Dalam mempelajari hutan, manusia mengelompokkan jenis-jenis hutan berdasarkan hal-hal tertentu. Salah satunya adalah pengkategorian hutan menurut sifat-sifat musim. Adapun pengelompokkan hutan berdasarkan sifat musim, antara lain:

  • Hutan hujan (rainforest) merupakan hutan yang tumbuh subuh di daerah yang memiliki musim hujan yang tinggi.
  • Hutan hijau (evergreen forest) merupakan hutan yang tumbuh di segala musim apapun. Oleh karenanya, hutan ini disebut dengan hutan hijau atau hutan selalu hijau.
  • Hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest) merupakan hutan yang tumbuh subur di wilayah yang memiliki kemarau yang cukup panjang.
  • Hutan sabana (savannah forest) merupakan hutan yang tumbuh subur di wilayah yang memiliki musim kemarau yang panjang atau tahan lama.

Pada artikel ini, akan kita bahas secara lebih lengkap dan jelas mengenai hutan hujan (rainforest), dimana jenis hutan ini memiliki banyak manfaat dalam menopang kehidupan manusia.

Pengertian dan Kawasan Hutan Hujan

Pengertian Hutan Hujan

Hutan hujan adalah salah satu jenis hutan yang tumbuh di daerah tropis. Sesuai dengan namanya, hutan ini yang tidak pernah absen diguyur air hujan, atau dengan kata lain hutan hujan merupakan hutan yang memiliki intensitas hujan yang tinggi.

Hutan hujan selalu dihiasi dengan musim hujan yang berkepanjangan dimana memiliki curah hujan mencapai 1200 milimeter per tahun. Adanya curah hujan yang tinggi di kawasan hutan jenis ini mengakibatkan musim kering pada daerah tersebut menjadi sangat pendek, bahkan di beberapa daerah menyebabkan tidak adanya musim kering.

Rata-rata hujan yang terjadi pada kawasan ini adalah sekitar 50 hingga 250 inch setiap tahunnya. Kelembapan udara pada area hutan basah ini rata-rata 77% hingga 88% dimana saat masuk tahun-tahun hangat, wilayah hutan hujan jarang sekali mencapai suhu di atas 93 derajat F atau sekitar di bawah 68 derajat F.

Sama seperti hutan primer, hutan hujan merupakan salah satu hutan yang memiliki tanah yang subur karena hutan ini memiliki lapisan humus yang terbentuk dari hamparan dedaunan hijau yang telah membusuk di permukaan tanah.

Oleh karena itu, tidak heran jika para ilmuwan menyatakan karena kesuburan tanahnya, hutan tersebut dihuni oleh lebih dari separuh spesies tumbuhan dan binatang.

salah satu hutan hujan yang paling terkenal adalah hutan amazon

Kawasan Hutan Hujan

Hutan hujan tersebar di beberapa wilayah di seluruh dunia. Sebarannya dapat dibagi dalam 3 wilayah geografis utama. Adapun 3 wilayah geografis utama tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Wilayah Amerika Latin tepatnya di basin Sungai Amazon. Hutan hutan di Amazon merupakan hutan hujan yang paling terkenal dan biasanya orang menyebut dengan nama Hutan Amazon.
  2. Wilayah Afrika tepatnya di basin Zaire serta beberapa daerah kecil di Afrika Barat dan Madagaskar Timur.
  3. Wilayah Indo – Malaysia tepatnya daerah pesisir barat India, Assam (daerah di bagian timur laut dari India), Asia Tenggara, Guinea Baru, Queensland, serta Australia.

Kehidupan Manusia

Kehidupan Manusia Hutan Hujan

Salah satu hutan hujan yang terkenal di dunia adalah Hutan Amazon. Di Hutan Amazon inilah masih ada sisa-sisa manusia hutan, dimana jumlah populasinya masih cukup besar meskipun sebagian yang lain telah dipengaruhi oleh kehidupan modern. Lalu, bagaimana kehidupan manusia pada habitat ini?

hutan hujan menjadi tempat tinggal suku-suku asli

Kehidupan Penduduk Asli Hutan Hujan

Seperti yang telah diketahui, peradaban dunia baru ditemukan oleh Christopher Colombus. Peradaban dunia baru tersebut ditemukan pada abad ke-15 atau sekitar 7 – 10 juta tahun. Kehidupan manusia pada saat itu masih tinggal dan menetap di hutan, salah satunya adalah menetap dan tinggal di Hutan Hujan Amazon atau Hutan Amazon.

