keberagaman indonesia
daftar suku di nusantara

Daftar Suku di Indonesia (Lengkap)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan ragam suku, budaya, ras, agama, dan adat istiadat atau tradisi pada masing-masing wilayah.

Menurut teori, asal mula kehidupan manusia di Nusantara berasal dari dua kelompok migrasi, yaitu:

  • Kelompok Austro-Melanesoid yang tersebar dari Australia – Irian – Kai – Seram – Sulawesi – Timor – Sumatra Utara – Aceh – Kedah –Pahang – Malaysia.
  • Kelompok Mongoloid yang tersebar melalui dua rute, yaitu:
    • Rute pertama: Jepang – Taiwan – Filipina – Sangir – Sulawesi.
    • Rute kedua: Asia Tenggara – Sulawesi Utara – Halmahera – Maluku Selatan.

Pengertian Suku Menurut Para Ahli

Para ahli mendefinisikan arti suku dari berbagai sudut pandang, antara lain:

  • Suku Menurut Srijanti

Srijanti et al. (2009) menjalaskan pengertian suku bangsa adalah suku sosial yang khusus dan bersifat ada sejak lahir (askriptif) yang memiliki corak sama dengan jenis kelamin dan golongan umur.

Jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia diketahui mencapai 300 suku dengan masing-masing keragaman yang dimilikinya. Setiap suku tersebut memiliki adat istiadat, norma, hukum adat dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Aneka ragam suku di Indonesia yang berbeda-beda sepakat untuk hidup bersama dalam wadah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk mencapai keadilan dan hidup yang makmur dan mengusung nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

  • Suku Menurut Koentjaraningrat

Dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi yang ditulis oleh Koentjaraningrat, definisi suku adalah sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya yang terikat oleh kesadaran akan identitasnya. Kesadaran akan identitas tersebut umumnya diperkuat dengan bahasa yang sama.

Masih menurut Koentjaraningrat, suku juga disebut etnis atau etnik merupakan golongan manusia yang mempunyai karakteristik dan ciri khas tertentu yang digunakan sebagai identitas diri dan sesama golongannya.

Suku atau etnis terbentuk karena garis keturunan dan diwariskan secara turun temurun. Identitas masing-masing suku, antara lain hubungan darah, kesamaan bahasa, kesamaan kepercayaan atau beragama, dan kesamaan adat istiadat

  • Suku Menurut KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan suku adalah golongan orang-orang (keluarga) yang seturunan, golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang besar, serta golongan orang sebagian dari kaum yang seketurunan.

Suku merupakan kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan masing-masing golongan.

Faktor Pembentuk Suku Bangsa

Terbentuknya suku bangsa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dimaksud ialah faktor dari dalam diri sendiri dan masyarakat, seperti perbedaan ras asal, kemampuan adaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta kepercayaan masyarakat.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar, seperti asimilasi dan akulturasi budaya, pernikahan beda suku, letak geografis, perkembangan dan pertumbuhan daerah, serta lainnya.

Dari kedua faktor penyebab terbentuknya suku bangsa tersebut, faktor eksternal adalah penyebab sebaran suku yang heterogen. Indonesia yang wilayahnya terdiri dari kepulauan menjadikan masing-masing wilayah memiliki kebudayaan tersendiri. Selain itu, pengaruh budaya asing seperti Arab, India dan China juga membentuk keragaman tersendiri.

Suku Bangsa Terbesar di Indonesia

Masyarakat Indonesia terdiri dari suku-suku yang beragam, baik suku minoritas maupun mayoritas yang masing-masing diperlakukan sama dan setara.

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa suku besar yang ada di Indonesia, antara lain:

Suku Jawa

Dari data BPS – Badan Pusat Statistik pada tahun 2010, jumlah populasi Suku Jawa sekitar 95,2 juta jiwa dan menjadi suku mayoritas di Indonesia dengan persentase 40%.

