Gorila – Taksonomi, Ciri, Jenis, Sebaran, Status Kelangkaan & Fakta Unik

4.3/5 - (3 votes)

Apakah jenis primata terbesar di dunia? Jawabannya adalah gorila. Primata ini sangat kuat dan mempunyai gaya unik memukul dada untuk memamerkan kekuatannya.

Jenis primata terbesar ini juga menjadi inspirasi salah satu film terkenal berjudul King Kong yang digambarkan sebagai karakter bertubuh besar atau raksasa. Sebagai salah satu jenis primata, DNA gorila memiliki kesamaan 97% sampai 98% dengan DNA manusia. Persentase tersebut menempati urutan kedua setelah simpanse yang menjadi spesies primata terdekat dengan manusia.

Taksonomi

Berdasarkan klasifikasi ilmiah, berikut adalah taksonomi gorilla:

KingdomAnimalia
SubkingdomBilateria
InfrakingdomDeuterostomia
FilumChordata
SubfilumVertebrata
InfrafilumGnathostomata
SuperkelasTetrapoda
KelasMammalia
SubkelasTheria
InfrakelasEutheria
OrdoPrimates
SubordoHaplorrhini
InfraordoSimiiformes
SuperfamiliHominoidea
FamiliHominidae
SubfamiliHomininae
GenusGorilla
SpesiesGorilla gorilla

Morfologi

Secara umum primata terbesar di dunia ini memiliki ciri berupa tubuh kekar berwarna gelap kehitaman. Perilaku khas yang sering gorilla lakukan adalah memukul-mukul dadanya dengan keras untuk menunjukkan kekuatannya kepada sesama jenisnya serta musuhnya.

gorilla Pixabay

Gaya yang unik ini pun seakan menjadi gerakan spontanitas bagi manusia untuk menunjukkan eksitensinya.

1. Ukuran Tubuh

Tinggi gorilla sekitar 125 cm sampai 180 cm dengan rentang tangan mencapai 2 meter. Sedangkan beratnya berada diantara 100 kg hingga 270 kg.

2. Tangan dan Kaki

Tangan dan kaki hewan raksasa ini bentuknya mirip manusia, namun lebih kekar dan jarinya lebih panjang. Kesamaan dengan jari manusia lainnya adalah adanya sidik jari yang berbeda pada setiap individu.

3. Mata

Mata gorilla berwarna cokelat terang. Sama seperti bianatang buas lain, Jika kita bertemu dan menatap langsung ke mata gorila, itu berarti kita adalah musuh yang datang untuk mengganggu nya dan diartikan sebagai tantangan. Oleh sebab itu, kontak mata secara langsung dapat memancing gorilla untuk menyerang.

Habitat dan Sebaran

Sebaran gorilla meliputi wilayah Kongo, Afrika Tengah, Gabon, Guinea Khatulistiwa, hingga Kamerun. Primata besar ini hidup di kawasan seperti hutan pegunungan, hutan rawa, hutan bambu dan hutan dataran rendah.

baca juga:  Bekantan - Monyet Hidung Panjang Endemik Kalimantan

Di kawasan hutan pegunungan dan sub-montana, gorilla hidup di lingkungan dengan ketinggian sekitar 2.130 hingga 13.120 mdpl. Selain itu, gorila juga hidup di luar habitat alaminya, seperti di Indonesia yang bertempat di kebun binatang.

Status Kelangkaan

IUCN Red List of Threatened Species atau disingkat IUCN Red List adalah daftar yang membahas status konservasi berbagai jenis makhluk hidup seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Untuk gorila sendiri sudak masuk dalam daftar lembaga tersebut dengan status terancam punah.

Populasi primata raksasa ini jumlahnya terus menurun sehingga mengalami kelangkaan. Faktor-faktor penyebab ancaman kepunahan tersebut adalah perburuan liar, hilangnya habitat, virus, dan lain sebagainya.

Jenis Gorilla

Dalam genus gorilla terbagi menjadi 2 spesies, yaitu Gorila Timur (eastern gorila) dan Gorila Barat (western gorila). Namun selain itu, ada pula jenis lain yang diklasifikasikan berdasarkan habitat hidupnya, yaitu gorila Gorila Cross River (Gorilla gorilla diehli) dan Gorila Gunung (Gorilla beringei beringei).

Pixabay

Berikut adalah ciri masing-masing spesies gorilla tersebut, antara lain:

1. Gorila Timur (Gorilla beringei)

Spesies primata ini adalah hewan terbesar yang hidup di kawasan hutan hujan subalpine, Pegunungan Uganda, Rwanda, hingga Republik Demokratik Kongo. Berat tubuhnya mencapai lebih dari 200 kg untuk jenis jantan.

Saat ini populasinya berada dalam kondisi sangat terancam punah. Data pada tahun 2016 menyatakan bahwa jumlahnya sekitar 6.000 ekor.

2. Gorila Barat (Gorilla gorilla)

Dibandingkan jenis gorilla lain, populasi spesies ini adalah yang paling banyak. Namun ironisnya, spesies ini masuk dalam IUCN Red List akibat ancaman virus Ebola dan perburuan liar.

Hal tersebut diperburuk oleh tingkat reproduksinya yang rendah sehingga populasi di alam liar ters menurun. Ciri spesies gorilla barat adalah bulu tubuhnya berwarna kecokelatan atau keabu-abuan dengan dahi berwarna kekuningan.

