Bunga Aster – Taksonomi, Ciri, Morfologi, Jenis, Manfaat & Cara Tanam

3.8/5 - (19 votes)

Bunga aster termasuk ke dalam tanaman herba atau rumput. Tumbuhan ini dapat bertahan cukup lama, yaitu hingga lebih dari 2 tahun. Aster sangat digemari karena bentuknya yang indah. Bunga ini juga telah dibudidayakan hingga 180 spesies.

Di Indonesia, tanaman aster banyak dibudidayakan oleh petani di Pacet. Suhu dan lingkungan daerah Pacet sesuai untuk budidaya aster. Selain itu, permintaan pasar akan bunga aster di Indonesia juga cukup tinggi.

Dalam bahasa Inggris, bunga ini disebut sebagai bunga daisy. Penamaannya berasal dari kata dalam bahasa Yunani Kuno yang artinya “bintang”. Dinamakan demikian karena bentuk bunga aster yang menyerupai bintang.

Ada banyak variasi hybrid dan spesies bunga aster saat ini, sebagian besar dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuknya yang indah dan warna-warninya yang sangat memukau.

Taksonomi

Berikut adalah klasifikasi ilmiah tanaman aster yang secara umum merupakan genus dari berbagai spesies bunga aster, yaitu:

DivisiTracheophyta
UpadivisiSpermatophytina
Kladangiosperms
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
Kladasterids
Kladcampanulids
OrdoAsterales
FamiliAsteraceae
TribusAstereae
GenusAster

Ciri & Morfologi

Bunga aster banyak digemari oleh para penghobi tanaman hias di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, aster selalu menjadi bagian penting dalam rangkaian bunga.

tanaman aster Pixabay

Beberapa ciri yang dimiliki bunga aster adalah sebagai berikut:

1. Bunga

Bunga aster memiliki kelopak berbentuk melingkar dan bersusun. Bentuknya hampir menyerupai bunga matahari dan bunga krisan, karena berasal dari keluarga yang sama, yaitu Asteraceae. Bagian mahkota bunganya memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Warna bunga bintang sangat beragam, meliputi warna putih, merah, dan ungu hingga kebiruan. Ciri khas warna aster adalah adanya warna kuning di bagian tengahnya. Aroma bunga ini sangat ikonik dan terkesan lembut.

2. Ukuran Tanaman

Tanaman aster termasuk flora yang tumbuh tidak terlalu tinggi. Tumbuhan ini mempunyai tinggi mulai dari 30 hingga 70 cm. Akan tetapi ada juga jenis aster yang mampu tumbuh lebih tinggi.

3. Batang

Batang bunga aster memiliki beberapa percabangan. Cabang-cabang inilah yang akan menjadi tempat tumbuhnya bunga di bagian ujungnya.

4. Daun

Bentuk daun tanaman aster cukup lebar. Pada bagian tepi daun memiliki tekstur agak bergerigi. Warna daunnya hijau namun tidak terlalu tua.

baca juga:  Buah Pisang - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Asal Sebaran & Manfaat

5. Masa Tumbuh

Bunga aster termasuk dalam tanaman bunga perennial. Pada umumnya mempunyai siklus tumbuh lebih dari 1 tahun. Meski begitu, tanaman ini sering kali juga disebut sebagai tanaman tahunan.

Jenis Bunga Aster

Aster adalah salah satu jenis tanaman berbunga yang telah dibudidayakan dan dikembangkan sejak lama. Saat ini bunga aster telah terbagi menjadi ratusan spesies yang masing-masing memiliki ciri dan keindahan tersendiri.

tumbuhan aster Pixabay

Beberapa jenis bunga aster yang paling banyak diminati, antara lain:

1. Aster Kuning

Jenis aster dengan nama latin Eucephalus breweri ini berasal dari Amerika Utara. Bunga ini banyak tumbuh di kawasan California, terutama di pegunungan Sierra Nevada. Bentuk bunganya menyerupai bintang dan berwarna kuning yang lembut. Ukuran bunganya sekitar 5 cm.

bunga aster kuning flickr

Di negara asalnya, aster kuning tersebar di barat laut Nevada hingga ke barat daya Oregon. Bunga aster kuning umumnya tumbuh di sekitar kayu pohon caudex. Ketinggiannya aster kuning dapat mencapai 1 meter.

