Mengenal Burung – Taksonomi, Ciri, Sebaran, Habitat dan Status Konservasi

4.3/5 - (3 votes)

Burung atau Aves adalah anggota keluarga hewan bertulang belakang yang memiliki kemampuan terbang, meski ada beberapa yang tidak memiliki kemampuan tersebut. Hewan yang tubuhnya ditumbuhi bulu dan mempunyai sayap ini terdiri dari 8.800 sampai 10.200 yang tersebar di seluruh dunia.

Selain hidup di alam liar, banyak diantaranya yang menjadi burung peliharaan, seperti burung murai, burung dara, burung perkutut dan sebagainya.

Fisik burung sangat beragam, misalnya burung berukuran besar seperti burung unta yang tidak mempunyai kemampuan terbang, serta burung kolobri yang bertubuh mungil namun mampu kepakan sayapnya sangat cepat. Ada pula penguin yang hidup di Antartika sebagai burung dengan kemampuan menyelam dan hidup di cuaca ekstrem.

Beberapa spesies burung juga menjadi binatang endemik suatu daerah, contohnya adalah moa, kasuari, kiwi dan lain-lain.

Taksonomi

Burung merupakan satwa bertulang belakang (vertebrata) dengan bulu dan sayap. Burung adalah kelompok kelas Aves yang masuk dalam filum Chordata dengan superkelas Tetrapoda.

Franchis Willughby serta John Ray pada tahun 1676 pertama kali mengembangkan klasifikasi ilmiah mengenai burung. Klasifikasi tersebut tercdatat dalam edisi Ornithologiae. Kemudian pada tahun 1758, Carolus Linnaeus mengubah klasifikasi tersebut, sehingga tata nama biologi burung menjadi sebagai berikut:

Super KerajaanEukaryota
KerajaanAnimalia
FilumChordata
UpafilumVertebrata
Super KelasTetrapoda
KelasAves

Sebaran

Hampir seluruh habitat burung berada di darat dan tersebar di seluruh benua. Contoh koloni ekstrem dari burung adalah kelompok perkembangbiakan Petrel Salju yang hidup di ketinggian 440 kilometer (270 mil) di kawasan Antartika, sementara itu sebagian besar jenis burung hidup di wilayah tropis.

burung dara Pixabay

Burung dengan keragaman tertinggi terdapat di daerah tropis. Namun tingkat kepunahan di kawasan tropis juga lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya.

Sama seperti semua makluk hidup, burung juga beradaptasi terhadap lingkungan sekitar, contohnya seperti beberapa spesies burung laut yang datang ke daratan hanya untuk berkembang biak, serta penguin yang mempunyai kemampuan menyelam hingga kedalaman 300 meter (980 ft).

Ada banyak jenis burung yang berkembang biak karena introduksi atau diperkenalkan oleh manusia secara sengaja. Contohnya ialah introduksi burung puyuh sebagai burung buruan. Sedangkan introduksi yang tidak disengaja yaitu pembentukan populasi parkit pendeta liar di beberapa kota di Amerika Utara setelah sebelumnya lepas dari penangkaran.

baca juga:  Lutung - Taksonomi, Morfologi, Perilaku, Sebaran & Kelangkaan

Beberapa jenis burung tersebar secara alami melewati habitat aslinya sebagai praktik agrikultural sehingga berpindah ke habitat baru yang lebih sesuai. Contohnya Kuntul Kerbau, Karakara Kepala Kuning, dan Kakatua Galah. Di seluruh dunia diperkirakan terdapat sekitar 8.800 sampai 10.200 spesies burung, sedangkan di Indonesia sendiri ditemukan kurang lebih 1.500 jenis burung.

Ekologi

Sebagian besar burung menghuni kawasan yang terdapat dalam suatu ekologi tertentu. Sementara sebagian lainnya menempati kawasan atau habitat khusus sesuai dengan letak dan jenis makanannya.

