Burung Pipit – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Makanan, Jenis & Fakta Unik Emprit

Burung pipit adalah kelompok aves dari famili Estrildidae atau burung berparuh pendek pemakan biji-bijian. Banyak orang menyebut burung ini dengan istilah Burung Finch. Sedangkan di Indonesia, burung ini disebut sebagai emprit atau bondol. Jika dilihat sekilas, burung pipit tampak mirip dengan burung gereja yang sama-sama memiliki paruh pendek.

Taksonomi

Burung yang habitatnya di sekitar persawahan ini merupakan penyuka suhu hangat khas wilayah tropis. Oleh sebab itu, tak heran apabila di Indonesia sangat mudah menjumpai jenis burung ini.

Berdasarkan klasifikasi ilmiah, taksonomi burung pipit dapat dijelaskan sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
UpaordoPasseri
SuperfamiliPasseroidea
FamiliEstrildidae
SpeciesEstrildid finches

Morfologi

Sebagai salah satu burung berukuran mungil, ada beberapa ciri khas yang dapat diidentifikasi dari burung pipit ini. Apa sajakah itu? Berikut adalah ulasan mengenai ciri khas burung yang juga disebut bondol ini.

burung emprit alihamdan.id

1. Ukuran Tubuh Kecil

Burung pipit memiliki ukuran tubuh sekitar 10 cm dengan berat 5 gram. Jika kita bandingkan dengan ukuran burung lainnya, emprit cenderung jenis burung berukuran kecil.

2. Berparuh Pendek

Pipit adalah burung pemakan biji bijian. Oleh sebab itu kita dapat mengidentifikasi bentuk paruhnya dengan bentuk pendek dan runcing. Fungsi paruh tersebut ialah untuk menghancurkan biji bijian yang akan ditelannya.

baca juga:  Jalak Bali - Taksonomi, Morfologi, Habitat Endemik, Status Konservasi

3. Bulu Menarik

Ciri khas lain yang menarik perhatian adalah bulu yang dimiliki burung emprit. Warna-warna bulunya sangat indah dengan perpaduan yang cantik. Bagi pecinta burung, pasti akan tertarik dengan warna yang dimiliki burung ini.

Habitat

Jika ingin mencari burung ini, kita akan lebih mudah menemukannya di daerah persawahan yang dekat dengan sumber makanannya. Selain persawahan, perkebunan juga menjadi tempat hidup burung pipit karena terdapat banyak tanaman biji bijian.

Burung pipit umumnya membuat sarang untuk melindungi diri dari predator di pohon dengan ketinggian 4 sampai 6 meter. Contoh predator burung emprit ialah ular, kadal, dan reptil lainnya.

Sarang burung pipit terbuat dari jerami padi atau rumput yang telah kering. Biasanya burung emprit akan membuat sarang di pohon kelapa, pohon jambu, dan pohon cemara.

Makanan

Burung yang oleh masyarakat Jawa disebut emprit ini kerap dianggap sebagai hama tanaman petani. Ketika musim panen tiba, gerombolan burung pemakan biji-bijian ini akan terbang di sekitar persawahan dan memakan tanaman seperti padi, jagung dan sebagainya.

Sedangkan bagi penangkap burung, pipit sering dijadikan sasaran buruan dan dijual kembali. Biasanya jenis burung ini dijual kepada anak-anak untuk dijadikan peliharaan.

Di alam liar, burung pipit ini gemar memakan biji-bijian, misalnya padi. Hal inilah yang membuat burung kecil ini kerap terlihat di area persawahan, terutama ketika musim panen tiba. Selain biji-bijian, pipit juga senang memakan serangga dan ulat kecil.

baca juga:  Pulau Kanawa - Wisata Petualangan Dekat Labuan Bajo

Sebagai peliharaan, burung emprit bisa diberikan pakan berupa milet, biji kecil yang kerap dijadikan pakan burung parkit, perkutut, hingga lovebird. Pemberian makanan yang tidak terlalu kasar juga menjadi salah satu alternatif pakan bagi pipit agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Selain fur dan milet, pakan favorit burung pipit peliharaan adalah kenari seed atau biji kenari. Biji dari kacang kenari ini kerap diberikan sebagai pakan burung kenari, tetapi bagi burung emprit pun tetap cocok untuk diberikan.

Jenis Burung Pipit

Ada beberapa macam burung pipit yang dapat ditemui di alam bebas. Masing-masing jenis tersebut memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi identitas pembedanya.

1. Owl Finch

Dalam bahasa Inggris “Owl” berarti “burung hantu”. Seperti namanya, jenis burung pipit ini berbentuk seperti burung hantu dengan tubuh yang kecil. Warnanya pun sama seperti burung hantu pada umumnya, yaitu putih dibagian kepala dan kehitaman dibagian badannya.

Terdapat bintik putih dibagian ekornya yang membuatnya tampak menarik. Namun demikian, jenis Owl Finch ini masih jarang ditemui di alam bebas.

2. Strawberry Finch

Strawberry Finch atau burung pipit benggala merupakan salah satu jenis yang sangat unik karena bulunya berwarna merah seperti warna buah stroberi.

Selain itu, terdapat corak putih pada bagian sayap yang membuatnya tampak semakin menarik. Oleh karena warnanya merah menyala, banyak juga yang menyebutnya dengan sebutan emprit geni.

3. Gold Amadin

Jenis gold amadin adalah spesies pipit yang paling digemari oleh pencinta burung. Burung ini digemari karena warnanya bervariasi dengan penampakannya cerah.

baca juga:  10 Bunga Langka di Indonesia & Dilindungi

Biasanya perpaduan warna tersebut bisa mencapai 6 warna, misalnya dibagian kepala berwarna merah, bagian perut burung berwarna kuning, bagian paruh berwarna biru, bagian sayap berwarna hijau, serta dibagian ekor burung berwarna putih.

Fakta Unik Burung Pipit

Ada sejumlah hal menarik yang menjadi fakta dari burung emprit, mulai dari kebiasaan hidup, cara bertahan hidup dan anggapan masyarakat seputar pemakan biji-bijian ini.

emprit islamkafah.com

1. Tidak Tahan Cuaca Dingin

Sebagian besar burung pipit tidak dapat bertahan pada iklim dingin dan memerlukan tempat tinggal hangat untuk bertahan hidup. Tetapi di Australia bagian utara, beberapa jenis pipit mampu beradaptasi dan kerap ditemukan.

2. Hidup Berkelompok

Fakta unik ini bisa kita buktikan sendiri saat musim panen padi. Dimusim tersebut banyak burung pipit yang mencari makan di sawah secara bergerombol. Tak heran jika banyak petani yang memasang perangkap untuk menjaring burung ini.

3. Jenis Hama Unggas

Burung pipit merupakan pemakan biji-bijian, terutama padi yang siap panen. Hal ini membuat para petani khawatir karena sering menjumpai segerombolan pipit menyerang dan memakan tanaman padi mereka. Oleh sebab itu, burung ini dikategorikan sebagai hama.