kalangan lansia pecinta tanaman di Jepang.

Walaupun populer di Jepang, jika merunut pada sejarah munculnya bonsai ternyata seni tumbuhan ini berasal dari China pada tahun 220 M. Masyarakat China mengenai bonsai sebagai penjing dan sudah dikenal pada masa Dinasti Tang. Kesenian ini muncul dari kebiasan para tabib saling berkirim tanaman dalam pot.

Kegiatan itu kemudian menghasilkan ide untuk membuat tanaman hias di dalam pot. Pada waktu itu bonsai dibuat dengan menirukan bentuk binatang dan simbol tertentu. Dari situlah popularitas bonsai kemudian menyebar dan Jepang sebagai negara tetangga pasti juga merasakannya.

Kesenian bonsai mulai berkembang di kawasan Jepang pada Zaman Kamakura. Saat itu yang menerapkannya hanya berkisar pada kalangan bangsawan saja. Bonsai yang disebut penjing oleh masyarakat China setelah masuk ke Jepang berubah menjadi bonkei sesuai dengan pelafalan pada huruf kanji. Bonkei sendiri diartikan sebagai miniatur tanaman.

pohon bonsai Pixabay

Bonsai kemudian meluas dari kalangan bangsawan Jepang seperti pejabat Istana dan samurai ke masyarakat biasa pada Zaman Edo. Pada masa ini kalangan samurai menjadikan kesenian bonsai sebagai selingan. Seiring berjalannya waktu hampir semua masyarakat Jepang sudah mempunyai tanaman bonsai di rumahnya.

Istilah bonsai sendiri kemudian digunakan pada Era Meji di abad ke-19 yang merupakan pelafalan Jepang dari penzai. Kata bonsai sendiri berasal dari penggabungan antara sai (pelafalan Jepang dari zai) yang berarti penanapan dan bon (pelafalan Jepang dari pen) yang berarti pot dangkal. Jadi bonsai dapat diartikan sebagai penanaman pada pot dangkal.

Pengertian bonsai terus berkembang hingga akhirnya melekat sebagai tanaman yang dikerdilkan atau miniatur tanaman di dalam pot. Bonsai juga menjadi cerminan atau apresiasi kepada kehidupan dan kematian semua makhluk hidup. Inilah mengapa bonsai juga mempunyai nilai sakral di dalamnya.

Kriteria Tanaman Bonsai

Walaupun obyeknya adalah tanaman, tetapi tidak semua jenis tanaman bisa dijadikan bonsai. Hanya tanaman tertentu saja yang bisa dibentuk hingga menjadi bonsai.

membuat bonsai Pixabay

Adapun beberapa kriteria tanaman yang memenuhi standar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Berkeping Dua atau Dikotil

Kriteria pertama untuk membuat bonsai adalah tanaman harus berasal dari kelompok dikotil atau tumbuhan yang berkeping dua. Tanaman dikotil bisa diketahui dari ciri khasnya yaitu memiliki kambium pada batang yang membuatnya kokoh. Dengan begitu penampakan fisik tanaman dikotil adalah memiliki batang yang semakin ke bawah makin besar.

Tanaman dengan batang besar dan kokoh menjadi pilihan yang tepat, karena tekstur tersebut membuatnya kuat pada saat dibentuk. Tidak hanya itu saja sistem perakaran tanaman dikotil juga lebih kuat, karena jenisnya adalah akar tunggang yang artinya memiliki akar utama yang besar.

2. Mempunyai Bentuk Unik

Kriteria kedua tanaman bonsai adalah mempunyai bentuk yang indah dan unik. Contohnya tanaman mempunyai bunga warna-wanir dalam satu pohon, kontur batangnya berliku-liku, atau buahnya berbentuk aneh. Kadangkala keunikan seperti ini dimiliki oleh tanaman yang cacat, sehingga morfologinya berubah menjadi khas.

