Ikan Bandeng – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Jenis & Budidaya

4.2/5 - (4 votes)

Bandeng tentunya bukan ikan yang asing bagi masyarakat Indonesia. Ikan yang sering dijadikan lauk pauk ini banyak banyak dibudidayakan di area tambak.

Meski bukan ikan langka, ikan dengan nama latin Chanos chanos adalah satu-satunya spesies yang tersisa dari suku Chanidae. Di hampir seluruh wilayah Indonesia, orang menyebut ikan ini dengan sebutan sama. Akan tetapi di Makassar, ikan bandeng lebih dikenal dengan sebutan ikan bolu. Sedangkan dalam bahasa Inggris ikan ini disebut milkfish.

Taksonomi

Ikan yang dapat hidup di air tawar, payau dan air asin ini mempunyai klasifikasi sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopteri
OrdoGonorynchiformes
FamiliChanidae
GenusChanos
SpesiesChanos chanos

Morfologi

Mengenai ciri fisik ikan ini, tentu banyak diantara kita yang telah mengetahuinya. Kepala bandeng berbentuk pipih dan memanjang. Mulutnya lonjong dan tidak bergerigi karena ikan bandeng merupakan ikan herbivora, sehingga tidak membutuhkan gigi tajam untuk mengoyak mangsa.

ikan bandeng fishesofaustralia.net.au

Mata ikan bandeng bulat dan terdapat titik hitam di bagian tengah mata. Seperti ikan yang hidup di perairan dalam pada umumnya, mata bandeng tertutup lapisan lemak yang dinamakan adipose eyelid berwarna transparan.

Tubuh ikan bandeng bentuknya memanjang menyerupai torpedo, lonjong dan agak ramping atau pipih. Sisik bandeng halus dan mudah dibersihkan. Bandeng memiliki kulit berwarna perak terang dengan bagian atas berwarna perak kehitaman dan cenderung lebih gelap.

Secara keseluruhan, ikan bandeng mempunyai 6 sirip. Satu sirip berada di tubuh bagian atas, sementara sisanya di bagian bawah. Sirip di bagian bawah tersebut menyebar mulai dari depan, tengah, hingga ke belakang.

Warna siripnya cenderung lebih terang dibanding warna tubuhnya. Sementara ekor ikan bandeng bentuknya agak panjang, tegak, dan memiliki belahan. Ekor bandeng cukup kuat, sehingga dapat membantu ikan ini berenang dengan kekuatan cukup cepat. Warna ekornya hampir sama seperti warna siripnya.

Habitat dan Sebaran

Di habitat aslinya, ikan bandeng dapat hidup dan beradaptasi di 3 jenis perairan, yaitu air tawar, air laut dan air payau. Ikan ini bukanlah tipe ikan yang cepat stres apabila dipindahkan ke lingkungan baru. Bahkan bandeng dapat bertahan hidup di perairan yang memiliki kadar garam tinggi dan suhu air mencapai 40°C.

baca juga:  Transplantasi Terumbu Karang - Arti, Tujuan & Cara

Larva bandeng lebih menyukai lingkungan air payau. Setelah berusia 1 bulan, ikan bandeng akan berpindah ke air laut dengan salinitas tinggi hingga dewasa.

Makanan / Mangsa

Ikan bandeng adalah ikan herbivora yang hanya mengonsumsi tumbuhan air. Jenis tumbuhan yang menjadi pakan bandeng di lingkungan aslinya yaitu lumut dan ganggang.

Sementara bandeng yang tumbuh di tambak secara budidaya, umumnya diberi pakan berupa pelet dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh bandeng. Untuk jenis pakan tambahan, peternak bandeng terkadang menambahkan pupuk organik yang dimasukkan ke dalam kolam tambak. Pupuk organik tersebut berguna untuk menumbuhkan mikroorganisme air yang kemudian menjadi tambahan makanan ikan bandeng.