3. Gorila Gunung (Gorilla beringei beringei)

Gorilla jenis ini hidup di daerah pegunungan vulkanik Virunga Afrika Tengah dan Taman Nasional Bwindi Impenetrable Uganda. Berdasarkan catatan sensus populasi pda 2016, jumlah hanya sekitar 880 ekor.

baca juga:  (Lengkap) Daftar Nama Pohon di Indonesia + Nama Latin & Sebutan Lokal

4. Gorila Cross River (Gorilla gorilla diehli)

Perbatasan Nigeria hingga Kamerun, tepatnya sekitar hulu Sungai Cross adalah habitat gorilla ini. Populasinya hanya tersisa 250 ekor pada tahun 2014.

Kondisi tersebut menjadikan gorila ini menjadi yang paling langka di dunia. Ciri fisik gorilla cross river adalah tangan dan kaki berukuran lebih kecil dibandingkan jenis lainnya.

Perilaku dan Cara Hidup

Gorilla hidup secara berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya terdiri dari 1 jantan dewasa atau silverblack sebagai pemimpin serta beberapa betina dan jantan muda sebagai blackbacks. Nantinya apabila silverblack mati, maka anggota kawasanan tersebut akan bubar dan pindah ke kelompok lain.

Cara gorila berkomunikasi adalah dengan bahasa isyarat, namun kadang satwa ini juga mengeluarkan suara untuk berkomunikasi dan menarik perhatian lawan jenis. Suara gorila tersebut berupa raungan dan jeritan sebagai bentuk peringatan. Primata ini juga mampu mengeluarkan suara sendawa ketika puas pada apa yang dimakan.

1. Makanan

Gorila adalah hewan herbivora, yaitu pemakan tumbuhan berupa daun, buah, dan batang. Selain itu, ada spesies gorilla yang memakan serangga (semut dan rayap).

Sumber makanan gorila yang sebagian besar berupa tumbuhan sangat mudah ditemukan di hutan sehingga hampir tidak ada persaingan untuk mencari makanan. Hari-hari gorilla dihabiskan untuk istirahat, berjalan dan makan.

Daya jelajah primata ini mulai dari 500 meter hingga 15 km. Jika dilakukan pengamatan, gorila termasuk hewan yang jarang minum karena sumber makanannya yang berupa tumbuhan telah mengandung banyak air.

2. Reproduksi

Sama seperti manusia dan jenis primata lainnya, gorilla berkembangbiak denganc ara vivipar atau melahirkan. Gorilla betina mencapai usia matang pada umur 10 hingga 12 tahun, sedangkan jantan pada usia 11 sampai 13 tahun.

Siklus estrus akan berlangsung selama 30 hingga 33 hari dengan masa kehamilan selama 8,5 bulan. Interval antar kelahiran adalah 4 tahun.

Bayi gorila bergantung penuh pada induknya sebagai pengasuh utama. Anak gorilla akan terus dekat dengan ibunya selama 5 bulan pertama dan tinggal di dekat pemimpin agar mendapatkan perlindungan.

baca juga:  Simpanse - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan & Perbedaan Dengan Gorila

Ibu gorila menyusui anaknya sekitar satu kali per jam. Anak dan induk ini akan menjauh secara perlahan ketika anak berusia lebih dari 5 bulan.

3. Sarang

Satwa berbadan hitam yang satu ini membangun sarang secara individu untuk tempat beristirahat ketika siang dan malam hari.

Namun, anakan masih satu sarang dengan sang induk dan akan membangun sarang sendiri di usia 3 tahun.

Sarangnya sederhana terbuat dari ranting dan daun dengan diameter sekitar 60 cm hingga 160 cm.

Fakta Tentang Gorila

Meski gorilla adalah hewan tanpa predator alami, namun populasinya di alam liar terus menurun karena habitat alami berupa hutan luasannya semakin berkurang. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dari seluruh pihak untuk menjaga dan melindunginya dari kepunahan.

anak gorila Pixabay

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang gorilla, antara lain:

1. DNA Gorilla

Gorilla adalah salah satu kerabat dekat manusia selain simpanse dan bonobo. Primata ini punya 98,3% kemiripan DNA dengan manusia.

Selain itu, ciri dan karakteristiknya pun mirip seperti manusia, seperti tangan, jari dan kemampuan memegang benda dan menggunakan alat.

2. Ekspresif

Selain kesamaan genetik dengan manusia, gorilla juga hewan yang cerdas. Kecerdasan tersebut diterjemahkan dalam bentuk emosi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa gorilla memiliki emosi seperti manusia, seperti kebahagiaan dan kesedihan. Primata besar ini juga memiliki reaksi tertawa seperti manusia, ketika menyapa gorila akan berpelukan dan menunjukkan kasih sayang.

3. Gorilla Tertua di Dunia

Usia hidup gorilla mirip seperti manusia. Di kebun binatang Berlin, Jerman hidup gorila tertua di dunia bernama Fatou. Gorilla tua ini lahir pada tahun 1957.

4. Punya Sidik Jari

Mirip seperti tangan manusia, binatang ini juga memiliki sidik jari tangan dan sidik jari kaki. Para ilmuwan menggunakannya untuk mengidentifikasi antara satu satwa dengan satwa lainnya saat mempelajarinya.

5. Kekuatan Gorilla

Meski tinggi badan gorila tidak jauh berbeda dengan manusia, namun kekuatannya lebih besar dan lebih berotot. Punggung gorilla sangat kuat sehingga mampu mengangkat, mendorong, dan memukul jauh lebih kuat daripada manusia dengan tinggi badan yang sama. Berdasarkan beberapa data, kekuatan primata ini mencapai 4 hingga 10 kali kekuatan manusia dewasa.

6. Gorila Itu Kera atau Monyet?

Gorilla termasuk golongan kera seperti simpanse dan orang utan. Hal ini dikarenakan gorilla mempunyai tubuh besar, tidak seperti monyet yang ukuran tubuhnya relatif kecil.