Bunga Sepatu – Taksonomi, Morfologi, Jenis, Manfaat & Cara Tanam

Bunga Sepatu adalah salah satu jenis bunga yang mudah kita temui di taman. Tanaman hias ini juga serting disebut oleh masyarakat dengan nama Kembang Sepatu.

Bunga Kembang Sepatu dengan nama latin Hibiscus rosa sebenarnya adalah jenis tumbuhan semak. Flora ini berasal dari kawasan Asia Timur, kemudian tersebar dan tumbuh di daerah iklim tropis dan sub tropis.

Daya tarik dan keunikan dari bunga sepatu adalah ukuran kelopak bunganya yang besar dengan warna sangat cerah. Beberapa warna bunga sepatu antara lain merah tua, putih, kuning, oranye, dan merah muda.

Karena ukurannya yang besar, kembang sepatu sangat cocok dan tampak indah jika dijadikan tanaman hias. Akan tetapi meski secara fisik sangat cantik, ternyata bunga kembang sepatu tidak memiliki bau harum seperti bunga pada umumnya.

Taksonomi Bunga Sepatu

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah (binomial) tanaman kembang sepatu, yaitu:

KerajaanPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusHibiscus
SpesiesH. rosa-sinensis

Morfologi Kembang Sepatu

Bunga sepatu mampu tumbuh cukup tinggi, yaitu 2 hingga 5 meter. Namun yang biasa kita lihat di taman ialah tanaman yang selalu dirapikan agar tetap tampak indah sehingga pertumbuhannya tidak maksimal dan ukurannya tidak terlalu tinggi. Daun tanaman kembang sepatu berbentuk oval atau bulat telur. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan bagian ujung yang meruncing.

bunga sepatu pixabay.com

Bunga kembang sepatu terdiri dari 5 buah kelopak. Lalu terdapat kelopak tambahan atau epicalyx yang berfungsi melindungi kelopak bagian dalam bunga. Struktur ini membuat bunga kembang sepatu terlihat terdiri dari beberapa lapisan. Tangkai putiknya berbentuk silinder memanjang. Sementara tangkai sarinya berbentuk oval dengan taburan serbuk sari.

Bentuk bunga sepatu menyerupai terompet dengan ukuran cukup besar, yaitu dengan diameter sekitar 6 cm hingga 20 cm. Arah mekar bunga kembang sepatu menghadap ke atas, ke samping, atau bahkan ke bawah.

Pada umumnya, tanaman ini steril sehingga tidak menghasilkan buah. Cara mengembangbiakkan atau budidaya kembang sepatu adalah dengan teknik cangkok, penempelan, serta stek.

Di daerah tropis seperti Indonesia, bunga kembang sepatu dapat terus berbunga sepanjang tahun. Begitu pula jika ditaamn di rumah kaca. Namun di daerah sub tropis, kembang sepatu hanya akan berbunga di musim panas hingga musim gugur.

Jenis-Jenis Kembang Sepatu

Di Indonesia, ada 4 jenis kembang sepatu yang sering ditanam. Keempat jenis kembang sepatu tersebut antara lain:

bunga kembang sepatu grid.id

1. Hibiscus rosa-Sinensis Cv.Natal

Kembang sepatu ini berwarna merah muda atau ungu muda dan cenderung sangat pucat, sehingga hampir seperti warna putih jika dilihat dari kejauhan. Jenis kembang sepatu ini memiliki sedikit warna merah di bagian tengahnya. Sebarannya meliputi daerah Natal, Afrika Selatan, akan tetapi dibeberapa tempat juga tumbuh di Indonesia.

Cara pengembangbiakan Hibiscus rosa-Sinensis Cv.Natal pada umumnya menggunakan cara cangkok atau stek batang. Ukuran bunganya sedang dan mempunyai mahkota tunggal.

2. Hibiscus rosa-Sinensis Albus

Tanaman ini adalah jenis kembang sepatu yang paling sering berbunga. Warna bunganya putih bersih dengan ukuran sedang dan memiliki mahkota tunggal.

Hibiscus rosa-Sinensis Albus dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Untuk mengembangbiakannya menggunakan metode pencangkokan dan stek batang.

3. Hibiscus rosa-Sinensis Plenus

Jenis kembang sepatu ini memiliki mahkota ganda, sehingga kelopak bunganya tampak berlapis-lapis. Bentuknya hampir seperti bunga mawar. Bunga yang sangat indah ini berwarna dominan merah muda. Ukuran diameternya adalah sekitar 10 sampai 15 cm. Bunga kembang sepatu jenis ini memiliki nama lain, yaitu Double Rose of China.

Species bunga sepatu ini membutuhkan sinar matahari yang baik agar dapat tumbuh sempurna. Proses pencangkokan dan stek batang adalah cara pengembangbiakan yang paling baik.

4. Hibiscus Schizopelatus

Jenis kembang sepatu ini sangat unik karena bunganya tumbuh menggantung ke bawah dari tangkai bunga, sehingga tampak seperti lentera gantung. Karena bentuknya yang unik inilah, jenis bunga ini cukup populer. Bahkan memiliki sebutan lain, yaitu bunga lentera Jepang.

