hutan hujan tropis
hutan basah

Hutan Hujan Tropis – Pengertian, Ciri dan Sebaran

Pernahkah mendengar istilah hutan hujan tropis? Hutan ini juga dikenal sebagai paru-paru dunia.

Bagi seseorang yang memberi perhatian lebih terhadap kondisi alam, menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Bahkan, jika jiwa kepedulian terhadap alam semakin tinggi, maka tidak hanya lingkungan sekitar saja yang menjadi perhatian, melainkan berusaha menjaga kelestarian alam, seperti hutan hujan, hutan pegunungan, dan lain-lain.

Menjaga kelestarian hutan yang ada di beberapa daerah di Indonesia tidak akan hanya melindungi alam Indonesia, akan tetapi juga berperan dalam menyumbangkan oksigen bagi seluruh dunia.

Pengertian Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah salah satu jenis hutan dari sekian banyak jenis hutan yang ada di bumi. Jenis hutan ini merupakan hutan yang berada di daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Intensitas hujannya berkisar di angka lebih dari 1.200 mm per tahun. Sepanjang tahun, penyebarannya merata di setiap tempat, maka wajar jika hutan hujan ini memiliki siklus musim kering yang pendek.

hutan hujan memiliki ciri khas curah hujan yang sangat tinggi Pixabay

Hutan hujan tropis juga dikenal sebagai paru-paru dunia. Sebab, hutan yang terdapat di seluruh dunia ini mampu menghasilkan oksigen dengan angka yang cukup fantastis, berkisar di 40% dari kebutuhan bumi.

Bisa dibayangkan, tanpa keberadaan hutan ini, kebutuhan oksigen di seluruh dunia tidak akan cukup. Terlebih, seiring perkembangan zaman zat polutan semakin meningkat.

Dampak terbesar yang dirasakan jika hutan hujan tropis mengalami kerusakan adalah perubahan iklim dunia yang lebih signifikan. Tidak hanya oksigen saja yang mampu diproduksi, kebutuhan karbon pun bisa dihasilkan berkat adanya hutan.

Oleh karena itu, jangan sampai kita merusak lingkungan hutan. Karena hutan basah memiliki peran yang sangat penting bagi dunia.

Ciri dan Karakteristik

Hutan hujan tropis memiliki ciri-ciri tersendiri bila dibandingkan dengan jenis hutan lain pada umumnya. Jenis hutan yang satu ini terlihat hijau sepanjang musim karena pengaruh kondisi iklim dan letak wilayahnya.

  • Tipe Pohon

Ciri-ciri hutan hujan tropis yang mudah dikenali adalah banyaknya pohon rimbun dan saling menyatu membentuk kanopi. Ukuran pohon tinggi dengan beragam tumbuhan yang hidup di dalamnya, sehingga membuat udara sekitar hutan terasa lebih dingin dan segar. Kita juga bisa menemukan banyak tanaman perdu yang merambat serta tanaman permukaan tanah.

Ciri-ciri yang lebih spesifik dari hutan jenis hujan tropis adalah sebagian besar daun tumbuhan yang tumbuh di hutan ini mempunyai ukuran lebar dan bercabang banyak. Kondisi kelembapan mampu bertahan setiap waktu karena tingkat penguapan yang cukup tinggi. Hal ini terjadi berkat adanya pepohonan berdaun lebar.

  • Curah Hujan Tinggi

Hutan hujan tropis selalu mengalami hujan di setiap tahunnya. Bahkan, pada tingkat yang paling ekstrim, bisa mencapai sekitar 10.000 mm per tahun. Kondisi ini di temukan di hutan Nugini dan barat Kolombia.

Sedangkan, hutan basah di kawasan Asia Tenggara rata-rata memiliki curah hujan sekitar 3.000 mm per tahun. Lebih besar lagi bila dibandingkan hutan di Basin Amazon yang mendapat curah hujan 2.000-3.000 mm per tahun. Sedangkan, hutan hujan di Afrika Tengah merupakan yang terkering dengan curah hujan 1.500-2.000 mm per tahun.

  • Temperatur dan Kelembapan

Hutan basah memiliki suhu yang stabil, yaitu berkisar 20°-34° C. Di Semenanjung Malaysia suhu rata-rata tahunan berkisar diantara 25°-26° C dan fluktuasi hari terpanas dan terdingin tak lebih dari 8°-9°C.

