Bagaimana Cara Lebah Menghasilkan Madu? Begini Prosesnya!

5/5 - (2 votes)

Madu merupakan jenis bahan alami yang sangat mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Madu mengandung banyak manfaat bagi tubuh serta memiliki rasa mani, sehingga disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa

Pengertian Madu

Madu adalah cairan alamiah yang rasanya manis dan mengandung zat gula yang dihasilkan oleh lebah genus Apis dari nektar bunga.

Cairan madu dihasilkan oleh koloni lebih madu. Dalam satu koloni, setiap lebah madu memiliki tugas dan fungsi masing-masing secara konsisten. Dalam satu koloni lebah hanya ada satu ekor ratu lebah, ribuan lebah pekerja, dan beberapa ekor lebah jantan.

Madu merupakan cairan kental yang dihasilkan oleh koloni lebah. Madu terbuat dari nektar bunga yang dikumpulkan oleh lebah. Setelah nektar berhasil terkumpul, madu akan disimpan pada sel di dalam sarang untuk kemudian melalui tahap fermentasi.

Mengenal Lebah Madu

Lebah merupakan satu-satunya serangga dari banyaknya jenis serangga terbang yang mampu menghasilkan madu. Lebah madu berasal dari genus Apis. Selain menghasilkan madu kaya manfaat, ternyata lebah madu juga menghasilkan serbuk sari atau polen, propolis atau lem lebah, lilin lebah yang umumnya menyatu dengan madu, serta menghasilkan racun atau dikenal dengan sengat lebah sebagai mekanisme perlindungan diri dari ancaman predator.

Lebah madu terdiri dari banyak jenis dengan sebaran di seluruh dunia, namun hanya beberapa jenis lebah madu yang biasanya dibudidayakan sebagai penghasil madu.

baca juga:  Madu Sumbawa - Kandungan, Asal, Khasiat & Harga

Lebah penghasil madu mencakup kurang lebih tujuh jenis atau spesies lebah yang termasuk genus Apis. Pada genus Apis diperkirakan berjumlah kurang lebih 20.000 spesies. Hingga saat ini, diketahui ada 44 subspecies lebah yang dapat menyimpan madu dari nektar bunga dan menghasilkan madu di seluruh dunia.

Lebah madu membuat sarang dengan bahan dasar malam atau sejenis lilin wax. Malam atau lilin wax itu dihasilkan oleh lebah-lebah pekerja pada suatu koloni.

Bagaimana Madu Terbentuk?

Pada koloni lebah di alam liar, jumlah lebah pekerja sangat mendominasi. Bahkan jumlahnya mencapai 98 persen dari seluruh populasi koloni. Artinya, 98 persen koloni lebah tersebut merupakan lebah betina yang sekaligus bertindak sebagai lebah pekerja.

Lebah pekerja tersebut menjadi tulang punggung koloni untuk menghasilkan madu, meskipun tetap ada saling ketergantungan antara satu sama lain dalam koloni tersebut. Para lebah pekerja memiliki tugas paling berat untuk melakukan proses madu dengan prosedur cukup rumit dan konsistensi tinggi.

lebah madu Pixabay

Di dalam koloni lebah pekerja, ada tiga fungsi yang dijalankan oleh tiap-tiap lebah, antara lain adalah lebah penjaga, lebah pengunyah, dan lebah pengangkut atau lebah pencari nektar. Para lebah pengangkut akan terus mencari dan menyedot nektar dari bunga-bunga di lingkungan sekitarnya.

Nektar yang berhasil dikumpulkan dan diambil oleh para lebah akan melalui proses ekstrasi menggunakan lidah lebah. Lebah mempunyai lidah panjang berbentuk tabung yang berfungsi untuk mengambil nektar, kemudian disimpan di dalam perutnya. Saat lebah tersebut terbang, nektar-nektar tersebut akan bercampur dengan enzim di dalam perut yang akan mengubah komposisi kimia dan tingkat keasamannya.

baca juga:  Sedimentasi - Pengertian, Penyebab, Proses, Jenis Endapan & Cara Mengatasi

Nektar akan tersimpan cukup lama di dalam perut lebah sampai mereka benar-benar tiba kembali di sarang. Setelah itu, para lebah pengangkut akan memindahkan nektar di dalam perutnya ke lebah pekerja lain.

Proses perpindahan tersebut dilakukan dengan cara memuntahkan cairan ke dalam mulut lebah pekerja. Proses ini dikenal dengan regurgitasi dan akan terus berulang hingga nektar yang dicerna benar-benar tersimpan di dalam kantong madu yang terdapat di sarang.

Ketika diletakkan di dalam kantong-kantong madu, nektar masih berbentuk cairan. Proses madu menjadi kental terjadi dikarenakan adanya penguapan sehingga air yang terkandung pada nektar benar-benar habis. Pada proses inilah para lebah menggunakan kibasan sayap kecilnya untuk mempercepat terjadinya penguapan.

Setelah sebagian besar air menguap dari sarang lebah, langkah selanjutnya adalah menyegel kantong madu menggunakan sekresi cairan dari perut lebah sehingga lapisannya menjadi lebih keras. Apabila disimpan di tempat yang jauh dari udara dan air, maka madu bisa disimpan tanpa batas waktu.

Lebah menghasilkan beberapa produk seperti madu, propolis, dan royal jeli. Produk yang dihasilkan tersebut merupakan cadangan makanan yang berguna bagi koloni saat menghadapi musim dingin atau saat nektar bunga sulit ditemukan pada periode tertentu.

Bukan hanya menjadi cadangan makanan untuk seluruh koloni, madu juga dimanfaatkan oleh para peternak atau pencari madu alam. Biasanya para peternak madu akan mengambil sebagian madu yang dihasilkan oleh lebah secara berkala dalam periode tertentu supaya lebah tetap mampu berproduksi terus menerus sesuai siklusnya.

baca juga:  Infografis - Ancaman Sampah Plastik Mikro

Tidak hanya manusia yang mengambil madu dari para lebah, ada juga hewan seperti musang dan beruang madu yang menjadi salah satu predator pengambil madu dari lebah.

Jenis Madu

Madu dikenal sebagai pemanis alami pertama di dunia ini memiliki warna, rasa, aroma, dan tekstur yang sangat bervariasi tergantung jenis bunga yang menjadi sumber nektar. Cairan kental yang dihasilkan lebah terbagi menjadi dua berdasarkan jenis bunga sumber nektar, yaitu:

madu alami Pixabay

1. Madu Monoflora

Madu monoflora adalah jenis madu yang berasal dari nektar bunga satu jenis tanaman. Misalnya adalah madu karet, madu jeruk, madu lengkeng, madu kapuk, hingga madu kopi.

2. Madu Multiflora atau Poliflora

Madu multiflora atau poliflora merupakan madu yang diambil dari aneka jenis nektar tanaman berbunga. Umumnya cenderung mengambil nektar satu jenis tanaman dan mengambil nektar jenis tanaman lain jika jumlahnya belum cukup.

Manfaat Madu

Salah satu keunikan madu adalah dapat dikonsumsi secara aman oleh anak-anak hingga orang dewasa. Ada banyak sekali manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari madu alami. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan daya ingat, meredakan alergi, meredakan batuk, dan membantu tidur lebih cepat atau mengatasi insomnia.

Madu juga mengandung antibiotik alami yang bisa digunakan sebagai obat luka dan luka bakar.