Sayangnya, Hibiscus rosa-Sinensis Plenus sudah mulai sulit ditemukan. Dulunya bunga ini bisa mudah ditemukan di pedesaan, tumbuh di pagar-pagar rumah dengan liar. Proses pengembangbiakan bunga ini adalah dengan cara stek batang dan pencangkokan.

Manfaat Kembang Sepatu Secara Umum

Bunga sepatu ternyata dapat kita manfaatkan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Berikut ini adalah berbagai manfaat tanaman kembang sepatu, antara lain:

tanaman kembang sepatu esteem

1. Tanaman Hias

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena ukuran bunganya yang besar dan bentuknya yang indah, bunga kembang sepatu sering dijadikan tanaman hias. Pemanfaatan ini banyak dilakukan di negara tropis dan sub tropis. Selain di dua jenis iklim tersebut, kembang sepatu juga bisa ditanam di dalam rumah kaca.

2. Semir Sepatu

Meski terdengar cukup aneh, namun bunga kembang sepatu dapat dijadikan sebagai bahan menyemir sepatu. Hal ini umum dilakukan di India. Ukuran kelopak bunganya yang besar diyakini mampu membersihkan sepatu dengan baik.

Selain itu, di India bunga kembang sepatu juga dijadikan sebagai salah satu bunga persembahan pada acara-acara tertentu.

3. Bahan Pewarna Makanan Alami

Manfaat bunga sepatu untuk pewarna makanan umum dilakukan di Tiongkok. Untuk mendapatkan warna tertentu pada makanan, masyarakat Tiongkok menggunakan bunga sesuai warna makanan yang diinginkan.

4. Teh Bunga Sepatu

Bunga kembang sepatu yang telah dikeringkan dapat dijadikan teh. Selain rasanya yang khas, teh dari kembang sepatu juga memiliki khasiat yang baik bagi tubuh. Dari segi kecantikan, teh kembang sepatu dipercaya dapat menyehatkan dan mengencangkan kulit. Jika diminum secara teratur, kulit akan tampak segar dan bercahaya.

5. Tanaman Pagar

Pemanfaatan tanaman kembang sepatu menjadi tanaman pagar umum dilakukan di Jepang, tepatnya di Okinawa. Tanaman bunga sepatu di Jepang disebut dengan Gushonu hana, artinya adalah ‘bunga kehidupan sesudah mati’. Karena itulah, di Okinawa bagian selatan tanaman kembang sepatu juga banyak ditemukan di area pemakaman.

Manfaat Kembang Sepatu Bagi Kesehatan

Selain memililki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, kembang sepatu juga memiliki khasiat herbal untuk kesehatan tubuh. Beberapa manfaatnya bagi kesehatan adalah:

1. Meredakan Batuk dan Sariawan

Batuk dan sariawan adalah gangguan kesehatan ringan yang sering dialami banyak orang. Ternyata daun kembang sepatu bisa digunakan untuk menyembuhkan kedua gangguan kesehatan ini. Caranya adalah dengan merebus air dan beberapa lembar daun bunga sepatu hingga mendidih, kemudian minum air rebusan tersebut selagi hangat.

2. Mengurangi Sakit Kepala

Kembang sepatu mengandung nutrisi yang mampu meringankan bahkan menyembuhkan sakit kepala. Bagian yang digunakan adalah daunnya. Rebus beberapa helai daun dengan air mendidih. Air rebusan tersebut bisa diminum dalam keadaan hangat. Lalu sisakan sebagian untuk kompres agar pengobatan lebih maksimal.

3. Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh

Di dalam tubuh kita bisa jadi tersimpan zat-zat yang tidak berguna bahkan berbahaya bagi tubuh jika dibiarkan menumpuk. Racun yang menumpuk dapat menimbulkan berbagi macam penyakit. Oleh karena itu, penting untuk mengeluarkan racun-racun ini. Salah satunya adalah dengan detoks alami.

Bunga kembang sepatu bisa dimanfaatkan sebagai detoks alami yang ampuh. Caranya adalah dengan mengeringkan bunga kembang sepatu. Jika telah kering, maka seduhlah menjadi teh. Kelopak bunga kembang sepatu mengandung anti oksidan tinggi sehingga mampu membantu mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh.

4. Mengatasi Gondokan

Pembesaran kelenjar tiroid di daerah sekitar leher merupakan penyebab penyakit gondokan. Penyakit ini membuat penderita tidak nyaman karena bagian leher dan rahang akan terasa sakit bila digerakkan. Namun ternyata, akar kembang sepatu bisa digunakan sebagai obat herbal penyakit gondokan.

Caranya adalah dengan merebus akar kembang sepatu. Kemudian gunakan air rebusannya sebagai bahan kompres. Lakukan secara teratur untuk hasil yang maksimal.

5. Meredakan Demam & Panas Tinggi

Bagian akar kembang sepatu juga berkhasiat sebagai pereda demam dan panas tinggi. Caranya pun sama, yaitu dengan cara merebus bagian akarnya dengan air mendidih, kemudian air rebusannya diminum dalam keadaan hangat.

