Burung Dara – Asal, Habitat, Taksonomi, Morfologi & Aneka Jenis Merpati

Merpati atau yang dikenal dengan burung dara merupakan famili dari Columbidae atau burung berparuh. Merpati berasal dari ordo Columbiformes yang mencakup 300 spesies kerabat pekicau.

Dalam percakapan umum, dara maupun merpati adalah dua nama burung yang merujuk pada spesies yang sama. Tetapi dari sudut pandang ornitologi, dara cenderung digunakan untuk ungkapan spesies yang lebih kecil, sedangkan merpati untuk spesies yang lebih besar.

Asal Usul Burung Dara

Merpati atau burung dara telah dikenal sejak kerajaan Mesir, tepatnya sejak abad ke-20 sebelum Masehi. Menurut sejarah, merpati pertama kali ditemukan di Mesir kuno. Masuknya merpati ke Indonesia tak lepas dari peran para pedagang yang membawa banyak burung, termasuk spesies merpati.

burung merpati Pixabay

Burung-burung tersebut kemudian dilepaskan di berbagai kawasan Nusantara. Sejak saat itulah merpati mulai berkembang dan dikenal banyak orang.

Masyarakat mancanegara juga menyukai burung berbulu halus ini. Bahkan ada pula organisasi-organisasi yang sengaja memelihara dan mengupayakan pelestarian merpati.

Habitat Burung Dara

Habitat awal burung merpati mulanya berada di pesisir pantai. Tetapi saat ini, kita semua bisa menemukannya dengan mudah, bahkan di hampir wilayah seluruh dunia. Merpati dapat ditemukan di kawasan hutan, perkotaan, pedesaan, terestrial, bahkan daerah gurun yang terkenal kering.

Banyaknya penyebaran burung dara disebabkan oleh melonjaknya populasi mereka. Salah satu faktornya adalah maraknya budidaya yang dilakukan manusia.

Kemudian dari hasil budidaya tersebut ada yang dilepaskan ke alam bebas dan berkembang biak. Sejauh ini belum ada dampak negatif dari peningkatan populasi merpati sehingga tidak membahayakan manusia maupun ekosistem.

Morfologi Merpati

Ukuran tubuh jenis aves ini bervariasi, tergantung dari jenisnya. Rata-rata panjangnya antara 15 hingga 75 cm. Spesies terbesar merpati adalah Mahkota Papua yang beratnya setara dengan ayam kalkun, yaitu 3-4 kg.

dara Pixabay

Sedangkan burung dara terkecil berasal dari genus Colombina dengan berat 22 gram serta panjang 13 cm. Secara umum, anggota tubuh burung merpati dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bertubuh gempal, kaki serta leher pendek, dan paruhnya ramping. Bagian cerenya memiliki daging.
  • Ukuran kepalanya kecil.
  • Merpati kerap mengangguk-anggukkan kepalanya. Hal ini dimaksudnya agar penglihatannya terjaga.
  • Sayap merpati berukuran cukup besar dengan sebelas bulu utama. Otot sayapnya kuat dengan massa 40% dari total berat badan.
  • Merpati memiliki bulu tubuh unik. Bentuk bulunya lebar, kuat, serta meruncing ke satu titik. Bulunya begitu melekat longgar pada kulit sehingga gampang sekali putus. Mekanisme memutuskan bulu ini diduga sebagai caranya menghindar dari predator.
  • Warna bulu merpati begitu bervariasi. Burung dara pemakan biji-bijian memiliki bulu yang berwarna kusam. Sementara pemakan buah warna bulunya lebih cerah.

Taksonomi

Dengan ciri khas tubuh yang begitu mencolok, tentu siapapun bisa mengenali burung ini dengan mudah. Dalam sistem klasifikasi hewan, burung dara memiliki taksonomi sebagai berikut:

burung dara Pixabay
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoColumbiformes
FamiliColumbidae
SubfamiliZenaidini, Columbini
GenusGeotrygon, starnoenas, leptotila, zenaida, leptotrygon, zentrygon, patogioneas, ectopistes, reinwardtoena, macrpygia, turacoena, dysmoropelia, columba, streptopelia, nesoenas, serta spilopelia.

