Buah Persik – Taksonomi, Morfologi, Fosil, Asal Tanaman & Jenis Kultivar

Kepopuleran buah persik bahkan menjadi inspirasi nama panggung seorang artis di Indonesia, yaitu Dewi Persik. Mau tahu apa itu buah persik? Berikut ini adalah penjelasannya.

Pohon persik merupakan tanaman berbuah yang berasal dari keluarga Rosaceae. Tumbuhan ini memiliki nama latin Prunus persica, sedangkan dalam bahasa Inggris, buah persik disebut dengan peach, dalam bahasa Mandarin disebut sebagai tao, serta dalam bahasa Jepang disebut dengan momo. Nama latin ‘persica’ sebenarnya mengacu pada budidaya persik yang tersebar di Persia atau sekarang bernama Iran.

Tanaman persik berada dalam satu genus yang sama dengan buah ceri, aprikot, almon, dan plum. Buah persik mempunyai kesamaan dengan almon, bahkan bagian biji persik memiliki rasa yang hampir sama dengan kacang almon.

buah persik Pixabay

Oleh karena kesamaan rasa ini, biji persik dapat dimanfaatkan untuk bahan marzipan versi murah, yang disebut dengan persipan. Marzipan adalah makanan kecil yang terbuat dari kacang almon dengan harga jual cukup tinggi. Mengganti almon dengan biji persik menjadikan harganya lebih terjangkau.

Taksonomi Persik

Pohon yang menghasilkan buah berwarna kuning dan beraroma harum ini diklasifikasikan secara ilmiah sebagai berikut:

DivisiTracheophyta
UpadivisiSpermatophytina
KladAngiosperms
KladMesangiosperms
KladEudicots
KladCore eudicots
KladSuperrosids
KladRosids
KladFabids
OrdoRosales
FamiliRosaceae
UpafamiliAmygdaloideae
TribusAmygdaleae
GenusPrunus
UpagenusPrunus subg. Amygdalus
SpesiesPrunus persica

Morfologi Persik

Prunus persica atau pohon persik dapat tumbuh hingga ketinggian 7 meter dengan tajuk yang lebar. Namun jika dibudidayakan dan dipotong secara berkala, biasanya pohon persik hanya tumbuh setinggi 3 meter sampai 4 meter. Daunnya sempit dan berbentuk seperti bilah pisau, panjangnya sekitar 7 cm sampai 16 cm dengan lebar 2 cm sampai 3 cm.

pohon buah persik Pixabay

Tanaman persik memiliki bunga yang akan mekar pada awal musim semi, sebelum berbuah. Bunganya tumbuh tunggal atau ganda. Ukurannya sekitar 2,5 cm sampai 3 cm, berwarna merah muda dan terdiri dari 5 kelopak bunga.

Persik mempunyai daging buah berwarna kuning atau agak keputihan, serta aromanya sangat wangi. Kulit persik menyerupai beludru. Daging buah persik sangat halus dan mudah rusak pada beberapa kultivar. Tetapi jenis persik yang dikomersialkan biasanya memiliki daging buah agak keras, terutama jika kulitnya masih berwarna hijau.

Buah persik memiliki biji tunggal berukuran besar, warnanya cokelat kemerahan dan berbentuk oval. Ukuran bijinya sekitar 1,3 cm sampai 2 cm.

Fosil Buah Persik

Fosil bagian dalam buah (endocarp) yang ditemukan di Kunming, China memiliki karakteristik sama dengan buah persik masa kini. Fosil tersebut diperkirakan berusia 2,6 juta tahun. Namun karena tidak ada bukti yang bisa memastikan bahwa fosil ini merupakan jenis yang sama dengan buah persik modern, maka fosil ini dinamakan Prunus kunmingensis.

Sejarah Tanaman Persik

Nama latin persik yakni Prunus persica mengarah ke kawasan budidaya persik di Persia. Dari Persia kemudian orang Eropa mengenal tanaman buah ini. Meski kepopulerannya berawal dari Persia, namun sebenarnya buah persik berasal dari China.

tanaman persik Pixabay

Di China, pohon persik telah dibudidayakan sejak zaman neolitikum. Hingga baru-baru ini, dipercaya bahwa budidaya persik di China telah dilakukan pada tahun 2.000 SM. Namun bukti terbaru mengindikasikan bahwa budidaya tanaman persik telah dimulai sejak tahun 6.000 SM di provinsi Zhejiang, China.

Fosil tertua buah persik berupa biji ditemukan di situs Kuahuqiao. Para arkeolog menyatakan bahwa lembah sungai Yangtze kemungkinan besar adalah tempat ditanamnya pohon persik. Tanaman persik juga disebutkan di dalam literatur China sejak abad pertama milenium SM.

Di Jepang, tanaman persik mulai ditanam secara pribadi pada periode Jomon, yaitu tahun 4.700 – 4.400 SM atau masa pra sejarah Jepang. Sistemnya sudah menyerupai budidaya persik modern. Tanaman persik tersebut dibawa berasal dari bibit persik China.