Suku Jawa memiliki bahasa tersendiri, yaitu bahasa Jawa. Penggunaan bahasa Jawa sesuai dengan perilaku masyarakat Jawa, yaitu berkarakter santun yang dikenal dengan istilah unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasa Jawa memiliki beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan penggunaannya, antara lain:

  • Krama Inggil untuk berkomunikasi dengan lawan bicara yang lebih tua atau golongan yang lebih tingg
  • Krama Alus untuk berkomunikasi antar sesama
  • Ngoko untuk berkomunikasi dengan teman

Suku Jawa tersebar luas di Indonesia, terlebih ketika pemerintah mencanangkan program transmigrasi. Namun konsentrasi populasi terbesar terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejarah

Sejarah masyarakat Jawa menurut cerita rakyat yang dipercaya dan bersumber dari buku Babad Tanah Jawa, bahwa Suku Jawa berasal dari kerajaan Kling yang kemudian terpecah membentuk suku di Jawa.

Agama

Saat ini, mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat Suku Jawa adalah Islam. Akan tetapi, masyarakat Jawa juga memeluk agama lain seperti Hindu, Nasrani, Budha, dan kepercayaan Kejawen.

Ajaran Kejawen adalah kepercayaan terhadap kehidupan dunia yang harus selaras dengan alam semesta dan semua telah diatur oleh alam semesta, sehingga pemeluknya harus percaya dan pasrah (nrima) terhadap takdir.

Kejawen memberikan pengaruh terhadap adat istiadat berupa upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Orang-orang Jawa masih banyak melakukan ritual atau upaya kenduren, sekaten, tingkepan, grebeg, ruwatan, larung sesaji dan sebagainya.

Kebudayaan

Budaya Jawa banyak dipengaruhi oleh ajaran Hindu, Budha dan Islam yang terkadang bercampur menjadi satu dan membentuk kebudayaan Jawa. Di wilayah Jawa banyak terdapat peninggalan Hindu Budha berupa candi-candi yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan D.I Yogyakarta.

Suku Sunda

Suku Sunda adalah salah satu suku yang mendiami kawasan barat Pulau Jawa, meliputi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta dan sebagian Jawa Tengah. Di Jawa Barat, sekitar 65% penduduknya adalah Suku Sunda.

Sejarah

Terbentuknya masyarakat Sunda berawal dari kerajaan Pasundan yang diadopsi menjadi nama Suku Sunda. Dari segi bahasa, Sunda berarti Bagus, Putih, Besih, Baik dan Cemelang. Orang Sunda menjunjung tinggi perilaku Kasundaan yang dipegang sebagai jalan menuju keutamaan hidup.

Perilaku Kasundaan ialah karekter cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (terampil), dan pinter (pandai/ cerdas). Dimana nilai-nilai ini telah ada sejak zaman Salaka Nagara mulai tahun 150 hingga akerajaan Sumedang Larang pada abad ke-17 yang telah memberikan kemakmuran bagi masyarakat Sunda lebih dari 100 tahun.

Agama

Seperti mayoritas masyarakat Indonesia pada umumnya, masyarakat Sunda memeluk agama Islam. Akan tetapi, terdapat pula penganut kepercayaan seperti orang-orang Baduy yang senantiasa memelihara keseimbangan alam agar selaras dengan kehidupan.

Seni dan Budaya

Kesenian yang terkenal dau Sunda adalah sisingan, tari merak, pencek silat, wayang golek, tari topeng dan sebagainya. Masyarakat Sunda juga memiliki beberapa alat musik tradisional, yakni calung, angklung dan rengkong yang telah menjadi identitas Suku Sunda.

Suku Minang

Suku Minang atau Suku Minangkabau adalah suku-suku Deutro Melayu atau Melayu Muda yang menetap di kawasan Sumatera Barat. Jika dirunut, suku ini berasal dari garis keturunan Sultan Iskandar Zulkarnain. Nenek moyang Suku Minang berasal dari Romawi China, yakni Maharaja Diraja dan Maharaja Dipang.

Keutuhan budaya dan adat istiadat selalu dijaga oleh masyarakat Minangkabau. Masyarakat Minang merupakan kesatuan demokratis egaliter yang mengutamakan musyawarah secara mufakat dalam mengambil keputusan.

Suku Minang memiliki kebudayaan beragam, seperti pencak silat, pantun dan berbagai jenis tarian. Jenis tarian dari Minangkabau yang terkenal adalah Tari Pasambahan atau tarian selamat datang untuk menyambut dan menghormati tamu.

Selain itu, masyarakat Minang juga memiliki upaca khusus yang dilakukan ketika terjadi keamtian, seperti Kacang Pali, Sakik Basilau dan Cablek Kapan yang dilakukan di kediaman seseorang yang meninggal selama tiga hari.