Siklus Hidup

Bandeng akan memasuki usia produktif pada umur 3 tahun. Secara umum, usia bandeng dapat mencapai 15 tahun. Dalam setahun, ikan bandeng mampu bertelur lebih dari 1 kali. Di habitat aslinya, proses perkembangbiakan dan bertelur sangat dipengaruhi oleh suhu permukaan air laut dan siklus bulan.

ikan bandeng segar wikimedia

Pembuahan ikan bandeng biasanya terjadi di malam hari. Bandeng betina akan melepaskan sekitar 6 juta telur. Waktu yang dibutuhkan untuk menetas hanya beberapa jam setelah dibuahi oleh sperma yang dilepas ikan jantan.

Pertumbuhan bandeng tergolong cepat. Dengan karakternya yang mudah beradaptasi dan pakan yang tidak sulit didapat, maka ikan bandeng menjadi salah satu ikan yang sangat mudah dibudidayakan.

Jenis Ikan Bandeng

Berdasarkan habitatnya, bandeng dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

budidaya ikan bandeng Pixabay

1. Bandeng Air Tawar

Ikan bandeng air tawar tidak menghasilkan aroma seamis jenis bandeng lainnya. Durinya juga tidak sebanyak jenis lainnya, sebab arus lingkungan tempat tinggalnya lebih tenang. Daging bandeng air tawar lembut, namun untuk memasaknya cenderung membtuhkan waktu yang lama.

2. Bandeng Air Payau

Bentuk tubuh bandeng air payau cenderung lebih panjang dibandingkan kedua jenis lainnya. Bentuk mulutnya lebih runcing dan ukurannya lebih kecil. Kepala bandeng air payau tidak bersisik dengan bentuk lebih pipih tetapi padat.

baca juga:  Ikan Cupang - Taksonomi, Morfologi, 9 Jenis Cupang Peliharaan & Harga

Bandeng air payau memiliki sirip dubur yang letaknya di dekat anus memanjang hingga ke tengah ekor. Sirip dadanya ada di belakang tutup insang,sedangkan sirip perutnya berada di bagian bawah perut.

3. Bandeng Air Laut

Karena hidup di air laut yang mengandung garam, rasa ikan bandeng air laut cenderung lebih gurih. Saat dimasak, bandeng air laut tidak butuh bumbu garam terlalu banyak. Aroma bandeng air laut lebih amis sehingga harus dicuci hingga bau amisnya benar-benar hilang.

Budidaya Bandeng

Selain persiapan modal, ada beberapa faktor lain untuk membudidayakan ikan bandeng agar sukses, yaitu penggunaan metode pemdudidayaan. Beberapa contoh metode tersebut adalah metode tradisional, progresif, modular dan metode penebaran ganda.

Dari keseluruhan metode budidaya bandeng tersebut, secara garis besar menerapkan pola yang sama, yaitu dimulai dari pemilihan lokasi, persiapan tambak, penebaran benih, perawatan dan pemeliharaan, pengendalian gama dan penyakit, pemberian pakan tambahan serta mempertahankan kualitas air.

amanahbenur.com

Berikut adalah panduan budidaya tambak bandeng yang bisa kita ikut, yaitu:

1. Lokasi Tambak / Kolam

Tahap awal jika hendak menjadi pembudidaya bandeng adalah menentukan lokasi kolam tambak sesuai jenis bandeng yang akan dipelihara (tawar atau payau). Kita juga bisa memanfaatkan sungai, danau dan laut sebagai tambak. Namun jika jauh dari lokasi tersebut, maka kolam buatan dapat menjadi solusi.

