Ikan Koi – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Asal, Sejarah & Fakta Unik

Siapa yang tidak mengenal ikan koi? Ikan cantik yang berasal dari Jepang ini sering dijadikan ikan hias yang dipelihara di akuarium ataupun kolam. Ikan koi mempunyai bentuk, pola dan warna cerah yang sangat unik. Selain itu bagi beberapa orang dianggap sebagai ikan yang membawa hoki atau keberuntungan.

Dibalik keindahan aneka warna ikan koi, ternyata ikan ini menyimpan banyak cerita, termasuk fakta jika sebenarnya ikan ini awalnya hanya terdiri atas satu varian warna. Variasi warna beragam yang kita kenal saat ini merupakan hasil serangkaian proses panjang.

Taksonomi

Istilah ikan koi berasal dari kosakata Bahasa Jepang dan jika diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti ‘ikan karper’ meski secara fisik ikan ini berbeda dengan ikan karper yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain itu istilah koi juga dikaitkan dengan nishikigoi yang berarti ikan karper bersulam perak dan emas.

ikan koi jepang Pixabay

Sebagai kelompok Pisces, ikan koi membutuhkan air untuk bisa bertahan hidup. Meski hampir hidup dan berapatasi di semua negara di dunia, tetapi ikan ini juga dikenal sangat sensitif terhadap perubahan habitatnya. Maka dari itu bagi banyak orang merawat ikan koi terbilang cukup rumit.

Berikut ini adalah sistem klasifikasi atau taksonomi ikan koi, yaitu:

KingdomAnimalia
FilumChordata
Sub-filum Vertebrata
Super KelasGnafosfomata
KelasEsteichthyes
Super OrdoTeleostei
OrdoOstariophysi
FamiliCyprinidae
GenusCyprinus
SpesiesCyprinus carpio

Morfologi Ikan Koi

Ikan koi sebenarnya merupakan keluarga serumpun ikan mas. Hal ini bisa dilihat dari struktur fisik ikan koi dan ikan mas yang nyaris sama. Akan tetapi terdapat perbedaan diantara kedua jenis ikan ini, meliputi warna dan ukurannya. Berikut ini adalah morfologi ikan koi, yaitu:

1. Sirip

Struktur tubuh ikan koi menyerupai torpedo bersirip. Sirip ini terdiri atas beberapa bagian, seperti satu sirip punggung, satu pasang sirip dada, satu pasang sirip perut, satu pasang sirip anus, dan satu sirip ekor. Ikan koi membutuhkan sirip ini untuk bisa bergerak bebas di dalam air.

Setiap bagian sirip yang dimiliki ikan koi mempunyai fungsi masing-masing. Sirip di bagian dada berfungsi layaknya tangan, sedangkan sirip perut berperan seperti kaki jika disamakan dengan alat gerak manusia. Menariknya sirip ikan koi mempunyai kemampuan untuk tumbuh kembali apabila tidak sengaja terpotong ataupun patah.

Jika diteliti lebih lanjut, sirip ikan koi terdiri dari beberapa bagian yang lebih spesifik. Sirip tersebut tersusun atas selaput sirip, jari-jari lunak, dan juga jari-jari keras.

Masing-masing sirip mempunyai struktur penyusun yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang ciri-ciri struktur penyusun sirip ikan koi, antara lain:

  • Selaput sirip juga disebut sebagai sayap yang melingkupi setiap jari-jari lunak dan keras pada sirip ikan. Fungsi bagian ini sebagai penyalur tenaga yang mendorong ikan agar bisa berenang. Sayangnya selaput sirip kerap diganggu oleh penyakit dan parasit yang menjadikan bentuknya mirip sisir kasar.
  • Jari-jari lunak adalah bagian sirip yang bersifat lentur dan tidak akan patah meski dibengkokkan. Sirip jari-jari lunak selalu terletak tepat di belakang jari-jari keras.
  • Jari-jari keras merupakan bagian sirip yang bersifat kaku dan mudah patah terutama jika dibengkokkan.
  • Pada sirip dada dan ekor hanya mempunyai jari-jari lunak.
  • Sirip punggung memiliki 3 jari-jari keras dan 20 jari-jari lunak.
  • Sirip pungung hanya terdiri dari jari-jari lunak berjumlah 9 buah.
  • Sirip anus memiliki 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak.

