Carbon Offset / Tebus Karbon – Pengertian, Manfaat dan Cara Kerja

Untuk mewujudkan upaya mengurangi emisi karbon dalam mendukung misi penyelamatan lingkungan, maka seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama dalam memberikan kontribusi mulai dari hal-hal sederhana. Misalnya melalui carbon offset yang bisa menjadi cara paling efisien untuk menjalankan misi tersebut. 

Carbon offset atau juga dikenal dengan tebus karbon, merupakan bentuk tindakan nyata mengkompensasi emisi karbon yang dihasilkan dari suatu aktivitas dengan berinvestasi dalam kegiatan dengan mengurangi emisi karbon di tempat lain yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim global. 

Dalam pembahasan ini, kita akan membahas mengenai carbon offset, manfaat, lengkap dengan cara kerjanya!

Pengertian Carbon Offset

Carbon offset atau tebus karbon memiliki definisi sebagai skema yang memungkinkan perusahaan dan individu melakukan investasi pada proyek lingkungan di seluruh dunia. Tebus karbon bertujuan untuk menyeimbangkan jejak karbon secara mandiri. 

sustainabletravel.org

Secara lebih sederhana, carbon offset merupakan upaya mengurangi karbon di satu tempat yang bertujuan untuk menyeimbangkan emisi karbon di tempat lain. Selain itu, carbon offset juga dilakukan untuk mengurangi emisi di masa yang akan datang. Kegiatan-kegiatan semacam ini banyak ditemui di negara-negara berkembang.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, ada tiga cara yang bisa diupayakan untuk mengimbangi carbon, yaitu tunjangan emisi, proyek Clean Development Mechanism atau CDM dan sukarela.

baca juga:  Apa Itu Karbon? Contoh, Fungsi dan Bahaya Bagi Kehidupan

Tunjangan emisi atau juga dikenal dengan kebolehan beremisi adalah pembatasan jumlah emisi yang diperkanankan oleh industri. Apabila sebuah perusahaan atau industri masih memiliki sisa angka kredit karbon di bawah batas ketentuan, maka kredit karbon bisa ditransfer atau dijual kepada pihak lain. 

Kedua adalah Clean Development Mechanism atau CDM, yang merupakan proyek-proyek yang sering ditemukan di negara-negara berkembang dimana dalam proyek tersebut mendukung pengurangan energi fosil. Sebagai contoh nyata adalah proyek pembangkit listrik tenaga surya atau proyek pengelolaan kembali hutan yang sudah gundul. 

Cara lain untuk mengupayakan keseimbangan karbon adalah dengan sukarela, artinya semua elemen masyarakat bisa ikut terlibat dan turut serta menyumbangkan uangnya untuk proyek-proyek yang berorientasi pada pengurangan emisi karbon. 

Manfaat Tebus Karbon

Carbon offset atau tebus karbon sejatinya bertujuan untuk mengurangi dampak buruk emisi karbon terhadap lingkungan. Namun dalam penerapannya, upaya ini ternyata memiliki dampak lain yang sangat besar. Apa saja? Berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Menurunkan Emisi Karbon

Penggunaan metofe carbon offset bisa mendorong penurunan emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan industri. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi dampak tidak baik bagi perubahan iklim serta bisa ikut serta berkontribusi dalam upaya mencapai target pengurangan emisi karbon yang ditetapkan oleh pemerintah. 

2. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Tebus karbon juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Proyek-proyek yang menyangkut pengurangan emisi karbon sering kali memberi dampak langsung terhadap masyarakat seperti kebutuhan tenaga kerja untuk program pengembangan energi atau pengelolaan wilayah hutan. 

baca juga:  Hutan Rawa - Pengertian, Ciri, Jenis, Vegetasi & Sebaran

3. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

Manfaat selanjutnya dari carbon offset adalah bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah pola pikir mereka tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan ancaman negatif dari perubahan iklim global. Dengan membeli carbon offset, maka individu atau organisasi bisa berkontribusi langsung terhadap kelestarian lingkungan hidup. 

4. Mendorong Pengembangan Teknologi Terbarukan

Penggunaan carbon offset juga bisa mendorong terciptanya energi terbarukan melalui pengembangan dan inovasi. Misalnya penciptaan panel surya, turbin angin, dan sejenisnya. Kemajuan ini secara tidak langsung akan mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi fosil yang faktanya kurang ramah lingkungan.

