Emisi Karbon – Arti, Penyebab, Dampak, Contoh & Cara Mengurangi

Pada tahun 2018, World Resource Institute (WRI) merilis peringkat negara penghasil emisi karbon tertinggi. Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia menempati posisi ke-8 sebagai negara yang menghasilkan karbon tertinggi di dunia. Ternyata, meski sebagai negara dengan luasan hutan tropis yang besar, ternyata tidak menjamin bahwa Indonesia sanggup menekan emisi.

Adanya emisi karbon memberikan dampak negatif bagi kehidupan, mencakup masalah lingkungan, kesehatan, serta perekonomian secara luas. Lalu, langkah apa yang harus ditempuh untuk mengatasinya? Apa solusinya? dan hal nyata apa yang bisa kita lakukan?

Pengertian Emisi Karbon?

Hampir sama seperti polusi, emisi merujuk pada proses pelepasan atau pembuangan zat atau substansi ke lingkungan. Istilah ini biasa digunakan untuk konteks pelepasan gas, seperti gas rumah kaca atau polutan atmosfer. Emisi bisa berasal dari berbagai sumber, seperti pabrik, kendaraan bermotor, pembangkit listrik, atau proses alami seperti letusan gunung berapi.

Berdasarkan pengertian mengenai emisi tersebut, maka maksud dari emisi karbon atau carbon emission adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran segala senyawa yang mengandung karbon, seperti CO2, solar, bensin, LPG, serta bahan bakar lainnya ke atmosfer bumi.

emisi karbon

Fenomena pencemaran lingkungan ini menjadi salah satu faktor penyumbang terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global, sehingga menyebabkan naiknya suhu bumi akibat efek rumah kaca.

Emisi yang dihasilkan tersebut dapat dihitung menggunakan metode pengukuran jejak karbon atau carbon footprint. Jejak karbon adalah jumlah emisi CO2 dan zat-zat rumah kaca lain yang berkaitan dengan semua jenis kegiatan seseorang atau entitas lain, seperti rumah, perusahaan, negara dan lainnya. Satuan yang digunakan dalam menghitung jumlah emisi karbon adalah ton ekuivalen karbondioksida (CO2).

Penyebab Emisi Karbon

Polusi karbon umumnya disebabkan oleh kegiatan pembakaran senyawa-senyawa yang mengandung unsur karbon. Contohnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk keperluan bidang industri, manufaktur, transportasi serta kegiatan lain untuk menunjang aktivitas manusia.

Sejak Revolusi Industri pertama, manusia telah menghasilkan lebih dari 2.000 gigaton emisi karbondioksida di atmosfer sehingga membentuk selubung rumah kaca. Selubung rumah kaca tersebut berdampak pada tertahannya panas keluar dari bumi, dimana fenomena yang dikenal dengan efek rumah kaca ini menjadi penyebab pemanasan global.

baca juga:  Alasan Penting Perusahaan Melakukan Carbon Offsetting - Contohnya Melalui Penanaman Pohon

Pemanfaatan alat elektronik juga turut berkontribusi dalam pelepasan gas karbon. Misalnya penggunaan smartphone yang mempengaruhi jumlah karbon emisi di udara.

Menurut data yang bersumber dari Journal Of Cleaner Production melalui inventarisasi kontribusi ICT (Information and Communication Technology), perangkat pintar meliputi PC (personal computer), laptop, monitor, smartphone dan tablet serta infrastruktur pusat data dan jaringan telekomunikasi, ditemukan fakta mencengangkan mengenai jejak karbon yang dihasilkan.

Kontribusi alat telekomunikasi dan informasi terhadap jejak karbon global diperkirakan akan terus meningkat, contohnya pada tahun 2007 yang hanya kurang lebih 1%, naik menjadi 3,5% pada tahun 2020, dan akan mencapai 14% pada tahun 2040.

peningkatan kadar emisi karbon Climate Central

Pada tahun 2010 emisi yang dihasilkan dari smartphone sekitar 4% dan pada tahun 2020 telah mencapai 11%. Persentase tersebut merupakan paling tinggi bila dibandingkan dengan PC, laptop, dan display komputer. Lebih dari itu, nilai absolut emisi karbon dan gas rumah kaca yang disebabkan oleh smartphone terus meningkat dari 17 hingga 125 megaton atau setara dengan CO2 per tahun (Mt-CO2e/tahun). Pada kurun waktu tersebut, laju pertumbuhannya sebesar 730%.

