Hari Segitiga Terumbu Karang – 9 Juni

Terumbu karang yang ada di lautan bisa diibaratkan sebagai wilayah hutan hujan jika itu berada di daratan. Sedangkan kawasan Segitiga Terumbu Karang juga dapat diibaratkan sebagai Hutan Amazon yang ada di lautan.

Wilayah perairan ini penuh terumbu karang dan menjadi yang terbesar di dunia. Segitiga Terumbu Karang meliputi 6 negara, yaitu Filipina, Malaysia, Kepulauan Solomon Papua Nugini, Timor Leste, dan Indonesia atau setara dengan luas lebih dari 6.500.000 km².

Kawasan ini merupakan habitat berbagai spesies laut terbanyak bila dibandingkan wilayah laut mana pun di dunia. Lebih dari 3.000 spesies ikan hidup di Segitiga Terumbu Karang. Ada lebih dari 600 spesies terumbu karang yang mewakili 76% spesies terumbu karang dunia.

Oleh karena peran yang luar biasa berkaitan dengan kehidupan laut, maka diperlukan upaya untuk melindungi kawasan tersebut. Salah satu cara yang ditempuh adalah membuat kampanye khusus, yaitu Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia setiap tanggal 9 Juni.

Latar Belakang Hari Segitiga Terumbu Karang

Segitiga Terumbu Karang adalah salah satu dari 3 mega kompleks ekologi yang ada di bumi. Sedangkan dua mega kompleks ekologi lainnya adalah Lembah Kongo dan Hutan Amazon.

Selain menjadi habitat 76% spesies terumbu karang, Segitiga Terumbu karang adalah habitat hidup 37% spesies ikan yang ada di bumi. Area ini juga menjadi kawasan hutan bakau terluas di dunia.

segitiga terumbu karang wikimedia

Kondisi biogeografi di wilayah Segitiga Terumbu Karang memungkinkan kawasan ini untuk tetap mempertahankan produktivitasnya di masa depan meskipun bumi mengalami perubahan iklim. Kemungkinan ini menjadikan Segitiga Terumbu Karang sebagai “tempat pengungsian” paling penting dan potensial bagi ekosistem bawah laut.

Sumber daya kehidupan laut yang sangat melimpah ini terbukti memberi manfaat besar bagi 363 juta orang yang tinggal di 6 negara sekitar Segitiga Terumbu Karang. Bahkan bukan hanya penduduk sekitar yang merasakan manfaatnya, namun jutaan penduduk lain di luar kawasan tersebut ikut merasakan manfaatnya.

Saat ini ekosistem pesisir dan kehidupan bawah laut di wilayah Segitiga Terumbu Karang tengah menghadapi ancaman besar. Ancaman tersebut meliputi pemanasan global, pengasaman, serta kenaikan air laut. Beberapa spesies terumbu karang bahkan telah mengalami pemutihan massal yang dapat berakibat pada rusaknya ekosistem.

Lebih dari separuh terumbu karang telah terkena dampaknya dan berisiko mengalami kerusakan. Kondisi ini disebabkan pembangunan besar-besaran di daerah pesisir pantai, penangkapan ikan yang berlebihan atau menggunakan cara yang berbahaya.

Sejarah Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia

Tanggal 10 Juni 2012 menjadi peringatan Hari Segitiga Terumbu Karang untuk pertama kali, namun kampanye yang dilakukaan saat itu belum resmi sebagai hari peringatan. Kampanye tersebut menjadi bagian dari Hari Laut Sedunia. Selanjutnya, Coral Triangle Initiative (CTI) mengusulkan agar dibuat hari khusus untuk memperingati Hari Segitiga Terumbu Karang setiap tahunnya.

Sejak saat itu, setiap tahun diadakan kegiatan pada tanggal 9 Juni untuk memperingati Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia. Kegiatan ini terutama diselenggarakan oleh 6 negara yang menjadi kawasan Segititga Terumbu Karang. Akan tetapi, juga tidak menghalangi warga negara lain untuk berpartisipasi melalui donasi.

Selain itu, mereka juga bisa berkunjung ke salah satu wilayah Segitiga Terumbu Karang untuk berpartisipasi secara langsung. Kegiatan yang dilakukan di hari tersebut antara lain membersihkan pantai, bazar, pameran hidangan laut yang legal, dan lain-lain.

Cara Menjaga Segitiga Terumbu Karang

Menurut identifiaksi, perairan Indonesia adalah habitat bagi 354 spesies karang yang berasal dari 75 marga. Sebagai warga Indonesia dan bagian dari masyarakat dunia, sudah menjadi kewajiban kita untuk turut serta menjaga dan melestarikan terumbu karang.

terumbu karang habitat ikan Pixabay

Berikut ini adalah cara melestarikan terumbu karang, yaitu:

  1. Menjaga kebersihan sungai dan pesisir pantai. Jangan pernah membuang sampah sembarangan ke sungai dan laut. Hindari juga penggunaan sabun di sungai dan laut agar airnya tidak tercemar oleh bahan kimia.
  2. Tidak mengambil karang dan terumbu karang. Kegiatan diving diperbolehkan, namun tidak diperkenankan mengambil souvenir dari dalam laut.
  3. Menangkap ikan tanpa merusak karang. Jangan sampai kita merusak ekosistem ikan hanya demi mendapat keuntungan pribadi.