3. Tahan Diberi Perlakukan Khusus

Menerapkan kesenian bonsai terhadap suatu tanaman berarti memberi perlakukan khusus untuk memperindah tampilan tanaman tersebut. Perlakuan khusus yang diberi bisa berupa pemahatan, pemangkasan, hingga memberi kawat dengan tujuan mengubah tanaman tersebut sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Oleh sebab itu tanaman yang ingin dijadikan bonsai haruslah mempunyai daya tahan yang baik. Pasalnya perlakuan khusus tersebut akan mengubah bentug fisiologis dari tanaman. Jika tanaman yang dijadikan bonsai tidak mempunyai daya tahan yang kuat, maka resiko paling besarnya adalah kematian pada tanaman.

4. Memiliki Umur Panjang

Membuat tanaman bonsai tidaklah mudah dan tidak bisa jadi dalam waktu singkat. Butuh serangkaian proses panjang sampai akhirnya suatu tanaman menjadi bonsai. Proses ini termasuk perlakuan khusus yang diberikan dan juga perawatannya. Jadi tanaman haruslah yang memiliki umur panjang agar dapat bertahan lama.

Bonsai yang berhasil biasanya mempunyai kesan tua. Bukan karena tanaman tersebut sudah tua, tetapi merupakan hasil dari perpaduan berbagai unsur seni seperti antik, anggun, berwibawa, dan juga harmoni. Unsur tersebut kemudian menyatu dalam tanaman sederhana yang bernilai tinggi.

5. Ukuran

Sesuai dengan artinya ‘miniatur tanaman’, maka bonsai adalah tanaman yang memiliki ukuran kecil atau kerdil. Biasanya ukuran standar dari tinggi bonsai berkisar antara 50 cm sampai 150 cm. Dengan tinggi seperti itu, maka tanaman memungkinkan untuk ditanam pada media pot.

Tanaman yang dijadikan bonsai sendiri sebenarnya mempunyai ukuran yang cukup besar, bahkan tingginya bisa sampai puluhan meter pada kondisi normal. Maka dari itu tanaman diberi perlakuan khusus agar tidak tumbuh besar. Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengerdilkan tanaman.

Misalnya memangkas pucuk dan akar agar hormon auksin yang memicu perpanjangan berkurang, rutin membuang tunas yang tumbuh, dan juga diletakkan di bawah cahaya matahari penuh untuk menghambat kinerja hormon auksin.  

Bentuk Tanaman Bonsai

Ada banyak sekali bentuk tanaman bonsai yang biasa dibuat oleh para petani tergantung pada ide dan variasi yang diinginkan. Bentuk ini dijadikan sebagai dasar atau acuan untuk memberi perlakuan pada batang tanaman bonsai.

bonsai Pixabay

Berikut ini adalah beberapa bentuk dasar tanaman bonsai yang kerap dijumpai, antara lain:

  • Tegak Lurus (Chokkan)
  • Tegak Berkelok-Kelok (Moyoubi)
  • Miring (Shakan)
  • Sarung Angin (Fuginashi)
  • Menggantung dan Setengah Menggantung (Kengai dan Hankengai)
  • Batang Bergelung (Bankan)
  • Sapu Tegak (Houkidachi)
  • Menonjolkan Akar (Neagari)
  • Berbatang Banyak (Takan)
  • Akar terjalin (Netsunarari)
  • Kelompok (Yoseue)
  • Pohon Sastrawan atau Bebas (Bunjingi)
  • Pohon Tidak Lazim (Kawariki)

21 Jenis Bonsai

Banyak jenis bonsai yang sering dibudidayakan di pasaran atau dibuat oleh pecinta tanaman. Jenis ini diklasifikasikan berdasarkan tanaman yang dijadikan sebagai bonsai.

Umumnya tanaman yang dijadikan bonsai adalah spesies langka yang jarang ditemui, tetapi ada pula yang cukup sering dijumpai. Berikut adalah 21 jenis bonsai yang sering dijumpai, yaitu:

1. Bonsai Bougenville

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoCaryophyllales
FamiliNyctaginaceae
GenusBougainvillea
SpesiesBougainvillea sp.