2. Badan

Tubuh ikan koi tersusun atas dua lapisan yang membentuk selaput untuk menutupi perbukaan ikan hias ini. Lapisan terluar biasa disebut sebagai epidermis, sedang bagian yang berada di sebelah dalam disebut endodermis.

Unsur penyusun dan fungsi kedua lapisan tersebut berbeda. Lapisan epidermis terusun dari sel getah dan juga sel mucus yang berfungsi sebagai penghasil lendir di permukaan kulit ikan koi. Oleh sebab itu tidak heran jika menyentuh tubuh ikan koi kita akan merasakan adanya lendir yang terasa lengket. Fungsi lendir ini sebagai pelindung tubuh dari gangguan parasit yang menyerang.

Lapisan endodermis terdiri dari serat yang dipenuhi oleh berbagai jenis sel. Bagian ini menjadi tempat keberadaan urat darah dan juga pangkal sisik. Warna tubuh ikan koi juga dihasilkan dari bagian endodermis, karena lapisan ini mengandung sel warna atau pigmen kulit.

Ada empat warna sel yang dihasilkan di endodermis sehingga membentuk corak warna ikan koi begitu kompleks. Sel ini mengalami kontraksi sehingga menghasilkan larutan dengan warna berbeda. Keempat warna tersebut adalah putih (guanophore), hitam (melanophore), kuning (xanthophore), dan merah (erytrophore).

3. Sisik

Telah disebutkan bahwa sisik ikan koi tumbuh pada lapisan endodermis. Membahas tentang sisik ikan koi maka ada banyaj misteri yang melingkupinya. Salah satunya adalah kepercayaan bahwa usia ikan hias ini bisa ditentukan melalui struktur dan warna sisiknya.

Anggapan tersebut bisa jadi benar sebab pertumbuhan sirip pada ikan hias ini terbilang unik. Sisik ikan koi mempunyai serangkaian garis-garis berwarna. Garis inilah kemudian dijadikan sebagai patokan untuk menentukan berapa usia individu ikan koi.

Akan tetapi garis tersebut ukurannya sangat kecil dan halus, sehingga untuk memeriksanya dibutuhkan bantuan mikroskop. Sebelum diamati melalui mikroskop, sisiknya terlebih dahulu harus direndam didalam larutan Potasium Hidroksia pada konsentrasi antara 1% sampai 5% dalam waktu sehari. Setelah itu, sisik ikan dibilas kemudian diperiksa.

4. Indera Perasa

Indera perasa ikan koi terletak diantara urat saraf yang ada di jaringan lemak dengan lapisan epidermis, tepatnya dibagian bawah sisik. Bersama dengan sistem saraf, indera perasa ini menjalankan fungsi sebagai bagian yang berperan dalam penyerapan dan penyusutan sel warna.

5. Indera Penciuman

Ikan koi mempunyai indera penciuman yang berbentuk kumis atau sungut dan berjumlah satu pasang. Kumis ini terletak tepat dibagian atas mulut ikan koi. Kumis atau sungi ini beperan sebagai alat pendeteksi mangsa atau makanannya. Selain itu, adanya indera penciuman ikan koi juga menjadi pembedanya dengan ikan mas.

Kumis yang berperan sebagai alat penciuman ikan koi ini akan berfungsi saat ikan mencari makanan didasar kolam berlumpur. Keberadaan lumpur akan menyulitkan untuk mendeteksi mangsa, sehingga dibutuhkan indera penciuman yang tajam agar dapat mengetahui posisi keberadaan makanan.