Untuk membaut kolam pemeliharaan ikan bandeng, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Jika ikan bandeng yang dibudidayakan adalah jenis air tawar, maka buatlah kolam dengan isi air tawar
  • Kita bisa memanfaatkan genangan air sawah atau sumber dari air tanah
  • Buat kolam dengan kedalaman cukup
  • Tentukan panjang dan lebar kolam sesuai jumlah bibit bandeng yang kita pelihara
  • Sesuaikan lingkungan kolam agar plankton dapat tumbuh alami sebagai pakan tambahan bandeng

2. Persiapan Tambak / Kolam

Setelah menentukan lokasi kolam, langkah berikutnya adalah persiapan kolam agar budidaya bandeng berhasil sesuai yang diharapkan. Buatlah sarana prasarana kolam atau tambah, meliputi pintu air, caren, saringan, saluran masuk air, saluran keluar air, pompa air, jala lingkar dan sebagainya.

Bersihkan endapan lumpur di dasar kolam, terutama pada kolam bekas ternak ikan sebelumnya. Sebab endapan lumpur tersebut akan menjadi racun bagi benih ikan baru.

baca juga:  Jenis Lumba-lumba - Klasifikasi, Taksonomi & Fakta Unik

Berikan kapur CaCO3 atau disebut kapur pertanian ke tambak atau kolam agar pH meningkat dan menghilangkan bakteri patogen. Selanjutnya, kita masuk ke tahap penebaran benih.

3. Persiapan Benih Bandeng

Sebaiknya dapatkan benih ikan bandeng berkualitas dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Benih ikan tidak cacat
  • Benih berkualitas memiliki karakter bebas gerak dan aktif
  • Benih sehat dan bebas dari hama penyakit
  • Pastikan benar memilih benis sesuai jenis bandeng tawar atau asin
  • Ukuran benih ideal adalah 1 hingga 2 inch

4. Penebaran Benih

Setelah memperoleh benih bandeng unggul, ikut cara penebaran meliputi kepadatan penebaran dan waktu penebaran yang tepat, yaitu:

  • Kita harus memperhitungkan ukuran kolam dengan jumlah benih sesuai metode pembesaran. Untuk metode tradisional biasanya menggunakan padat tebar 2-3 ekor / m2 dengan lama pemeliharaan sekitar 4 bulan.
  • Waktu penebaran yang baik adalah sore hari, antara jam 4 sore hingga 6 sore. Akan tetapi penebaran juga bisa dilakukan pagi hari, yaitu sekitar jam 7 pagi hingga 8 pagi. Pada kedua waktu tersebut, fluktuasi air tidak terlalu mencolok, serta parameter dan lingkungan kolam tidak banyak berubah.

5. Pemberian Pakan

Pemberian pakan merupakan faktor penting dalam budidaya ikan bandeng. Pemberian pakan terlalu sedikit akan menyebabkan pertumbuhan bandeng peliharaan tidak optimal, sedangkan pemberian pakan terlalu banyak akan mengakibatkan kualitas air buruk karena terlalu banyak endapan.

Sebaiknya beri pakan berupa kombinasi pakan buatan dan alami. Pakan buatan contohnya adalah pellet yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran ikan. Pakan ikan bandeng harus memenuhi unsur protein, karbohidrat, lemak, asam lemak, vitamin serta mineral.

6. Perawatan dan Pemeliharaan

Untuk menghasilkan ikan bandeng berkulitas, perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan secara intensif. Kita harus mencegah tambak bandeng terserang hama penyakit. Contoh hama pada budidaya bandeng adalah ikan pemangsa, , kepiting, belut, ular air, burung dan sebagainya.

Cara pengendalian hama yang bisa kita lakukan meliputi 2 cara, yaitu secara fisik dengan memasang tali tidak berwarna, pemasangan perangkap, pemasangan saringan pada pintu air. Kemudian cara kimia menggunakan pestisida seperti bungkil biji teh, roten, akar tuba, brestan, basudin, sumition, dan lain-lain.

7. Panen Ikan Bandeng

Jika bandeng telah mencapai ukuran konsumtif, maka tambak dapat dipanen. Cara pemanenan biasanya menerapkan metode selektif atau bertahap menyesuaikan ukuran ikan. Selain itu, kita juga bisa memanennya sekaligus atau total.