Mudah! Cara Membuat Kolam Ikan Sederhana di Rumah

5/5 - (1 vote)

Memiliki aquarium maupun kolam berisi ikan peliharaan merupakan salah satu cara melepas stres. Dengan mengamati ikan-ikan cantik yang berenang tersebut dapat membuat pemiliknya lebih tenang, sehingga hobi ini dianggap sebagai menjadi salah satu cara untuk hidup lebih sehat.

Ikan merupakan salah satu hewan peliharan yang menjadi favorit selain anjing dan kucing. Kita bisa memelihara ikan-ikan kecil di dalam akuarium, namun untuk ikan yang ukurannya lebih besar, kita bisa memeliharanya didalam kolam. Selain itu, kolam ikan juga bisa menjadi dekorasi agar tampilan rumah menjadi lebih asri dan sejuk.

Berikut ini adalah panduan dan langkah yang harus dilakukan jika ingin membuat kolam ikan sendiri di rumah secara sederhana.

Lokasi Kolam Ikan

Setiap rumah memiliki tata letak yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebagai pemilik rumah harus bisa menentukan dimana tempat membangun kolam ikan yang paling tepat. Umumnya, kolam ikan ditempatkan di halaman depan, halaman samping, atau belakang. Namun ada juga yang membuat kolam ikan di dalam rumah.

Pastikan lokasi kolam tidak mengganggu aktivitas anggota keluarga. Sesuaikan juga dengan tujuan pembuatan kolam, misalnya jika bertujuan untuk pajangan, maka pastikan lokasi kolam terlihat dari ruang tamu. Namun jika semata-mata untuk hiburan dan pelepas lelah pemilik rumah, kita bisa membuatnya di dekat ruang keluarga atau ruang makan.

Menentukan Ukuran Kolam

Bagi yang mempunyai rumah dengan lahan lua, ukuran kolam tentunya tidak menjadi masalah serius. Namun bagi rumah dengan lahan terbatas, maka hal ini harus benar-benar diperhatikan dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Pastikan ukuran kolam sesuai dengan jenis ikan yang akan dipelihara. Jangan sampai membuat kolam terlalu kecil untuk ikan berukuran besar. Begitupun sebaliknya, jangan membuat kolam terlalu luas untuk jenis ikan kecil. Ukuran yang kurang sesuai akan membuat ikan peliharaan tidak nyaman.

baca juga:  Hari Gunung Internasional - 11 Desember

Desain Kolam Ikan

Biasanya desain kolam ikan berbentuk kotak atau bulat. Namun bentuk kolam ikan bisa disesuaikan dengan bentuk yang dikehendaki pemiliknya. Contohnya adalah kolam ikan berbentuk segi enam atau abstrak.

kolam ikan Pixabay

Bahkan rumah dengan halaman luas, bisa membentuk kolam seperti aliran sungai yang berkelok-kelok. Namun apabila ingin lebih simpel, bentuk kotak atau persegi merupakan pilihan yang paling mudah.

Material Kolam

Kebanyakan orang membuat kolam ikan dari 2 material utama, yaitu keramik dan batu alam. Bagi yang lebih suka gaya minimalis dan sederhana, maka keramik adalah material yang paling tepat.

Saat ini keramik tersedia dalam berbagai warna, ukuran, dan model. Sehingga bisa disesuaikan dengan selera pemiliknya. Agar tampilan kolam lebih menarik, pilihlah keramik dengan warna cerah atau bermotif.

Warna cerah akan membuat efek kolam lebih lapang dari sebenarnya. Namun jika ingin tampilan kolam elegan, keramik warna gelap lebih direkomendasikan.

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih keramik adalah pemilik kolam harus sering menguras kolam. Keramik harus disikat secara berkala agar tetap terlihat bersih dan terhindar dari kerak maupun lumut.

Pilihan material kedua adalah batu alam. Material ini cocok untuk gaya kolam natural. Dengan menggunakan bahan ini, kita tak perlu khawatir karena batu alam saat ini juga dijual dalam bentuk potongan. Selain itu, kita bisa memilih batu alam yang membentuk pola.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan batu alam adalah diberi lapisan coating khusus. Seperti yang kita tahu, batu mudah ditumbuhi lumut yang dapat mengakibatkan batu tersebut rusak. Agar kolam lebih tahan lama dan tampak bersih, proses pelapisan ini jangan sampai dilewatkan.

Tahap Pembuatan Kolam Ikan

Berikut ini adalah tahapan dan proses pembuatan kolam ikan peliharaan sederhana, antara lain:

Pixabay

1. Alat dan Bahan

Jika sudah memutuskan lokasi pembuatan, ukuran, desain, dan material yang akan digunakan, sekarang saatnya menyiapkan peralatan dan bahan-bahan. Alat dan bahan berikut mudah diperoleh di toko bangunan maupun perkakas. Jika mengalami kesulitan, kita juga bisa bertanya ke toko ikan hias langganan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.

baca juga:  Ikan Dori dan Patin Berbeda - Taksonomi, Morfologi, Habitat & Keunikan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kolam ikan, yaitu:

  • sekop
  • cangkul
  • potongan papan kayu
  • meteran
  • alat untuk mengukur kerataan tanah (spirit level)
  • semen dan adukan
  • pasir
  • batu bata
  • batu alam
  • liner
  • dekorasi tambahan sesuai selera

2. Mencangkul Tanah

Pada lokasi yang telah ditentukan, tandai dulu sebelumnya dengan paku dan tali kasur untuk mendapatkan kedalaman yang diinginkan, kemudian cangkul tanah pada area tersebut. Agar lebih rapi, gunakan sekop ukuran kecil untuk menggali bagian pinggir lubang yang telah dicangkul.

