Hujan Zenithal – Pengertian, Karakteristik, Proses Terjadi & Manfaat

Hujan adalah fenomena alam yang menjadi bagian dari siklus air atau hidrologi. Hujan dibagi menjadi beberapa jenis, seperti hujan zenithal, hujan frontal, hujan muson, hujan buatan, hujan orografis dan hujan siklonal.

Nah, kali ini kita akan membahas lengkap mengenai hujan zenithal meliputi pengertian, proses terbentuknya, karakteristik dan manfaatnya. Hujan ini pasti dialami wilayah beriklim tropis, setidaknya dua kali setiap tahun.

Pengertian Hujan Zenithal

Hujan zenithal juga disebut sebagai hujan konveksi atau hujan equatorial. Ada juga yang menyebutnya sebagai hujan naik tropis. Berdasarkan pengertiannya, hujan zenithal adalah hujan yang terjadi pada siang hari. Terjadinya hujan ini disebabkan oleh udara yang naik karena pemanasan udara di sekitarnya yang terlalu tinggi.

hujan konveksi Pixabay

Selain itu, hujan ini juga disebut sebagai hujan equatorial karena terjadi hanya di daerah tropis. Oleh sebab itu, banyak juga yang menyebutnya sebagai hujan naik tropis.

Karakteristik Hujan Zenithal

Hujan zenithal memiliki beberapa ciri dan karakteristik tertentu yang tidak dimiliki oleh jenis hujan lainnya. Adapun karakteristiknya adalah sebagai berikut:

  • Hujan terjadi di wilayah beriklim tropis. Seringkali terjadi pada siang hari ketika matahari bersinar cukup terik atau saat cuaca cerah.
  • Hujan zenithal terjadi di beberapa wilayah yang sempit.
  • Salah satu gejala hujan zenithal adalah munculnya awan hitam atau gelap.
  • Hujan jenis ini selalu turun dengan lebat disertai guntur.
  • Hujan zenithal terjadi dua kali dalam setahun.
  • Air yang jatuh merupakan hasil penguapan sumber air yang ada di permukaan bumi.

Proses Terjadinya Hujan Zenithal

Seperti hujan pada umumnya, hujan zenithal juga melalui beberapa proses yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Sebenarnya, ada beberapa hal yang turut memengaruhi proses terjadinya hujan ini, seperti kondisi cuaca yang terlampau panas atau sinar matahari yang terlalu terik dan keberadaan sumber air yang ada di permukaan bumi.

Beberapa tahapan atau kronologis mengenai terjadinya hujan zenithal, yaitu:

  • Pada daerah beriklim tropis, sinar matahari cukup terik karena melalui garis khatulistiwa sehingga cuaca di siang hari sangat cerah dan terasa lebih panas.
  • Pemanasan matahari yang sangat terik akan menyebabkan sumber air di permukaan bumi, meliputi sungai, danau, laut, dan lain sebagainya mengalami penguapan.
  • Selain sumber air mengalami penguapan, udara di sekitarnya juga mengalami pengembangan. Kemudian, udara yang mengembang tersebut akan naik ke atas secara vertikal bersamaan dengan uap air.
  • Sesampainya di atas, uap air akan mengalami pendinginan lalu berubah menjadi titik-titik air yang disebut dengan pengembunan. Setelah itu, titik-titik air ini mengalami kejenuhan sehingga jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan karena adanya gaya gravitasi.

Manfaat Hujan Zenithal

Hujan mempunyai banyak manfaat bagi makhluk hidup dan lingkungan sekitarnya. Manfaat ini bisa kita rasakan secara langsung maupun tidak langsung, antara lain:

hujan zenithal Pixabay

1. Memberikan Kesejukan Saat Cuaca Panas

Salah satu manfaat hujan zenithal yang bisa dirasakan oleh manusia secara langsung adalah efek kesejukan ketika cuaca tengah panas-panasnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hujan ini biasanya terjadi karena adanya cuaca yang terlalu panas atau pemanasan oleh sinar matahari yang terlampau terik.

Jadi bisa kita bayangkan sebelum hujan turun, maka suhu udara terasa begitu panas, pengap, dan tidak nyaman. Namun ketika hujan zenithal terjadi, pada akhirnya bisa memberikan kesejukan bagi makhluk hidup di sekitarnya. Kesejukan ini akan dirasakan seiring turunnya hujan sehingga udara yang sebelumnya terasa panas bisa segera digantikan dengan udara sejuk.

2. Membebaskan Awan Dari Kandungan Uap Air

Manfaat hujan zenithal berikutnya adalah membebaskan awan dari kandungan uap air yang terlalu banyak atau jenuh. Uap air inilah yang pada akhirnya jatuh menjadi hujan. Sehingga setelah hujan turun, awan tidak akan mengandung uap air lagi.

Bisa diartikan, uap air telah hilang sehingga tidak ada lagi mendung yang menggantung di angkasa. Dengan demikian, kita bisa lebih leluasa untuk kembali beraktivitas di luar ruangan.

3. Mengurangi Polusi Udara di Daerah Tropis

Manfaat selanjutnya dari hujan zenithal adalah membantu mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar. Biasanya, daerah beriklim tropis memiliki tingkat populasi udara yang cenderung lebih tinggi ketimbang kawasan iklim lainnya. Bahkan, polusi lebih terasa karena biasanya kawasan beriklim tropis cenderung menerima sinar matahari jauh lebih terik.

Hal inilah yang mengakibatkan munculnya gas dan pemakaian benda-benda yang bisa memicu timbulnya efek negatif bagi alam. Oleh sebab itu, salah satu manfaat yang bisa diperoleh dari terjadinya hujan zenithal adalah membantu mengurangi polusi udara, baik berupa gas atau material lain yang tidak diperlukan.

Semua polutan berbahaya tersebut bisa disapu bersih oleh derasnya hujan zenithal yang turun sehingga udara menjadi lebih bersih.

4. Membersihkan Udara di Kawasan Tropis

Tidak hanya mengurangi tingkat polusi udara, hujan zenithal juga mampu membersihkan udara sehingga lebih nyaman dihirup dan lebih sehat. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan udara berkualitas baik dibanding sebelum hujan turun. 

5. Membantu Menyuburkan Tanah

Manfaat berikutnya dari hujan zenithal adalah membantu menyuburkan tanah. Dengan demikian, hujan jenis ini dapat membantu tanaman untuk hidup lebih baik, mengingat tanah merupakan media hidup hampir semua jenis tumbuhan di muka bumi.

6. Pasokan Air Tanah

Selain itu, hujan zenithal juga memberikan pasokan cadangan air tanah. Air tanah selanjutnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman dalam melakukan fotosintesis. Tak hanya tanaman, cadangan air bersih ini juga bermanfaat untuk makhluk hidup lain, termasuk manusia dan hewan.

7. Menambah Volume Sungai, Sumur, Waduk & Rawa

Manfaat selanjutnya dari hujan zenithal adalah membantu menambah persediaan air yang ada pada sumber-sumber air di bumi, mulai dari sungai, sumur, danau, rawa, hingga bendungan. Tentunya persediaan air ini sangat berguna bagi semua makhluk hidup di sekitarnya.

Meski pada awalnya hujan terjadi dari proses pengembunan berbagai sumber air tersebut, tapi ketika sudah mencapai titik jenuhnya, air tersebut bakal kembali ke sumber semula sebagai hujan. Jadi bisa dikatakan, hujan zenithal berasal dari sumber air yang akan kembali lagi ke tempat asalnya sehingga membentuk suatu siklus air yang berkelanjutan.