Bunga Asoka – Mitologi, Taksonomi, Morfologi, Ciri, Manfaat & Cara Tanam

Selain cantik, asoka adalah jenis bunga yang unik. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi di malam hari, terutama pada bulan April hingga Mei.

Tanaman dengan nama latin Saraca asoca terbagi menjadi beberapa jenis, yakni pohon asoka yang dapat tumbuh menjulang tinggi tanpa ranting dan disebut sebagai glodokan tiang, serta pohon asoka biasa dengan percabangan atau ranting.

Di indonesia, tumbuhan asoka biasanya dijadikan tanaman hias dan dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan. Sementara di Eropa, orang menyebut tanaman asoka sebagai Flame of the Wood, artinya adalah “nyala api di hutan”. Julukan ini diberikan karena warna bunga asoka yang mencolok dan cerah, bagaikan nyala api.

Mitologi Bunga Asoka

Bunga asoka mempunyai kaitan erat dalam mitologi agama Hindu dan Budha. Nama “asoka” diambil dari bahasa Sansekerta, artinya adalah “tanpa duka”.

Dalam agama Buddha, dipercaya bahwa tokoh yang menyebarkan agama Buddha lahir di bawah pohon asoka. Selain itu, seorang raja penganut agama Buddha yang merupakan penguasa kekaisaran Maurya Gupta di tahun 273 – 232 SM juga disebut sebagai Raja Asoka.

Di India, bunga asoka dianggap sebagai tanaman yang suci. Hal ini karena umat Buddha dan Hindu percaya bahwa tumbuhan ini ada hubungannya dengan Yakshi. Yakshi adalah mahluk mitologi kepercayaan kedua agama tersebut.

Oleh karena itu, di masa India Kuno bunga asoka hanya bisa ditemukan di sekitar area kerajaan. Pada masa itu, tanaman ini tidak bisa ditanam sembarangan oleh masyarakat umum.

Bunga Asoka di Indonesia

Di Indonesia, pohon asoka dulu sangat mudah ditemukan di sekitar rumah. Tumbuhan ini sering disebut sebagai bunga soka. Dahulu anak-anak Indonesia sering bermain dengan bunga ini.

bunga asoka Pixabay

Bagian nektarnya yang manis sangat disukai oleh anak-anak. Mereka akan memetik kelopak bunga, kemudian akan ditekan-tekan hingga keluar cairan bening, kemudian mereka menghisap cairan manis mirip madu yang keluar dari bunga soka.

Cairan manis tersebut bukan air biasa, tetapi cairan bunga yang bercampur dengan nektar dan menghasilkan rasa manis seperti madu. Terkadang saat berusaha menghisap nektar yang manis ini, anak-anak harus bersaing dengan serangga seperti lebah dan lain-lain. Sehingga tak jarang banyak yang tersengat. Namun karena inilah, bunga asoka menjadi lekat dengan kehidupan anak Indonesia.

Bukan hanya menghisap nektarnya, anak-anak Indonesia biasa merangkai bunga asoka hingga menjadi gelang. Bahkan ada juga yang membuatnya menjadi mahkota. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh anak-anak perempuan di pedesaan.

Taksonomi Pohon Asoka

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah flora asoka, yaitu:

KerajaanPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoFabales
FamiliFabaceae
SubfamiliCaesalpinioideae
BangsaDetarieae
GenusSaraca
SpesiesS. asoca

Ciri & Morfologi Pohon Asoka

Pohon ini sering ditanam di sepanjang jalan sebagai upaya penghijauan. beberapa ciri yang dimiliki tanaman asoka adalah sebagai berikut:

