Ikan Buntal – Taksonomi, Morfologi, Jenis, Fakta Unik Ikan Beracun

5/5 - (1 vote)

Apakah kamu tahu jika salah satu tokoh kartun di serial animasi SpongeBob SquarePants adalah ikan buntal? Ya! tokoh tersebut ialah Mrs. Poppy Puff atau Nyonya Puff yang bekerja sebagai guru les mengemudi SpongeBob.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai ikan buntal yang mempunyai kemampuan mengembang menggembungkan tubuhnya ketika merasa terancam.

Taksonomi

Ikan buntal atau juga disebut ikan fugu terdiri dari 28 genus dan 203 spesies yang tersebar di lautan seluruh dunia. Berikut adalah klasifikasi ilmiah ikan buntal atau juga disebut pufferfish, yaitu:

KingdomAnimalia
SubkingdomBilateria
InfrakingdomDeuterostomia
FilumChordata
SubfilumVertebrata
InfrafilumGnathostomata
SuperkelasActinopterygii
KelasTeleostei
SuperordoAcanthopterygii
OrdoTetraodontiformes
SubordoTetraodontoidei
FamiliTetraodontidae
SubfamiliCanthigastrianae
Tetraodontinae

Morfologi

Ciri utama ikan buntal adalah kemampuan tubuhnya untuk mengembang atau menggembung jika merasa terancam serta adanya duri pada permukaan kulitnya. Sekilas jika kita melihatnya saat membesarkan tubuhnya, bentuknya mirip buah durian dengan duri-duri tajam.

ikan fugu montereyboats.com

Selain itu, pada bagian mulutnya berbentuk menonjol dan memiliki perut besar. Beberapa diantaranya mempunyai racun berbahaya dan mematikan.

Racun ikan buntal terdapat di bagian kulit, organ hati, ginjal, insang dan kelenjar kelamin. Kandungan racunnya berupa tetrodotoksin atau TTX yang bahkan 1.200 lebih berbahaya dibandingkan sianida.

Berikut ini adalah ciri lengkap mengenai ikan buntal, yaitu:

1. Ukuran dan Bentuk Tubuh

Jika ikan pada umumnya kulit tubuhnya berupa sisik, tidak seperti ikan unik ini. Ikan ini tidak bersisik namun justru berduri. Duri tersebut berfungsi sebagai mekanisme perlindungan diri.

Bentuk kepala ikan fugu / buntal membulat dengan tubuh meruncing dan ekor sebagai alat kemudi yang menjadikan ikan ini memiliki kemampuan untuk berenang mundur.

Biasanya ikan ini mempunyai ukuran tubuh sekitar 20 sampai 35 cm. Sedangkan ukuran terkecil hanya sekitar 2,5 cm, serta ukuran terbesar bisa lebih dari 1 meter.

2. Mata

Spesies ikan buntal memiliki sepasang mata yang terletak di samping kepala. Bentuk matanya bulat seperti bola dengan bagian malam mirip mutiara berwarna biru.

baca juga:  Ubur-Ubur - Taksonomi, Morfologi, Jenis, Sebaran, Reproduksi & Manfaat

3. Gigi

Dibalik bentuknya yang lucu, ikan ini ternyata mempunyai gigi tajam dan kuat. Sama seperti duri, gigi yang tajam juga menjadi alat perlindungan diri, serta digunakan untuk mengunyah makanan keras seperti karang dan kerang.

Gigi ikan buntal akan terus tumbuh jika tidak digunakan untuk menghancurkan makanan keras.

Habitat dan Sebaran

Ikan buntal hidup di perairan air tawar hingga air asin tergantung jenisnya. Sebagian besar hidup di perairan air tropis di seluruh dunia dan tidak bisa ditemukan di perairan sedang dan dingin. Sebarannya meliputi wilayah Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan.

Selain itu, beberapa spesies buntal juga hidup di habitat air payau. Mereka hidup di sekitar terumbu karang dan rawa-rawa tertutup buluh.

Jenis Pufferfish

Ikan ini sebagian besar hidup di wilayah perairan tropis. Ukurannya pun beragam denan panjang hingga 1 meter.

Dari ratusan spesies yang terbagi dalam puluhan genus, berikut ini adalah beberapa contoh jenis ikan buntal dengan keunikan khas masing-masing.

1. Takifugu

Takifugu atau lebih dikenal dengan ikan fugu adalah salah satu jenis ikan buntal beracun. Akan tetapi bila ditangani dan dimasak dengan tepat, ikan ini akan menjadi makanan mahal.