Manusia yang tinggal di Hutan Amazon merupakan penduduk asli Amerika yang disebut dengan nama Amerindian. Manusia amerindian hidup tersebar, dimana separuh penduduk tinggal di Brazil dan kota-kota besar di Andes dan Amazon dan menjadi masyarakat masyarakat pertanian.

Peradaban penduduk asli Amerika tersebut sedikit demi sedikit mulai bergeser setelah kedatangan bangsa Eropa di wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Pada awalnya, mereka hidup berdampingan secara damai hingga akhirnya kedatangan bangsa Eropa membawa penyakit dan menyebar hingga membuat jutaan bangsa Amerindian menurun drastis dalam waktu 100 tahun lamanya.

Kedatangan bangsa Eropa di Amerika membuat populasi bangsa Amerindian menurun hingga 90%. Populasi bangsa Amerindian menurun drastis sehingga membuat sisa populasi bangsa Amerindian memutuskan untuk bertahan hidup di hutan hujan yaitu Hutan Amazon. 10% bangsa Amerindian saat itu berlari ke Hutan Amazon karena mereka terpojok oleh populasi bangsa Eropa yang telah membuka peradaban baru.

Bangsa Amerindian yang hidup di Hutan Amazon bertahan hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Selain itu, mereka berusaha mempertahankan hidupnya dengan cara sebagai berikut:

  • Bercocok tanam dan menanam hasil bumi di hutan, seperti menanam padi untuk menghasilkan beras, manioc dan pisang.
  • Memanfaatkan barang-barang yang dibawa oleh bangsa Barat atau Eropa, seperti: penggorengan, panci dan perkakas metal lainnya.
  • Melakukan kunjungan ke kota-kota secara reguler dengan membawa makanan, barang-barang dan hasil buminya ke pasar.
  • Bercocok tanam tanaman yang mengandung obat-obatan. Pengetahuan bangsa Amerindian yang tinggal di Hutan Amazon tentang tanaman obat-obatan sangat tinggi bahkan pengetahuan mereka masih digunakan sampai saat ini.

Selain Amerika, Afrika juga memiliki penduduk asli yang hidup di hutan hujan. Penduduk asli Afrika yang tinggal dan menetap di hutan dinamakan dengan Pygmy. Bangsa Pygmy memiliki ciri-ciri, antara lain sebagai berikut:

  • Sebagian besar memiliki tinggi badan yang kecil atau berukuran mini dimana jarang sekali yang memiliki tinggi badan di atas 5 kaki. Adapun manusia tertinggi bangsa Pygmy ini disebut dengan nama Mbuti.
  • Bangsa Pygmy cenderung lincah dalam bergerak karena ukuran tubuhnya yang kecil. Kelincahan mereka dalam bergerak, mereka manfaatkan untuk bekerja di hutan dengan efisien.
  • Bangsa Pygmy tinggal di rumah khusus yang diberi nama rumah umang.

Kehidupan Anak-Anak di Hutan Hujan

Kehidupan anak-anak di hutan Amazon tidak kalah menariknya dengan anak-anak kebanyakan yang tinggal di kota besar Amerika. Anak-anak yang tinggal di hutan hujan memang jauh dari kehidupan modern, seperti bermain video game, nonton TV, bermain internet. Namun kehidupan anak-anak Amazon juga menarik, karena mereka selalu dekat dengan alam.

Adapun kehidupan anak-anak di hutan hujan yang biasa mereka lakukan adalah kegiatan yang berkaitan erat dengan lingkungan alam sekitarnya, seperti: melakukan perburuan (berburu), memancing di aliran sungai dekat hutan serta mengumpulkan makanan yang ada di lingkungan hutan.

Kegiatan anak-anak yang tinggal di Hutan Amazon biasanya selain bermain, mereka juga membantu keluarganya untuk mengumpulkan makanan. Kebanyakan anak-anak yang tinggal di hutan hujan memanfaatkan waktu bermainnya di dalam hutan dan sungai di dekat hutan.