6. Indera Pendengaran

Selain kumis sebagai indera penciuman, ikan koi juga mempunyai alat untuk mendeteksi getaran suara. Alat ini terletak di bagian sisi tubuh yang membentang dari tengah kepala menuju ekornya. Indera pendengaran ini memiliki linea laterilis atau gurat yang terbentuk dari serangkaian urat di bawah sisik yang bergerak keluar.

Habitat Ikan Koi

Ikan koi merupakan ikan hias hidup baik di kawasan beriklim sedang. Ikan ini biasa ditemukan hidup di wilayah perairan air tawar pada suhu antara 8 hingga 30 derajat Celcius. Dengan kemampuan hidu di rentang suhu yang cukup lebar, maka tidak heran jika ikan ini bisa hidup mulai dari wilayah pantai sampai dengan kawasan pegunungan.

ikan koi Pixabay

Meski merupakan ikan asli air tawar, sebenarnya ikan koi juga mampu bertahan di perairan air asin selama kadar garam atau salinitasnya tidak begitu tinggi. Ikan hias ini sangat sensitif dan rentan terhadap perubahan lingkungan.

Kelompok ikan hias koi akan mengalami masalah serius jika mengalami perubahan suhu sampai 5 derajat Celcius. Situasi ini biasanya membuat tubuh ikan koi diselimuti oleh lapisan berwarna putih. Oleh sebab itu, kegiatan pemeliharaan atau pembudidayaan ikan koin wajib memperhatikan kondisi suhu lingkungannya.

Makanan Ikan Koi

Pada kondisi habitat, anak ikan koi akan mengonsumsi udang berukuran renik seperti Daphina. Seiring dengan perkembangan tubuhnya, makanan ikan koi juga mengalami perubahan. Ketika sudah dewasa, ikan ini mulai memangsa hewan yang berukuran sedikit lebih besar.

Binatang terrsebut adalah serangga air, jentik nyamuk, dan juga spesies lumut yang biasa hidup menempel ditanaman air dan berperan layaknya hewan omnivora. Jenis makanan ini menunjukkan bahwa ikan koi tergolong sebagai binatang karnivora yang memakan daging.

Perkembangbiakan

Ikan koi jantan akan memasuki tahap kematangan reproduksi ketika sudah mencapai usia dua tahun, sedangkan ikan koi betina baru akan memasuki fase ini pada usia tiga tahun, lebih lambat satu tahun daripada spesies jantan. Masa kawin spesies ini terjadi setahun sekali, yaitu pada rentang bulan April sampai Juni.

Akan tetapi musim kawin ikan koi sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Sebagai perbandingan, masa kawin ikan koi di Indonesia berbeda dengan ikan yang hidup di Jepang. Kondisi tropis di Indonesia mendukung ikan koi untuk melakukan perkawinan sepanjang tahun, sedangkan di Jepang dengan empat musimnya hanya bisa sekali setahun.

Pertumbuhan anak ikan koi yang baru menetas pun sangat dipengaruhi oleh kondusi suhu air, jenis kelamin, dan makanannya. Pada lingkungan yang cocok dan optimal, maka ikan koi akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan pesat.

Sejarah Ikan Koi

Meski ikan ini memiliki nama yang berasal dari Bahasa Jepang, tetapi sebenarnya ikan ini tidak benar-benar berasal dari negara Sakura tersebut. Faktanya ikan koi dengan nama Latin Cyprinus carpio ini berasal dari kawasan Persia yang kemudian dibawa ke Jepang melalui China dan Korea.

lukisan ikan koi Pixabay

Ketika di Jepang itulah ikan koi mengalami berbagai perubahan yang sangat signifikan terutama warna tubuhnya. Selama ratusan tahun penduduk Jepang membudidayakan ikan koi serta menyilangkannya dengan jenis ikan lain. Kemudian hasilnya seperti saat ini, muncul berbagai jenis ikan koi dengan warna yang variatif.