Tanaman bougenville mempunyai daya tarik pada bunga dan daunnya. Dengan 14 total spesies 8 diantaranya terdapat di Indonesia. Adapun warna bunga bougenville antara lain pink, kuning, magenta, ungu, putih, dan keemasan. Sementara beberapa spesies tertentu mempunyai daun bercorak unik dengan campuran warna hijau tua, muda dan kekuningan.

2. Bonsai Beringin

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoUrticales
FamiliMoraceae
GenusFicus
SpesiesFicus benjamina

Daya tarik beringin terletak pada fisiologi daunnya yang rimbun dan berukuran kecil-kecil. Hal ini memudahkan untuk melakukan pemangkasan, sehingga dapat dikreasikan sesuai keinginan. Jenis yang paling cocok dijadikan bonsai beringin adalah spesies Ficus microcarpa dari China.

3. Bonsai Adenium

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoGentinales
FamiliApocynaceae
GenusAdenium
SpesiesAdenium sp.

Adenium atau Kamboja Jepang juga sering dijadikan bonsai, karena mempunyai kontur batang yang besar di bagian bawah dan sangat kecil di atasnya. Warna bunga adenium juga menarik dengan gradasi semakin ke dalam makin gelap. Umumnya bunga adenium berwarna merah muda.

4. Bonsai Azalea

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoEricales
FamiliEricaeae
GenusRhododendron
SpesiesRhododendron sp.

Tanaman satu ini adalah kelompok perdu yang berasal dari China dan Jepang. Azalea mempunyai daun kecil berwana hijau gelap yang cocok dijadikan bonsai. Pada iklim pegunungan pertumbuhan azalea lebih optimal, sehingga bunganya besar dan berwarna cerah.

5. Bonsai Anggur

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMyrtales
FamiliMyrtaceae
GenusMyrciaria
SpesiesMyrciaria cauliflora

Anggur mempunyai fisiologi daun unik dan warna buah yang menarik. Tumbuhan satu ini juga mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap cahaya matahari, sehingga bisa bertahan hidup pada iklim tropis yang panas. Spesies anggur yang paling cocok dijadikan bonsai adalah Myrciaria cauliflora atau Anggur Brazil.

6. Bonsai Anting Putri

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoGentianales
FamiliApocynaceae
GenusWrightia
SpesiesWrightia religiosa

Anting Putri juga biasa disebut Melati Anting dan Santalia adalah tanaman yang berasal dari China. Pada dasarnya tanaman yang mempunyai bunga berwarna putih ini sudah memiliki tampilan yang indah, sehingga sangat cocok dijadikan bonsai. Spesies yang biasa digunakan adalah Wrightia religiosa.

7. Bonsai Pinus

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasConiferopsida
OrdoConifer
FamiliPinaceae
GenusPinus
SpesiesPinus sp.

Keunikan pohon pinus terletak pada bentuk daunnya yang menyerupai jarum dan tekstur kulit batangnya yang terkelupas. Ada dua spesies pinus yang sering dijadikan bonsai yaitu Pinus merkusii yang merupakan spesies asli Indonesia dari Tapanuli Selatan dan Pinus thunbergii atau Pinus Hitam Jepang yang berasal dari Jepang.

8. Bonsai Delima

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMyrtales
FamiliLythraceae
GenusPunica
SpesiesPunica granatum

Delima adalah tumbuhan berbuah yang cukup unik untuk diberi perlakuan bonsai. Tanaman ini memiliki buah cerah yang berbentuk oval dan berwarna kuning kemerahan. Bentuk batangnya yang tumbuh berputar serta fisiologi daun yang kecil juga memenuhi kriteria bonsai.

9. Bonsai Sakura

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoRosales
FamiliRosaceae
GenusPrunus
SpesiesPrunus sp.

Tanaman ikonik Jepang ini mempunyai makna yang dalam, seperti lambang kecantikan, keberanian, dan pembaharuan. Bahkan kedalaman makna tersebut juga dituangkan ke dalam bentuk Perayaan Hanami sebagai peringatan ketika Bunga Sakura bermekaran.

