Cara Kerja Vaksin & Apakah Kita Perlu Vaksinasi?

Istilah vaksin belakangan ini banyak diperbincangkan, salah satunya berkaitan dengan virus COVID-19 atau dikenal dengan corona (korona). Banyak masyarakat awam yang menganggap vaksin sama dengan obat, padahal keduanya jelas berbeda.

Perbedaan Vaksin dan Obat

Secara sederhana, vaksin adalah bibit penyakit yang telah dilemahkan. Vaksin mengandung mikroba lemah atau bahkan nyaris mati. Tujuan pemberiannya ialah agar orang yang diberi vaksinasi terlindung dari penyakit tertentu. Beberapa contohnya adalah vaksin tetanus dan polio.

Lantas, apa yang dimaksud dengan obat?

Obat adalah istilah farmasi yang merujuk pada bahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit atau menyembuhkan suatu penyakit.

Pengertian lebih rinci mengenai vaksin dan obat juga terdapat dalam Permenkes No. 12 Tahun 2017 serta Permenkes No. 30 Tahun 2014.

Dalam Permenkes No. 12 Tahun 2017, pengertian vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Sedangkan pengertian obat menurut Permenkes No. 30 Tahun 2014 adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia.

Cara Kerja Vaksin

Dari definisi yang telah disampaikan sebelumnya, tentu kita mendapat gambaran bagaimana vaksin bekerja mengatasi suatu penyakit tertentu. Vaksin yang diberikan kepada seseorang akan memicu tubuhnya untuk meningkatkan respon kekebalan dan menciptakan antibodi alami terhadap virus yang menginfeksi.

Cara kerja vaksin pun berbeda-beda, karena dibuat melalui pendekatan sesuai karakteristik virus, penyakit, pengaruh tubuh, reaksi serta populasi yang terpengaruh.

vaksinasi Pixabay

Secara umum, vaksin bekerja dengan 4 cara berbeda, yaitu:

1. Live-attenuated vaccines

Vaksin ini menggunakan virus yang telah dilemahkan untuk membangun kekebalan tubuh terhadap virus itu sendiri. Pelemahan virus dilakukan pertama kali untuk melawan cacar. Metode ini juga digunakan untuk imuniasasi campak, gondong, rubella, rotavirus, cacar air, serta demam kuning.

2. Inactivated vaccines

Vaksin ini menggunakan bahan kimia untuk membunuh virus yang menginfeksi. Penggunaan vaksin ini dimanfaatkan untuk melawan penyakit seperti hepatitis A, influenza, dan polio.

3. Subunit, recombinant, polysaccharide, or conjugate vaccines

Secara spesifik, vaksin ini menyasar kuman penyebab penyakit dibanding virus atau bakteri. Vaksin ini bekerja melawan penyakit seperti hepatitis B, HPV, batuk rejan, penyakit pneumokokus, penyakit meningokokus, herpes zoster.

4. Toxoid vaccines

Vaksin ini cenderung menargetkan toksin kuman dibandingkan bakteri atau virus. Contoh penyakit yang dilawan menggunakan cara kerja ini adalah difteri dan tetanus.

Apakah Kita Perlu Vaksinasi?

Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Hampir dipastikan kita mengenal pepatah tersebut bukan? Jika kita analogikan, fungsi vaksinasi atau imunisasi sama dengan pepatah tersebut.

Pemberian vaksin kedalam tubuh bertujuan agar seseorang tersebut kebal terhadap suatu penyakit. Namun, seseorang yang diberi vaksin tidak serta merta kebal terhadap penyakit, sebab hal ini juga dipengaruhi oleh faktor antigenitas vaksin, keadaan sistem imunitas tubuh anak, faktor gizi dan sebagainya.

Orang yang diberi vaksinasi masih memiliki risiko terkena penyakit, namun biasanya cenderung lebih ringan dan sembuh secara singkat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh antibodi yang telah terbentuk di dalam tubuh.

Sehingga bisa dikatakan, pemberian vaksinasi akan bermanfaat sebagai proteksi agar seseorang terhindari dari infeksi penyakit. Misalnya dapat memberikan perlindungan jika sewaktu-waktu kita pergi ke luar negeri dengan kondisi lingkungan yang jelas-jelas berbeda dari tempat tinggal biasanya.

Jadi, bagi yang belum memperoleh vaksin tertentu dan membutuhkannya, cobalah untuk mencari di fasilitas kesehatan terdekat, seperti misalnya Vaksin Surabaya yang bisa menjadi pilihan warga Surabaya dan sekitarnya, sekaligus direkomendasikan oleh Halodoc.

Seperti yang kita tahu, Halodoc adalah situs rujukan terpercaya mengenai informasi kesehatan, obat dan penyakit. Melalui situs ini pula, kita dapat berkonsultasi dengan dokter secara daring.