Ranu Pani – Desa Tertinggi Pulau Jawa & Check Point Pendakian Semeru

Desa Ranu Pani – Gunung Semeru dengan puncak Mahameru-nya serta danau Ranu Kumbolo merupakan keindahan alam yang tidak dapat dipisahkan. Terutama bagi para pendaki gunung yang pernah mengunjunginya.

Di kawasan Semeru, ada sebuah desa yang menjadi desa tertinggi di Pulau Jawa, yaitu Desa Ranu Pani. Ketinggian desa ini ada disekitar 2.100 mdpl dan kerap dijadikan salah satu titik pemberangkatan pendakian Gunung Semeru.

Desa ini sungguh asri dengan panorama indah serta masyarakat khas Jawa yang ramah. Banyak para wisatawan yang singgah di desa ini sebelum mereka memulai petualangan menakhlukan Mahameru.

desa ranu pani @kriswantoandreas

Desa Ranu Pani masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sedangkan secara administratif terletak di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Ranu Pani adalah desa terakhir sebelum menuju ke Semeru dengan pemandangan alam yang sangat luar biasa. Desa ini memiliki tiga danau memukau, yaitu Danau Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo. Tempat ini didominasi oleh pepohonan hijau yang rimbun, suasana tenang asli pedesaan, udara sejuk, serta aliran air yang jernih.

Desa Ranu Pane dihuni oleh masyarakat asli Suku Tengger yang sebagian besar menganut agama Hindu atau kepercayaan peninggalan Majapahit. Jumlah penduduk desa ini sekitar 2.000 dengan kehidupan desa yang arif.

Setiap tahun warga selalu mengadakan upacara adat atau ritual bersih desa, unan-unan dan lainnya yang juga menjadi daya tarik wisatawan. Di desa ini juga terdapat pura kecil, yaitu Pura Pedanyangan yang hingga kini masih digunakan untuk ibdah masyarakat sekitar.

Sebagai check point awal pendakian Gunung Semeru yang tingginya mencapai 3.676 mdpl, desa ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Terdapat persewaan alat perkemahan hingga homestay yang bisa kita sewa. Menurut perhitungan, sekitar 45 juta wisatawan pasti melewati Ranu Pani sebelum mencapai Ranu Kumbolo atau Semeru.

danau ranu pani indonesiakaya.com

Beberapa penduduk lokal juga berprofesi sebagai pemandu pendakian dan porter yang sangat ulung, sedangkan mayoritas penduduknya adalah petani kentang, kubis dan wortel.

Terletak pada ketinggian 2.100 mdpl, pada musim kemarau (Juli hingga Agustus) biasanya terjadi fenomena alam di Desa Ranu Pani, yaitu “salju”. Kondisi ekstrim ini menjadikan pepohonan dan rumput di daerah Ranu Pani tertutup oleh embun yang membeku. Suhunya bahkan mencapai 0 hingga -4 derajat Celcius.