Daun Afrika – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Manfaat & Budidaya

Daun Afrika merupakan salah satu tumbuhan tropis yang dikenal dengan khasiatnya sebagai obat herbal. Beberapa masyarakat juga menyebut tanaman ini dengan istilah daun pahit sesuai dengan rasanya. Tumbuhan ini berasal dari benua Afrika dan telah tersebar luas di kawasan tropis lainnya.

Rasa pahit pada Daun Afrika menunjukkan adanya kandungan senyawa dan zat bermanfaat yang begitu banyak didalamnya. Pemanfaatan Daun Afrika paling banyak oleh masyarakat adalah sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Taksonomi

Daun Afrika dikenal dengan nama bitter leaf yang berarti daun pahit oleh penduduk Afrika. Istilah daun pahit juga biasa digunakan oleh warga Indonesia untuk menyebut tanaman ini. Sementara di Malaysia Daun Afrika diberi nama Daun Kupu-Kupu.

wikimedia.org

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah atau taksonomi dari tanaman Daun Afrika, yaitu:

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
Sub-divisiAngiospermae
KelasDicotyledone
OrdoAsterales
FamiliAsteraceae
GenusVernonia
SpesiesVernonia amygdalina

Morfologi Daun Afrika

Daun Afrika atau bitter leaf merupakan kelompok semak dengan bentuk atau morfologi yang cukup sulit diidentifikasi akrena tidak ada ciri yang mencolok dari struktur tanaman ini. Akan tetapi apabila diamati lebih teliti, Daun Afrika dapat dikenali dengan mengacu apda ciri berikut ini:

1. Batang

Batang tanaman Daun Afrika mempunyai anatomi yang tidak jauh berbeda dengan kelompok semak lainnya. Bagian ini mempunyai ukuran kecil dan dapat tumbuh hingga ketinggian antara 7 sampai 10 meter. Pertumbuhan batang tegak lurus ke atas dan strukturnya tidak begitu kuat.

Warna kulit batang Daun Afrika adalah abu-abu dan sedikit kecokelatan. Tumbuhan ini mempunyai percabangan yang cukup banyak., akan tetapi cabangnya tidak begitu mencolok karena selain tidak terlalu panjang, kondisinya juga rapuh. Warna cabang Daun Afrika adalah hijau dan kadang sedikit cokelat ketika telah tua.

Batang Daun Afrika sebenarnya merupakan batang berkayu dengan penampang berbentuk bulat. Saat usia tanaman sudah tua maka warna batangnya akan berubah menjadi cokelat kotor. Sedangkan jenis akar tanaman yang dimiliki oleh daun pahit ini ialah akar tunggang.

2. Daun

Daun Afrika memiliki daun dengan sistem pertulangan menyirip. Bagian ini berbentuk agak lonjong dengan ukuran panjang sekitar 10 sampai 15 cm dan lebarnya antara 4 sampai 5 cm. Pertulangan daunnya terlihat jelas dan tulang yang berada di tengah mempunyai warna agak kemerah-merahan.

Tekstur daun tanaman ini cukup lembut baik pada bagian atas ataupun bawahnya. Bagian ujung dan dekat pangkal daun berbentuk meruncing. Sedangkan tepi daun mempunyai tekstur bergerigi dan keseluruhan daunnya berwarna hijau.

Habitat Daun Afrika

Daun Afrika adalah flora yang berasal dari wilayah Afrika. Tumbuhan ini tumbuh dengan baik di lingkungan tropis Afrika dengan pasokan cahaya matahari cukup disertai kelembaban tanah yang tinggi. Selain itu Daun Afrika juga dapat tumbuh optimal pada tanah yang kaya akan kandungan humus.

daun afrika wikimedia.org

Tumbuhan yang dijuluki bitter leaf ini mampu hidup pada berbagai keadaan tanah. Biasanya Daun Afrika ditemukan tumbuh di sepanjang aliran sungai, kawasan pinggir hutan, dan sekitar danau. Selain itu tanaman ini juga mampu beradaptasi di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut. 