Sebagai informasi, sumbangan terbesar dari jumlah persen diatas disebabkan oleh proses produksi perangkat, termasuk operasional mesin pembangkit, bahan tambang material perangkat, serta pembangkit server pada pusat data. Promosi perusahaan yang memberikan tawaran kepada kita agar membeli ponsel keluaran terbaru juga makin menajdikan banyaknya limbah yang dihasilkan.

Pengiriman dan proses mengunggah data berupa teks, foto, dan video, email dan lainnya yang membutuhkan pusat data juga harus standby selama 24 jam. Meski kondisi ini tidak bisa kita rasakan secara langsung, namun akan terus berdampak hingga puluhan bahkan ratusan tahun kedepan.

Selain dua contoh penyebab emisi karbon tersebut, masih banyak lagi aktivitas sehari-hari yang tanpa kita sadari berdampak efek jangka panjang. Misalnya penggunaan kendaraan pribadi, penggunaan energi listrik, dan konsumsi makanan dan minuman.

Dampak Negatif Emisi Karbon

Tercemarnya lapisan atmosfer bumi oleh senyawa-senyawa karbon sehingga terjadi peningkatan konsentrasi karbon tentu berdampak pada lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Berikut ini beberapa dampak buruk emisi karbon, antara lain:

  1. Dampak Buruk Emisi Karbon bagi Lingkungan – Pengaruh carbon emission pada lingkungan memberi dampak negatif sebagai berikut:
    • Secara umum dampak bagi lingkungan adalah meningkatnya suhu bumi setiap tahunnya. Akibatnya peningkatan suhu tersebut, salju atau es laut di kutub dan cakupan gletser akan berkurang sehingga menyebabkan permukaan air laut naik. Dampaknya adalah kawasan pesisir semakin berpotensi mengalami banjir.
    • Abrasi pantai juga diperkirakan akan terus meningkat akibat semakin tingginya permukaan air laut.
    • Risiko terjadinya kebakaran hutan cenderung meningkat karena peningkatan frekuensi dan fenomena gelombang panas.
    • Kemungkinan satwa di alam liar mengalami stress lebih tinggi karena perubahan iklim.
    • Perubahan iklim dan pemanasan global akan mengakibatkan cuaca tidak stabil dan risiko bencana alam meningkat.
    • Meningkatnya curah hujan dan potensi hujan lebat atau badai lebih sering terjadi, sehingga peluang bencana banjir bandang akan lebih tinggi.
  2. Dampak Buruk Carbon Emission bagi Kesehatan – Terjadinya peningkatan emisi karbon akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia, antara lain:
    • Peningkatan suhu bumi dan cuaca ekstrem akan menimbulkan berbagai penyakit baru yang berevolusi. Selain itu, saat cuaca semakin panas akan meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat berakibat fatal.
    • Terjadi masalah yang serius pada pernapasan dan kardiovaskuler, serta karena kualitas udara yang semakin burukan akan meningkatkan risiko munculnya berbagai jenis kanker.
    • Risiko penularan penyakit lebih cepat melalui perantara air, makanan, dan hewan pengerat.
  3. Akibat Buruk Emisi Gas Rumah Kaca pada Sektor Ekonomi – Selain memberikan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan, kondisi ekonomi pun akan terkena dampak jika emisi karbon terus meningkat, yaitu:
    • Kegiatan pertanian, kehutanan, pariwisata dan lainnya yang dipengaruhi oleh faktor cuaca akan terpuruk.
    • Cuaca ekstrem akibat meningkatnya emisi karbon menimbulkan rusaknya infrastruktur, seperti jalan, jembatan, tiang telepon atau listrik.
    • Dampak jika terjadi gangguan kesehatan maka akan menambah beban dan tekanan ekonomi serta sosial.
    • Cairnya permafrost atau tanah beku dan kenaikan permukaan air laut berdampak pada eksistensi populasi lokal dan hambatan pengembangan sumberdaya.
baca juga:  Kenapa Air Laut Asin? Kok Bisa Ya? Ini Penyebab & Alasan Ilmiahnya

Contoh Menghitung Carbon Emission

Untuk dapat mengetahui emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, kita bisa melakukan perhitungan sederhana sebagai berikut.

