18 Cara Menjaga Lingkungan dan Kebersihan Alam Sekitar

5/5 - (1 vote)

Bumi adalah salah satu planet dalam sistem tata surya yang memiliki permukaan tidak rata. Akibat relief permukaan yang tidak rata tersebut, bumi mempunyai beragam ekosistem. Adapun ekosistem bumi terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan air.

Ekosistem darat terdiri dari hutan hujan, hutan gugur, sabana, padang rumput, tundra, taiga, dan karst. Sementara ekosistem air adalah sungai, rawa, danau, pantai, dan laut dalam.

Setiap ekosistem bumi diyakini berpengaruh menjaga keseimbangan seluruh alam. Akan tetapi banyak ekosistem yang mulai kehilangan keseimbangannya akibat ulah manusia, salah satunya akibat pencemaran lingkungan.

Sumber Polusi Air dan Tanah

Air dan tanah adalah dua elemen yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Meski begitu, air dan tanah terus mengalai kemerosotan kualitas karena pencemaran yang dilakukan oleh manusia. Ada banyak faktor yang memengaruhi pencemaran air dan tanah, salah satunya adalah pembuangan limbah secara sembarangan.

Pada dasarnya, bumi memiliki kekuatan untuk menyembuhkan sekaligus membersihkan diri dari zat pencemar. Namun sayangnya, zat pencemar yang mengandung zat kimia berbahaya tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh alam. Bahkan, zat pencemar ini cenderung menyatu dengan air dan tanah sehingga merusak lingkungan di sekitarnya.

limbah air kotor Pixabay

Adapun sumber polusi air dan tanah yang menyebabkan kerusakan lingkungan, yaitu:

  • Limbah rumah tangga yang sengaja dibuang ke sungai secara sembarangan.
  • Limbah pabrik yang mengandung berbagai macam zat kimia, lalu dibuang sembarangan ke sungai ataupun tanah di sekitarnya.
  • Asap pabrik yang mengotori udara di lingkungan sekitarnya.
  • Proyek pertambangan secara masif.
  • Penggundulan hutan tanpa memperhatikan kelestarian alam.
  • Pembuangan limbah dari hasil peternakan dan rumah pemotongan hewan.
  • Pestisida dari kegiatan pertanian yang tercampur dengan air.
  • Sampah yang dibuang tidak pada tempatnya.

Akibat dari berbagai kegiatan tersebut, bumi mengalami pencemaran yang sangat merusak lingkungan dan ekosistem di setiap permukaannya. Mengingat manusia merupakan salah satu makhluk yang berperan besar dalam pencemaran lingkungan, maka menjadi hal wajib bagi kita untuk menjaga lingkungan hidup agar selalu sehat sehingga aman dan nyaman bagi manusia.

baca juga:  (TAHURA) Taman Hutan Rakyat, Karanganyar

Cara Menjaga Lingkungan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kerusakan yang disebabkan oleh manusia di bumi ini pada dasarnya bisa disembuhkan oleh bumi itu sendiri. Namun masalahnya, bumi yang mengalami kerusakan terus menerus, tidak memiliki kesempatan untuk menyembuhkan dirinya dari berbagai pencemaran zat-zat berbahaya.

Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya bersama untuk menjaga lingkungan hidup menjadi lebih sehat. Suatu lingkungan bisa dikatakan sehat dan nyaman apabila lingkungan tersebut terlihat bersih. Nah, kebersihan lingkungan ini bisa kita lihat dari kualitas air yang ada pada lingkungan tersebut.

Sebenarnya, ada tiga indikator air bisa dikatakan sehat dan bersih, yaitu indikator fisika, kimia, dan bakteriologi. Indikator fisika bisa dilihat melalui tampilan fisik air, seperti warna air, bau, dan kejernihan air. Kemudian indikator kimia bisa dilihat berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalam air tersebut, misalnya kadar logam berat dan zat kimia berbahaya lainnya.