Kehidupan Penduduk Asli Hutan Hujan Setelah Mengalami Peradaban Dunia

Seperti yang telah kita ketahui, penduduk asli hutan hujan di masa lalu telah mendukung peradaban besar dunia, seperti bangsa Aztec, Maya dan Inca. Mereka semua telah memberikan konstribusi yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Namun, peradaban besar tersebut telah tergeser dan punah oleh peradaban baru dan gangguan alam. Adapun gangguan alam yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Punahnya kawasan hutan dalam jumlah besar karena adanya bencana alam, seperti erosi, tanah longsor, banjir, kekeringan karena kekurangan sumber air.
  • Adanya populasi penghuni hutan yang berlebihan.
  • Kerusakan hutan karena ulah manusia.

Setelah mengalami peradaban dunia baru, kehidupan penduduk asli hutan hujan saat ini mengalami perubahan. Saat ini, sebagian penduduk asli memilih untuk berpindah tempat ke perkampungan kecil dimana mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan secara nomaden.

Penduduk Asli Hutan Hujan Mahir Akan Pengetahuan Tanaman Obat-Obatan

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di hutan hujan adalah melakukan penelitian tentang ethnobotany. Ethonobotany merupakan studi ilmiah yang mempelajari hubungan antara budaya manusia suatu suku bangsa dengan tumbuhan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk asli hutan hujan memanfaatkan tumbuhan yang ada di hutan tersebut untuk merawat dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Penduduk asli memiliki pengetahuan yang luar biasa tentang tanaman obat-obatan, dari tanaman yang berfungsi dapat menyembuhkan manusia dari gigitan ular hingga tanaman yang dapat menyembuhkan tumor. Pengetahuan tentang obat-obatan tersebut banyak digunakan dan diterapkan hingga saat ini.

Pada awalnya, tanaman obat-obatan tersebut digunakan oleh dukun atau tabib di desa yang ada di sekitar hutan hujan yang kemudian dikembangkan oleh penduduk asli. Pengetahuan tentang tanaman obat tersebut saat ini dijadikan sebagai referensi bagi para dokter. Hal tersebut telah dibuktikan banyak resep obat di dunia barat yang didapat dari tanaman obat.

US National Cancer telah melakukan identifikasi bahwa 70% dari tumbuan obat-obatan memiliki karakteristik antikanker dimana hampir semua dari tumbuhan tersebut dapat ditemukan di wilayah hujan hutan tropis. Oleh karenanya, tidak heran jika penduduk asli hutan hujan saat itu mahir akan pengetahuan tanaman obat-obatan. Pengetahuan tanaman obat-obatan tersebut dapat digunakan hingga saat ini.

Ciri-Ciri Hutan Hujan

Ciri-Ciri Hutan Hujan

hutan hujan memiliki ciri khas curah hujan yang sangat tinggi

Setiap jenis hutan memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda setiap jenisnya, begitu juga dengan ciri-ciri hutan hujan. Adapun ciri-ciri tersebut adalah:

  • Pepohonan Berbatang Tinggi

Pepohonan yang tumbuh di hutan hujan memiliki ciri-ciri berbatang tinggi dimana daun pohon tersebut berbentuk seperti kanopi. Kanopi di hutan hujan berfungsi untuk melindungi tanaman yang ada di bawah pohon secara langsung. Jadi, fungsi kanopi tersebut adalah melindungi rumput, lumut dan tanaman merambat yang ada di bawah pohon.

Pohon-pohon yang tumbuh pada kawasan ini memiliki cabang pohon yang sangat banyak sehingga daunnya rimbun dan lebar. Namun, pada ekosistem hutan hujan tidak ada tumbuhan yang mendominasi kawasan hutan, artinya semua pepohonan yang ada di kawasan hutan memiliki peranan masing-masing. Kondisi tersebut dapat menciptakan keseimbangan keanekaragaman tumbuhan di kawasan hutan hujan.

  • Temparatur / Suhu Stabil

Temperatur di hutan hujan memiliki suhu yang cenderung stabil dengan kisaran suhu 20-34 C. Rata-rata suhu di setiap tahunnya berkisar antara 25-26 C. Kondisi suhu tersebut membuat hutan hujan selalu berada dalam keadaan lembap.

