Burung Merpati – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Makanan & Siklus Reproduksi

Merpati adalah jenis burung yang keberadaannya tidak asing di lingkungan sekitar kita. Dalam istilah sehari-hari, burung merpati seringkali juga disebut burung dara.

Penyebutan dara maupun merpati digunakan untuk menyebut nama burung yang sama. Namun dalam praktek orinologi, istilah burung dara cenderung digunakan untuk menyebut spesies yang tubuhnya lebih kecil, sedangkan sebutan merpati untuk spesies yang lebih besar.

Mengenal Merpati

Burung merpati atau dara merupakan anggota keluarga Columbidae dari ordo Columbiformes. Ordo ini mencakup 300 spesies burung pekicau. Burung dengan sifat jinak ini memiliki badan gempal dengan leher dan paruhnya yang pendek. Sebarannya merata sehingga dapat dijumpai di berbagai belahan dunia.

Taksonomi

Merpati terdiri dari banyak subspesies, setidaknya ada lebih dari 310 subspesies anggota burung pemakan biji-bijian ini. Berikut merupakan klasifikasi ilmiah burung merpati, yaitu:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoColumbiformes
FamiliColumbidae

Morfologi Merpati

Untuk mempermudah dalam mengenali borong ini, kita bisa mempelajari morfologi burung merpati beserta ciri dan karakteristiknya. Berikut ada penjelasannya, antara lain:

burung merpati Pixabay

1. Kepala

Ukuran kepala merpati relatif kecil jika dibandingkan dengan proporsi badannya. Paruh burung ini cenderung pendek dengan sepasang mata di kedua sisi kepalanya. Paruh merpati terbentuk dari maxilla dan mandibul dengan tekstur keras.

Warna paruhnya bervariasi, mulai dari kecoklatan hingga kehitaman tergantung dari spesiesnya. Mata burung dara berbentuk bulat kemerahan. Pada indera penglihatan tersebut terdapat lapisan kulit yang mengelilinginya.

2. Tubuh

Merpati merupakan jenis burung yang bentuk tubuhnya tergolong gempal. Panjang tubuhnya antara 10 cm sampai 15 cm. Terdapat bulu-bulu halus yang melapisinya dengan warna-warna beragam, antara lain cokelat, hitam, putih, dan aneka kombinasi unik lainnya.

3. Sayap dan Ekor

Burung merpati memiliki sepasang sayap yang ada pada kedua sisi tubuhnya. Selain sayap yang berfungsi untuk terbang, ciri merpati juga dapat dilihat dari ekornya yang panjang. Ketika terbang, ekor akan turut mengembang layaknya kipas.

Ujung ekornya menumpul dengan aneka variasi warna. Pada bagian tubuh ini terdapat bulu-bulu retrices. Bulu-bulu tersebut berfungsi untuk mengontrol gerakan pada saat terbang.

4. Bulu Merpati

Untuk bagian bulu merpati, kita bisa membedakannya menjadi dua jenis, yaitu:

  • Plumuae, yaitu bulu yang ukurannya pendek dan halus. Fungsinya untuk menjaga kestabilan suhu tubuh.
  • Plumae atau bulu countour, yakni bulu yang melapisi serta menutupi plumuae.

Sedangkan berdasarkan letak dan fungsinya, bulu burung merpati dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Reminges, yaitu bulu yang letaknya ada di sayap dan berfungsi untuk terbang.
  • Retrices, yaitu bulu yang ada di bagian ekor, kegunaannya untuk mengontrol arah gerakan udara.
  • Tetrices adalah bulu merpati di bagian badan.
  • Parapterum, yakni bulu yang ada di bagian bahu
  • Alula adalah bulu yang ada di jari-jari merpati.

Habitat

Burung merpati awalnya berhabitat di pesisir pantai. Burung yang digunakan sebagai simbol perdamaian ini dapat dijumpai dengan mudah dimanapun, bahkan di seluruh dunia hingga di tempat-tempat umum, kita dengan mudah mendapati burung merpati ini.