Sementara indikator bakteriologi pada air bisa dilihat dengan cara mengetahui jumlah bakteri yang terkandung di dalam air. Parameter bakteriologi biasanya ditandai dengan jumlah patogenik, puristik, dan coliform yang terdapat di dalam air, apakah melewati ambang batas atau justru berada di bawah ambang batas yang disarankan.

cara menjaga lingkungan Pixabay

Vegetasi yang tumbuh di suatu lingkungan juga bisa membantu upaya menjaga lingkungan agar lingkungan tersebut tetap sehat, nyaman, dan aman. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh kita sebagai manusia untuk menjaga lingkungan, antara lain:

1. Menyediakan Tempat Sampah di Lokasi Strategis

Membuang sampah tidak pada tempatnya sama artinya dengan mengotori lingkungan secara langsung. Tentu hal ini akan berdampak pada ekosistem di sekitarnya. Sampah yang tercecer, terutama yang sulit terurai akan terbawa ke lautan dan membahayakan makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Hewan-hewan tersebut berisiko mengonsumsi sampah karena mereka mengira bahwa itu adalah makanannya. Dengan begitu, akan ada banyak hewan laut yang mati karena terjerat sampah ataupun mengalami kerusakan organ karena tubuhnya tidak bisa mencerna sampah yang tertelan, terutama sampah plastik.

2. Mengelompokkan Sampah Agar Mudah Didaur Ulang

Di samping menyediakan tempat sampah di lokasi yang strategis, kita juga bisa mengelompokkan sampah sesuai dengan golongannya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan supaya proses pengolahan sampah bisa jadi lebih mudah.

Perlu diketahui, beberapa jenis sampah bisa didaur ulang, seperti sampah botol minuman ataupun kardus. Bahkan, kita juga bisa mengkreasikan sampah tersebut menjadi elemen dekorasi rumah atau barang lain yang memang dibutuhkan di dalam rumah sehingga mengurangi jumlahnya di lingkungan.

3. Sistem pengolahan Limbah

Menggunakan sistem pengolahan limbah yang baik untuk lingkungan dan rumah tangga adalah salah satu bentuk cara menjaga lingkungan sekitar. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan sistem pengolahan limbah atau SPAL pada limbah rumah tangga dan septic tank untuk limbah kakus.

baca juga:  Hutan Kota - Pengertian, Bentuk dan Manfaat

SPAL bisa digunakan secara perorangan atau komunitas dalam satu lingkungan yang sama. Sementara untuk kakus bisa menggunakan sistem pengolahan bio organic untuk dijadikan bahan bakar alternatif lingkungan. 

4. Mengurangi Intensitas Belanja

Berbelanja online ternyata secara tidak langsung akan menambah jumlah sampah. Sebab, barang-barang yang dikirim tersebut biasanya dibungkus dengan plastik.

Nah, salah satu cara untuk mengurangi konsumsi plastik adalah dengan membatasi pembelian daring semacam ini. Alangkah lebih baik jika kita membeli kebutuhan di toko terdekat dan membawanya menggunakan tote-bag atau tanpa kantung plastik apapun.

5. Membeli Barang Preloved

Tak ada salahnya membeli barang-barang preloved yang bisa digunakan kembali dengan fungsi yang masih sama. Beberapa barang yang memiliki manfaat penggunaan dalam waktu singkat karena pertumbuhan, misalnya baju atau sepatu bisa didapatkan dari tangan kedua tanpa harus membeli yang baru.

Membeli barang bekas pakai atau secondhand seperti ini ternyata juga bisa membantu mengurangi jumlah dan kegiatan produksi yang tentunya juga menghemat pengeluaran.

6. Membeli Produk Lokal

Apabila memungkinkan, kita bisa membeli produk-produk lokal. Dengan demikian, polusi kendaraan yang mengirim barang dari jarak jauh bisa berkurang dan meminimalkan pencemaran lingkungan di sekitarnya. Namun jangan lupa juga untuk memastikan produk yang kita beli terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan.

7. Menjadi Konsumen Bijak

Salah satu cara terbaik menjaga lingkungan sekitar adalah dengan menjadi konsumen yang bijak. Hal ini bisa kita terapkan dengan tidak terlalu banyak mengonsumsi produk berbahan dasar kelapa sawit.

Alasannya, perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu faktor berkurangnya hutan yang ada di bumi akibat pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan baru.

8. Matikan Lampu Ketika Tidak Digunakan

Hindari menyalakan lampu jika tidak ada orang di dalam rumah. Dengan cara ini, kita bisa lebih menghemat energi yang secara tidak langsung turut menjaga lingkungan.