6. Mengatasi Sakit Perut & Nyeri

Saat sedang mengalami Pre Menstrual Syndrom (PMS), beberapa wanita umumnya merasakan sakit perut atau nyeri di area sekitar perut. Beberapa orang bahkan sampai tidak bisa beraktivitas dan harus berbaring seharian. Ternyata, teh kembang sepatu juga bisa meredakan gejala PMS. Cukup seduh teh dengan air panas dan minum teh bunga sepatu ketika masih hangat.

Cara Menanam Bunga Sepatu

Dengan segudang manfaat dan khasiat yang dimilikinya, tidak heran jika bunga sepatu banyak ditanam ditanam di lingkungan sekitar. Bagi yang ingin menanam bunga ini di pekarangan atau pada pot, silakan ikuti panduan budidaya bunga sepatu berikut ini.

kembang bunga sepatu dekoruma

1. Pahami Jenis Bunga

Bunga sepatu terdira dari banyak variasi warna dan bentuk. Oleh sebab itu, pastikan bunga seperti apa yang ingin kita tanam. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah pastikan jenis bunga sepatu yang akan ditanam cocok dan mampu tumbuh di lingkungan tempat kita tinggal.

Secara umum, ada dua jenis yang sering ditanam, yaitu jenis tropis dan jenis adaptif atau berdaya tahan tinggi. Perlu diperhatikan, bunga sepatu akan tumbuh optimal jika ditanam di daerah hangat sepanjang tahun dengan suhu diatas 10 deraja Celcius.

Jenis bunga sepatu tropis menghasilkan lebih banyak bunga, namun bunga tersebut tidak begitu awet karena hanya mekar 1 hingga 2 hari kemudian layu. Bunga jenis ini umumnya berwarna merah muda dan ungu. Sedangkan jenis berdaya tahan tinggi memiliki bunga yang mekar lebih lama, namun tidak terlalu banyak bunga dan cenderung tumbuh seperti semak. Bunga jenis ini biasanya berwarna merah, putih atau merah muda.

2. Metode Budidaya

Untuk menanam bunga sepatu, setidaknya ada dua cara yang bisa kita pilih, yaitu menanam dari biji serta melalui stek batang.

Metode tanam dari biji dikatakan sebagai cara yang menyenangkan karena kita dapat berkreasi dan menciptakan varietas budidaya baru dengan menyilangkan dua varietas bunga sepatu yang ada. Akan tetapi juga terdapat risiko kegagal yang tinggi, karena pembibitan membutuhkan perhatian ekstra agar berhasil tumbuh.

Kemudian jika menanam menggunakan metode stek batang kita akan menghadapi kemungkinan keberhasilan rendah karena tanaman membutuhkan kondisi spesifik agar tumbuh. Oleh sebab itu, bagi pemula yang ingin menanam bunga sepatu, maka cara stek batang sebaiknya dihindari.

3. Lokasi & Media Tanam

Media tanam bunga harus ditentukan dan sesuai dengan karakteristik tumbuh bunga sepatu. Bunga ini sangat baik tumbuh di habitat dengan pancar sinar matahari sedang. Kita dapat menanam bunga sepatu di kebun dengan penyinaran matahari sekitar 4 hingga 6 jam per hari dan menerima pantulan sinar matahari di waktu sisanya.

Jika memungkinkan, kita juga bisa menanam bunga ini dibalik bayang pohon besar. Namun pastikan lahan tetap cukup ruang untuk pemekaran bunga nantinya. Jenis tanah sebaiknya mengandung pasir dan gembur serta memiliki drainase yang baik. Hindari lahan tanah yang tergenang air.

Selain ditanam di lahan terbuka, kita juga menanam bunga ini di dalam pot. Kita dapat menyesuaikan komposisi media tanam dengan campuran pupuk organik. pH tanah untuk menanam sebaiknya berkisar 6,5 karena bunga ini menyukai tanah yang agak asam.

4. Penanaman Bunga Sepatu

Jika lahan tanam dan bibit sudah siap, selanjutnya adalah melakukan penanaman. Kita dapat membuat lubang dengan kedalaman 20 cm hingga 30 cm dengan diameter sekitar 20 cm hingga 30 cm. Atur jarak tanam setidaknya 0,5 meter hingga 1 meter agar tanaman tidak berebut unsur hara.

Campurkan tanah galian dengan pupuk kompos atau kandang dengan perbandingan 1:1. Masukkan bibit cangkok yang plastiknya telah dibuka ke dalam lubang tanam. Selanjutnya timbun dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk organik. Lakukan penyiraman agar tanah tetap lembab.

5. Perawatan Bunga

Merawat bunga sepatu kurang lebih sama dengan jenis tanaman lainnya. Kita harus memenuhi kebutuhan air dengan melakukan penyiraman rutin, pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida dan insektisida sesuai, serta pemangkasan agar tanaman bunga sepatu tumbuh sesuai harapan.

20200916