Curah hujan yang diperlukan Daun Afrika agar bisa bertahan hidup tidak terlalu tinggi. Paling tidak dalam satu tahun curah hujan pada lingkungan tumbuhnya berkisar antara 750 sampai 2.000 mm. Hal ini jugalah yang membuat Daun Afrika memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan di luar kawasan Afrika seperti iklim tropis di Indonesia.

Sebaran Daun Afrika

Telah disebutkan bahwa Daun Afrika berasal dari dataran Benua Afrika yang beriklim tropis. Flora ini kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Beberapa negara yang ditumbuhi tanaman dengan nama bitter leaf secara liar antara lain Guinea Timur dan juga Somalia. Dari kawasan inilah penyebarannya berlanjut menuju kawasan selatan dan utara Afrika.

Setelah mencapai Afrika bagian utara, penyebaran Daun Afrika kemudian berlanjut ke bagian timur Afrika Selatan dan terus hingga ke kawasan Yaman. Berikutnya persebaran Daun Afrika mulai merambah ke wilayah Benua Asia yang juga mempunyai iklim tropis dan sub-tropis. Tanaman ini sampai di China dan menyebar hingga ke Asia Tenggara.

Afrika Barat dikenal sebagai wilayah yang paling kaya akan tumbuhan Daun Afrika. Flora ini biasa ditanam dan dimanfaatkan sebagai sayur oleh masyarakat Kamerun, Benin, Nigeria, Kongo, dan juga Gabon. Sementara itu setelah menyebar ke Asia, penduduk China umumnya mengolah tanaman ini sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai jenis penyakit.

Cara Menanam / Budidaya

Pada kondisi alami dan normal, Daun Afrika mampu berkembangbiak secara mandiri dengan menghasilkan tunas baru. Tunas tersebut tumbuh di bagian pangkal pohon dan biasanya muncul dari batang utama. Tunas tersebut awalnya hanya berbentuk seperti akar yang lambat laun akan berubah menjadi anakan baru.

Akan tetapi perbanyakan Daun Afrika lebih sering dilakukan dengan bantuan manusia khususnya jika sengaja dibudidayakan. Hal ini tidak lepas dari proses tumbuhnya yang terbilang mudah, sehingga tidak memerlukan perhatian serius.

Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana untuk membudidayakan Daun Afrika, yaitu:

  • Pemotongan Batang. Langkah pertama yaitu memotong bagian batang atau cabang Daun Afrika. Bagian yang diambil harus berasalk dari tanaman yang berusia tua. Usia tanaman tersebut ditandai dengan ukurannya yang besar dan berwarna cokelat kotor.
  • Penanaman Batang. Berikutnya batang yang sudah dipotong bisa langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Cara penanaman batang Daun Afrika sangat mudah sebab cukup ditancapkan langsung ke dalam tanah.
  • Menyemai Batang. Langkah ini bisa dilakukan apabila tidak ingin langsung menancap batang ke dalam tanah. Proses persemaian biasanya dilakukan dengan menyimpan batang di area basah dan ditunggu hingga batang tersebut mengeluarkan akar halus yang kemudian ditanam di tanah.
  • Perawatan Individu Baru. Sampai pada tahap penanaman batang Daun Afrika ditanah sebenarnya sudah cukup. Sebab setelah itu tanaman ini akan melakukan pertumbuhan alami dengan sendirinya dan tidak memerlukan perlakuan khusus selama cahaya matahari yang diperoleh maksimal serta kondisi tanahnya gembur.