tumbuhan asoka Pixabay
  1. Akarnya merupakan jenis akar tunggang yang tumbuh menjalar ke bawah. Jenis akar ini mampu menopang pohon yang tinggi. Warna akar asoka adalah coklat.
  2. Pohon asoka dapat tumbuh hingga ketinggian 7 meter.
  3. Batang asoka tumbuh tegak dan berbentuk bulat. Diameter batang mencapai 40 cm dan berupa kayu keras dengan sistem percabangan simpodial. Cabang simpodial adalah ketika batang utama dan cabang sulit dibedakan karena pertumbuhan cabang yang sama besar atau bahkan lebih besar dari cabang utamanya.
  4. Bunga asoka cenderung berwarna merah, terutama tanaman asoka yang tumbuh di Indonesia. Namun ada juga yang berwarna jingga dan kuning. Bunga asoka termasuk bunga majemuk. Benang sarinya berjumlah 4. Kepala sari bunga asoka terletak di bagian mahkota bunga.
  5. Daun tanaman asoka berbentuk lonjong dengan bagian ujung meruncing.
  6. Tanaman asoka dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang sangat gembur, terutama di ketinggian 0 hingga 400 meter di atas permukaan laut.
  7. Waktu berbunga tanaman ini adalah menjelang musim hujan. Bunga asoka termasuk tumbuhan yang mampu bertahan lama, yaitu selama 3 sampai 4 bulan.
  8. Tanaman asoka mampu bertahan di kawasan bersuhu 45⁰ C. Tanaman ini memerlukan paparan sinar matahari langsung, namun juga dapat hidup di tempat yang lembab dan gelap. Tingkat kelembaban yang dibutuhkan sekitar 70%.
  9. Untuk budidaya asoka, dapat dilakukan dengan sistem cangkok atau dengan biji langsung.
  10. Perawatan tanaman asoka tidak terlalu rumit, umumnya hanya memerlukan pemupukan tiga bulan sekali. Cara yang mudah ini membuat tanaman asoka dapat dirawat oleh siapapun.

Manfaat Bunga Asoka

Tanaman asoka lebih dikenal sebagai tanaman hias karena bentuknya yang cantik dan warna bunga cerah. Tetapi, pohon asoka juga memiliki manfaat baik lainnya, terutama bagi kesehatan tubuh.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman bunga asoka:

1. Sebagai Antioksidan

Bunga asoka memiliki kandungan flavonoid yang merupakan antioksidan alami. Penelitian mengenai kandungan ini menemukan bahwa mengonsumsi air rebusan bunga asoka secara teratur mampu mencegah beberapa jenis kanker. Contohnya kanker kandung kemih dan beberapa jenis lainnya.

Caranya adalah dengan merebus bunga asoka dengan 2 gelas air. Rebus hingga tersisa 1 gelas saja, kemudian minum dalam keadaan hangat.

2. Mengatasi Menstruasi Tidak Teratur

Wanita yang mengalami menstruasi kurang lancar atau tidak teratur dapat mencoba ramuan bunga asoka untuk menyembuhkannya. Caranya adalah dengan menyiapkan bunga asoka, bunga mawar, dan daging tanaman lidah buaya. Kemudian ketiganya direbus dengan 4 gelas air. Sisakan hingga 2 gelas, saring dan konsumsi dalam keadaan dingin.

Jika dikonsumsi secara teratur sebanyak 1 kali sehari, maka haid akan teratur. Ramuan tradisional ini juda dapat bermanfaat sebagai penenang dan pereda stres yang ampuh.

3. Obat Luka & Memar

Jika kita memiliki luka memar akibat tersandung atau jatuh, bunga soka juga bisa dijadikan sebagai obat herbal yang ampuh. Caranya adalah dengan merebus bunga asoka, bunga mawar, dan umbi daun dewa hingga mendidih. Setelah itu, saring air rebusan tersebut, campur dengan sedikit madu untuk memberi rasa manis.

Konsumsi ramuan ini sebanyak 2 kali sehari untuk hasil maksimal. Luka memar pun akan sembuh lebih cepat. Kemudian kita bisa hentikan konsumsi apabila luka sudah membaik.

4. Obat Kaki yang Kram

Bunga asoka dan daun sembung yang direbus ampuh untuk menyembuhkan kram pada otot kaki. Namun ramuan ini hanya bisa diminum saat kaki benar-benar dalam keadaan kram. Sangat tidak dianjurkan untuk meminumnya secara teratur.

5. Obat Disentri

Kandungan tanin pada bunga asoka dipercaya mampu bermanfaat sebagai obat disentri. Untuk mendapatkan manfaatnya, kita dapat menumbuk bunga asoka hingga halus. Setelah itu, rebus hasil tumbukan dengan 2 gelas air.

Sisakan hingga air tinggal 1 gelas, lalu saring dan diamkan sesaat hingga dingin. Konsumsi sebanyak 2 kali sehari agar disentri dapat sembuh dengan maksimal.

6. Mencerahkan Kulit

Untuk kecantikan, bunga asoka juga memiliki khasiat yang pasti akan disukai oleh kaum wanita. Ramuan asoka dipercaya ampuh untuk memperbaiki warna kulit secara alami. Karena sifat antioksidan yang dikandungnya, maka ramuan air rebusan asoka mampu membuang racun-racun yang bersarang di dalam tubuh.

Proses terbuangnya racun ini secara tidak langsung dapat mencerahkan kulit. Khasiatnya akan terlihat jika kita mengonsumsinya secara teratur.