Sakura mempunyai bunga berwana putih atau merah muda dan akan tumbuh lebat pada musim tertentu. Beberapa spesies Sakura memiliki bunga yang berwarna kuning di tengah dan semakin ke luar berwarna putih. Ada juga yang di tengahnya putih dan di luarnya merah muda. Semua jenis Sakura cocok untuk dijadikan bonsai.

10. Bonsai Wisteria

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusWisteria
SpesiesWisteria sp.

Wisteria adalah tanaman yang pertama kali ditemukan di wilayah China, Jepang, Korea, dan Amerika. Tanaman satu ini mempunyai ciri fisik yang sangat menarik dan unik, seperti bunganya yang berwarna ungu, biru, dan putih. Bunga tersebut tumbuh secara menggantung di ranting Wisteria.

Tidak hanya itu saja Wisteria juga mempunyai umur yang panjang yaitu bisa hidup selama 100 tahun dengan tinggi pohon 30 meter. Walaupun nyaris sempurna untuk dijadikan bonsai, tetapi merawat Wisteria harus hati-hati, karena tanaman ini bisa menyebabkan keracunan apabila tertelan.

11. Bonsai Cemara

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoFagales
FamiliCasuarinaceae
GenusCasuarina
SpesiesCasuarina sp.

Kemampuan adaptasi pohon cemara sangat tinggi sehingga dapat hidup pada lingkungan basa ataupun asam. Cemara memiliki daya tarik pada daunnya yang kecil, memanjang, berwarna hijau keabu-abuan, dan beruas layaknya rambut ekor kuda, serta tekstur batang yang beralur. Jenis cemara yang cocok dijadikan bonsai adalah Casuarina equisetifolia.

12. Bonsai Asam Jawa

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
Ordo Mimosaes
Famili Mimosaceae
Genus Tamarindus
Spesies Tamarindus indica

Asam Jawa dikenal sangat mudah untuk dijadikan bonsai sampai muncul pernyataan bahwa orang yang tidak memiliki pengalaman apapun bisa menghasilkan bonsai dari tanaman satu ini. Tanaman ini mempunyai struktur batang kokoh, sehingga ketika dibentuk sesuai keinginan batang tersebut sulit untuk patah.

13. Bonsai Bambu

KingdomPlantae
DivisiTracheophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoPoales
FamiliPoaceae
GenusBambusa
SpesiesBambusa glaucescens

Bambu yang cocok untuk dijadikan bonsai umumnya berasal dari China, Jepang, dan Thailand. Jenis bambu dari negara tersebut mempunyai keunikan seperti ruas batangnya bergelembung, daunnya rimbun sehingga mudah untuk dibentuk, serta ukurannya yang memang agak kecil.

14. Bonsai Kawista Batu

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoSapindales
FamiliRutaceae
GenusLimonia
SpesiesLimonia feronia

Kawista Batu adalah tumbuhan keluarga jeruk yang banyak diminati untuk dibuat bonsai. Tanaman ini secara fisik sudah menarik dengan daun berukuran kecil yang hanya terdiri atas satu hingga tiga helai dalam satu dahan. Selain itu tingkat ketahanannya terhadap kondisi media tanam dan cuaca juga tinggi, tetapi pertumbuhannya lambat.

15. Bonsai Soka

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoGentianales
FamiliRubiaceae
GenusIxora
SpesiesIxora acuminata

Tanaman yang sering dijumpai ini juga bisa dibuat bonsai, karena struktur morfologinya yang unik dan spesiesnya beragam. Soka atau lebih dikenal dengan sebutan Asoka mempunyai arti yang cukup dalam dan berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti bebas, sedih, dan kedukaan. Tanaman ini juga dipercaya sebagai tanaman pengusir rasa sedih.

Soka mempunyai daun yang kecil-kecil dan bunga beraneka warna. Bunga tersebut tumbuh seperti kembang api dan berwarna putih, kuning, orange, merah, dan merah muda. Tumbuhan yang dijuluki api hutan ini cocok dijadikan bonsai karena mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi termasuk yang paling ekstrim sekalipun.