Di sebuah habitat tunggal seperti hutan, terdapat berbagai spesies burung di kawasan kanopi maupun hutan yang lebih dalam. Selain itu, ada pula burung yang hidup di lingkungan perairan dan biasanya mencari makan dengan cara memancing, memakan tanaman, atau merebut makanan dari binatang lain.

Kategori burung pemangsa umumnya berburu hewan, serangga atau burung lain. Adapula burung yang mengonsumsi sari bunga yang dapat membantuk penyerbukan bunga. Sedangkan jenis burung pemakan buah memiliki peran penting dalam penyebaran biji.

Habitat Burung

Habitat akan berpengaruh terhadap karakteristik suatu makhluk hidup. Berdasarkan lokasi hidupnya, burung dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis habitat, antara lain:

murai hutan era.id

1. Hutan

Burung hutan merupakan burung yang bermukim atau berpopulasi di hutan. Hewan bersayap ini mencari pakan, berkembangbiak, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya dengan bergantung pada kondisi hutan.

Umumnya burung yang berasal dari hutan memiliki suara kicau yang bagus, misalnya burung cucakrawa atau Pycnonotus zeylanicus, poksay kuda atau Garrulax rufifrons, serta murai batu atau Copsychus malabaricus.

2. Savana

Burung savana hidup di padang rumput atau savana. Beragam spesies burung bermukim, mencari pakan, hingga berkembangbiak di lingkungan savana yang berupa padang rumput. Contoh burung yang hidup di kawasan savana adalah cica koreng atau Cisticola juncidis, merak atau Paco muticus, serta burung kerabat pipit atau Lonchura spp.

3. Danau

Danau merupakan salah satu kawasan tempat tinggal burung yang di dominasi kawasan perairan. Burung danau secara spesifik memiliki kemampuan berenang dengan pakan utama berupa alga serta ikan-ikan kecil.

Burung belibir atau Dendrocyga arquata, aneka itik-itikan atau Anas superciliosa, hingga titihan atau Tachybaptus ruficolis merupakan contoh burung yang dapat hidup di daerah tersebut.

4. Sungai

Burung sungai secara spesifik mencari pakan, berkembangbiak, dan beradaptasi di sekitar aliran sungai. Pembuatan sarang pun biasanya ditempatkan di tepian sungai untuk memudahkan dalam mencari pakan. Contoh burung sungai adalah burung cekakak atau Halcyon chloris, serta burung meninting atau Alcedo meninting.

Ada pula burung sungai yang secara spesifik hidup di kawasan hutan, misalnya burung menintin kecil atau Enicurus velatus, menintin besar atau Enicurus leschenaulti, serta Motacilla cinerea. Habitat burung-burung tersebut berada di sungai atau sekitar perairan yang tidak terlalu dalam serta terdapat banyak batuan.

baca juga:  Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

5. Gua

Burung yang hidup di gua memiliki sifat dan karakteristik khusus. Kondisi gua yang gelap merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap sifat dan karakter tersebut. Spesies burung yang hidup di gua adalah kelompok walet atau dari suku Apodidae.

Kelompok burung tersebut biasanya menempati gua yang paling gelap atau dalam. Sedangkan kelompok Myophonus glaucinus serta Myophonus caeruleus merupakan dua spesies burung yang hidup di bagian luar gua atau area tebing.

6. Pantai

Burung juga hidup di habitat pantai atau pesisir. Kawasan pantai biasanya mempunyai kondisi lingkungan berlumpur serta dekat dengan perairan dan sumber makanan. Spesies yang hidup di kawasan ini biasanya adalah kelompok burung wader dengan 84 spesies yang ada di Indonesia.

Selain itu, burung wilwau atau Myctirea cinerea yang berkaki panjang serta paruh tebal dan runcing merupakan salah satu burung yang hidup sekitar pantai. Paruh tebal dan runcing tersebut merupakan bentuk evolusi menyesuaikan dengan mangsanya, yaitu ikan. Kawasan pantai yang ditumbuhi mangrove merupakan kawasan yang paling disukai kelompok burung ini.