2. Aster Biru

Aster biru memiliki nama latin Symphyotrichum laeve. Spesies aster biru berasal dari Kanada dan menjadi jenis yang sangat populer karena warna ungu kebiruannya yang sangat indah. Tinggi tanaman bunga aster biru sekitar 70 cm.

bunga aster biru wikimedia

3. Aster Kayu Biru

Berbeda dengan bunga aster biru, aster kayu biru warnanya lebih lembut atau lebih muda, tepatnya berwarna keunguan atau kebiruan dan cenderung putih. Jadi dapat dikatakan warna ungu dan birunya hanya berupa semburat.

bunga aster kayu biru pixabay

Bunga aster kayu biru berasal dari bagian timur Amerika Utara. Bunga ini akan mekar di bulan Agustus sampai Oktober. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik hingga di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

4. Aster Alpen

Aster alpen adalah bunga yang berasal dari pegunungan di Eropa. Akan tetapi bunga cantik ini juga tumbuh di Amerika Serikat dan Kanada. Bunga aster alpen berwarna ungu muda dengan bagian tengah berwarna kuning. Keindahan bunga ini menjadikannya bunga favorit bagi masyarakat Eropa.

bunga aster alpen pxhere

Meski pada umumnya aster alpen berwarna ungu, namun spesies tumbuhan berbunga ini juga menghasilkan warna lain, misalnya merah muda dan kebiruan.

Tanaman ini tidak dapat tumbuh tinggi, yaitu sekitar 15 sampai 30 cm. Biasanya, bunga akan mekar di akhir musim semi atau awal musim panas. Namun terkadang aster alpen juga mekar di pertengahan musim panas.

5. Aster Putih

Aster putih mempunyai nama latin Symphyotrichum ericoides. Asal tumbuhan ini dari Amerika Utara dan Meksiko bagian utara. Tingginya kira-kira 30 hingga 90 cm. Warna mahkota bunganya putih, namun ada juga yang berwarna merah muda dengan bagian tengah yang berwarna kuning.

baca juga:  Makhluk Hidup - Pengertian, Ciri, Karakteristik & Sistem Klasifikasi
bunga aster putih wikimedia

Bunga bintang putih akan mekar di akhir musim panas hingga musim gugur. Ukuran bunganya termasuk kecil dibanding spesies aster lain, yaitu sekitar 8,5 sampai 13 mm.

Jenis bunga aster yang ini dapat dengan mudah ditemukan di Amerika Serikat bagian timur, mulai dari Texas sampai Florida, serta Maine sampai Wisconsin. Selain itu, bunga ini juga tumbuh di Ontario dan New Brunswick. Oleh karena keindahannya, bunga ini juga banyak dibudidayakan di negara lain.

Tinggi tumbuhan Symphyotricum dumosum mencapai 1 meter. Warna mahkota bunganya putih dengan ciri khas bunga aster berwarna kuning di bagian tengahnya.

Manfaat Bunga Aster

Selain sebagai tanaman hias untuk menghiasi pekarangan ataupun rangkaian bunga, ternyata aster juga kaya akan manfaat. Khasiat tersebut terutama berkaitan dengan kesehatan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari tumbuhan aster:

1. Antitoxin

Bunga aster dapat dimanfaatkan sebagai obat luka. Di dalamnya terdapat kandungan zat antitoksin yang merupakan penawar racun. Suku Indian di Amerika Serikat telah memanfaatkan aster sebagai penangkal racun akibat gigitan ular atau serangga.

Caranya adalah dengan ditumbuk bersama beberapa bahan lainnya. Bahkan pada pengobatan modern pun, bunga aster banyak dimanfaatkan sebagai penangkal racun.

2. Detoksifikasi

Selain sebagai penangkal, bunga aster juga dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Dapat dikatakan fungsinya hampir sama dengan antibiotik. Penggunaan tanaman aster sebagai bahan obat-obatan modern saat ini banyak dikembangkan di Jerman.

3. Obat Anti Inflamasi

Seluruh bagian bunga aster mempunyai sifat anti inflamasi atau anti peradangan. Oleh karena itu ekstraknya dapat digunakan sebagai obat anti radang atau pereda peradangan. Contoh khasiatnya adalah untuk menyembuhkan jerawat hingga bengkak ringan. Caranya dengan merebus bunga aster atau dengan menumbuk bunganya.