Daftar Suku di Indonesia (Lengkap)

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 telah melakukan sensus dan mendata jumlah suku di Indonesia. Hasilnya adalah terdapat lebih dari 300 ras etnis dengan jumlah suku skitar 1300 yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Persentase jumlah terbesar adalah suku Jawa sekitar 40% dari populasi seluruh penduduk Indonesia.

Berikut ini adalah daftar lengkap suku-suku di Indonesia:

A

  • Suku Aceh di Aceh (wilayah pesisir)
  • Suku Alas di kabupaten Aceh Tenggara
  • Suku Alor di NTT (kabupaten Alor)
  • Suku Ambon di kota Ambon
  • Suku Ampana di Sulawesi Tengah
  • Suku Anak Dalam di Jambi
  • Suku Aneuk Jamee di kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Barat Daya
  • Suku Arab: Orang Hadhrami
  • Suku Aru di Maluku (Kepulauan Aru)
  • Suku Asmat di Papua

B

  • Suku Bare’e di Kabupaten Tojo Una-Una Tojo dan Tojo Barat
  • Suku Banten di Banten
  • Suku Besemah di Sumatera Selatan
  • Suku Bali di Bali terdiri dari: Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali; Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani
  • Suku Balantak di Sulawesi Tengah
  • Suku Banggai di Sulawesi Tengah (Kabupaten Banggai Kepulauan)
  • Suku Baduy di Banten
  • Suku Bajau di Kalimantan Timur
  • Suku Banjar di Kalimantan Selatan
  • Suku Batak di Sumatera Utara terdiri dari: Suku Karo di kabupaten Karo; Suku Mandailing di kabupaten Mandailing Natal; Suku Angkola di kabupaten Tapanuli Selatan; Suku Toba di kabupaten Toba Samosir; Suku Pakpak di kabupaten Pakpak Bharat; Suku Simalungun di kabupaten Simalungun
  • Suku Batin di Jambi
  • Suku Bawean di Jawa Timur (Gresik)
  • Suku Bentong di Sulawesi Selatan
  • Suku Berau di Kalimantan Timur (kabupaten Berau)
  • Suku Betawi di Jakarta
  • Suku Bima NTB (kota Bima)
  • Suku Boti di kabupaten Timor Tengah Selatan
  • Suku Bolang Mongondow di Sulawesi Utara (Kabupaten Bolaang Mongondow)
  • Suku Bugis di Sulawesi Selatan: Orang Bugis Pagatan di Kalimantan Selatan, Kusan Hilir, Tanah Bumbu
  • Suku Bungku di Sulawesi Tengah (Kabupaten Morowali)
  • Suku Buru di Maluku (Kabupaten Buru)
  • Suku Buol di Sulawesi Tengah (Kabupaten Buol)
  • Suku Bulungan di Kalimantan Timur (Kabupaten Bulungan)
  • Suku Buton di Sulawesi Tenggara (Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau)
  • Suku Bonai di Riau (Kabupaten Rokan Hilir)

C

  • Suku Cham di Aceh
  • Suku Cirebon di Jawa Barat (Kota Cirebon)

