hutan hujan bermanfaat untuk menjaga peredaran air
hutan hujan bermanfaat untuk menjaga peredaran air

Cara Sederhana Menyelamatkan Sumber Mata Air

Menurut laporan WWF “Water Conflict – Myth or Reality”, meskipun 70% permukaan bumi terdiri dari air, ternyata hanya 0,3% air bersih dunia yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia dan 60% dari jumlah tersebut berasal dari negara: Brazil, Indonesia, Rusia, Cina, Kanada, India, Kolumbia, Kongo, dan Amerika.

Penggunaan air bersih di dunia semakin meningkat dalam satu abad terakhir. Peningkatan tersebut untuk mencukupi kegiatan manusia, seperti pertanian, industri, energi, sektor bisnis dan rumah tangga sehingga ketersediaan air bersih semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan perhitungan, setiap orang memerlukan 2 liter hingga 4 liter air untuk keseimbangan tubuh. Akan tetapi, menurut perkiraan manusia menghasilkan 2 juta ton sampah rumah tangga yang di buang ke sungai sehingga mempengaruhi berkurangnya sumber air bersih.

Berkurangnya air bersih atau juga disebut krisis air juga merupakan dampak dari perubahan iklim. Iklim dunia yang tidak berjalan normal akan menyebabkan musim kemarau panjang sehingga membuat sumber mata air kering.

Kebalikannya, jika musim penghujan terjadi secara terus menerus dan berkepanjangan akan menyebabkan ekosistem tidak berjalan dengan baik bahkan tercemarnya sumber mata air.

Pada World Water Day (Hari Air Sedunia) yang jatuh pada 22 Maret mendatang, seharusnya seluruh penduduk dunia ingat akan pentingnya melindungi dan mengelola sumber daya air dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan manusia secara berkelanjutan.

reboisasi Pixabay

Cara Sederhana Menjaga Sumber Air

Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan air, mulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan sehari-hari, antara lain:

  1. Mematikan kran ketika menggosok gigi
  2. Mandi menggunakan shower daripada gayung
  3. Tutup kran air dengan rapat
  4. Tidak membuang sampah ke saluran air
  5. dan lain sebagainya

Selain itu, aksi nyata yang dapat dilakukan secara kolektif untuk menjaga ketersediaan sumber air adalah komunitas EARTH HOUR di Kota Batu. Kota Batu merupakan lokasi strategis katena terletak di lereng pegunungan dan menjadi sumber mata air bagi daerah dibawahnya.

Sumber mata air di Kota Baru digunakan untuk memenuhi kebutuhan 2/3 penduduk di Jawa Timur. Namun, 10 tahun kebelakang ini Kota Batu kehilangan setengah sumber mata airnya dan sumber mata air yang ada debitnya juga berkurang.

Melihat kondisi tersebut, komunitas EARTH HOUR kemudian melaksanakan program dengan tajuk “Konservasi Sumber Air Dok Junrejo”. Komunitas ini mengajak masyarakat luas untuk menyelamatkan salah satu sumber mata air di Kota Batu, yaitu di Dok Junrejo.

Penyelamatan dengan cara konservasi air dan tanah ini dimulai dengan penanaman pohon di sekitar sumber mata air. Pohon berfungsi untuk menyerap air dan penyangga tanah agar sumber mata air dari air tanah tetap lestari.

Kehidupan manusia dapat terus berlanjut jika air tetap lestari. Karena jika sumber mati air hilang, maka akan mendatangkan bencana bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Referensi: WWF