Buah Ceri – Taksonomi, Asal, Sebaran, Keunikan, Jenis & Budidaya

3.6/5 - (5 votes)

Ceri adalah tumbuhan yang menghasilkan buah dengan nama yang sama. Tanaman ini berasal dari genus Prunus, sedangkan buahnya termasuk jenis buah batu.

Buah ceri yang banyak terdapat di pasaran saat ini merupakan hasil kultivar dari berbagai macam jenis ceri, misalnya Prunus avium yang menghasilkan buah manis dan Prunus cerasus yang buahnya terasa agak asam.

Tanaman ceri terus dikembangbiakkan dan dikembangkan untuk menciptakan kultivar yang lebih baik. Buahnya yang berukuran kecil dan cantik, sangat cocok dijadikan garnish atau hiasan, terutama untuk makanan penutup dan makanan kecil.

Taksonomi Ceri

Ceri adalah flora yang berasal dari bumi belahan utara, meliputi Amerika, Eropa dan Asia bagian utara. Berikut adalah klasifikasi ilmiah tanaman ceri, yaitu:

DivisiTracheophyta
UpadivisiSpermatophytina
KladAngiosperms
KladMesangiosperms
KladEudicots
KladCore eudicots
KladSuperrosids
KladRosids
KladFabids
OrdoRosales
FamiliRosaceae
UpafamiliAmygdaloideae
TribusAmygdaleae
GenusPrunus
UpagenusPrunus subg. Cerasus

Sejarah Tanaman Ceri

Dalam bahasa Inggris, tanaman ini disebut dengan ‘cherry’. Penyebutan cherry tidak hanya untuk buahnya, tapi juga untuk pohon dan kayunya. Nama cherry juga digunakan untuk buah dari pohon yang masuk dalam genus Prunus. Sementara buah ceri yang tumbuh di luar budidaya disebut dengan ‘wild cherry’.

buah ceri Pixabay

Kata ‘cherry’ berasal dari bahasa Prancis kuno, yaitu ‘cherise’. Bahasa latinnya juga hampir sama, yaitu ‘cerasum’. Kata ini mengacu pada sebuah daerah di Yunani Kuno, Kerasous, yang berlokasi di dekat Giresun, Turki.

baca juga:  Bunga Kamboja - Taksonomi, Ciri, Morfologi & Jenisnya

Daerah ini merupakan tempat asal ceri yang pertama kali disebarkan ke Eropa. Jenis tanaman ceri asli yang buahnya manis kemudian menyebar di hampir ke seluruh wilayah Eropa, Asia Barat, dan sebagian Afrika bagian utara.

Buah ceri telah dikonsumsi manusia sejak zaman pra sejarah. Tanaman ceri tercatat sudah dibudidayakan pada masa kekaisaran Romawi. Tanaman ini dibawa oleh Lucius Licinus Lucullus pada tahun 72 SM dari bagian timur laut Anatolia yang juga dikenal sebagai wilayah Pontus.

Di Inggris, buah ceri diperkenalkan di Teynham, yang berlokasi di dekat Sittingbourne di Kent. Pengenalan ceri ini dilakukan atas perintah Henry VIII yang pernah merasakan buah ceri di Flanders, Belgia.

Tanaman ceri selanjutnya tersebar ke Amerika Utara di sekitar wilayah Brooklyn, New York, yang pada saat itu bernama New Netherland. Pada masa itu, kawasan tersebut masih berada di bawah kedaulatan Belanda.

Dalam sebuah sertifikat bernama Certificate of Corielis van Tienlioven, tercatat bahwa telah ditemukan 12 pohon apel, 40 pohon buah persik, dan 73 pohon ceri di belakang rumah Anthony Jansen dari Salee, Maroko.

Budidaya Ceri

Pada umumnya, tanaman ceri yang dibudidayakan berasal daro spesies sweet cherry atau Prunus avium. Jenis ceri ini merupakan induk dari kebanyakan kultivar ceri.

tumbuhan ceri Pixabay

Selain itu, spesies Prunus cerasus atau sour cherry juga banyak dibudidayakan. Jika sweet cherry umumnya dimakan secara langsung, maka sour cherry biasanya untuk bahan masakan. Kedua spesies ini berasal dari Eropa dan Asia bagian barat.

Spesies ceri yang lainnya sebenarnya juga menghasilkan buah yang bisa dimakan, tapi tidak ditanam secara besar-besaran atau budidaya, kecuali di beberapa area di utara, dimana sweet cherry dan sour cherry tidak bisa tumbuh.