16. Bonsai Waru

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusHibiscus
SpesiesHibiscus tiliaceus

Waru adalah tanaman yang juga sering dijadikan sebagai bonsai. Biasanya spesies yang paling bagus berasal dari wilayah Brazil, tetapi banyak juga Waru lokal yang menarik dijadikan bonsai walaupun daunnya agak besar. Pohon ini mempunyai daun yang tumbuh sangat rimbun.

17. Bonsai Asam Londo

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusPithecellobium
SpesiesPithecellobium dulce

Asam Londo juga dikenal dengan sebutan Asam Belanda. Tumbuhan yang satu ini biasanya tumbuh sebagai pohon peneduh pada kondisi normal. Akan tetapi dapat dijadikan bonsai karena pertumbuhan batang dan cabangnya tidak beraturan, sehingga menghadirkan nilai seni. Selain itu Asam Londo juga dikenal memiliki perawatan yang mudah untuk dijadikan bonsai.

18. Bonsai Buni

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMalpighiales
FamiliPhyllanthaceae
GenusAntidesma
SpesiesAntidesma bunius

Daya tarik buni sebagai bonsai terletak pada buahnya yang berwarna hijau, hitam, serta merah, berukuran kecil, dan tumbuh secara berkelompok. Ketika sudah masak buah tersebut akan berwarna hitam dan memiliki rasa yang khas. Pertumbuhan daunnya yang rimbun juga menjadi keunikan tersendiri bagi tumbuhan ini.

19. Bonsai Ki Putri

KingdomPlantae
DivisiPinophyta
KelasPinopsida
OrdoPinales
FamiliPodocarpaceae
GenusPodocarpus
SpesiesPodocarpus neriifolius

Ki Putri adalah tanaman yang hidup di wilayah India, Nepal, Kepulauan Solomon, dan Asia Tenggara. Pohon ini dapat tumbuh lebih dari 15 meter pada kondisi normal dan ada juga yang kerdil secara alami. Secara morfologi Ki Putri memang menarik untuk dijadikan bonsai, karena memiliki ciri khas tersendiri.

Daunnya berwarna hijau dan tumbuh meruncing dengan batang berwarna putih kekuningan. Tanaman berumah dua ini menghasilkan untaian oval kecil kekuningan pada organ jantan serta biji yang ditutupi salut berwarwan kuning dan bengkakan lunak di bawahnya berwarna ungu pada organ betina.

20. Bonsai Melati

KingdomPlantae
DivisiMagnoliphyta
KelasMagnoliopsida
OrdoLamiales
FamiliOleaceae
GenusJasminum
SpesiesJasminum mesnyi

Melati ternyata juga bisa dijadikan sebagai bonsai dan biasa disebut Bonsai Melati Yasmin. Jenis Melati yang cocok untuk dijadikan sebagai bonsai adalah yang berasal dari Jepang, karena secara fisik sudah tampak khas. Akan tetapi walaupun tidak perlu perlakuan khusus berlebih, Melati termasuk tanaman yang rewel jika ingin dijadikan pohon bonsai.

21. Bonsai Murbei

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoLamiales
FamiliMoraceae
GenusMorus
SpesiesMorus alba

Pohon Murbei adalah tanaman yang dikenal susah-susah gampang untuk dijadikan bonsai. Gampang karena murbei cenderung mudah menyesuaikan dengan iklim dan tanah apa saja, tetapi susah karena daunnya sering digerogoti ulat sutera. Daya tarik murbei ada pada buahnya dan morfologi daun yang berbentuk oval seperti telur dengan gerigi di sisinya.

Manfaat Bonsai

Jika merujuk pada sejarah awal dikenalnya bonsai, tanaman ini sebenarnya murni dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Oleh sebab itu tanaman diberi perlakuan khusus agar kerdil dan bisa menghasilkan tampilan yang indah. Karena dengan begitu nilai seni yang dimilikinya bisa semakin kuat.