Sedangkan fluktuasi dari rata-rata suhu bulanan hanya berkisar 2° C. Dalam klasifikasi iklim koppen disebutkan memiliki suhu rata-rata diatas 18° C.

kabut hutan basah Pixabay

Karena curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, maka menyebabkan kelembapan yang tinggi di daerah hutan hujan tropis. Umumnya bulan-bulan kering di hutan basah terjadi kurang dari 3 bulan.

Namun, kondisi tanah di hutan ini tetap selalu basah dan menyimpan banyak cadangan air. Oleh karena itu, kelembapan hutan kerap menyebabkan kabut di hutan basah terjadi akibat banyaknya uap air dari dedaunan dan tanah yang menguap ke atmosfer.

  • Sinar Matahari

Sesuai letaknya yang berada di iklim tropis, hutan hujan tropis terletak di lintang 5°-10° ke utara dan selatan garis khatulistiwa. Oleh karena itu, wilayah ini selalu mendapatkan penyinaran matahari secara penuh di sepanjang tahunnya.

Penyinaran hanya akan terganggu bila cuaca sedang mendung dan berawan. Uniknya, meski terkena sinar matahari sepanjang tahun, sinar matahari tidak mampu sampai ke dasar hutan.

  • Vegetasi Tanaman Berlapis

Pada lantai hutan basah umumya sulit ditemukan ruang kosong antar pepohonan. Hutan hujan tropis terdiri dari pohon-pohon tinggi yang tumbuh rapat dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Pohon-pohon yang tumbuh bervariasi mulai dari strata A sampai dengan E. Pada tingkat A berupa pohon dengan ketinggian lebih dari 30 meter dan mempunyai batang lurus dan bersifat tidak menyukai naungan.

Sedangkan, pada tingkat B terdiri dari pohon yang tingginya 20 meter hingga 30 meter dengan banyak cabang dan bersinggungan satu sama lain sehingga membentuk kanopi.

lantai hutan hujan tropis Commons Wikimedia

Tingkatan C terdiri dari pohon dengan ketinggian antara 4 meter sampai 20 meter dan memiliki banyak ranting yang membentuk tajuk sangat rapat. Kemudian pada tingkat D terdiri atas anak-anak pohon, seperti jenis tanaman herba, palm, dan tanaman pakuan besar dengan ketinggian 4 meter dari atas permukaan tanah.

Jenis tingkatan E merupakan lapisan tanaman pendek yang menjadi tanaman penutup lantai hutan seperti lumut dan jamur.

  • Terdapat Genangan Air

Pada kawasan hutan hujan tropis yang disebut juga hutan basah (everwet / evergreen) seringkali ditemukan genangan air pada dasar hutan, terutama pada musim hujan. Adanya genangan tersebut merupakan kondisi alami apabila tanah telah jenuh menampung air hujan sehingga membentuk kubangan air.

  • Daya Regenerasi Tinggi

Pertumbuhan tanaman yang ada di hutan hujan tropis dapat berlangsung dengan cepat, sehingga jika terjadi kerusakan hutan maka hutan ini dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

Namun bukan berarti hutan ini aman dari kerusakan yang disebabkan oleh manusia, sebab kerusakan yang dapat dipulihkan oleh hutan sebatas kerusakan kecil dan bersifat alami. Misalnya, tumbangnya pohon yang tinggi akibat usia atau terpaan angin.

  • Terdapat Tumbuhan Epifit

Tumbuhan epifit adalah tumbuhan yang tumbuh dengan cara menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya. Tumbuhan jenis ini berbeda dengan tumbuhan parasit.

Tanaman epifit dapat hidup secara mandiri, lepas dari tanah sebagai penyangga dan penyedia unsur hara dan lepas dari tumbuhan lain. Contohnya adalah angrek dan paku-pakuan.

Sebaran Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah salah satu jenis hutan yang tersebar di wilayah-wilayah dengan iklim tropis. Jika dilihat dari peta bumi, maka sebarannya membentuk sabuk berwarna hijau yang mengelilingi permukaan bumi.

Hutan jenis ini tumbuh di sekitar garis khatulistiwa yang membentang mulai dari Amerika Selatan, Afrika, Asia, hingga sampai di Australia. Tipe hutan hujan tropis diwakili oleh tiga blok besar dan di setiap bloknya memiliki keunikan ekosistem yang berbeda-beda.

peta hutan hujan tropis pinterest.fr

Hutan hujan tropis terletak di daerah seperti Amazon di Amerika Selatan, Sungai Kongo di Afrika Tengah, dan Asia Tenggara. Selain itu, terdapat dua blok kecil yang juga memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan ketiga blok diatas, yakni pulau Madagaskar, dan Pulau Nugini-Australia.