D

  • Suku Damal di Mimika
  • Suku Dampeles di Sulawesi Tengah
  • Suku Dani di Papua (Lembah Baliem)
  • Suku Dairi di Sumatera Utara
  • Suku Daya di Sumatera Selatan
  • Suku Dayak terdiri dari: Suku Dayak Ahe di Kalimantan Barat; Suku Dayak Bajare di Kalimantan Barat; Suku Dayak Damea di Kalimantan Barat; Suku Dayak Banyadu di Kalimantan Barat; Suku Bakati di Kalimantan Barat; Suku Punan di Kalimantan Tengah; Suku Kanayatn di Kalimantan Barat; Suku Dayak Krio di Kalimantan Barat (Ketapang); Suku Dayak Sungai Laur di Kalimantan Barat (Ketapang); Suku Dayak Simpangh di Kalimantan Barat (Ketapang); Suku Iban di Kalimantan Barat; Suku Mualang di Kalimantan Barat (Sekadau, Sintang); Suku Bidayuh di Kalimantan Barat (Sanggau); Suku Mali di Kalimantan Barat; Suku Seberuang di Kalimantan Barat (Sintang); Suku Sekujam di Kalimantan Barat (Sintang); Suku Sekubang di Kalimantan Barat (Sintang); Suku Ketungau di Kalimantan Barat; Suku Desa di Kalimantan Barat; Suku Kantuk di Kalimantan Barat; Suku Ot Danum atau Dohoi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat; Suku Limbai di Kalimantan Barat; Suku Kebahan di Kalimantan Barat; Suku Pawan di Kalimantan Barat; Suku Tebidah di Kalimantan Barat; Suku Bakumpai di Kalimantan Selatan Barito Kuala; Orang Barangas di Kalimantan Selatan Barito Kuala; Suku Bukit di Kalimantan Selatan; Orang Dayak Pitap di Tebing Tinggi (Balangan); Suku Dayak Hulu Banyu di Kalimantan Selatan Suku Dayak Balangan di Kalimantan Selatan; Suku Dusun Deyah di Kalimantan Selatan (Tabalong); Suku Ngaju di Kalimantan Tengah (Kabupaten Kapuas); Suku Siang Murung di Kalimantan Tengah (Murung Raya); Suku Bara Dia di Kalimantan Tengah (Barito Selatan); Suku Ot Danum di Kalimantan Tengah; Suku Lawangan di Kalimantan Tengah; Suku Dayak Bawo di Kalimantan Tengah (Barito Selatan); Suku Tunjung, Kutai Barat, rumpun Ot Danum; Suku Benuaq, Kutai Barat, rumpun Ot Danum; Suku Bentian, Kutai Barat, rumpun Ot Danum; Suku Bukat, Kutai Barat; Suku Busang, Kutai Barat; Suku Ohong, Kutai Barat; Suku Kayan, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan; Suku Bahau, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan; Suku Penihing, Kutai Barat, rumpun Punan; Suku Punan, Kutai Barat, rumpun Punan; Suku Modang, Kutai Timur, rumpun Punan; Suku Basap, Bontang Kutai Timur; Suku Ahe di Kabupaten Berau; Suku Tagol, Malinau, rumpun Murut; Suku Brusu, Malinau, rumpun Murut; Suku Kenyah, Malinau, rumpun Apo Kayan; Suku Lundayeh, Malinau; Suku Pasir di Kalimantan Timur: Kabupaten Pasir; Suku Dusun di Kalimantan Tengah; Suku Maanyan di Kalimantan Tengah (Barito Timur); Orang Maanyan Paju Sapuluh; Orang Maanyan Paju Epat; Orang Maanyan Dayu; Orang Maanyan Paku; Orang Maanyan Benua Lima Maanyan Paju Lima; Orang Dayak Warukin di Tanta, Tabalong, Kalsel; Suku Samihim, Pamukan Utara, Kotabaru, Kalsel
  • Suku Dompu NTB (Kabupaten Dompu)
  • Suku Donggo, Bima
  • Suku Donggala di Sulawesi Tengah
  • Suku Dondo di Sulawesi Tengah (Kabupaten Toli-Toli)
  • Suku Duri Terletak di bagian utara Kabupaten Enrekang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, meliputi tiga kecamatan induk Anggeraja, Baraka, dan Alla di Sulawesi Selatan

E

  • Suku Eropa (orang Indo, peranakan Eropa-Indonesia, atau etnik Mestizo)

F

  • Suku Flores di NTT (Flores Timur)
  • Suku Lamaholot, Flores Timur, terdiri dari: Suku Wandan, di Solor Timur, Flores Timur; Suku Kaliha, di Solor Timur, Flores Timur; Suku Serang Gorang, di Solor Timur, Flores Timur; Suku Lamarobak, di Solor Timur, Flores Timur; Suku Atanuhan, di Solor Timur, Flores Timur; Suku Wotan, di Solor Timur, Flores Timur; Suku Kapitan Belen, di Solor Timur, Flores Timur

G

  • Suku Gayo di Aceh (Gayo Lues Aceh Tengah Bener Meriah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Tamiang)
  • Suku Gorontalo di Gorontalo (Kota Gorontalo)
  • Suku Gumai di Sumatera Selatan (Lahat)

I

  • Suku India, terdiri dari: Suku Tamil di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta; Suku Punjab di Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Jawa Timur; Suku Bengali di DKI Jakarta; Suku Gujarati di DKI Jakarta dan Jawa Tengah; Orang Sindhi di DKI Jakarta dan Jawa Timur; Orang Sikh di Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Jawa Timur

