Ikan Belida – Taksonomi, Morfologi, Reproduksi, Jenis & Ancaman Punah

5/5 - (2 votes)

Tak hanya di darat, Indonesia juga merupakan negara maritim yang kaya akan keanekaragaman hayati di wilayah perairan berupa aneka jenis ikan. Salah satunya adalah ikan belida, ikan unik yang namanya diambil dari nama sungai di Sumatera Selatan.

Selain belida atau belido, masyarakat juga menyebutnya sebagai ikan lopis. Selain di Sumatra Selatan, ikan belida juga bisa ditemukan di perairan sungai lain di pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Semenanjung Malaysia.

Ikan yang menjadi sumber makanan ini kini populasinya mulai menyusut. Hal itu bisa dilihat dari semakin jarangnya menu masakan ikan belida di warung maupun restoran.

Kondisi tersebut menjadikan pemerintah Indonesia mengambil kuputusan, dimana pada tahun 1999 dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Dalam peraturan tersebut, semua jenis ikan dari genus Notopterus masuk dalam kelompok satwa yang dilindungi.

Taksonomi

Ikan lopis atau belida adalah ikan air tawar dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoOsteoglossiformes
FamiliNotopteridae
GenusChitala
SpesiesChitala lopis

Morfologi

Ikan air tawar pemangsa ikan kecil dan krustasea ini saat dewasa dapat tumbuh dengan bobot antara 1,5 sampai 7 kg. Secara fisik, ikan belida memiliki ciri khas berpunggung pisau, yaitu punggungnya meninggi sehingga bagian perut tampak lebar dan pipih.

fishlaboratory.com

Selain itu, belido memiliki sirip dubur yang menyambung dengan sirip ekor tepat di belakang sirip perut disertai sisik-sisik kecil. Kepalanya berada di dekat punggung dan berbentuk cekung dengan rahang memanjang sesuai umur ikan hingga melewati batas bagian belakang mata saat dewasa.

Pada ikan betina, sirip perut ukurannya relatif pendek dan tidak menutup bagian urogenital, serta memiliki alat kelamin berbentuk bulat. Ketika birahi atau matang gonad, bagian perut akan membesar dan kelamin memerah.

Sedangkan pada belida jantan, sirip perutnya lebih panjang dan menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk tabung, serta ukuran tubuhnya lebih kecil daripada betina. Ikan belida jantan siap pijah mempunyai ciri alat kelamin memerah dan mengeluarkan cairan putih atau sperma jika ditekan.

baca juga:  Buah Sukun - Asal, Klasifikasi, Morfologi, Habitat, Kandungan & Manfaat

Reproduksi

Ikan belida berkembangbiak dengan cara bertelur. Telur biasanya diletakkan di dasar sungai dengan kedalaman 1 meter. Sedangkan untuk belida budidaya atau penangkaran, umumnya menggunakan batang bambu atau papan agar telur dapat menempel.

Belida melakukan pemijahan saat musim penghujan, yaitu antara Agustus hingga Maret. Dalam sekali pemijahan, seekor ikan betina dapat menghasilkan 288 telur, bahkan pada beberapa ikan bisa menghasilkan dua kali lipat dari jumlah tersebut.

Persentase keberhasilan pembuahan sekitar 30% hingga 100 %. Sedangkan persentasi penetasan sekitar 72,2% dan kemampuan bertahan hidup larva adalah 64,2%. Larva tersebut akan menetas sekitar 72 hingga 120 jam atau 3 sampai 5 hari pada suhu air 29° atau 30 °C.

Larva ikan belida bersifat kanibal sehingga membutuhkan perlindungan. Anakan belida usia 3 hari sudah mulai mampu memakan udang artemia. Kemudian ikan berusia satu bulan sudah dapat dideder di akuarium, dan satu bulan selanjutnya siap dideder di kolam. Sedangkan ikan yang ukurannya telah mencapai 15 cm telah siap untuk pembesaran.

Belida adalah ikan yang cenderung aktif pada malam hari dan mulai berburu mangsa pada sore hari. Ikan ini menyukai area sungai yang gelap, seperti dibawah bebatuan, semak atau pepohonan.

Keunikan Ikan Belida

Selain dijadikan sebagai ikan konsumsi, belida juga bisa menjadi ikan hias peliharaan di aquarium. Berikut ini adalah keunikan dari ikan belida, antara lain:

harga ikan belida Pinterest

1. Ikan Hias Belida

Belida termasuk ika dalam genus Notopterus atau ikan dengan bagian punggung menyerupai pisau pipih dan tajam. Belida merupakan ikan air tawar dengan Ppunggungnya seperti pisau yang meninggi, sementara bagian perutnya tampak pipih dan melebar.

Ciri khas lainnya yang membuat ikan ini unik adalah sirip ekor yang menyambung dengan sirip dubur. Rahang ikan belida juga tumbuh memanjang seiring dengan pertambahan umurnya. Bahkan rahangnya bisa melewati bagian belakang mata pada ikan yang sudah dewasa. Oleh karena bentuknya yang unik ini, maka tak jarang belida juga dijadikan ikan hias dan dipelihara di akuarium.

baca juga:  Kersen / Talok - Ciri, Sebaran, Kandungan dan Manfaat

2. Ikan Pemangsa

Ikan belida termasuk kelompok ikan karnivora yang memangsa ikan lain yang ukurannya lebih kecil. Selain itu, belida juga bertahan hidup dengan memangsa ulat kecil, serangga, bahkan kodok. Sedangkan belida yang dipelihara di penangkaran, makanan yang diberikan umumnya adalah ikan mas, ikan cere, dan udang segar yang telah dipotong-potong.

