Bunga Sakura – Taksonomi, Keunikan & Bunga Sakura di Berbagai Negara

3.7/5 - (3 votes)

Bunga sakura adalah Bunga Nasional bagi negara Jepang. Di Negeri Matahari Terbit ini, simbol atau ikon sakura dapat dengan mudah ditemukan, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, hingga alat tulis, dan masih banyak lagi.

Selain di Jepang, pohon sakura juga bisa tumbuh baik di kawasan yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa, seperti Taiwan, Korea, China, Nepal, India, Pakistan, Afghanistan, Iran, Myanmar, Thailand, Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Siberia Barat.

sakura jepang Pixabay

Semua jenis pohon sakura memproduksi buah. Beberapa diantaranya ada yang tidak bisa dimakan karena rasanya yang kurang enak, dan ada pula yang berbuah seperti ceri. Spesies tanaman sakura yang menghasilkan buah ceri adalah Prunus avium dan Prunus cerasus.

Taksonomi Pohon Sakura

Secara umum, sistem klasifikasi ilmiah tumbuhan sakura Jepang adalah sebagai berikut:

KerajaanPlantae
Angiosperms
Eudikotil
Rosidae
OrdoRosales
FamiliRosaceae
GenusPrunus
SpesiesPrunus sp.

Keunikan Bunga Sakura

Tanaman sakura berasal dari famili Roseceae dengan genus Prunus, sehingga masih satu jenis dengan tanaman aprikot, prem, dan persik. Dalam bahasa Inggris, sakura disebut sebagai cherry blossoms. Sementara di Jepang penamaannya berasal dari kata “saku“ yang berarti “mekar“. Akhiran “-ra” di belakangnya menandakan bentuk jamak.

tanaman sakura Pixabay

Dilihat dari susunan daun mahkotanya, bunga sakura terbagi menjadi 3, yaitu bunga sakura berbunga tunggal dengan daun mahkota 1 lapis, bunga ganda dengan daun mahkota berlapis, dan bunga semi ganda. Sementara berdasarkan warna, ada bunga sakura yang berwarna putih, merah muda, kuning muda, bahkan hijau muda dan merah menyala. Warnanya berbeda-beda tergantung spesiesnya.

Pohon sakura hanya berbunga satu tahun sekali, oleh karena itu setiap tahun ketika sakura bermekaran akan menjadi fenomena yang ditunggu-tunggu di beberapa negara, seperti di Jepang dan Korea. Berwisata ke 2 negara ini di masa sakura mekar akan lebih mahal jika dibandingkan waktu lainnya.

Biasanya bunga sakura akan mekar saat musim semi ketika suhu udara mulai menghangat. Tepatnya sekitar akhir bulan Maret hingga awal bulan April.

Bunga sakura jenis someiyoshino biasanya akan memekarkan bunga-bunganya terlebih dahulu, kemudian daun-daunnya menyusul dan mulai tumbuh. Biasanya di lokasi yang sama akan ditumbuhi puluhan hingga ribuan pohon sakura jenis someiyoshino.

Semuanya akan mekar secara serentak, kemudian rontok perlahan-lahan di waktu yang bersamaan pula. Jenis sakura ini menghasilkan bunga yang hanya bertahan selama 7 sampai 10 hari. Periode ini dihitung dari mulai kuncup bunganya terbuka hingga akhirnya bunga rontok.

baca juga:  Tapir - Taksonomi, Morfologi, Sifat, Habitat & Konservasi

Bunga sakura yang rontok sering kali juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Hujan lebat dan angin kencang dapat mempengaruhi rontoknya bunga menjadi lebih cepat dari waktu seharusnya.

Terkadang sebelum rontok, bunga sakura juga dimakan oleh beberapa jenis burung. Contohnya burung merpati yang akan memakan seluruh bagian bunga sakura. Kemudian jenis burung lain yang hanya memakan sebagian bunga sakura.

Bunga Sakura di Berbagai Negara

Bunga sakura memiliki makna yang berbeda-beda di berbagai negara. Beberapa di antaranya bahkan memiliki arti atau filosofi yang sangat mendalam.

bunga sakura Pixabay

Berikut ini adalah makna bunga sakura di beberapa negara, antara lain:

1. Sakura di Australia

Pada masa Perang Dunia ke-II, ada sebuah camp yang berisi tahanan perang di kota Cowra, New South Wales. Lokasi ini adalah tempat terbesar tahanan perang saat itu.

Pada tahun 1944, tahanan yang berasal dari Jepang berusaha melarikan diri. Kejadian ini menyebabkan gugurnya 4 tentara Australia, 231 tentara Jepang, dan 108 tahanan terluka.