J

  • Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
  • Suku Tengger di Jawa Timur (Probolinggo, Pasuruan, dan Malang)
  • Suku Osing di Jawa Timur (Banyuwangi)
  • Suku Samin di Jawa Tengah (Purwodadi)
  • Suku Bawean di Jawa Timur (Pulau Bawean)
  • Suku Jambi di Jambi (Kota Jambi)
  • Suku Jepang di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Bali

K

  • Suku Kei di Maluku Tenggara (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual)
  • Suku Kaili di Sulawesi Tengah (Kota Palu)
  • Suku Kampar
  • Suku Kaur di Bengkulu (Kabupaten Kaur)
  • Suku Kayu Agung di Sumatera Selatan
  • Suku Kerinci di Jambi (Kabupaten Kerinci)
  • Suku Komering di Sumatera Selatan (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Baturaja)
  • Suku Konjo Pegunungan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
  • Suku Konjo Pesisir, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
  • Suku Koto di Sumatera Barat
  • Suku Kubu di Jambi dan Sumatera Selatan
  • Suku Kulawi di Sulawesi Tengah
  • Suku Kutai di Kalimantan Timur (Kutai Kartanegara)
  • Suku Kluet di Aceh (Aceh Selatan)
  • Suku Korea di DKI Jakarta
  • Suku Krui di Lampung

L

  • Suku Laut, Kepulauan Riau
  • Suku Lampung, terdiri dari: Suku Sungkai di Lampung; Suku Abung di Lampung; Suku Way Kanan di Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu; Suku Pubian di Lampung; Suku Tulang Bawang di Lampung; Suku Melinting di Lampung; Suku Peminggir Teluk di Lampung; Suku Ranau di Lampung, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara; Suku Komering di Sumatera Selatan; Suku Cikoneng di Banten; Suku Merpas di Bengkulu; Suku Belalau di Lampung; Suku Smoung di Lampung; Suku Semaka di Lampung
  • Suku Lematang di Sumatera Selatan
  • Suku Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
  • Suku Lintang, Sumatera Selatan
  • Suku Lom, Bangka Belitung
  • Suku Lore, Sulawesi Tengah
  • Suku Lubu, daerah perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat

M

  • Suku Moronene di Sulawesi Tenggara.
  • Suku Madura di Jawa Timur (Pulau Madura, Kangean, wilayah Tapal Kuda)
  • Suku Makassar di Sulawesi Selatan: Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba (sebagian), Kabupaten Sinjai (bagian perbatasan Kab Gowa), Kabupaten Maros (sebagian), Kabupaten Pangkep (sebagian), Kota Makassar
  • Suku Mamasa (Toraja Barat) di Sulawesi Barat: Kabupaten Mamasa
  • Suku Mandar Sulawesi Barat: Polewali Mandar
  • Suku Melayu, terdiri dari Suku Melayu Tamiang di Aceh (Aceh Tamiang); Suku Melayu Riau di Riau dan Kepulauan Riau; Suku Melayu Deli di Sumatera Utara; Suku Melayu Jambi di Jambi; Suku Melayu Bangka di Pulau Bangka; Suku Melayu Belitung di Pulau Belitung; Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat
  • Suku Mentawai di Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai)
  • Suku Minahasa di Sulawesi Utara (Kabupaten Minahasa), terdiri 9 subetnik : Suku Babontehu; Suku Bantik; Suku Pasan Ratahan
  • Suku Ponosakan; Suku Tonsea; Suku Tontemboan; Suku Toulour; Suku Tonsawang; Suku Tombulu
  • Suku Minangkabau, Sumatera Barat
  • Suku Mongondow, Sulawesi Utara
  • Suku Mori, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
  • Suku Muko-Muko di Bengkulu (Kabupaten Mukomuko)
  • Suku Muna di Sulawesi Tenggara (Kabupaten Muna)
  • Suku Muyu di Kabupaten Boven Digoel, Papua
  • Suku Mekongga di Sulawesi Tenggara (Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Utara)
  • Suku Moro di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara

N

  • Suku Nias di Sumatera Utara (Kabupaten Nias, Nias Selatan dan Nias Utara dari dua keturunan Jepang dan Vietnam)
  • Suku Ngada di NTT: Kabupaten Ngada