  • Curah Hujan Tinggi

Sesuai dengan namanya, hutan hujan memiliki curah hujan yang tinggi. Curah hujan dapat mencapai hingga 10.00 mm per tahun, dimana kondisi tersebut dalam keadaan ekstrem. Kondisi ekstrem tersebut pernah terjadi di wilayah Papua Nugini bagian barat dan beberapa kawasan Asia.

  • Lapisan Dasar Gelap dan Lembap

Lapisan dasar hutan hujan gelap dan lembap, hal tersebut karena daun-daun yang berguguran dimana permukaan tanah dari hutan tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem. Lantai hutan di memiliki peran sebagai tempat terjadinya pembusukan organisme atau yang biasa disebut dengan nama decomposation.

Decomposation atau dekomposasi merupakan proses pembusukan tumbuhan dan hewan yang sudah mati serta proses daur ulang material dan nutrisi yang berguna yang dilakukan oleh makhluk pembusuk (seperti: jamur dan mikro organisme pembusuk).

Pada area hutan hujan, banyak sekali ditemukan hewan-hewan besar, seperti: macan kumbang, tapir dan gajah yang sudah mati yang kemudian diurai oleh mikro organisme pengurai. Oleh karenanya, permukaan tanah di hutan hujan menjadi gelap dan lembap.

Kekayaan Hutan Hujan

Kekayaan Hutan Hujan

Para ilmuwan di dunia menyatakan bahwa hutan hujan di huni oleh hampir separuh spesies tumbuhan dan hewan. Selain itu, lebih dari 25% obat-obatan yang berasal dari tumbuhan diambil dari hutan hujan.

Pada dasarnya, hutan hujan hanya terdiri atas 2% wilayah tanah di bumi. Namun hutan jenis ini dapat menyediakan 40% kebutuhan oksigen di bumi. Untuk lebih jelasnya kekayaan alam yang ada di hutan hujan akan dijelaskan sebagai berikut:

hutan hujan memiliki banyak spesies katak eksotis

Kekayaan Alam

Hutan hujan dinyatakan sebagai hutan yang memiliki lebih dari 50% jenis tanaman dan hewan yang ada di bumi. Oleh karenanya, hutan hujan merupakan hutan yang kaya akan kekayaan alam. Adapun kekayaan alamnya adalah sebagai berikut:

  1. Kaya akan spesies yang dikenal di bumi. Spesies yang ada antara 170.000 dari 250.000 spesies yang ada di bumi.
  2. Amerika Serikat memiliki sekitar 81 spesies katak, sedangkan hutan hujan di Madagaskar yang luasnya lebih kecil dari Texas memiliki sekitar 300 spesies.
  3. Hutan hujan yang ada di Eropa memiliki 321 spesies kupu-kupu, sedangkan Taman Nasional Manu yang terletak di wilayah Peru memiliki 1300 spesies.
  4. Hutan hujan dihuni oleh hewan mamalia, seperti orangutan.
  5. Hutan hujan dihuni oleh berbagai macam burung, salah satunya adalah Psittacula Alexandri.
  6. Beberapa jenis reptil dan amphibi juga hidup di hutan hujan.
  7. Perairan yang ada di hutan hujan, seperti anak sungai, sungai, danau dan rawa kaya akan berbagai jenis ikan dimana mayoritas ikan yang hidup di perairan hutan hujan adalah ikan air tawar. Selain itu, di lembah sungai Amazon terdapat 3000 spesies ikan yang belum diidentifikasi. Adapun beberapa jenis ikan tersebut adalah sebagai berikut:
    • Jenis ikan tropis yang berasal dari hutan hujan tropis Amerika Selatan, seperti: angelfish, lele pemakan ganggang, neon tetras dan discus.
    • Jenis ikan yang berasal dari hutan hujan Asia, seperti: gurameh, danios, siamese fighting fish (betta) dan clown loach.
  8. Hutan hujan dihuni oleh banyak serangga dimana mayoritas didominasi oleh serangga jenis kumbang. Kumbang ini terdiri atas hampir 500.000 jenis kumbang.