Meskipun peristiwa ini mengenaskan, namun pemerintah Cowra menangani pemakaman para tentara Jepang yang menjadi korban dengan baik dan hormat. Di tahun 1071, pemerintah Cowra mengusulkan dibuatnya taman Jepang di kota tersebut. Pemerintah Jepang pun menyetujui usul ini sebagai ungkapan terimakasih.

Taman sakura ini dirancang oleh Ken Nakajima, desainer pertamanan asal Jepang yang namanya mendunia di masa itu. Tahap pertama taman dibuka pada tahun 1979, kemudian tahap keduanya menyusul di tahun 1986.

Taman dengan gaya jaman Edo Jepang ini memperlihatkan semua tipe pekarangan ala Jepang yang sangat khas. Setiap tahunnya festival sakura pun diadakan pada bulan September. Festival ini menjadi agenda wisata kota Cowra yang besar dan penting.

2. Sakura di Brazil

Banyak orang Jepang yang bermigrasi ke Brazil dan kemudian menjadi warga negara Brazil. Ada pula yang hanya mencari penghidupan disana, namun tetap memegang kewarganegaraan Jepang.

Sebagai masyarakat asli Jepang, tak sedikit yang membawa biji bunga sakura dan menanamnya di Brazil. Kebanyakan orang Jepang tinggal di Sao Paulo, bahkan kawasan ini adalah menjadi koloni terbesar orang Jepang di luar negaranya.

Di Sao Paulo, pohon sakura dapat ditemukan dengan sangat mudah, terutama di bangunan atau fasilitas yang berhubungan dengan tradisi Jepang. Spesies yang ditanam di Sao Paulo kebanyakan adalah jenig Prunus serrulata yukiwari dan Prunus lannesiana Himalaya.

Tidak hanya di Sao Paulo, di beberapa kota lainnya seperti Garca dan Campos do Jordao juga banyak ditanam bunga sakura. Bahkan di kedua kota ini setiap tahunnya diadakan festival perayaan mekarnya bunga sakura disertai dengan festival budaya Jepang.

baca juga:  Ikan Mas Koki - Taksonomi, Morfologi, Ciri dan Jenis Ikan Hias Maskoki

3. Sakura di Kanada

Di Vancouver, Kanada terdapat ribuan bunga sakura berbaris di sepanjang jalan dan taman, termasuk taman Queen Elizabeth dan taman Stanley. Jumlahnya diperkirakan sekitar 50.000 pohon.

Vancouver juga menggelar festival bunga sakura tiap tahunnya. Biasanya bunga sakura di Vancouver akan mekar di bulan Februari dan mencapai puncak di bulan April.

Sementara itu di Toronto, tepatnya di High Park, juga ditanam banyak bunga sakura jenis someiyoshino. Jenis ini adalah sakura yang paling awal mekar dan sangat disukai oleh orang Jepang karena bunganya yang besar dan berwarna putih. Jenis bunga sakura ini diberikan Jepang khusus untuk Toronto pada tahun 1959.

4. Sakura di China

Di masa perang Sino-Jepang II, ada sekitar 20 pohon bunga sakura ditanam oleh pasukan Jepang di Universitas Wuhan. Setelah perang usai, pohon-pohon ini tetap dijaga, walaupun mengandung cerita sejarah yang kurang menyenangkan bagi pihak China. Hingga akhirnya pada tahun 1972 ketika hubungan kedua negara tersebut sudah membaik, Jepang mengirimkan 800 pohon sakura sebagai donasi.

Saat ini, Universitas Wuhan memiliki sekitar 1.000 pohon sakura dengan berbagai macam spesies. Pihak universitas pun saat ini menyelenggarakan acara tahunan untuk memperingati mekarnya bunga sakura. Biasanya acara ini diadakan sekitar bulan Maret.

5. Sakura di Prancis

Parc de Sceaux adalah sebuah komplek yang berlokasi di pinggiran kota Paris, disini terdapat 2 kebun khusus pohon sakura. Kebun pertama ditanami pohon sakura berbunga putih (Prunus avium) dan kebun yang kedua ditanami pohon sakura berbunga merah muda (Prunus serrulata).

Setidaknya ada 150 pohon berjenis Prunus serrulata di lokasi ini. Setiap tahunnya kebun ini dikunjungi banyak turis, terutama saat bunga sakura bermekaran di awal bulan April.

6. Sakura di Jerman

Di kebun Altes Land yang terletak di Hamburg, setiap tahunnya bunga sakura juga menjadi pusat perhatian wisatawan yang jumlahnya puluhan ribu. Terutama dengan adanya pementasan ala Jepang yang menambah keseruan. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Jerman-Jepang setiap tahunnya.