Ciri Burung Secara Umum

Burung dari kelas aves yang telah diteliti berjumlah sekitar 9000 spesies dan tersebar di seluruh dunia. Beberapa diantaranya hanya dapat terbang hingga 8 meter dan spesies lainnya memiliki kemampuan terbang sangat baik.

Pixabay

Berikut ini adalah ciri atau morfologi burung secara umum, yaitu:

1. Bulu

Semua spesies anggota Aves memiliki bulu yang melindungi tubuh. Bulu yang dimiliki unggas terbuat dari keratin, yaitu sama seperti materi dasar pembentuk rambut serta kuku. Selain melindungi tubuh, bulu juga bermanfaat untuk membantu terbang.

baca juga:  Sejarah Kopi Lengkap - Asal, Legenda, Sebaran, Budaya & Perdagangan

2. Paruh

Bentuk paruh burung sangat bervariasi dan bentuk tersebut menyesuaikan dengan jenis makanannya. Sama seperti bulu, paruh burung juga mengandung zat keratin. Adanya paruh ini menajdikan burung tidak memerlukan gigi untuk mencacah makanan.

3. Sayap

Sayap merupakan ciri paling utama dari seekor burung. Bagian ini umumnya ditumbuhi oleh bulu. Bulu pada sayap berfungsi untuk membantu agar saat sayap dikepakkan. Otot dada burung berbentuk melengkung. Otot tersebut berfungsi untuk mengangkat sayap agar dapat mengepak sehingga terbang lebih tinggi.

4. Telur

Burung adalah contoh hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur atau ovovivipar. Bentuk dan corak telur burung pun beragam. Cangkang burung terbuat dari zat kapur yang melindungi bagian dalam.

Telur biasanya akan dierami oleh induk agar tetap hangat. Embrio dalam telur akan menerima nutrisi dari kuning serta putih telur. Fakta uniknya, kebanyakan burung yang menjaga sarang dan telur bukanlah betina, melainkan burung jantan.

5. Kemampuan Navigasi

Dulunya orang-orang beranggapan bahwa pergerakan burung ditentukan oleh arah matahari. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui burung memanfaatkan geomagnetik bumi sebagai alat navigasi.

6. Kelas

Aves terdiri beberapa upakelas, yaitu Archaeornithes, Enantiornithes, Hesperornithes, Ichthyornithes, dan Neornithes. Sebagai contoh penjelasan, kelas Archaeornithes merupakan burung dengan ciri khas gigi serta paruh tajam. Sedangkan Neorithes adalah burung dengan tulang ekor dan sayapnya tidak bercakar.

7. Jenis Kelamin

Jenis kelamin burung dikelompokkan menjadi dua, yaitu monomophic dan dirnorphic. Spesies monomorphic merupakan spesies yang sulit dibedakan berdasarkan penampilannya. Sedangkan dirnorphic merupakan spesies yang bisa dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan penampilannya.

8. Endotermik

Burung memiliki sifat endortermik. Endortermik adalah kondisi dimana burung bereaksi menyerap energi dari lingkungan. Suhu dingin merupakan kondisi yang dihasilkan dari endortermik. Berkat suhu dingin inilah burung tidak merasakan panas ketika terbang.

Selain kelas aves, mamalia juga merupakan mahkluk endotermik. Sebab sebagian besar mamalia melakukannya untuk memberikan kehangatan kepada anaknya.

Status Konservasi

Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 1.500 jenis burung dan menjadi negara ke-5 di dunia dengan 10.000 jenis hewan yang kini berkembang biak. Akan tetapi, beberapa populasi spesies tersebut mengalami ancaman kepunahan karena kerusakan habtat.

Berdasarkan data, bahkan 50% jenis burung di dunia terancam punah karena terganggu oleh kegiatan manusia. Contoh burung yang mempunyai ketergantungan sangat tinggi terhadap habitat hutan adalah merpati hutan (Columba sp.) dan uncal (Macropygia sp.)