Hutan Hujan Kaya Tanaman dan Hewan

Kekayaan alam yang ada di hutan hujan memang beraneka ragam berbeda dengan kekayaan alam hutan lainnya. alasan jenis hutan ini kaya akan tanaman dan hewan adalah sebagai berikut:

  1. Iklim yang mendukung di wilayah hutan hujan. Kebanyakan hutan hujan berada di daerah tropis dimana intensitas sinar matahari lebih banyak dibandingkan daerah lainnya. Di daerah tropis, sinar matahari yang diterima oleh tumbuhan akan dimanfaatkan dalam proses fotosintesis dimana sinar matahari diubah menjadi energi yang kemudian disimpan dalam vegetasi tumbuhan untuk dikonsumsi oleh hewan di lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, tidak heran jika di kawasan hutan hujan kaya akan tanaman dan hewan.
  2. Hutan hujan memiliki kanopi dimana struktur kanopi dapat dijadikan perlindungan dalam pertumbuhan tanaman dan hewan. Selain itu, kanopi hutan akan memberikan sumber-sumber makanan serta menyediakan tempat untuk berinteraksi dengan spesies lainnya.

Manfaat Hutan Hujan

Manfaat Hutan Hujan

hutan hujan bermanfaat untuk menjaga peredaran air

Hutan hujan yang kebanyakan tumbuh di daerah tropis memiliki banyak manfaat bagi kehidupan baik untuk tumbuhan, hewan dan manusia. Adapun manfaatnya bagi kehidupan adalah sebagai berikut:

  • Menjaga Kestabilan Suhu di Dunia

Hutan hujan merupakan hutan yang dapat menjaga suhu di dunia tetap stabil. Hal tersebut karena hutan hujan mampu menyerap karbon dengan intensitas yang tinggi. Perlu anda ketahui, karbon merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global di bumi.

Pemanasan global akan berkurang apabila karbon diserap dengan baik oleh hutan hujan. Di sinilah peranan hutan hujan sebagai penjaga kestabilan suhu dunia, yaitu menyerap dan menyimpan karbon yang berlebih. Fenomena tersebut membuat negara-negara di dunia berlomba-lomba membayar negara yang memiliki hutan hujan agar dapat menjaga kestabilan suhu di dunia.

Oleh karenanya, negara yang memiliki hutan hujan diharapkan mampu menjaga kondisi kesehatan hutan agar tetap terjaga dan lestari.

  • Sebagai Tempat Tinggal / Rumah Tumbuhan dan Hewan

Hutan hujan memiliki ekosistem yang tidak mendominasi karena memiliki kelembapan yang sangat tinggi. Kondisi hutan hujan yang sangat stabil tersebut membuatnya menjadi rumah atau tempat tinggal banyak tumbuhan dan hewan.

Jenis tumbuhan dan hewan yang tinggal di hutan hujan tidak mendominasi, sehingga setiap jenis tumbuhan dan hewan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Beranekaragam tumbuhan dan hewan dapat tumbuh berkembang bahkan kemungkinan besar banyak spesies yang belum teridentifikasi hidup dan berkembang biak di hutan hujan.

  • Menjaga Peredaran Air

Salah satu manfaat hutan hujan yang tidak kalah pentingnya bagi kehidupan manusia adalah menjaga peredaran air. Peranan hutan hujan dalam menjaga peredaran air dilakukan dengan cara menambah air menuju atmosfer melalui proses transpirasi.

Perlu anda ketahui, proses transpirasi merupakan proses dimana terjadinya proses pelepasan air yang berasal dari daun-daun saat terjadinya proses fotosintesis. Dalam proses tersebut, uap air dapat mempengaruhi formasi awan hujan dimana awan tersebut akan melepaskan air kembali ke hutan hujan.

Amazon sebagai hutan hujan terbesar di dunia, memiliki 50 – 80% dari uap air tetap dalam ekosistem peredaran air.

Apabila terjadi kondisi penebangan liar, maka uap air yang masuk ke atmosfer akan berkurang setiap harinya akibatnya intensitas hujan yang turun ke bumi juga akan berkurang. Berkurangnya air hujan yang turun ke bumi akan menyebabkan bumi menjadi kering atau terjadi kekeringan yang berkepanjangan.

Peranan hutan hujan sebagai pengatur peredaran air di bumi telah diteliti oleh U.S. Geological Survey. Menurut U.S. Geological Survey, peredaran air yang dikenal dengan nama hidrologi, hutan hujan memberikan gambaran pergerakan air yang berkelanjutan dari air di atas hingga dari air di bawah permukaan bumi.