3. Ukur Kerataan Tanah

Untuk mendapatkan kolam yang benar-benar baik, setelah menggali perlu dilakukan pengukuran kerataan tanah. Caranya dengan menggunakan papan kayu dan alat pengukur kerataan tanah. Hal ini memang cukup rumit, apalagi jika baru pertama kali mencobanya. Perlu penyesuaian hingga beberapa kali sampai tanah benar-benar rata.

4. Meratakan Tanah

Cara meratakan tanah ialah dengan bantuan sekop kecil. Buang tanah yang berlebih dari area yang masih belum rata. Hasil akhirnya akan didapat bentuk kolam rapi dan enak dipandang mata. Meski prosesnya cukup memakan waktu, tapi pasti dijamin puas dengan hasilnya.

5. Tutup Permukaan Kolam

Gunakan liner untuk menutupi lubang yang sudah terbentuk. Lalu gunakan bantuan batu bata agar liner bisa menempel dengan sempurna di permukaan tanah yang telah membentuk cekungan.

6. Buat Pembatasan di Bagian Tepi Kolam

Pembatas diperlukan agar kolam terlihat lebih rapi. Gunakan batu bata sebagai pembatasnya untuk hasil yang maksimal. Kemudian tunggu beberapa hari hingga liner menempel secara kuat sera adukan pasir dan semen mengering.

7. Coba Isi dengan Air

Setelah liner menempel dengan sempurna, kita bisa mengecek bentuk cekungan dengan cara mengisi air. Gunakan selang agar tekanan airnya tidak terlalu kuat. Isi kira-kira setengah dari keseluruhan cekungan.

Perhatikan apakah bentuknya sudah sesuai dengan yang diinginkan. Jika sudah sesuai, maka rapikan semua bagiannya dan ratakan permukaan kolam dengan cara diinjak-injak atau bisa juga dengan menggunakan sapu lidi.

8. Menambah Pancuran atau Tidak

Adanya pancuran di kolam ikan adalah pilihan masing-masing pemilik. Jika ingin menambahkan pancuran, maka buatlah sebelum merapikan tanah. Namun jika merasa tidak perlu, maka bisa langsung melanjutkan ke proses selanjutnya.

baca juga:  Mengenal Minyak Ikan dan Manfaatnya! Amankah Jika Dikonsumsi?

9. Buat Kolam Makin Kokoh dengan Semen

Di antara batu bata pasti ada bagian yang berongga atau kosong. Seperti halnya membangun tembok rumah, bagian yang kosong ini harus diisi dengan semen yang telah dicampur air dan diaduk rata. Perlakuan ini bertujuan agar fondasi kolam semakin kokoh dan tidak terjadi kebocoran. Setelahnya, tunggu hingga semen mengering sempurna kira-kira selama 3 sampai 4 jam.

10. Hias Kolam

Sudah menyiapkan batu alam atau hiasan lainnya? Jika semen sudah mengering, maka isi cekungan dengan batu-batu alam yang sudah disiapkan sebelumnya. Susun bentuknya sedemikian rupa sesuai selera.

Baik kolam di dalam maupun di luar rumah bisa juga ditambahkan tanaman seperti bunga teratai. Pastikan ukuran tanaman tidak terlalu besar sehingga menutupi sebagian besar kolam.

11. Isi Kolam Dengan Air dan Ikan Hias

Setelah selesai, isilah kolam dengan air bersih dan diamkan beberapa hari. Setelah itu, masukkan ikan hias yang telah dibeli. Setelah tahap ini, maka selesai sudah proses membuat kolam ikan secara sederhana di rumah.

Manfaat Memelihara Ikan di Rumah

Memelihara ikan di rumah memberi banyak manfaat baik bagi pemiliknya, antara lain:

1. Mengurangi Stres

Telah terbukti dalam berbagai penelitian bahwa mempunyai hewan peliharaan di rumah dapat mengurangi tingkat stres, terutama hewan seperti anjing dan kucing yang dapat melakukan kontak fisik dengan pemiliknya.

Lalu bagaimana dengan ikan yang tidak bisa melakukan kontak fisik dengan pemilik?

Ternyata hanya dengan memperhatikan ikan hias berenang di dalam akuarium atau kolam bisa mengurangi rasa cemas dan tingkat stres. Sebab detak jantung dan tekanan darah akan menurun saat melihat ikan.

2. Menenangkan Pikiran

Memperhatikan gerak-gerik ikan di kolam terbukti mampu menenangkan pikiran. Suara aliran air yang menenangkan dapat membantu pikiran lebih rileks.

3. Baik Untuk Tumbuh Kembang Anak

Tidak hanya untuk orang dewasa, memelihara ikan di rumah juga bisa bermanfaat baik bagi anak-anak. Selain membuat anak-anak lebih tenang, anak juga bisa belajar mengenai makhluk hidup lainnya.

Selain itu, anak-anak juga bisa mengasah imajinasi mereka. Jika diikutsertakan dalam proses merawat ikan, anak juga bisa belajar tanggungjawab sejak dini.