Adapun jenis ikan koi yang pertama kali dihasilkan dari budidaya tersebut memang berwarna variatif, tetapi setiap warna hanya bisa terbentuk pada satu individu. Beberapa warna ikan koi pada masa itu antara lain ikan koi hitam, putih, putih keperakan, merah, kuning, dan juga keemasan.

Kemudian seiring berjalannya waktu, satu individu ikan koi akhirnya bisa mempunyai dua warna. Jenis warna yang pertama kali terbentuk adalah ikan koi merah putih dan ikan koi hitam putih. Perkembangan warna tubuh ikan hias ini tidak berhenti, sebab tidak lama kemudian dihasilkan varietas dengan tiga warna.

Meski begitu hanya ada satu jenis kombinasi warna, yaitu hitam, putih, dan merah pada satu individu ikan koi. Selanjutnya perkembangan warna baru kembali terjadi atau disebut sebagai multi warna. Ikan koi multi warna ini memiliki warna dasar biru dengan bercak putih, merah, hitam, dan biru gelap.

Setelah itu ikan koi kemudian mulai disilangkan dengan ikan karper yang berasal dari Jerman pada sekitar tahun 1904. Ikan karper Jerman tersebut lebih dikenal dengan sebutan ikan karper tanpa sisik. Hasilnya adalah tubuh beberapa jenis ikan koi tidak memliki sisik.

Ikan Koi di Indonesia

Sejarah dan sebaran ikan koi di Indonesia dimulai ketika Pangeran Akihito dan Putri Michoko mengadakan kunjungan ke Indonesia pada tahun 1962. Kunjungan tersebut kemudian berlanjut ke Bogor untuk melihat secara langsung ikan mas Indonesia yang termasuk dalam ras Kumpay.

Ikan mas tersebut ternyata mempunyai nama spesies yang sama dengan ikan karper Jepang. Akhirnya sang pangeran berinisiatif untuk mengawinkan kedua jenis ikan yang berasal dari varietas Flavipinnis tersebut. Lalu pada tahun 1980 Balai Penelitian Ikan Air Tawar Bogor mengirimkan 60 ekor ikan mas berusia enam bulan ke Jepang.

Sekitar sepuluh tahun melewati tahap penelitian, pada tahun 1991 pihak Jepang kemudian mengirim kembali lima jenis ikan koi berbeda warna ke Indonesia. Kelima varietas ikan koi ini mempunyai jumbai pada bagian ekor dan sirip perutnya berukuran panjang. Bentuk inilah yang membedakan ikan koi Indonesia dan ikan koi Jepang.

Nama kelima ikan koi tersebut adalah Strain Sanke yang mempunyai tiga macam warna, Asagi dengan punggung berwarna biru dan perut berwarna putih, Shusui yang sepintas mirip Asagi tetapi punggungnya memiliki sisik, Kohako yang mempunyai warna merah dan putih, serta Platinum.    

Fakta Unik Ikan Koi

Terdapat banyak sekali fakta menarik seputar ikan koi jarang diketahui oleh masyarakat. Fakta ini berkaitan dengan kepercayaan negara tempat hidupnya. Berikut adalah beberapa fakta tentang ikan koi yang berasal dari negara Jepang dan juga China, antara lain:

  • Ikan koi di Jepang dijadikan sebagai simbol persahabatan dan cinta. Kepercayaan ini disebabkan oleh sifat koi yang homofon yang secara leksikal berarti cinta atau kasih sayang.
  • Ikan koi di China diyakini memelihara ikan koi didalam rumah atau diluar rumah dapat menjadi sumber keberuntungan atau hoki.
  • Di Indonesia nama ikan koi disandingkan dengan ikan mas. Karena masih dalam keluarga yang sama dan berkerabat dekat, maka tidak heran jika ikan mas di Indonesia disebut sebagai ikan mas koi.