Pesona Gua Pancur, Jimbaran, Pati, Jawa Tengah

Gua Pancur adalah gua besar dan panjang yang berada di kawasan lereng Pegunungan Kendeng Utara, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Secara keseluruhan, gua ini memiliki kedalaman mencapai 8,27 km. Akan tetapi, penelusuran gua tanpa peralatan lengkap hanya mampu mencapai sekitar satu kilometer.

Pegunungan Kendeng Utara merupakan pegunungan kapur yang membentang di bagian utara pulau Jawa meliputi dua propinsi, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejarah Gua Pancur

Gua Pancur ditemukan pertama kali oleh penduduk sekitar yang bernama Mbah Sarto pada tahun 1932. Pada awalnya, Mbah Sarto mendengar percikan air dengan suara yang dalam.

Karena rasa penasaran, kemudian Mbah Sarto mencari sumber suara yang diyakini berasal dari lereng bukit pegunungan Kendeng dan pada akhirnya menemukan gua ini.

pegunungan kapur utara Wikimedia Commons

Oleh masyarakat sekitar, Gua Pancur dipercaya memiliki sejarah, mitos, legenda dan misteri tersendiri. Menurut sesepuh Desa Jimbaran, gua tersebut merupakan tempat persembunyian bagi pasukan gerilya ketika merebut kemerdekaan dari Belanda. Cerita rakyat tersebut dibuktikan dengan penemuan adanya seragam tentara di dalam gua.

Di kawasan ini juga terdapat obyek wisata lain, yaitu Jurang Nganten. Jurang Nganten adalah sebuah tebih di pegunungan Kendeng yang masih asri dan hijau. Menurut cerita masyarakat lokal, lokasi Jurang Nganten merupakan tempat tinggal pasangan kekasih yang menikah dan hidup di bahagia.

Obyek Wisata Gua Pancur mulai dikenal sejak tahun 1955 dan banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu, di sekitar gua kita juga dapat menikmati indahnya pegunungan karst dan hutan jati yang tumbuh di kawasan tersebut.

Menelusuri Gua

Gua ini memiliki stalaktit dan stalakmit yang masih aktif, sehingga kawasan Gua Pancur menjadi salah satu potensi obyek pariwisata unggulan Kabupaten Pati.

gua pancur humas.jatengprov.go.id

Di depan mulut gua, terdapat danau alami yang airnya bersumber dari aliran air tanah dari dalam Gua Pancur. Danau ini memiliki debit air sekitar 40 liter per detik dan tidak pernah kering meski daerah tersebut mengalami kemarau panjang.

Masuk ke dalam gua, kita dapat melihat bentuk gua yang landai dan datar yang tentunya mempermudah pengunjung untuk menelusuri Gua Pancur. Di dalamnya, kita juga akan menemukan aliran sungai bawah tanah serta sumber air hangat.

Obyek Wisata Alam Gua Pancur dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Gasong Community”. Pengelola juga menyediakan fasilitas kegiatan wisata alam seperti cave tubing dan susur gua berupa helm, lampu sorot, pelampung dan sepatu boot untuk mendukung keamanan wisatawan.

Tarif dan Rute Menyusuri Gua Pancur

Untuk melakukan aktifitas penelusuran Gua Pancur, pengunjung akan dikenakan tarif Rp 20.000,- per orang. Biasanya, pengelola akan membatasi peserta maksimal dalam sekali berangkat sebanyak 20 orang. Penelusuran ini nantinya akan ditempuh daam waktu kurang lebih 1,5 jam.

mitrapost.com

Perjalanan menelusuri Gua Pancur terbagi menjadi tiga etape. Etape pertama berjarak sekitar 200 meter berupa ruangan gua yang lebar dengan tinggi air yang menggenangi ruangan ini sekitar selutut orang dewasa.

Kemudian masuk etape kedua sejauh 200 meter, pengunjung akan melihat ornamen gua yang menarik. Tentu saja adanya stalakmit dan stalaktit dapat menjadi latar belakang foto yang baik.

Setelah itu, penelusuran berlanjut pada etape ketiga. Disini kita akan menemukan sumber air hangat serta aroma khas gua bawah tanah yang alami.

Referensi: berbagai sumber