Jenis Burung Dara

Di seluruh dunia, setidaknya terdapat 300 jenis spesies burung merpati. Tetapi secara garis besar, burung dari subfamili Zenaidini dan Columbini ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Dara Laut

Dara laut merupakan jenis burung yang gemar bertengger di tempat-tempat tinggi. Jenis merpati ini memiliki kemampuan terbang yang begitu tangguh.

Ukuran tubuhnya sedikit kecil dengan panjang badan 35 cm. Tengkuknya berwarna hitam terlebih ketika musim dingin tiba. Burung yang berusia remaja akan memiliki warna bulu abu-abu pada bagian sayap atas serta punggungnya. Penutup ekor atas dihiasi dengan warna putih.

Ketika beranjak dewasa, dara laut memiliki ciri-ciri khusus pada adanya topi berwarna hitam serta dada abu-abu. Jenis dara ini memiliki mata cokelat dengan pangkal paruh hitam. Ada pula yang berwarna merah pangkal paruhnya ketika memasuki musim panas.

2. Mambruk Ubiaat

Mambruk Ubiaat juga dikenal dengan merpati mahkota. Burung bernama latih Goura cristata ini merupakan jenis burung dara terbesar. Ukuran panjangnya mencapai 75 cm dengan berat 3 sampai 4 kg. Ciri khasnya sangat tampak pada mahkota yang ada di kepalanya.

Hewan endemik Papua ini biasa hidup di hutan dataran rendah, bagian barat Papua. Saat ini populasinya semakin berkurang karena maraknya perburuan manusia. Data dari IUCN menyebutkan bahwa populasi satwa langka ini hanya sekitar 2.500 hingga 10.000 individu.

3. Merpati Karolina

Merpati dengan nama latin Zenaida macroura ini juga disebut sebagai merpati pemurung Amerika. Merpati Karolina memiliki jumlah populasi terbanyak di Amerika Utara. Sayang tiap tahunnya satwa dengan postur unik ini diburu hingga 20 juta ekor. Baik untuk keperluan konsumsi atau hanya sebagai sasaran tembak saja.

Meskipun diburu secara besar-besaran, kemampuan reproduksinya termasuk subur. Tiap pasang burung dapat menghasilkan hingga enam anakan tiap musimnya. Ukuran tubuh merpati ini terbilang sedang. Panjang badannya hanya 31 cm dengan berat 3-4 ons saja.

Sayap merpati karolina berbentuk elips dan melebar, sedangkan ekornya panjang melancip. Ekor lancipnya ini juga merupakan ciri khas utama spesies ini. Pada sayap dan ekornya terdapat bercak hitam dengan berwarna dominan abu-abu.

4. Merpati Karang

Merpati karang memiliki tubuh tertutup bulu abu-abu gelap kebiruan. Spesies yang kerap dijadikan sebagai burung balap ini memiliki panjang tubuh 30-40 cm. Burung bernama latin Columba livia ini sukses didomestiksasi oleh manusia. Setidaknya terdapat hingga 1.000 ras hasil dari domestiksasi.

Jenis merpati ini merupakan pemakan biji yang lahap. Tetapi terkadang pakannya juga bisa dari invertebrata kecil seperti cacing serta larva serangga sebagai tambahan asupan proteinnya.  

5. Merpati Kayu

Merpati kayu adalah spesies dara yang sebarannya cukup luas, terutama di Indonesia. Selain itu, burung dara jenis ini juga terdapat di kawasan Asia Tenggara dan Cina. Burung bernama latin Columba janthina ini memiliki berat sekitar 550 gram dengan panjang badan 43 cm.

Bulu merpati kayu berwarna hijau gelap atau hitam. Pada malam hari akan sulit terlihat, terutama oleh predatornya. Habitat alaminya ada di hutan dataran rendah tropis dan subtropis. Sayangnya, maraknya penebangan hutan seperti sekarang membuat habitatnya berkurang. Hal itu pula yang menyebabkan populasinya kian terancam.