  • Sumber Obat-Obatan Alami atau Obat-Obatan Herbal

Pada awalnya, penduduk asli yang bertempat tinggal di hutan hujan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat-obatan. Seiring perkembangan zaman, jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di hutan hujan dijadikan sebagai bahan baku obat-obatan segala macam penyakit.

  • Penopang Kehidupan Suku Pedalaman

Pada awalnya, hutan hujan di wilayah Amazon dihuni oleh bangsa Amerindian. Bangsa Amerindian tersebut dapat bertahan hidup dengan cara memanfaatkan hasil hutan. Hal tersebut juga berlaku di negara-negara lain di dunia, beberapa suku pedalaman menjadikan hasil hutan hujan untuk menopang hidup mereka, contohnya suku pedalaman di Indonesia.

Suku pedalaman di Indonesia, seperti di Kalimantan dan Papua yang sebagian besar masyarakatnya masih tinggal di hutan, mereka memanfaatkan hutan sebagai sumber pangan bahkan menjadikan hutan sebagai lumbung pangan.

Apabila terjadi kerusakan hutan maka akan berakibat buruk bagi ketersediaan bahan pangan untuk suku pedalaman. Hal tersebut karena hutan hujan menyediakan kebutuhan pangan dan kebutuhan ekonomi suku pedalaman, seperti kebutuhan akan buah-buahan, daun-daun, sumber air bersih, kayu, karet serta hasil hutan lainnya.

Melihat begitu pentingnya hutan hujan dalam menopang kehidupan suku pedalaman dan masyarakat di sekitarnya, dianjurkan kita semua untuk selalu melestarikan dan menjaga kelangsungan hidup hutan tersebut.

  • Tempat Tujuan Wisata dan Penelitian

Hutan hujan memang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah dapat dijadikan sebagai tempat tujuan wisata dan penelitian. Adanya keanekaragaman spesies tumbuhan dan hewan yang hidup, cukup menarik perhatian para pengunjung yang berkunjung di kawasan ini. Hal tersebut dapat mendorong wisatawan untuk datang berwisata ke hutan hujan.

Bagi peneliti, hutan hujan merupakan tempat menggali ilmu pengetahuan terutama tentang adanya spesies baru tumbuhan dan hewan. Selain itu, peneliti dapat menggali ilmu dan wawasan tentang bagaimana cara menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan agar tetap terjaga dan lestari keberadaannya.

  • Sebagai Lahan Pertanian dan Perkebunan Subur

Beberapa peneliti menyatakan bahwa hutan hujan memiliki permukaan tanah yang mengandung banyak humus. Oleh karenanya, kawasan ini merupakan kawasan hutan yang memiliki tanah yang subur. Kesuburan tanah di hutan hujan cocok untuk dijadikan lahan pertanian, seperti dijadikan tanah perkebunan.

Di Indonesia, kawasan hutan hujan ada yang dijadikan sebagai lahan perkebunan, seperti di daerah Kalimantan dan Sumatera. Alih fungsi dan pemanfaatan kawasan hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan tersebut dapat membawa dampak yang baik bagi kehidupan flora dan fauna yang ada di hutan hujan.

  • Sebagai Pelindung Gangguan Alam atau Bencana Alam

Hutan hujan dapat dijadikan sebagai pelindung dari gangguan alam atau bencana alam, seperti: banjir, tanah longsor atau erosi. Hal tersebut karena, akar-akar pohon dan vegetasi lain yang hidup di hutan hujan dapat membantu menahan tanah sehingga dapat mengurangi terjadinya erosi.

Perlu diketahui, erosi terjadi karena banyaknya tanah yang terbawa hanyut oleh arus sungai atau air hujan. Kemungkinan terjadinya erosi, karena banyak pepohonan yang ditebang secara liar akibatnya tidak ada lagi penahan yang dapat melindungi permukaan tanah dan tanah akan mudah hanyut terbawa air.

Selain itu, ada beberapa kemungkinan gangguan alam yang mungkin terjadi jika hutan hujan rusak. Gangguan erosi menyebabkan air menjadi keruh dan tercampur tanah. Air keruh yang tercampur tanah akan terus mengalir ke sungai akibatnya sungai menjadi kotor.