3. Belida Untuk Konsumsi

Palembang adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan kuliner khas berbahan ikan, termasuk belida yang digunakan untuk pempek. Meski saat ini bahan utama pempek yang lebih dikenal adalah ikan tenggiri, namun sebenarnya bahan utama aslinya adalah belida.

Selain untuk pempek, belida juga digunakan sebagai bahan dasar kerupuk ikan khas Palembang yang dikenal dengan nama kerupuk kemplang dengan harga jual tinggi.

4. Belida Termasuk Spesies Dilindungi

Sebagai upaya untuk melindungi dan melestarikan populasi ikan belida, adanya Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 semakin diperkuat dengan dikeluarkannya Permen LHK No. 20 Tahun 2018.

Pada peraturan tersebut dinyatakan bahwa semua jenis belida termasuk sebagai satwa yang dilindungi. Semua jenis yang dimaksud antara lain ikan belida jawa, belida borneo, belida lopis, dan belida sumatera.

Jenis Ikan Belida

Ikan yang kini mulai banyak ditangkarkan atau dibudidayakan ini terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

1. Belida Bangkok

Jenis ikan belida bangkok mempunyai ciri khas bintik hitam di tubuhnya. Bintik hitam ini unik karena ukurannya cukup besar dan hanya sedikit, yaitu antara 5 sampai 6 titik. Bintik hitam tersebut dikelilingi warna putih dan biasanya tampak seperti berbaris. Keunikan ini menjadikannya belida bangkok sebagai pilihan ikan hias.

2. Belida Royal

Ikan belida royal cukup sulit ditemukan jika dibandingkan dengan belida bangkok. Bentuk tubuhnya secara umum sama dengan jenis belida lainnya, namun ikan ini memiliki motif bintik-bintik pada tubuh bagian tengah hingga bawah, sedangkan bagian kepala dan punggungnya polos.

Bintik-bintik hitam tersebut berupa bulatan kecil yang bentuknya semakin memanjang dan menyerupai kuda zebra pada bagian ekornya.

3. Belida Jawa

Ikan belida jawa tubuhnya polos, tidak memiliki bintik atau corak apa pun. Dibandingkan dengan jenis belida yang lain, belida jawa warna tubuhnya cenderung lebih gelap, ahkan ada yang berwarna hitam. Saat ini keberadaan ikan jenis ini semakin langka dan sulit ditemukan.

baca juga:  Ikan Bandeng - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Jenis & Budidaya

4. Belida Albino

Sesuai namanya, belida albino merupakan ikan belida yang mengalami kelainan genetik. Belida albino tubuhnya berwarna putih dan matanya merah. Dagingnya yang merah muda tampak cukup jelas. Sementara itu, ada juga belida platinum yang berciri hampir sama, bedanya adalah warna mata belida platinum berwarna hitam.

5. Belida Afrika

Jenis belida ini masih jarang dan sulit ditemukan. Bentuknya agak berbeda dengan ikan belida lainnya. Satu hal yang menjadi ciri khasnya adalah corak di tubuhnya yang berwarna hitam dan kuning. Motifnya yang unik membuat belida afrika sangat menawan dan cocok dijadikan ikan hias.

Ancaman Kepunahan

Entah disadari maupun tidak, populasi belida saat ini kian menurun. Faktor utamanya adalah karena nilai ekonomi ikan ini sehingga banyak diburu. Selain itu, bentuk uniknya yang pipih sangat menarik minat kolektor ikan hias.

Data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi Riau pada tahun 2005 menyatakan bahwa populasi ikan belida di sungai Kampar mengalami penurunan. Penyebab utama penurunan populasi tersebut adalah karena penangkap secara berlebihan. Hal lain yang turut bertanggung jawab adalah kondisi ekologis habitat sehingga mengancam kelestarian belida.

Oleh sebab itu, perlu diambil sikap agar jumlah ikan belida tetap lestari. Salah satunya melalui dukungan budidaya serta aturan tentang pelarangan eksploitasi belida melalui SK Mentan No. 716/kpts/Um/10/80.

Pada aturan tersebut dijelaskan bahwa seluruh spesies dari famili Notopteridae, termasuk Belida Borneo, Sumatera, Lopis dan Belida Jawa dilindungi dan tidak boleh dijualbelikan tanpa izin.

Kita pun juga dapat berperan untuk mengupayakan kelestarian belida dengan cara sebagai berikut:

  • Menjaga Kebersihan Sungai – Pencemaran lingkungan terutama air akibat kegiatan industri, peternakan, pertanian dan perkebunan menjadikan habitat belida semakin terdegradasi. Oleh sebab itu, kebersihan sungai harus dijaga sebagai habitat utama ikan ini.
  • Pemijahan – Langkah ini bisa dilakukan oleh masyarakat dengan membudidayakan belida secara legal dan resmi.
  • Hentikan Eksploitasi Berlebihan – Ikan yang menjadi ikon kota Palembang ini memang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun hal tersebut bukan menjadi alasan bagi manusia untuk mengeksploitasinya secara berlebihan, sebab kelestarian belida lebih penting dari nilai materi.