Kandungan Daun Afrika

Daun Afrika kaya kandungan senyawa kimia dan berbagai macam nutrisi. Tanaman ini mengandung persentase zat baik untuk tubuh, seperti protein 19,2%, karbohidrat 68,4%, asam askorbat 166,5%, serat 19,2%, dan lemak 4,7%. Selain itu ada juga nutrisi seperti kalium, sulfur, magnesium, selenium, kalsium, karotenoid, natrium, mangan, dan tembaga.

budidaya daun afrika wikimedia.org

Senyawa kimia yang terkandung di dalam Daun Afrika antara lain saponin berupa steroid saponin dan vernoniosida, flavonoid, peptida, asam fenolat, seskuiterpen lakton berupa cernolida, vernolepin, vernodalin, vernoladol, dan vernomygdin, peptida, luteolin, tannin, glikosida, dan xanton.

Kandungan nutrisi dan senyawa kimia itulah yang membuat Daun Afrika terasa sangat pahit. Rasa pahit tersebut sangat terasa di bagian daunnya yang juga sekaligus memberi khasiat obat untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang mengancam kesehatan tubuh manusia. 

Manfaat Daun Afrika

Tanaman dengan rasa pahit memang identik sebagai bahan dasar ramuan obat tradisional. Hal ini juga berlaku untuk Daun Afrika memiliki rasa yang pahit. Beberapa penelitian bahkan juga telah membuktikan bahwa tanaman ini mengandung sederet manfaat untuk kesehatan manusia.

Berikut ini adalah beberapa manfaat Daun Afrika untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang mengganggu kesehatan, antara lain:

1. Mengobati Flu dan Pilek

Daun Afrika memiliki kandungan senyawa flavonoid yang tinggi. Mengonsumsi daun ini ketika mengalami pilek ataupun flu dipercaya efektif untuk menyembuhkan. Sebab senyawa tersebut dapat langsung bekerja dengan cara membasmi virus yang menyebabkan flu.

2. Menyembuhkan Tifus

Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen bernama Salmonella typhosa. Bakteri ini memang tidak akan hilang sepenuhnya dari dalam tubuh penderita, tetapi rutin mengonsumsi Daun Afrika diyakini ampuh untuk mempercepat proses penyembuhan dengan cara melawan bakteri penyebab tifus tersebut.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan yang sangat berbahaya. Daun Afrika diketahui kaya akan kandungan zat antiseptik dan antioksidan seperti asam lemak omgea-6 dan omega-3. Kedua zat tersebut telah terbukti secara klinis mampu menjaga pembuluh darah arteri yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular.

4. Menghindari Penyakit Ginjal

Ginjal mempunyai peran yang sangat vital untuk kehidupan manusia, sehingga kondisinya harus selalu dalam keadaan stabil. Daun Afrika diketahui mengandung banyak zat dan senyawa yang bisa menyehatkan fungsi ginjal, seperti asam lemak, vitamin, dan asam fenolat yang berperan sebagai antioksidan didalam tubuh manusia.

5. Mencegah Kanker

Daun Afrika juga efektif untuk mencegah kanker pada tubuh karena di dalam daun tanaman ini terkandung zat antikanker. Bahkan sebuah penelitian ilmiah menyatakan bahwa Daun Afrika berkhasiat untuk mencegah kanker payudara karena zat antioksidan-nya memiliki kemampuan untuk mengatasi kerusakan pada sel DNA akibat radikal bebas.

6. Merawat Kecantikan Kulit

Daun Afrika juga mengandung androfolit dan andrografin yang efektif mengatasi penuaan dini pada kulit dan juga mencegah terjadinya infeksi yang berujung pada kerusakan jaringan kulit. Berdasarkan hal itu pemanfaatan Daun Afrika dalam bidang obat-obatan juga dimanfaatkan untuk bahan mempercantik diri.

Beberapa khasiat yang bisa diperoleh dengan rutin mengoleskan Daun Afrika yang telah dihaluskan pada wajah dan kulit adalah mengatasi jerawat dan komedo. Selain itu tanaman ini juga efektif digunakan untuk mengatasi kurap dan kusta yang ada pada tubuh.