Sementara itu, di India tanaman persik pertama kali muncul pada tahun 1.700 SM. Pohon persik juga ditemukan di kawasan lain di bagian barat benua Asia pada masa kuno.

Di Yunani, budidaya baru dilakukan pada tahun 300 SM. Sering dikisahkan bahwa Alexander Agung adalah orang yang memperkenalkan buah ini ke Eropa setelah ia berhasil menaklukkan Persia. Tetapi sebenarnya tidak ada bukti yang jelas mengenai hal ini.

Sementara di Romawi, persik mulai dikenal sejak abad pertama Masehi. Secara artistik buah persik diperlihatkan pada lukisan dinding 2 fragmen di Herculaneum.

Tanaman persik tersebar ke Amerika karena dibawa oleh para penjelajah Spanyol pada abad ke-16. Kemudian tanaman ini tersebar ke Inggris dan Prancis pada abad ke-17. Di dua negara tersebut, saat itu buah persik termasuk buah mahal.

Ahli hortikultura bernama George Minife kemudian membawa dan menanam persik di koloninya di Amerika pada awal abad ke-17. Tepatnya di Buckland, Virginia. Thomas Jefferson juga memiliki pohon persik di Monticello. Namun, petani Amerika baru mananam persik secara komersial pada abad ke-19 di Maryland, Delaware, Georgia, South Carolina, dan Virginia.

Jenis Kultivar Buah Persik

Buah persik sering disamakan dengan buah nektarina, sebab keduanya memang berasal dari jenis yang sama. Nektarina adalah varian dari tanaman persik dengan nama Latin Prunus nectarina.

Baik buah persik maupun nektarina memiliki ratusan spesies dan kultivar. Kultivarnya terbagi menjadi dua, yaitu freestone dan clingstone.

pohon persik Pixabay

Buah persik kategori freestone memiliki daging buah yang mudah terlepas dari kulitnya. Sementara kategori clingstone, daging buahnya lebih melekat ke dasar buah.

Ada juga kultivar persik yang merupakan gabungan antara keduanya, disebut dengan semifree. Jenis freestone disarankan untuk dimakan langsung sebagai buah segar. Sementara jenis clingstone lebih populer digunakan untuk buah kaleng.

Dalam budidaya buah persik, para petani lebih menyukai kultivar yang buahnya lebih kuat, warna lebih murah dan bulu-bulu kulit lebih pendek. Jenis ini memiliki nilai jual yang tinggi dan laku untuk diekspor.

Buah persik mempunyai usia simpan yang pendek, maka petani persik harus terus membudidayakan dari berbagai kultivar agar dapat memenuhi permintaan sepanjang tahun.

Setiap negara yang membudidayakan buah persik biasanya memiliki kultivar yang berbeda. Misalnya di Inggris, kultivar istimewa yang bahkan memenangkan penghargaan Royal Horticultural Society’s Award of Garden Merit adalah kultivar Duke of York, Peregrine, Rochester, dan Lord Napier.

Berikut ini adalah beberapa contoh kultivar persik yang populer dan umum dibudidayakan, antara lain:

1. Nektarina

Jenis persik nectarina populer karena memiliki kulit yang mulus, hampir tanpa bulu. Warna kulitnya merah. Buah ini juga sering disebut sebagai “shaved peach” yang artinya “buah persik yang dicukur, atau “fuzzless peach” yang berarti “buah persik tanpa bulu”, karena bulunya yang pendek.

2. Peacherines

Peacherine diklaim merupakan persilangan antara buah persik dengan nektarina. Peacherine dipasarkan di Australia dan Selandia Baru. Secara fisik, peacherine merupakan paduan antara persik den nektarina. Ukurannya besar dan warnanya merah terang seperti persik merah. Daging buah peacherine biasanya berwarna kuning, namun ada juga varietas berdaging buah putih.

3. Flat Peaches

Flat peaches berarti persik yang datar. Kultivar ini memang menghasilkan buah yang bentuknya agak gepeng, seperti bekas tertekan, tidak bulat seperti buah persik pada umumnya. Jenis persik ini juga sering disebut sebagai doughnut peach yang artinya buah persik donat, karena bentuknya seperti donat.

Flat peaches memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan buah persik kebanyakan. Rasanya digambarkan lebih kaya dan kompleks. Warna kulitnya merah dan kuning dengan bulu di kulit lebih sedikit. Daging buahnya berwarna kuning pucat sampai putih.

Jenis buah persik ini juga berasal dari China, dikenal dengan nama pantao. Flat peaches bahkan masuk ke dalam novel China terkenal dari abad ke-16, Journey to the West.

Dalam novel tersebut, Jade Emperor memerintahkan Sun Wukong untuk menjaga kebun buah persik, namun Wukong malah memakan sebagian besar dari buah persik langka di kebun. Oleh karena itulah, Wukong memiliki kemampuan hidup abadi.