9. Menggunakan Air Seperlunya

Semakin sedikit air yang kita gunakan, maka semakin sedikit pula limbah yang akhirnya terserap ke tanah ataupun berakhir di lautan.

10. Mengganti Sedotan Plastik

Demi membantu mengurangi sampah plastik, ada baiknya jika kita mengganti sedotan plastik dengan sedotan berbahan dasar bambu atau stainless. Jangan lupa untuk selalu membawa sedotan ramah lingkungan tersebut setiap pergi ke kafe atau restoran sehingga tidak perlu menggunakan sedotan plastik sekali pakai yang berpotensi mencemari lingkungan.

11. Membawa Botol Minum

Selalu membawa botol minum sendiri ketika bepergian akan menghindarkan kita dari membeli minuman botol atau kemasan plastik lainnya. Dengan demikian, jumlah sampah plastik dapat berkurang.

baca juga:  Ancaman Bencana Lingkungan Bagi Kehidupan

12. Mengurangi Makan Daging

Sebenarnya, ktia tidak perlu berhenti makan daging seumur hidup sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan. Namun setidaknya, kita harus mampu berkomitmen untuk menguranginya.

Pasalnya, diperlukan 2.500 galon air untuk memproduksi ΒΌ kilogram daging sapi. Selain itu, ada banyak kawasan hutan yang beralih fungsi menjadi peternakan karena permintaan akan konsumsi daging yang tinggi di pasaran.

13. Menggunakan Transportasi Umum atau Sepeda

Dengan menggunakan kedua cara tersebut, maka kita telah berpartisipasi dalam mengurangi emisi karbon yang berasal dari kendaraan pribadi. Emisi merupakan penyebab utama terjadinya perubahan iklim di seluruh dunia.

14. Mencabut Kabel Elektronik

Jangan lupa untuk selalu mencabut kabel charger ponsel, kipas angin, pengering rambut, atau alat elektronik lain setiap selesai digunakan. Perlu diketahui, alat-alat tersebut tetap menyedot energi jika tetap terpasang meski tidak dipakai sama sekali.

15. Menanam Pohon di Lingkungan Sekitar

Seperti yang telah diketahui, pohon adalah penyedia oksigen bagi setiap makhluk hidup di sekitarnya. Pohon juga bisa membantu menyimpan energi, melawan perubahan iklim, dan membersihkan air.

Jika di lingkungan tempat tinggal tidak memiliki lahan untuk menanam pohon atau tanaman lainnya, kita bisa menerapkan sistem penanaman secara hidroponik. Sistem ini merupakan cara menanam tanaman tanpa menggunakan media tanah atau menggunakan tanah dalam jumlah yang relatif sedikit.

Hidroponik tidak memerlukan terlalu banyak memakan tempat dan bisa digantung di dinding pagar atau rumah sehingga lingkungan tampak lebih asri.

16. Mengurangi Penggunaan Tisu

Siapa sangka, dengan mengurangi penggunaan kertas atau tisu yang berasal dari pohon juga menjadi salah satu cara menjaga lingkungan. Selain itu, kita juga bisa mendaur ulang kembali kertas yang telah digunakan agar tidak mencemari lingkungan.

17. Menjaga Kebersihan Tempat Tinggal

Lingkungan hidup bukan hanya yang berasal dari luar rumah, tapi lingkungan yang sehat juga berasal dari dalam rumah yang sehat pula. Rumah yang sehat merupakan rumah yang dilengkapi ventilasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan mudah tanpa terhalang apapun.

Agar lingkungan tetap sehat, kita bisa menguras bak mandi sesering mungkin untuk menghindari adanya jentik-jentik nyamuk.

18. Bergabung Dengan Komunitas Peduli Lingkungan

Tak ada salahnya bergabung dengan komunitas peduli lingkungan. Dengan cara ini, kesempatan untuk berkolaborasi dengan banyak elemen masayrakat dalam menjaga lingkungan sekitar dan bumi menjadi lebih besar.

Biasanya, komunitas semacam ini akan memikirkan beberapa gagasan dan melakukan berbagai aksi yang berdampak pada kelestarian alam dan makhluk hidup di sekitarnya.