Pada beberapa kasus bonsai juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya erosi pada tanah. Hal ini dapat terjadi karena bonsai dapat membantu tanah untuk meningkatkan kemampuannya menyerap air. Bonsai juga dipercaya bisa mengurani polusi dengan gas oksigen yang dihasilkannya.

bonsai unik Pixabay

Dari aspek pihak yang merawat bonsai, pohon ini bisa menjadi media untuk melatih kesabaran. Pasalnya perawatan tanaman untuk dijadikan bonsai tidaklah mudah dan harus melalui tahap yang sangat panjang.

Metode Pembuatan Pohon Bonsai

Ada serangkaian proses panjang untuk menghasilkan tanaman bonsai yang memiliki nilai estetika tinggi. Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan bonsai lengkap dengan tips perawatannya.

1. Pemilihan Bibit

Memilih bibit bonsai tidaklah mudah, karena harus mencari tanaman yang memiliki ciri fisiologi yang unik dan indah. Pada tahap ini penting sekali untuk menerapkan kriteria bonsai yang sudah disebutkan sebelumnya. Jika sudah ketemu yang pas, maka bibit diperoleh melalui metode pembuatan okulasi, cangkok, atau stek.

2. Penanaman Bibit

Bibit yang sudah diambil sebelumnya, kemudian ditanam di dalam pot. Pada tahap ini agar memastikan pertumbuhan bibit berhasil penting untuk memilih tanah yang baik. Tanah seperti ini adalah tanah yang gembur, mendapat pasokan air cukup, mengandung nutrisi, serta memiliki saluran drainase.

Tanah tersebut kemudian dicampur dengan pasir, humus, kerikil, dan juga pupuk organik. Jenis pot juga menjadi salah satu pendukung untuk meningkatkan aspek estitika dari tanaman bonsai tersebut. Bentuk pot yang biasa dipakai adalah persegi dan bulat serta ada yang dangkal dan dalam.

3. Pembuatan

Tahap berikutnya bibit bonsai yang sudah tumbuh mulai dibuat dengan diberi perlakuan khusus. Caranya dengan memangkas tanaman menjadi bentuk yang diinginkan. Pemangkasan tersebut diterapkan pada area pangkal cabang untuk menghindari tumbuhan mengalami kekeringan.

Selain pada area cabang pemangkasan juga diterapkan di akar tanaman. Pemotongan akar berfungsi untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan. Akar dipotong agar mengarah ke samping, sehingga perbanyakannya lebih mudah. Pemangkasan pada cabang dan akar secara rutin ini akan membuat tanaman tumbuh secara lambat.

Teknik perlakuan khusus yang lain adalah melilitkan kawat pada cabang atau ranting. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman mengikuti kontur kawat. Ketika tanaman sudah tumbuh sesuai dengan bentuk yang diinginkan, maka kawat yang tadi dililit akan dilepas kembali.

4. Perawatan

Agar bonsai dapat tumbuh secara optimal dan berhasil, harus dilakukan perawatan secara rutin. Mulai dari penyiraman air hingga pemberian pupuk yang cukup. Penting diingat agar jumlah air yang disiramkan tidak berlebih untuk mencegah pertumbuhan jamur. Asupan sinar matahari juga harus baik dan tanahnya diganti secara rutin.

Harga Pasar

Harga jual bonsai ditaksir sesuai dengan aspek-aspek yang mempengaruhi pertumbuhan bonsai tersebut. Mulai dari jenis tanaman yang digunakan, ukuran, usia bonsai, serta teknik pembuatan dan perwatannya. Rata-rata bonsai dijual seharga Rp 150.000 dan yang paling fantastis senilai 3 miliar rupiah.

Bonsai Azalea, Anting Putri, Pinus, dan Wisteria biasanya dijual dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Sementara jenis Bonsai Bougenville, Beringin, Anggur, Sakura, dan Cemara dijual dengan harga jutaan sampai puluhan juta rupiah. Itupun pada saat bonsai berada dalam kondisi yang standar.