Ikan fugu sangat terkenal sebagai makanan Jepang. Jenis buntal ini umumnya hidup di perairan asin dan payau, namun dibeberapa perairan tawar Indo-Pasifik ikan ini juga bisa ditemukan.

Racun ikan ini digunakan sebagai pertahanan diri untuk meracuni pemangsa. Selain racun yang mematikan, ikan ini juga mampu menggembungkan tubuhnya saat terancam.

2. Puffer Mbu

Salah satu jenis ikan buntal berukuran besar adalah puffer mbu. Ukuran tubuhnya sekitar 60 sampai 70 cm.

Puffer Mbu adalah ikan karnivora yang hidup di perairan air tawar Sungai Kongo di Afrika dan Danau Tanganyika bagian timur. Bagi yang ingin memelihara ikan ini sebaiknya berpikir ulang, karena memerlukan kolam air besar dan penyaringan rutin.

3. Ikan Kudu-kudu

Kudu-kudu adalah jenis buntal yang tidak beracun. Ikan ini bentuknya cenderung kotak sehingga disebut ikan buntal kotak.

Ikan kudu-kudu sering menjadi bahan masakan karena dagingnya yang banyak. Di Indonesia, ikan ini hidup di daerah Makassar, Sulawesi Selatan.

4. Green Spotted

Green spotted merupakan ikan buntal yang hidup di perairan asin. Ukuran tubuhnya sekitar 15 cm. Ciri utama ikan ini adalah tubuhnya yang berbintik hijau.

Coraknya yang bagus sangat cocok dipelihara dalam aquarium dengan setup full marine. Wilayah perairan Asia Tenggara dan Asia Selatan merupakan habitat alaminya.

Status Kelangkaan Populasi

Status kelangkaan sebagian besar spesies ikan buntal adalah tidak punah sehingga bisa dikatakan populasinya masih aman. Data tersebut bersumber dari IUCN (International Union for Conservation of Nature) yang merupakan organisasi perlindungan lingkungan terbesar di dunia.

baca juga:  Pohon Kenari - Taksonomi, Morfologi, Manfaat Kacang Kenari

Aakan tetapi, ada beberapa jenis yang masuk dalam golongan hampir punah karena penurunan populasi di alam liar. Salah satunya adalah spesies Canthigaster cyanetron yang hanya bisa ditemukan di wilayah Pulau Paskah.

Penyebab menurunnya populasi tersebut disebabkan karena penangkapan ikan dan hilangnya habitat akibat rusaknya terumbu karang.

Perilaku dan Cara Hidup

Buntal termasuk jenis ikan agresif dan dapat menyerang saat merasa terancam. Caranya melindungi diri adalah dengan menggembungkan tubuh, menggunakan duri di kulitnya, dan mengeluarkan racun.

ikan buntel Pixabay

Ikan ini cenderung menghabiskan waktu sendiri dan tidak berbagi wilayah dengan ikan lainnya. Gerakan ikan buntel lambat dan mempunyai gaya berenang unik, yaitu dapat mengubah arah berenang dengan cepat dan berenang mundur.

1. Makanan

Makanan ikan buntal air tawar sebagian besar adalah invertebrata dan ganggang. Selain itu, ada juga yang memakan beberapa jenis hewan keras, seperti kerang, siput, dan kepiting. Jika dijadikan ikan peliharaan, biasanya akan diberikan makanan berupa udang, krill, dan cumi cincang.

2. Reproduksi

Seperti sebagian besar ikan lainnya, ikan buntal berkembangbiak dengan cara bertelur atau ovipar. Ikan jantan dan betina akan melakukan perkawinan kemudian meletakkan telur yang ringan dan membiarkannya mengapung.

Ikan jantan dan betina akan berada disekitar telur hingga telur tersebut menetas sekitar 1 minggu kemudian. Anak ikan ukurannya sangat kecil dan sulit untuk dilihat. Akan tetapi, anak ikan buntal memiliki pertumbuhan cepat selama beberapa bulan berikutnya.

Anak ikan tersebut kemudian akan hidup mandiri dan berpisah dari orang tuanya. Umur ikan buntel di habitat alaminya mencapai 10 tahun.

Fakta Ikan Buntal

Sebagai salah satu ikan yang unik, ikan ini mempunyai beberapa fakta menarik yang perlu untuk diketahui. Apa saja itu? Berikut daftar keunikannya.

1. Ada Lebih Dari 100 Spesies

Ikan ini berasal dari keluarga Tetraodontidae. Lingkungan hidupnya mulai dari perairan air asin hingga air tawar. Jenis spesiesnya terdiri dari 28 genus dan 203 spesies yang tersebar di lautan seluruh dunia.