  • Amerika Selatan

Blok hutan hujan tropis terbesar di dunia terletak di Amerika Selatan. Hampir setengah dari luas hutan hujan dunia terletak di daerah ini. Blok hutan ini biasa disebut juga neotropics, secara harfiah memiliki arti hutan tropis baru. Hutan ini tersebar di sekitar sungai Amazon dan sungai Onoroco.

Basin sungai Amazon terletak di bagian utara dan tengah Brasil. Sedangkan basin sungai Onoroco terletak di bagian timur Kolombia dan Venezuela. Selain itu, terpisah dari blok di atas, terdapat juga hutan hujan yang berada di bagian selatan Mexico memanjang sampai ke Guatemala, Costa Rica, Panama, hingga Ekuador dan juga kepulauan Karibia.

  • Afrika

Blok hutan hujan tropis terbesar kedua terletak di Afrika yaitu disekitar sungai Kongo. Setengah kawasannya termasuk ke dalam wilayah negara Republik Demokratik Kongo (dulunya bernama Zaire) dan sisanya tersebar di Republik Kongo, Gabon, dan Kamerun.

Agak sedikit terpisah dari bagian blok utama, ada beberapa bagian hutan tropis di bagian barat Afrika yang wilayahnya meliputi Pantai Gading, Ghana, Liberia hingga sampai ke bagian timur Sierra Leone. Blok utama di Afrika Tengah dengan blok di Afrika Barat terpisah sejauh 300 km.

  • Asia

Blok hutan hujan tropis terbesar ketiga terletak di Semenanjung Malaya dan Indonesia. Di Indonesia hutan hujan tersebar hampir di setiap pulau besar, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, juga ditemukan di beberapa wilayah di Filipina.

Di Semenanjung Malaya, hutan hujan tropis meliputi wilayah Malaysia, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar dan juga Thailand. Sebagian kecil lagi di temukan di Cina bagian selatan dan Taiwan. Kemudian, terdapat juga di wilayah Asia Selatan, seperti Sri langka, India dan Pakistan.

  • Madagaskar

Blok yang keempat terdapat di pulau Madagaskar. Sebenarnya iklim di Madagaskar cenderung kering, sehingga hutan hujan tropis hanya dapat ditemukan di sebagian kecil wilayah pulau tersebut.

Hutan hujan di Madagaskar dapat dijumpai pada sisi timur yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 120 km. Hutan Madagaskar dikenal memiliki keunikan tersendiri, yaitu seperti pulau yang terisolasi dari dunia lain, memiliki flora dan faunanya yang khas yang tidak ditemukan di tempat-tempat lainnya.

  • Papua Nugini dan Australia

Blok hutan hujan tropis yang berada di pulau Papua dapat dikatakan memiliki karakteristik flora dan fauna yang berbeda dengan blok Asia Tenggara.

Pulau Papua terbagi menjadi dua wilayah. Bagian barat pulau Papua termasuk ke dalam bagian negara Indonesia dan bagian timur menjadi bagian negara Papua Nugini. Selain itu, dalam konsentrasi yang lebih kecil juga terdapat hutan hujan tropis yang ada di bagian utara Australia meliputi Cooktown, dan Townsville yang memiliki karakteristik hampir sama dengan hutan di Papua.

Kondisi Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis saat ini hanya memiliki luas yang terbilang kecil di permukaan bumi. Luas hutan ini hanya meliputi 6% dari luas daratan yang ada di bumi. Meski terbilang cukup kecil, hutan hujan ini menyimpan lebih dari setengah jumlah spesies hewan dan tumbuhan yang ada di dunia.

Keanekaragaman hayati dari jenis hutan yang satu ini sangat tinggi. Sebagai contohnya, hutan hujan tropis yang ada di Amerika selatan, memiliki densitas keanekaragaman hayati mencapai sekitar 100-300 setiap hektarnya, dimana sekitar 70% diantaranya terdiri dari tumbuh-tumbuhan.

Referensi: https://jurnalbumi.com/knol/hutan-hujan-tropis/ | https://sahabatnesia.com/hutan-hujan-tropis-indonesia/ | https://blog.ruangguru.com/hutan-hujan-tropis