Parade ini dimulai dari tahun 1990 sejak runtuhnya Tembok Berlin. Jepang mendonasikan pohon sakura untuk mengekspresikan apresiasi atas reunifikasi Jerman.

Sebanyak 9.000 pohon sakura ditanam di beberapa kawasan Jerman. Kawasan pertama adalah di dekat jembatan Glienicker. Selain di Altes Land, festival bunga sakura juga sangat terkenal di Bonn Alstadt. dan dikenal dengan nama festival Kirschblutenfest Bonn.

7. Sakura di India

Di India, terutama di daerah Himalaya seperti Himachal Pradesh, Jammu & Kashmir, Uttarakhand, Sikkim, dan beberapa distrik di sebelah utara Bengali Barat seperti Jalpaiguri dan Darjeeling, bunga sakura juga sangat  digemari. Tanaman sakura jenis Prunus cerasoides adalah tanaman asli dari kawasan-kawasan tersebut.

baca juga:  Bunga Kamboja - Taksonomi, Ciri, Morfologi & Jenisnya

Beberapa kota yang dikenal dengan kuilnya seperti Sangla, Chitkul, Kalpa, Sarahan, dan Narkanda, juga sangat dikenal dengan pohon sakura yang tumbuh liar menutupi kaki gunung Himalaya. Pohon sakura juga banyak terdapat di taman-taman yang dibangun pada masa pendudukan Inggris, seperti di Nilgiri Hills di selatan India.

8. Sakura di Korea

Pohon sakura telah lama ada di Korea. Flora ini pertama kali diperkenalkan dan ditanam oleh Jepang di masa pendudukannya. Pohon sakura di Korea tetap dipertahankan hingga akhirnya Jepang menyerah saat akhir Perang Dunia II.

Beberapa pohon sakura sempat ditebang sebagai tanda perayaan berakhirnya masa pendudukan Jepang, namun di sisi lain orang Korea Selatan tetap menanam pohon ini, terutama jenis yoshino.

Di Korea, ada beberapa kawasan yang tiap tahunnya menjadi destinasi wisata para turis khusus untuk menikmati mekarnya bunga sakura. Beberapa di antaranya adalah pulau Jeju, pulau Nami, dan sepanjang kawasan Yeouido di Seoul.

9. Sakura di Myanmar

Di Myanmar, mekarnya bunga sakura juga menjadi atraksi menarik di musim semi. Tepatnya di kota Pyin Oo Lwin yang terkenal sebagai The Land of Cherries.

Beberapa tanaman sakura bahkan sengaja dimodifikasi agar bisa bertahan hidup di iklim tropis, sehingga dapat ditanamn di Yangon yang merupakan ibukota komersial. Pohon sakura ditanam di sana sebagai bentuk program persahabatan dengan Jepang.

10. Sakura di Belanda

Pada tahun 2000, Japan Women’s Club menyumbangkan 400 pohon sakura untuk kota Amstelveen, Belanda. Pohon-pohon ini kemudian ditanam di sebuah taman bernama Amsterdamse Bos.

Uniknya, semua pohon ini mempunyai nama yang berbeda-beda. Sebanyak 200 pohon sakura diberi nama nama perempuan Jepang, dan sisanya 200 memiliki nama perempuan Belanda.

11. Sakura di New Zealand

New Zealand mempunyai sebuah area terbuka yang paling besar di Christchurc, bernama Hagley Park. Di taman ini ditanam banyak pohon sakura.

12. Sakura di Taiwan

Umumnya pohon sakura mudah ditemukan tumbuh di area pegunungan Taiwan. Negara ini juga merupakan salah satu tujuan wisata untuk menikmati mekarnya pohon sakura. Lokasi yang paling populer adalah Yangmingshan di Taipei dan Wuling Farm di Taichung.

13. Sakura di Turki

Pada tahun 2005, pemerintah jepang mempersembahkan pohon sakura khusus untuk Nezahat Gokyigit Botanical Garden di Istanbul. Setiap pohon melambangkan satu pelaut dari kapal Turki yang terkenal Ertogrul.

Kapal tersebut harus berhadapan dengan angin taifun di tahun 1890, saat kembali dari Jepang. Kapal Ertogrul kemudian tenggelam dan sebanyak 587 awak kapal menjadi korban.

14. Sakura di Inggris

Inggris adalah negara dengan iklim yang sangat sesuai untuk habitat tumbuhnya pohon sakura. Oleh karena itu, pohon sakura banyak ditemukan di area publik, seperti taman. Ada pula yang menanamnya secara pribadi di pekarangan rumah.