Infografis – Dampak Positif Kopi Bagi Ekonomi Indonesia

dampak perdagangan kopi bagi ekonomi indonesia houseofinfographics.com

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar dunia setelah Brazil dan Vietnam. Budaya meminum kopi di Indonesia telah menjadi kebiasaan dan aktivitas umum bagi sebagian besar masyarakat.

Produksi perkebunan kopi di Indonesia memberikan sumbangan bagi perekonomian negara. Menurut data International Coffee Organization tahun 2012, bahwa Indonesia adalah produsen kopi ketiga terbesar di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan jumlah ekspor mencapai 10.950.000 karung (1 karung 60 kg). Bukan tanpa sebab, wilayah Indonesia memiliki letak geografis yang cocok untuk pertumbuhan tanaman kopi.

Sejarah kopi di Indonesia berasal dari masa penjajahan kolonial / VOC, pada tahun 1696. Belanda membawa kopi dari Malabar, India dan dibawa ke Jawa. Saat itu, kopi pertama kali dibudidayakan di kawasan perkebunan dekat Batavia, yaitu Kedawung. Namun gagal, karena tanaman kopi mati akibat banjir.

Selanjutnya, pemerintah Belanda pada tahun 1699 kembali mendatangkan bibit kopi dari hasil stek kopi dari Malabar. Upaya ini berhasil, pada tahun 1706 sampel kopi dari Jawa dikirim ke Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam, hasilnya adalah kopi dari Jawa memiliki kualitas yang sangat baik. Pada perkembangannya, tanaman kopi menjadi komoditas tanaman perkebunan yang dikembangkan di seluruh Indonesia.

Namun pada tahun 1878 terjadi bencana perkebunan kopi, dimana tanaman kopi terutama di dataran rendah rusak akibat penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix. Selanjutnya, pemerintah kolonial mendatangkan spesies kopi liberika yang diharapkan tahan terhadap wabah karat daun.

Pada waktu itu kopi liberika memiliki harga yang sama dengan arabika di perdagangan Eropa. Akan tetapi, ternyata liberika yang diharapkan tahan terhadap karat daun juga mengalami penyakit yang sama. Kemudian pada tahun 1907 Belanda membawa spesies lain, yaitu kopi robusta untuk di tanam di perkebunan kopi Indonesia yang hingga saat ini lebih tahan terhadap penyakit karat daun.

Setelah Indonesia merdeka, seluruh perkebunan kopi yang ada di nasionalisasi dan sejak saat itu, Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.