Burung Kedasih – Taksonomi, Ciri, Morfologi, Habitat, Jenis & Fakta Unik

3.4/5 - (14 votes)

Burung kedasih atau dalam bahasa latin disebut Cuculus merulinus adalah jenis burung yang banyak dikaitkan dengan mitos oleh masyarakat. Sebagian orang percaya jika burung ini adalah burung penanda kematian. Oleh karena kepercayaan tersebut, kehadiran burung kedasih sangat tidak diinginkan sehingga banyak orang tidak mau memelihara burung ini.

Taksonomi

Burung Kedasih memiliki sebutan yang berbeda beda disetiap daerah. Secara internasional, beberapa negara menyebutnya dengan nama Paintive Cuckoo , sedangkan di Jawa kedasih disebut emprit gantil.

Berdasarkan klasifikasi ilmiah, burung pengicau ini dapat dikelompokan sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoCuculiformes
FamiliCuculidae
GenusCacomantis
SpesiesC. merulinus
Nama binominalCacomantis merulinus

Ciri & Morfologi

Burung kedasih mempunyai panjang tubuh sekitar 20 hingga 23cm, ekor cukup panjang dengan paruh yang cenderung pendek. Ciri lain yang paling menonjol dari kedasih yaitu pupil matanya yang berwarna hitam. Tetapi di area pupil mata tersebut juga ada yang berwarna merah.

burung kedasih Pinterest

Untuk membedakan ciri fisik kedasih jantan dan betina sangatlah mudah. Kedasih jantan memiliki bentuk tubuh dan kepala yang lebih besar, suaranya nyaring, dan bulu ekornya tidak mekar ketika bertengger.

baca juga:  Mengenal Burung - Taksonomi, Ciri, Sebaran, Habitat & Status Konservasi

Sedangkan burung kedasih betina mempunyai bentuk tubuh dan kepala yang lebih kecil dari jantan, suaranya cenderung lebih kecil dan bulu ekornya akan mekar ketika bertengger.

Habitat

Lingkungan tempat tinggal spesies burung C. Merulinus ini adalah daerah hutan, perkebunan, pedesaan dan tak jarang juga dijumpai di area perkotaan.

Pada umumnya, setiap burung akan membuat sarang yang dijadikan tempat tinggal atau tempat untuk bertelur. Tetapi berbeda dengan burung kedasih. Burung ini justru termasuk satwa yang tidak memiliki sarang. Burung ini selalu bertengger dari satu pohon ke pohon lainnya pada ketinggian sekitar 10 meter.

Jenis Kedasih

Spesies yang termasuk burung pengicau ini terdiri dari beberapa jenis yang tersebar di alam liar. Setiap jenis memiliki ciri khasnya tersendiri dan menjadi berbeda satu sama lainnya, antara lain:

1. Kedasih Kelabu

Burung kedasih kelabu memiliki panjang tubuh sekitar 20 sampai 23 cm. Jenis burung ini mudah dijumpai di sekitar perkebunan dan di pinggiran hutan. Ciri fisik kedasih lelabu dewasa adalah warna bulu sawo matang dibagian kepala, serta berwarna abu-abu di bagian leher dan bagian dada.

Sedangkan kedasih kelabu muda memiliki tubuh yang berwarna cokelat muda dan garis-garis hitam di sisi atas tubuh dan bagian tubuh bawah berwarna putih.

2. Kedasih Hitam

Kedasih hitam atau dalam bahasa latin bernama Surniculus lugubris adalah spesies burung dari keluarga Cuculidae dari Genus Surniculus. Burung kedasih hitam ukuran tubuhnya sedang, yaitu sekitar 22-24 cm. Jenis kedasih ini memiliki warna bulu dominan berwarna hitam.

baca juga:  Desa Sawai - Desa Tertua di Indonesia & Wisata Surga Maluku

3. Kedasih Uncuing

Burung kedasih uncuing dapat kita jumpai di pinggiran perkebunan maupun kawasan hutan. Ciri fisik yang dimiliki kedasih uncuing adalah adanya warna cokelat kelabu pada bagian kepala, punggung, sayap, dan ekornya. Salah satu bagian yang menarik dari jenis kedasih uncuing adalah lingkar mata berwarna kekuningan.

Fakta Unik Kedasih

Burung kedasih merupakan salah satu spesies burung dengan keunikan tertentu. Apa sajakah itu? Mari simak penjelasan lengkap berikut ini:

kedasih ebird.org

1. Kedasih Tidak Membuat Sarang

Berbeda dengan burung lainnya, burung satu ini justru tidak membuat sarang untuk berkembang baik. Lalu bagaimana caranya bereproduksi Pada saat hendak bertelur, burung pengicau ini akan menitipkan telurnya ke sarang burung lainnya dan meninggalkan telurnya begitu saja.

2. Burung Penyendiri

Pada umumnya, burung adalah hewan yang suka hidup berkelompok. Akan tetapi berbeda dengan burung ini, sebab kedasih cenderung hidup sendiri. Mereka merupakan burung penyendiri dan tangguh ketika sedang mencari makan.

3. Burung Licik atau Jahat

Banyak orang beranggapan bahwa burung ini memiliki sifat licik. Hal ini terlihat dari sifatnya ketika menitipkan telurnya, kedasih tidak langsung meninggalkan sarang burung tersebut, tetapi akan membuang telur yang sebelumnya ada. Telur yang dibuang tersebut merupakan telur dari pemilik sarang yang menjadi tempat penitipan telur kedasih.

baca juga:  Cucak Ijo - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Reproduksi, Jenis & Konservasi