Meskipun ada lonjakan populasi burung merpati, sampai saat ini belum ada dampak negatif dari kondisi tersebut. Bisa dikatakan bahwa lonjakan populasi merpati tidak begitu berbahaya bagi manusia maupun ekosistem.

Makanan

Baik sebagai burung hias, burung balap, maupun burung pedaging, mayoritas merpati merupakan pengonsumsi biji-bijian. Pemberian pakan haruslah yang selektif agar burung dapat tumbuh serta berkembang secara optimal.

Berikut adalah jenis makanan burung merpati yang cocok untuk diberikan, yaitu:

1. Beras Merah

Beras merah mengandung banyak sekali vitamin B1. Pemberian pakan ini sangat disarankan untuk meningkatkan stamina dan menguatkan organ dalam merpati. Khusus merpati balap, beras merah merupakan pakan utama yang diberikan sehari-hari.

2. Padi dan Gabah

Padi maupun gabah merupakan pakan alternatif selain beras merah. Kandungan beras merah dan padi sebenarnya sangat mirip. Teksturnya juga sangat cocok dikonsumsi sebagai pakan merpati yang berkualitas dan penuh nutrisi. 

3. Jagung

Jagung merupakan salah satu jenis pakan paling familiar untuk burung dara. Bahan makanan ini juga sangat mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Dari berbagai jenis jagung, jagung madura merupakan pakan terbaik untuk burung dara.

Bagi yang hendak memberikan merpati dengan jagung madura, pemberiannya dapat dilakukan sebanyak 2 kali sehari agar asupan pakan merpati terpenuhi setiap harinya.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan salah satu jenis pakan berkualitas yang biasanya dikonsumsi merpati. Ada tiga jenis kacang-kacangan yang biasanya diberikan, antara lain.

  • Kacang Kedelai

Bahan baku pembuat tempe dan tahu ini mengandung aneka macam vitamin, mulai dari vitamin B2, B3, B12, B6, vitamin A, hingga E. Melimpahnya nutrisi pada kacang kedelai sangat cocok sebagai pakan merpati yang bergizi.

  • Kacang Hijau

Kacang hijau mengandung serat tinggi sehingga sanggup memperlancar pencernaan merpati dan cocok sebagai pakan andalan.

  • Kacang Tanah

Kacang tanah adalah salah satu sumber pakan berkualitas bagi burung dara. Dalam bahan makanan ini terdapat lemak, protein, vitamin B kompleks, vitamin A, zat besi, hingga vitamin K.

  • Kerikil dan Batu

Kerikil atau batu memang bukanlah pakan burung merpati. Terkadang manusia memberikannya untuk beberapa tujuan, karena pemberian kerikil atau batu kecil mirip seperti gigi manusia. Batu kecil maupun kerikil ini nantinya akan disimpan di bagian tembolok. Tujuannya agar makanan yang dikonsumsi dapat dihancurkan secara lebih efektif.

Siklus Reproduksi

Burung merpati berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Ketika memasuki masa kawin, indukan betina dan jantan akan menunjukkan perilaku berbeda. Perilaku ini biasanya ditemui pada burung yang telah memiliki jodoh.

burung dara Pixabay

Merpati jantan akan merayu serta terus menempel pada indukan betina. Cara merayunya dengan menggembungkan tembolok serta mengembangkan bulu-bulunya sembari melebarkan sayapnya. Apabila rayuannya berhasil, merpati jantan dan betina akan langsung melakukan perkawinan.

Setelah proses perkawinan, dara jantan membuat sarang dari ranting pohon. Sarang tersebut dibangun di atas pepohonan maupun tanah. Burung merpati yang siap kawin biasanya berumur 5-8 bulan. Proses bertelurnya terjadi dalam kurun waktu 7-10 hari pasca perkawinan dengan kemampuan menghasilkan 1-2 butir telur.

Indukan jantan sangat peduli dengan anak-anaknya dan secara bergantian mengerami telur-telurnya selama 18-22 hari. Merpati betina biasanya akan mengerami telurnya pada siang dan malam. Sedangkan dara jantan mendapat giliran mengerami pada pagi dan sore hari. Indukan merpati akan merawat serta memberi makan anak-anaknya hingga usia 28 hari.