4. Obat Batuk

Ramuan bunga bintang dapat membantu mengencerkan dahak atau disebut sebagai ekspektoran. Ramuan aster mampu meredakan batuk kering, batuk berdahak, hingga batuk yang disertai darah. Caranya adalah dengan merebus bagian akar tumbuhan aster selama 20 menit, lalu dinginkan dan diminum sebanyak 2 kali sehari.

5. Pengusir Nyamuk

Sama seperti bunga lavender, aster juga mempunyai kandungan zat pyrethrin yang sangat tidak disukai nyamuk. Cukup tanam bunga aster di sekitar rumah, maka nyamuk dan serangga lain tidak akan mendekat.

Cara Menanam / Budidaya

Aster adalah bunga yang dapat beradaptasi dengan berbagai musim dan kondisi lingkungan. Oleh sebab itu, bunga ini dapat ditanam dengan mudah bahkan oleh pemula sekalipun.

bunga daisy Pixabay

Berikut ini adalah panduan budidaya bunga aster yang dapat kita ikuti, antara lain:

baca juga:  Ikan Mas - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Jenis & Cara Budidaya

1. Jenis Bunga

Tentukan jenis bunga aster mana yang akan kita tanam. Setidaknya ada 5 jenis aster yang berbeda sesuai dengan bunga yang dihasilkan. Contohnya adalah aster kuning, biru atau putih.

2. Media Tanam

Tanaman bunga aster membutuhkan media tanam agar dapat tumbuh dengan baik. Kita dapat menggunakan media tanam berupa campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Agar lebih praktis, kita juga bisa membeli media tanam siap pakai di toko tanaman hias.

3. Benih Bunga Aster

Benih aster bisa kita peroleh di toko pertanian atau toko bibit bunga. Berbeda dengan bunga bougenville dan bunga lain yang mudah diperbanyak melalui stek atau okulasi, menumbuhkan tanaman aster lebih mudah melalui bijinya.

Biji aster tidak bisa langsung ditanam, karena haris disemai di media campuran tanah, sekam, pupuk kandang, serta pasir. Setelah bibit disemai, kita bisa menutup media semai tersebut namun usahakan tidak terlalu tebal.

Agar tetap lembab, lakukan penyiraman secara rutin. Setelah 3 sampai 5 hari maka bibit akan mulai tumbuh. Setelah itu, kita bisa memindahkan bibit bunga aster ke media tanam.

Bagi yang ingin memperoleh bibit aster siap tanam dalam bentuk tunas, kita harus memperhatikan hal-hal berikut saat menanamnya, yaitu:

  • Pilih bunga yang berumur lebih dari 6 bulan
  • Potong anakan yang muncul di sekitar tanaman induk
  • Pindah ke media tanam

4. Penanaman

Supaya tanaman tumbuh dengan baik, maka tanamlah di lokasi luas dengan cukup sinar matahari. Namun jika ingin menanamnya dalam pot, maka pilihlah pot besar untuk media tanam.

Meski memerlukan cukup sinar matahari, namun bunga ini tetap memerlukan naungan agar tidak rusak dan layu. Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah waktu menanam bunga aster sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

5. Merawat Bunga

Agaart bunga aster tumbuh subur dan menghasilkan bunga-bunga indah, berikut ini adalah cara merawatnya:

  1. Siapkan mulsa dengan ketebalan 4-5 cm, kemudian berikan kompos tipis secara merata. Campuran ini kemudian ditaburkan di sekitar tanaman
  2. Agar tanah tidak kering, maka lakukan penyiraman 2 kali sehari setiap pagi dan sore
  3. Hindari penyiraman terlalu banyak karena akan menyebabkan bunga sulit mekar
  4. Pasang tonggak kayu dan ikatkan pada tanaman aster agar tanaman tumbuh tegak
  5. Potong sedikit pada bagian ujung batang untuk merangsang tumbuhnya cabang baru
  6. Jika ada daun yang layu usahakan segera pangkas, karena daun tersebut dapat mengakibatkan penyakit pada tumbuhan
  7. Apabila tanaman aster tertutup debu atau ada hama serangga, kita bisa menggunakan semprotan air untuk membersihkannya. Cukup gunakan aliran air rendah hingga sedang agar tanaman tidak rusak
  8. Apabila bunga aster terserang hama siput, pasanglah kawat di sekitar tanaman untuk mencegah siput datang kembali