  1. Sungai yang keruh dan kotor menyebabkan habitat ikan yang hidup di sungai menjadi menderita dan mati.
  2. Manusia mengalami kesulitan dalam usaha melakukan navigasi terusan karena jumlah tanah di dalam air menjadi meningkat.
  3. Para petani mengalami kesulitan mendapatkan lapisan tanah yang memiliki unsur hara yang penting. Hal tersebut karena petani kehilangan lapisan tanah bagian atas yang akan digunakan untuk menanam tanaman.

Penyebab Kerusakan Hutan Hujan

Penyebab Rusaknya Hutan Hujan

Saat ini, banyak sekali hutan hujan yang rusak akibat ulah manusia. Salah satu contoh: hutan di wilayah New Jersey rusak dan ditebangi akibatnya tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tersebut terancam punah apabila mereka tidak dapat menemukan hutan baru.

penebangan liar menjadi salah satu faktor rusaknya hutan

Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia. rusaknya hutan hujan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Penebangan kayu secara liar yang terjadi hutan hujan. Manusia menebang kayu secara liar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti: menebang kayu untuk membangun rumah, untuk kayu bakar bahkan dijual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Penebangan hutan secara liar ini dapat menyebabkan ekosistem yang ada di hutan hujan menjadi rusak.
  2. Pengambil alihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan agrikultur. Pengambil alihan fungsi hutan ini di beberapa negara banyak dilakukan oleh petani miskin dan perusahaan besar. Mereka ingin mendapatkan hasil yang lebih dengan cara membersihkan hutan dan menggantinya dengan memanfaatkan lahan bekas hutan menjadi lahan pertanian dan agrikultur. Pengambil alihan fungsi hutan ini menyebabkan habitat tumbuhan dan hewan yang hidup di hutan hujan terancam punah dan hutan hujan pun menjadi rusak.
  3. Adanya konstruksi jalan. Konstruksi jalan di hutan hujan menyebabkan rusaknya hutan, karena terjadi penebang liar dimana-mana serta munculnya pemburu liar yang memburu hewan liar di hutan hujan.

Cara Menyelamatkan Hutan Hujan

Selamatkan Hutan Hujan Agar Tetap Terjaga dan Lestari

Hutan hujan memang memiliki banyak manfaat yang sangat penting bagi kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia. Namun, kerusakan akibat ulah manusia dan gangguan alam tidak dapat dihindarkan begitu saja.

Oleh karenanya, kita sebagai manusia yang sangat membutuhkan keseimbangan alam harus bersama-sama menyelamatkannya agar tetap terjaga dan lestari. Bagaimana cara menyelamatkan hutan hujan agar tetap terjaga dan lestari? Berikut adalah cara menyelamatkan hutan yang dapat kita lakukan.

  1. Mengembangkan program pendidikan untuk menyelamatkan hutan hujan. Program pendidikan untuk menyelamatkan hutan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Memberikan pelajaran tentang pentingnya hutan hujan bagi kehidupan.
    • Mengajak pelajar untuk membiasakan menjaga lingkungan alam agar tetap hijau.
    • Mengajak pelajar untuk membiasakan menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuat sampah di sembarang tempat, seperti membuang sampah ke sungai sebagai sumber air bersih.
  2. Melakukan rehabilitasi hutan hujan atau memulihkan kembali fungsi hutan. Rehabilitasi hutan hijau merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan hutan hijau dari kepunahan karena dengan cara tersebut masyarakat tidak lagi menebang pohon secara liar, contohnya: masyarakat yang menebang pohon secara liar diberikan sanksi untuk menanam pohon kembali.
  3. Himbauan untuk tidak merusak lingkungan sekitar dan menjaga hutan hujan. Himbauan tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Menghimbau masyarakat untuk selalu menghemat bahan bakar supaya polusi udara terkurangi. Himbauan untuk menghemat air.
    • Melakukan daur ulang sampah plastik.
    • Menghemat energi dengan cara menghemat listrik dan mencari sumber energi alternatif lain.
    • Membangun taman yang dapat melindungi hutan hijau dan alam liar di lingkungan sekitar. Dengan membangun taman maka telah membantu melindungi dan menyelamatkan vegetasi tumbuhan dan hewan yang hidup di hutan hijau.
  4. Membantu penduduk lokal yang masih hidup di hutan pedalaman untuk bersama-sama bertanggung jawab menjaga kelestarian hutan hujan.

Hal-hal tersebut di atas merupakan cara yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga kelestarian hutan agar tetap terjaga keberadaannya.