Ikan Guppy – Taksonomi, Habitat, Morfologi, Siklus Hidup dan Reproduksi

5/5 - (2 votes)

Ikan cere, ikan pelangi, ikan seribu dan ikan suwadakar adalah beberapa sebutan lain untuk ikan guppy di Indonesia. Nama latin ikan ini adalah Poecilia reticulata dan aslinya berasal dari Amerika Selatan.

Guppy adalah salah satu ikan hias air tawar paling populer di dunia. Ikan ini mudah berkembang biak dan menyesuaikan diri sehingga pemeliharaannya tidaklah sulit. Beberapa peternak ikan pun menjadikan guppy sebagai komoditas budidaya.

Bahkan, ikan gupi juga bisa ditemukan hidup liar di saluran air seperti parit dan selokan. Sebagai ikan hias, ikan guppy biasanya dipelihara di dalam akuarium atau guci ikan berukuran kecil.

Taksonomi

Ikan bertubuh kecil ini awalnya ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy di Trinidad pada 1866. Selain itu, penemu lain bernama Albert C. L. G. Gunther menamai ikan ini dengan sebutan Girardinus guppii untuk menghormati penemu pertama.

Namun ternyata ikan ini telah teridentifikasi sebagai Poecilia reticulata oleh Wilhelm Peters pada 1859, sehingga nama Girardinus guppii hanya digunakan untuk sinonim. Akan tetapi karena telah dikenal luas, penamaan umum ikan ini tetap menggunakan istilah gupi (guppy).

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoCyprinodontiformes
FamiliPoeciliidae
GenusPoecilia
SpesiesPoecilia reticulata

Habitat dan Sebaran

Ikan guppy berasal dari Amerika Selatan bagian timur laut, yaitu wilayah perairan air tawar Barbados, Brasil, Jamaika, Antigua dan Barbuda, Trinidad dan Tobago, Guyana, Venezuela, serta Kepulauan Virginia. Namun saat ini, ikan gupi telah tersebar ke berbagai negara, kecuali Antartika. Hal tersebut didukung oleh kemampuan adaptasinya yang sangat baik, sehingga mampu hidup di kawasan perairan seluruh dunia.

baca juga:  Mudah! Cara Membuat Kolam Ikan Sederhana di Rumah
ikan gupi Pinterest

Salah satu manfaat ikan guppy adalah membasmi jentik nyamuk. Ikan gupi merupakan pemangsa larva dan nyamuk, sehingga digunakan sebagai predator alami untuk menekan pertumbuhan nyamuk malaria.

Namun ikan ini ternyata juga berdampak negatif bagi populasi ikan asli pada ekosistem tertent, karena pertumbuhan populasinya yang cepat. Selain di air tawar, di beberapa perairan lain ditemukan spesies guppy yang bisa bertahan hidup di air payau.

Ciri dan Morfologi

Ikan berukuran kecil yang terkadang disamakan dengan ikan cupang ini memiliki ciri sebagai berikut:

  • tubuh guppy betina liar biasanya berwarna abu-abu
  • ikan gupi jantan memiliki motif di tubuhnya, yaitu berupa bintik-bintik, garis-garis, atau motif tak beraturan dengan warna beragam
  • ukuran guppy betina cenderung lebih panjang, yaitu sekitar 3 sampai 6 cm
  • ukuran guppy jantan biasanya lebih kecil atau sekitar setengah ukuran betina, yaitu sekitar 1,5 sampai 3,5 cm
  • Beberapa spesies guppy merupakan hasil budidaya sehingga memiliki sirip dan ekor berukuran besar, berkibar, dan motif sangat indah

Pakan Ikan Guppy

Guppy termasuk jenis ikan pemakan segala atau omnivora. Ikan ini bertahan hidup dengan memangsa serangga, larva, dan tumbuhan di perairan habitatnya.

Siklus Hidup

Populasi ikan guppy cepat meningkat karena ikan ini mudah bereproduksi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Guppy berusia muda akan bertahan hidup secara berkelompok dan melakukan kegiatan mencari makan dan belajar mengindari predator secara bersama-sama.

baca juga:  Organisme Abadi - Pengertian dan Contoh Organisme Berumur Ratusan Tahun

Guppy betina telah mencapai kematangan reproduksi pada usia 10 sampai 20 minggu. Guppy betina dapat terus bereproduksi hingga usia 20 sampai 34 bulan. Pada guppy jantan kematangan seksualnya lebih cepat, yaitu usia 7 minggu, bahkan kurang dari usia tersebut.

Usia maksimal guppy beragam, tergantung dari jenis dan lingkungannya. Namun umumnya, ikan ini dapat hidup hingga usia 2 tahun.

Reproduksi

Ikan gupi berkembangbiak secara poliandri, yaitu betina kawin dengan beberapa jantan. Waktu kehamilannya pendek, sehingga betina dapat menghasilkan banyak keturunan dengan kualitas yang baik dalam waktu singkat.

guppy fishesofaustralia.net.au

Pada perkawinan kedua, guppy betina cenderung memilih pasangan jantan yang lebih menarik daripada yang pertama. Uniknya, ikan gupi menghindari perkawinan sedarah karena akan menghasilkan keturunan cacat atau kurang baik.

Gupi betina akan memilih jantan yang tubuhnya berwarna cerah, terutama yang memiliki bintik oranye di sisi tubuhnya. Bintik ini merupakan indikator kebugaran fisik yang lebih laik dibanding ikan jantan lainnya.

Hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa guppy jantan dengan bintik oranye mampu berenang lebih lama pada arus yang kuat. Bintik oranye juga dihasilkan oleh pejantan dengan kemampuan baik dalam berburu. Secara naluri, guppy betina akan memilih jantan sehat untuk kelangsungan hidup keturunannya.

Peran ikan guppy betina sangat besar dalam memilih pasangan, sehingga ikan gupi jantan harus dapat menarik perhatian betina. Selain dengan warna tubuhnya, guppy jantan akan berusaha memperlihatkan kebugaran mereka dengan menggerakkan tubuhnya. Caranya adalah dengan melenturkan tubuh seperti bentuk huruf S, lalu bergetar dengan cepat.

baca juga:  Ikan Cucut - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran & Manfaat

Pemangsa Ikan Guppy

Meski berkembang biak dengan mudah dan cepat, namun ikan guppy memiliki banyak pemangsa atau predator sebagai bagian dari rantai makanan. Contohnya pemangsa guppy adalah burung dan ikan lain yang ukurannya lebih besar.

Ukuran guppy yang kecil menjadikan ikan ini mudah dimangsa. Terlebuh ikan jantan dengan warna tubuh mencolok, sehingga mudah terlihat dan menjadi target di bawah maupun dari atas permukaan air.

Banyaknya predator ikan gupi, maka membuat spesies ini mempunyai banyak varian warna, tergantung dari jenis predatornya. Ikan jantan maupun yang hidup lingkungan dengan banyak pemangsa, maka akan berevolusi sehingga warnanya menjadi lebih kusam dan mengurangi jumlah bintiknya.