Cara Menanam Bunga Asoka

Keindahan asoka dengan segala manfaat yang dimilikinya menjadikan tanaman ini sebagai pilihan tepat tanaman hias. Jika ingin menanam bunga ini, silakan ikuti panduan budidaya bunga asoka berikut ini.

tanaman asoka Pixabay

1. Persiapan Bibit

Untuk menanam asoka, kita dapat mendapatkannya melalui dua cara pembibitan, yaitu dengan cara stek serta cangkok. Agar mendapat tumbuhan yang sehat maka sebaiknya ambil dari indukan yang produktig berbunga, bunga cantik, serta pertumbuhan optimal agar sifat tanaman dirutunkan ke tanaman baru.

  • Stek – Kita dapat mendapat bibit asoka dari stek batang. Pilihlah batang berusia tua. Ciri rempalan atau batang tua berukuran sekitar 15 cm. Potong batang menggunakan gunting tajam dan steril secara rapi. Alat potong yang higienis atau steril akan menghindarkan risiko tanaman terserang penyakit. Setelah itu, masukkan rempalan kedalam air agar tetap segar saat ditanam di media semai.
  • Cangkok – Mirip seperti stek, kita juga harus memilih batang yang telah tua. Kupas kulit batang hingga lapisan kambium. Selanjutnya tutup dengan campuran tanah dan pupuk kandang, serta plastik berlubang atau sabut kelapa. Ikat tutupan tersebut dan siram dengan air secara berkala agar tetap lembab.

2. Penyemaian

Asoka termasuk tanaman bunga yang memerlukan proses penyemain agar tumbuh optimal. Hal ini bertujuan agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Kemudian setelah tumbuh dengan baik, maka dapat dipindah pada media tanam permanen.

Tempat penyemaian dapat dibuat dari plastik polybag dengan berisi media campuran tanah gembur serta pupuk kandang sebanyak 1:1. Berikut ini adalah cara menyemai bunga asoka, yaitu:

  • Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag
  • Masukkan bibit yang berasal dari stek batang
  • Jika bibit adalah hasil cangkok, pastikan penutup plastik atau sabut kelapa telah dilepas, akan tetapi tanah yang digunakan untuk proses cangkok biarkan tetap menempel dan ikut dimasukkan ke polybag
  • Tutup tanaman dengan campuran tanah dan pupuk kandang hingga pangkal stek atau pangkal cangkok
  • Posisikan bibit berdiri tegak
  • Siram 1 kali sehari agar tanah selalu lembab dan akar dapat tumbuh cepat
  • Setelah 2 minggu maka daun muda akan mulai tumbuh
  • Setelah itu, tanaman siap dipindah ke media tanam yang kita inginkan

3. Cara Tanam

Umumnya pohon asoka dijadikan tanaman hias halam rumah. Untuk itu kita perlu menyiapkan lahan tanamnya. Buatlah lubang tanam sesuai dengan ukuran bunga asoka. Hal yang perlu dipertimbangkan pula adalah kecukupan sinar matahari, karena pohon asoka termasuk tumbuhan yang memerlukan sinar matahari cukup agar dapat berfotosintesis dan tumbuh baik.

Pada lubang tersebut kemudian kita isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang sebagai media dasar. Posisikan tanaman tegak berdiri, sebab jika posisinya miring akan berpengaruh pada pertumbuhan nantinya.

Penanaman yang baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Tidak disarankan dilakukan siang hari karena terik matahari akan berpengaruh terhadap kelembaban tanah. Waktu pagi dan sore hari adalah waktu yang tepat agar tanaman mampu beradaptasi dengan kelembaban tanah.

Setelah penanaman dilakukan, siramlah tanah dengan air. Gunakan air bersih dan hindari menggunakan air kotor karena mengandung bakteri dan bibit penyakit yang berbahaya bagi tanaman.

4. Merawat Pohon Asoka

Asoka termasuk tumbuhan yang tidak membutuhkan perawatan rumit. Namun agar tanaman ini berbunga lebat dan tumbuh sempurna, kita dapat mengupayakan denagn memberi pupuk lanjutan. Pemupukan dapat diberikan 1 bulan seusai penanaman. Kita dapat menggunakan pupuk daun dan hindari menggunakan pupuk buah.

Fungsi pupuk tambahan ini agar tanaman terangsang dan lebih banyak berdaun dan berbunga. Pupuk daun atau bunga merupakan pupuk yang lazim diberikan untuk tanaman hias.

20200916