Misalnya kita menggunakan AC atau pendingin ruangan selama satu jam, maka kita akan mengonsumsi energi setara dengan 171 BTU. Cara yang sama bisa kita gunakan untuk menghitung konsumsi energi pada sarana transportasi. Misal kita mengendarai mobil berbahan bakar bensin sejauh 1 km, maka energi yang kita konsumsi setara dengan 2218 BTU.

Dengan menghitung konsumsi energi tersebut, kita bisa menghitung jumlah energi yang diperlukan (dalam satuan liter dan kilogram) untuk menghasilkan energi tersebut.

Berdasarkan hal itu, kita kemudian mencari data emisi yang dihasilkan dari penggunaan setiap liter atau setiap kilogram masing-masing sumber energi. Melalui penghitungan yang sederhana, sehingga bisa ditentukan jumlah emisi CO2 yang dihasilkan oleh setiap sumber energi.

Cara Mengurangi Emisi Karbon

Karbon yang kita hasilkan dalam kegiatan sehari-hari dapat dikurangi dengan meminimalisir pemakaian bahan bakar fosil dan mengubahnya dengan memakai sumber energi ramah lingkungan dan terbarukan.

menanam pohon positivetruenews.com

Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi emisi karbon, antara lain:

  1. Bijak dalam penggunaan energi, seperti efisiensi penggunaan listrik dengan mematikan peralatan listrik jika tidak digunakan, yaitu Air Conditioner (AC), charger ponsel, dispenser, mesin cuci, televisi, kipas angin, dan sebagainya.
  2. Mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum. Selain itu, kita bisa menggunakan sepeda atau berjalan kaki untuk jarak tempuh dekat.
  3. Membeli kebutuhan dari petani lokal atau menanam sendiri agar mengurangi konsumsi produk impor.
  4. Membeli makanan sesuai porsi atau tidak berlebihan untuk mengurangi terbuangnya makanan atau waste food.
  5. Membawa botol minum yang dapat digunakan berulang untuk mengurangi konsumsi air botol kemasan.
  6. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur lokal sehingga mengurangi konsumsi produk import dan badan tetap sehat.
  7. Memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk kompos.
  8. Memisahkan sampah atau limbah rumah tangga berdasarkan jenis organik atau non organik agar mempermudah proses daur ulang.
  9. Efisien dalam penggunaan air bersih sesuai dengan kebutuhan.
  10. Membawa kantong belanja saat berbelanja.
  11. Mengurangi waktu pemakaian smartphone, laptop, atau PC atau hanya digunakan saat dibutuhkan.
  12. Menanam pohon untuk membantu menyerap kembali emisi karbon dan gas rumah kaca melalui proses daur karbon.
baca juga:  Pembangkit Listrik Tenaga Air - Pengertian, Sejarah & Daftar di Indonesia

FAQ

Apa yang dimakud Emisi Karbon?

Emisi karbon merujuk pada proses pelepasan gas-gas rumah kaca ke atmosfer, terutama karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan oleh kegiatan manusia sehari-hari.

Bagaimana cara mengurangi Carbon Emission?

Upaya untuk mengurangi emisi karbon meliputi pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, penggunaan transportasi berkelanjutan, pengurangan limbah dan polusi, serta pelestarian dan penghijauan lahan.

Kegiatan apa saja yang menghasilkan Emisi CO2?

Emisi karbon dihasilkan dari berbagai sumber, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam) untuk kegiatan industri, transportasi, dan pembangkit listrik, kegiatan pertanian, serta pembakaran sampah. Selain itu, deforestasi (penggundulan hutan) turut berkontribusi terhadap emisi karbon, karena pohon-pohon yang ditebang tidak bisa menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis.

Industrial Engineer, Civil Servant, Entrepreuner & Writer.