Cara Membersihkan Sampah di Laut, Alat Ini Bisa Tampung 80 Ribu Ton!

Indonesia merupakan negara dengan kawasan yang terdiri dari ribuan pulau. Satu pulau dengan lainnya terpisah oleh lautan yang luasnya mencapai 3,25 juta km2 dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Eksklusif. Luas perairan Indonesia tersebut menjadikan negara kita sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman ekosistem bahari terkaya di dunia.

Namun dibalik kekayaan alam yang kita miliki, ada masalah serius yang mengancam ekosistem laut, yaitu permasalahan tentang sampah terutama plastik.

Dampak Sampah di Lautan

Tidak hanya di darat, sampah plastik juga menjadi ancaman bagi laut Indonesia maupun dunia. Berbagai dampak dapat ditimbulkan oleh adanya sampah-sampah di laut, baik itu ancaman bagi biota laut hingga kesehatan manusia.

ikan memakan plastik pgsp.big.go.id

Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk membersihkan sampah di laut agar ekosistem laut tetap lestari.

1. Bahaya Sampah Bagi Biota Laut

Makhluk hidup yang hidup di lautan merupakan obyek yang langsung terkena dampak adanya sampah di laut. Berbagai kasus memberikan contoh bagi kita betapa bahayanya sampah di lautan, seperti biota laut yang terjerat oleh plastik, bahkan beberapa diantaranya memakan plastik.

2. Merusak Ekosistem Terumbu Karang & Mangrove

Wilayah pantai dan pesisir yang menjadi habitat terumbu karang dan hutan mangrove dapat terganggu karena adanya sampah plastik. Sampah plastik yang terkena ombak akan tersangkut di akar mangrove sehingga tidak dapat bernapas dan membuat pertumbuhannya terganggu.

Kasus serupa juga dialami oleh terumbu karang, dimana tumpukan sampah yang menutupi permukaan karang menyebabkannya sulit bernapas dan berkembang.

3. Membahayakan Kesehatan Hewan & Manusia

Sampah yang berada di lautan ternyata juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Biota-biota laut seperti ikan yang mengonsumsi sampah plastik dan kemudian dikonsumsi oleh manusia bisa sangat berbahaya. Sistem perncernaan akan terganggu dan menimbulkan berbagai penyakit.

Tidak hanya manusia, hewan pun juga akan terkena dampak adanya sampah di lautan. Ancaman ini hanya bisa diselesaikan dengan cara membersihkan sampah di laut.

Cara Membersihkan Laut Dari Sampah

Membersihkan sampah di lautan mungkin terdengar mustahil bagi sebagaian orang, mengingat luasnya lautan tentu akan menyulitkan upaya ini.

Akan tetapi ada pendapat dari seorang peneliti lingkungan bernama Jenna Jambeck yang menyatakan jika mengangkat sampah dari laut bukan isapan jempol belaka. Namun ia juga berpendapat bahwa cara ini tidak sebanding dengan haslnya karena laut yang begitu luas.

Kemungkinan hanya sebagian kecil sampah yang dapat diangkuat, terutama sampah-sampah yang mengambang. Oleh sebab itu, cara pencegahan lebih diutamakan seperti mengurangi penggunaan plastik.

Solusi masalah sampah plastik di laut juga dapat ditekan dengan penggunaan botol isi ulang dibanding membeli air mineral kemasan plastik. Kita juga bisa menggunakan sedotan ramah lingkungan dan mudah di daur ulang oleh alam. Kegiatan daur ulang sampah plastik juga menjadi ujung tombak dalam mengurangi sampah plastik di laut.

Prinsip C2C atau Cradle to Cradle adalah dasar dari siklus ekologi berupa rantai makanan tertutup. Jika proses industri dan komersial menerapkan siklus ini, maka jumlah limbah dapat berkurang.

Sedikit gambaran mengenai konsep C2C adalah membagi material menjadi 2 kategori, yakni bahan teknik dan bahan biologis.

Bahan teknik adalah produk yang berasal dari bahan sintesis tidak beracun dan bisa diunakan secara berulang. Sedangkan bahan biologis berasal dari bahan organik yang mampu diurai secara alami.

Teknologi Untuk Membersihkan Sampah di Laut

Selain upaya pencegahan untuk mengurangi sampah di laut, para ilmuwan juga telah menemukan alat untuk membersihkan sampah plastik hingga 80 ribu ton di Samudera Pasifik.

cara membersihkan sampah di laut theoceancleanup.com

Alat bernama System 001 miliki organisasi non profit Ocean Cleanup merupakan mesin sepanjang 600 meter yang mengandalkan pola pasang surut dan dapat mengapung ke area dengan konsentrasi sampah plastik tertinggi. Mesin pengambil sampah di laut ini berbentuk seperti tapal kuda dan bekerja dengan menjebak sampah hingga dapat dikumpulkan dan didaur ulang.

Jika cara tersebut berhasil, maka akan dilakukan duplikasi di wilayah laut lainnya dalam beberapa tahun ke depan. Para ahli optimis dengan kehadiran teknologi ini, maka sampah di lautan dapat dibersihkan. Namun masih ada hal yang menjadi kendala, yaitu risiko ikut tertangkapnya hewan-hewan laut oleh mesin, seperti ubur-ubur dan biota mengambang lainnya.