Tanaman ceri bukanlah tanaman yang mudah ditanam. Tanaman ini membutuhkan sistem irigasi yang tepat, penyemprotan, dan tenaga manusia agar menghasilkan buah yang bagus. Selain itu, buah ceri juga mudah rusak karena hujan biasa atau hujan es. Kerentanan ini menjadikan harga buah ceri relatif mahal. Namun demikian, permintaan akan buah ini tetaplah tinggi.

baca juga:  Purwaceng - Habitat, Manfaat, Produk & Budidaya

Untuk produksi komersial, buah ceri terkadang dipanen dengan cara digoyangkan pohonnya menggunakan mesin “shaker”. Meski begitu, panen secara manual dengan cara memetik langsung juga masih dilakukan. Teknik pemanenan tersebut dilakukan agar untuk menghindari kerusakan pada buah dan pohon ceri.

Pohon ceri membutuhkan waktu 3 sampai 4 tahun setelah ditanam hingga akhirnya menghasilkan buah. Sementara untuk mencapai usia dewasa mencapai waktu 7 tahun. Terdapat pula pohon ceri berukuran kecil, beberapa jenis yang paling populer adalah Mazzard, Colt, Mahleb dan Gisela. Tinggi pohonnya hanya sekitar 2,5 sampai 3 meter .

Jenis Buah Ceri

Berikut ini adalah beberapa jenis buah ceri yang sering dikonsumsi dan populer di pasaran, yaitu:

tanaman ceri Pixabay

1. Ceri Bing

Warna buah ceri bing merah gelap, bahkan ada yang agak kehitaman. Ukurannya sangat besar untuk ukuran ceri. Kandungan gula alami didalamnya sekitar 17% sampai 19%.

2. Ceri Tieton

Warna ceri tieton hampir sama dengan ceri bing, yaitu merah gelap. Bedanya, ceri tieton tidak ada yang berwarna kehitaman. Ukurannya juga cukup besar, meski tidak sebesar ceri bing.

3. Ceri Sweetheart

Buah ini adalah jenis ceri yang sering ada di ilustrasi, yaitu ceri dengan bentuk melengkung seperti hati. Bentuknya yang indah sering digunakan untuk menggambarkan buah ceri. Warnanya merah marun dan ukurannya cukup besar, serta eksturnya agak keras. Rasanya tidak terlalu manis dengan kadar gula alami 16% hingga 19%.

4. Ceri Chelan

Buah ceri chelan berwarna merah seperti kayu mahogani, tidak gelap seperti ceri Bing dan Tieton. Tekstur ceri chelan agak keras dan berukuran besar. Kadar gula alami yang dikandungnya sekitar 16% hingga 18%.

baca juga:  Air Terjun Mangku Kodek - Pesona Alam Tersembunyi di Kaki Rinjani

5. Ceri Skeena

Jenis buah ceri skeena hampir menyerupai ceri chelan, baik dari segi warna maupun bentuknya. Namun ceri skeena mempunyai tekstur buah halus, rasanya juga lebih manis dengan kadar gula mencapai 19% sampai 20%.

6. Ceri Lapins

Ceri lapins merupakan buah ceri favorit karena ukurannya yang besar dan tidak mudah pecah. Warnanya merah seperti ceri chelan. Tekstur buahnya agak keras dan rasanya cukup manis dengan kadar gula 17% sampai 19%.

7. Ceri Rainier

Jenis ceri rainier sangat unik, warnanya adalah merah muda dengan beberapa bagian yang berwarna kuning. Bentuknya yang melengkung seperti hati membuat ceri eainier tampak cantik. Ukurannya kira-kira sama dengan ceri bing. Rasanya ceri rainier paling manis dibandingkan keenam ceri lainnya, sebab kadar gulanya mencapai 17% sampai 23%.

Keunikan Buah Ceri

Beberapa hal unik yang berkaitan dengan buah dan tanaman ceri adalah:

pohon ceri Pixabay

1. Ada Ribuan Jenis Buah Ceri

Karena telah menjadi tanaman budidaya sejak lama, maka buah ceri memiliki jenis yang berbeda-beda, bahkan mencapai ribuan! Ceri termasuk buah yang digemari dan memiliki nilai jual tinggi, sehingga menjadikan para petani dan ahli botani selalu mengembangkan kultivar ceri. Tujuan pengembangan tersebut untuk menghasilkan ceri dengan tekstur tidak mudah hancur dan rasa yang manis.

2. Buah Pohon Ceri Mencapai 7.000

Tanaman ceri termasuk pohon berukuran besar, kira-kira sama dengan pohon plum, persik, dan almon karena masih berada di famili yang sama. Satu batang pohon ceri dalam sekali panen dapat menghasilkan buah hingga 7.000 buah.

3. Turki, Produsen Ceri Terbesar di Dunia

Meski Australia dan Amerika juga melakukan budidaya ceri besar-besaran, tetapi penghasil buah ceri terbesar di dunia adalah Turki. Dalam 1 tahun, perkebunan ceri dari negara ini bisa menghasilkan panen sekitar 480.000 ton. Ceri yang dihasilkan merupakan campuran dari berbagai macam jenis.