5. Meningkatkan Keanekaragaman Hayati

Carbon offset juga menyumbang peningkatan kualitas hidup flora yang ada di hutan, hal ini terjadi karena banyak proyek pengurangan emisi karbon yang melibatkan penanaman hutan atau pengolahan lahan, sehingga akan memberikan dampak positif pada ekosistem yang ada di hutan dan sekitarnya. 

6. Meningkatkan Citra Perusahaan

Bagi perusahaan yang ikut serta dan peduli terhadap proyek lingkungan, tentu akan meningkatkan branding atau citra perusahaan di mata publik secara luas, baik itu konsumen, investor atau pihak lainnya. Artinya, dengan ikut serta dalam proyek-proyek semacam ini, maka perusahaan bisa mendapatkan eksposur dan meningkatkan nama baiknya. 

7. Mendorong Pelaku Industri untuk Terus Berinovasi

Terakhir, carbon offset juga bermanfaat untuk para pelaku industri untuk terus mengupayakan inovasi membangun bisnis yang lebih ramah lingkungan. Misalnya dengan menciptakan produk-produk dengan bahan organik yang lebih ramah lingkungan dan semacamnya. 

baca juga:  Emisi Karbon - Arti, Penyebab, Dampak, Contoh & Cara Mengurangi

Cara Kerja Carbon Offset Pada Lingkungan 

Setelah mengetahui tentang manfaat dari carbon offset, berikut akan dijelaskan tentang bagaimana cara kerjanya pada lingkungan.

tebus karbon medium.com

Adapun tahap-tahapnya adalah seperti yang dijelaskan di bawah ini!

  • Perhitungan Emisi Gas Kaca

Langkah pertama adalah menghitung total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam sebuah kegiatan atau aktivitas perusahaan. Cara menghitungnya adalah dengan memakai pengukuran emisi gas rumah kaca. Misalnya Protokol Gas Rumah Kaca yang sesuai standar internasional.

  • Pembelian Kredit Karbon

Setelah itu, lanjutkan dengan membeli kredit karbon yang sesuai dengan jumlah emisi tersebut dari proyek-proyek pengurangan emisi karbon di tempat lain. Adapun pembelian kredit karbon ini bisa didapatkan dari pasar perdagangan karbon atau organisasi yang memiliki layanan tebus karbon. 

  • Investasi Besar Pada Proyek Pengurangan Emisi

Ketiga, lanjutkan dengan memanfaatkan penjualan kredit karbon yang dipakai untuk mendukung dan terlibat dalam proyek-proyek serupa di tempat lain. Proyek yang bisa diikuti bisa berbentuk proyek pengembangan energi terbarukan, pengurangan emisi pada berbagai sektor, atau proyek penghijauan hutan. 

  • Verifikasi dan Sertifikasi

Keempat, lakukan verifikasi serta sertifikasi bahwa proyek yang diikuti merupakan proyek resmi yang mendukung program pengurangan emisi gas rumah kaca. Pastikan juga bahwa proyek tersebut memenuhi standar internasional. 

  • Penggunaan Kredit Karbon

Terakhir, setelah berhasil melakukan verifikasi dan sertifikasi proyek tersebut, kredit karbon bisa dipakai untuk mengkompensasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh perusahaan atau kegiatan. Hal tersebut akan membantu mengurangi akibat buruk emisi karbon terhadap lingkungan, dari lingkup yang paling kecil terlebih dahulu. 

Nah, itu dia informasi lengkap tentang carbon offset, dari mulai pengertian, manfaat, hingga cara kerja tebus karbon pada lingkungan. Semoga ulasan yang sudah dijelaskan di atas bisa bermanfaat.

Referensi :

  • https://medium.com/lindungihutan/mengenal-carbon-offset-dan-apa-yang-bisa-kita-lakukan-1f2faceb8fd3
  • https://www.shell.co.id/in_id/konsumen-bisnis/shell-fleet-card/apa-itu-carbon-offset.html
  • https://cdkmalang.dishut.jatimprov.go.id/memahami-konsep-dan-pentingnya-carbon-offset-dalam-menangani-perubahan-iklim/
  • https://mile.app/blog/carbon-offset 

Industrial Engineer, Civil Servant, Entrepreuner & Writer.