2. Ukuran Tubuh Mencapai 1 Meter

Ukuran terpanjang ikan fugu mencapai 1 meter atau jika dibandingkan dengan bayi buaya ukurannya lebih panjang. Biasanya buntal dengan ukuran tersebut ditemukan di perairan sekitar Australia, Jepang dan Afrika. Sedangkan ukuran terkecil hanya sekitar 2 sampai 3 cm yang hidup di perairan India barat daya.

3. Menggembung 3 Kali Ukuran Tubuh

Ikan dengan gerakan lambat dan berwarna cerah ini mempunyai mekanisme pertahanan diri dengan menggembuhkan tubuh untuk menakuti predator. Ikan ini akan mengambil udara dari perut tiga kali lebih besar dari ukuran tubuhnya dan menonjolkan duri-duri sehingga tidak menjadi santapan pemangsa. Kemampuan ini menjadikan mereka dijuluki sebagai puffer fish, blowfish, baloonfish, globefish atau toadfish.

4. Salah Hewan Paling Beracun

Ketika pada posisi terancam, ikan ini akan membesarkan tubuhnya dan mengeluarkan racun dari kulitnya. Racunnya berupa kandungan Tetrodotoxin atau TTX, bahan kimia yang 100 kali lebih beracun dari sianida.

baca juga:  8++ Jenis Lumba-lumba Air Tawar, Ciri dan Habitatnya

Lebih ngerinya, racun did alam hatinya mampu menewaskan 30 orang dewasa. Jika terkena racun ini akan mengalami mati rasa, kelumpuhan otot, pusing, gagal jantung, hingga kematian.

5. Membangun Sarang di Pasir

Ikan buntal berbintik putih ternyata memiliki kebiasaan unik, yaitu membangun sarang. Buntel jantan akan membuat sarang di pasir berbentuk bulat dengan diameter enam kaki.

Tujuan membuat sarang adalah untuk menarik perhatian ikan betina. Apabila ikan betina tertarik, mereka akan meletakkan telur mereka dalam sarang tersebut kemudian jantan akan membuahinya. 

Selain itu, ada juga tujuan lain dengan dibuatnya sarang tersebut. Jantan akan membuat sarang dari sperma untuk melindungi diri dari pemangsa. Aroma sperma yang busuk akan membuat pemangsa enggan untuk mendekat.

6. Giginya Terus Tumbuh

Ikan buntal sejatinya hanya memiliki empat gigi, yaitu dua di bagian atas dan dua di bagian bawah. Keduanya menyatu sehingga terlihat seperti satu gigi besar menyerupai gigi tikus.

Uniknya, gigi ikan ini terus mengalami pertumbuhan. Untuk menjaganya tetap pendek, ikan buntal menggunakan giginya untuk memakan makanan keras seperti membuka kerang, memakan karang atau alga, serta ikan-ikan keras lainnya.

7. Makan Lezat di Jepang

Meski beracun, ikan buntal termasuk salah satu menu sajian lezat dan disukai oleh masyarakat Jepang.

Hidangan yang terbuat dari ikan ini disebut Fugu. Namun penyajiannya hanya boleh dilakukan oleh koki-koki terlatih dengan pengalaman kerja bertahun-tahun, sebab harus mempunyai kemampuuan mengeluarkan organ beracun dan memasak dengan benar agar tidak meracuni pemakannya.

8. Kemampuan Penyamaran

Ikan ini mempunyai kemampuan mirip seperti bunglon. Mereka mampu mengubah warna tubuhnya menjadi lebih terang atau gelap.

Memelihara Ikan Buntal

Selain sebagai bahan masakan eksotis, ikan ini juga bisa dipelihara dalam akuarium. Namun untuk memeliharanya kita harus paham bagaimana habitat dan makanan yang tepat.

Pixabay

Buntal adalah ikan karnivora dan soliter, sehingga harus diletakkan di kolam atau aquarium sendiri. Air yang dibutuhkan untuk 1 ikan sekitar 30 galon, sedangkan ikan berukuran besar membutuhkan air sebanyak 100 galon atau lebih.

Bagi yang ingin membelinya, harga ikan buntal beragam tergantung dengan jenis spesies dan ukurannya. Umumnya dijual dengan harga sekitar Rp 8.000,- hingga Rp 1.000.000,-

Satu catatan yang harus dipahami, ikan buntak yang dipelihara sebaiknya ikan ini jangan dimainkan atau dipegang langsung, karena ikan dapat mengeluarkan racun dari kulitnya.