O

  • Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
  • Suku Ogan di Sumatera Selatan
  • Suku Ocu di Kabupaten Kampar, Riau

P

  • Suku Padoe di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
  • Suku Papua / Irian, terdiri dari: Suku Asmat di Kabupaten Asmat; Suku Biak di Kabupaten Biak Numfor; Suku Dani, Lembah Baliem, Papua; Suku Ekagi, daerah Paniai, Abepura, Papua; Suku Amungme di Mimika; Suku Bauzi, Mamberamo hilir, Papua utara; Suku Arfak di Manokwari; Suku Kamoro di Mimika
  • Suku Palembang di Sumatera Selatan (Kota Palembang)
  • Suku Pamona di Sulawesi Tengah (Kabupaten Poso) dan di Sulawesi Selatan
  • Suku Pesisi di Sumatera Utara (Tapanuli Tengah)
  • Suku Pasir di Kalimantan Timur (Kabupaten Pasir)
  • Suku Pubian di Lampung
  • Suku Pattae di Polewali Mandar
  • Suku Pakistani di Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah
  • Suku Peranakan (Tionghoa-Peranakan atau Baba Nyonya)

R

  • Suku Rawa, Rokan Hilir, Riau
  • Suku Rejang di Bengkulu (Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong)
  • Suku Rote di NTT (Kabupaten Rote Ndao)
  • Suku Rongga di NTT Kabupaten Manggarai Timur
  • Suku Rohingya

S

  • Suku Sabu di Pulau Sabu, NTT
  • Suku Saluan di Sulawesi Tengah
  • Suku Sambas (Melayu Sambas) di Kalimantan Barat: Kabupaten Sambas
  • Suku Samin di Jawa Tengah (Blora) dan Jawa Timur (Bojonegoro)
  • Suku Sangir di Sulawesi Utara (Kepulauan Sangihe)
  • Suku Sasak di NTB, Lombok
  • Suku Sekak Bangka
  • Suku Sekayu di Sumatera Selatan
  • Suku Semendo di Bengkulu, Sumatera Selatan (Muara Enim)
  • Suku Serawai di Bengkulu (Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma)
  • Suku Simeulue di Aceh (Kabupaten Simeulue)
  • Suku Sigulai di Aceh (Kabupaten Simeulue bagian utara
  • Suku Suluk di Kalimantan Utara)
  • Suku Sumbawa Di NTB (Kabupaten Sumbawa)
  • Suku Sumba di NTT (Sumba Barat, Sumba Timur)
  • Suku Sunda di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, Sumatra Selatan dan Jawa Tengah
  • Suku Sungkai di Lampung Lampung Utara

T

  • Suku Talaud di Sulawesi Utara (Kepulauan Talaud)
  • Suku Talang Mamak di Riau (Indragiri Hulu)
  • Suku Tamiang di Aceh (Kabupaten Aceh Tamiang)
  • Suku Tengger di Jawa Timur (Kabupaten Pasuruan) dan Probolinggo (lereng G. Bromo)
  • Suku Ternate di Maluku Utara (Kota Ternate)
  • Suku Tidore di Maluku Utara (Kota Tidore)
  • Suku Tidung di Kalimantan Timur (Kabupaten Tanah Tidung)
  • Suku Timor di NTT, Kota Kupang
  • Suku Tionghoa, terdiri dari: Orang Cina Parit di Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel; Orang Cina Benteng di Tangerang, Provinsi Banten; Orang Tionghoa Hokkien di Jawa dan Sumatera Utara; Orang Tionghoa Hakka di Belitung dan Kalimantan Barat; Orang Tionghoa Hubei; Orang Tionghoa Hainan; Orang Tionghoa Kanton; Orang Tionghoa Hokchia; Orang Tionghoa Tiochiu
  • Suku Tojo di Sulawesi Tengah (Kabupaten Tojo Una-Una)
  • Suku Toraja di Sulawesi Selatan (Tana Toraja)
  • Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara (Kendari)
  • Suku Toli Toli di Sulawesi Tengah (Kabupaten Toli-Toli)
  • Suku Tomini di Sulawesi Tengah (Kabupaten Parigi Moutong)

U

  • Suku Una-una di Sulawesi Tengah (Kabupaten Tojo Una-Una)
  • Suku Ulu di Sumatera Utara (Mandailing natal)

W

  • Suku Wolio di Sulawesi Tenggara (Buton)