Ikan Lele – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat & Budidaya

4.5/5 - (4 votes)

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan ikan lele. Ikan yang menjadi salah satu menu utama penyetan ini juga sering menjadi lauk harian keluarga karena mudah didapatkan dan harganya sangat terjangkau.

Ikan lele adalah salah satu jenis ikan air tawar dengan nilai ekonomis. Oleh sebab itu, lele banyak dibudidayakan dan menghasilkan keuntungan.

Ikan dengan nama latin Clarias ini adalah ikan nokturnal atau aktif mencari makan saat malam hari. Selain itu, lele juga memiliki beberapa kelebihan lain, mulai dari kemampuan tumbuh dengan sangat cepat, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan buruk, bergizi tinggi, dan rasa dagingnya sangat lezat setelah diolah.

Keunikan lain yang dimiliki ikan lele adalah insang tambahan yang digunakan untuk mengambil oksigen saat bernapas di luar air. Inilah yang menjadi alasan mengapa ikan lele mampu bertahan hidup di lingkungan perairan dengan kadar oksigen rendah.

Menariknya lagi, ikan lele juga tahan terhadap berbagai macam zat tercemar air. Jadi jangan heran, jika kita dapat menemukan ikan lele hidup di comberan yang airnya jauh dari kata bersih atau bahkan septic tank.

Taksonomi

Ikan yang dilengkapi dengan patil ini diklasifikasikan secara ilmiah sebagai berikut:

KingdomAnimalia
Sub kingdomMetazoa
FilumChordata
Sub filumVertebrata
KelasPisces
Sub kelasTeleostei
OrdoOstariophysi
Sub ordoSiluroidea
FamiliClariidae
GenusClarias
SpesiesClarias garie pinus

Morfologi

Lele mempunyai beberapa ciri fisik yang spesifik. Salah satunya adalah bentuk kepala yang berbentuk memanjang nyaris mencapai seperempat dari panjang tubuhnya. Selain itu, kepala lele juga berbentuk pipih ke bawah atau depressed.

ikan lele blogunik.com

Bagian atas dan bawah kepala ikan lele juga tertutup oleh tulang pelat yang membentuk ruangan atau rongga tepat di atas insang. Sementara mulutnya dilengkapi dengan gigi nyata dan permukaan kasar di mulut bagian depan.

Ikan lele memiliki empat pasang sungut di dekat mulutnya, sepasang sungut di bagian hidung, sepasang sungut pada mandibula luar dan sepasang sungut pada mandibula dalam. Tak ketinggalan pula sepasang sungut pada bagian maxilla atau tulang rahang atas.

baca juga:  Burung Beo - Taksonomi, Habitat, Makanan, Jenis, Kemampuan Meniru Suara & Harga

Perlu diketahui pula, pada lele terdapat olfaktori di dekat sungut yang berguna sebagai alat peraba dan penciuman, sedangkan penglihatan yang dimiliki ikan lele cenderung kurang baik. Mata ikan lele ukurannya kecil bertipe orbital bebas.

Tubuh lele cenderung bulat memanjang dan tidak memiliki sisik seperti kebanyakan jenis ikan lain. Bagian tengah tubuhnya membulat dengan bagian belakang berbentuk pipih ke samping atau compressed.

Terdapat sepasang sirip ekor yang berbentuk membulat pada tubuhnya. Akan tetapi sirip tersebut tidak bergabung dengan sirip punggung ataupun sirip dubur. Sirip perutnya pun membulat dengan panjang mencapai sirip dubur.

Tepat di bagian sirip dada terdapat sepasang duri tajam yang disebut dengan patil ikan lele. Umumnya, ikan ini berwarna hitam dan cokelat. Namun, ada pula jenis tertentu yang berwarna cerah seperti merah muda atau bahkan albino.

Habitat

Secara umum, lele tidak dapat hidup di air payau dan air asin, sehingga tidak bisa dijumpai pada perairan tersebut. Akan tetapi ada satu jenis ikan yang disebut lele laut yang berasal dari marga dan suku berbeda (Ariidae) yang bisa hidup di perairan bersalinitas tinggi.

Habitat lele d alam liar adalah sungai dengan arus pelan, rawam telaga, waduk, dan persawahan. Selain itu, ikan ini juga punya daya adaptasi tinggi sehingga bisa hidup saluran got dan pembuangan.

Manfaat Ikan Lele

Para ahli gizi menyatakan bahwa mengonsumsi ikan lele ternyata sangat baik untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Sebab, terdapat kandungan gizi dan nutrisi cukup tinggi serta beragam yang bisa diperoleh dari ikan lele.

ternak ikan lele puncamedia.com

Berikut ialah manfaat ikan lele, antara lain:

1. Rendah Lemak dan Kalori

Bagi yang sedang menjalani diet, ikan lele adalah salah satu jenis bahan pangan yang paling tepat untuk dikonsumsi. Ikan ini dikenal sebagai ikan yang rendah kalori.

Namun kita tidak bisa sembarangan ketika ingin mengonsumsinya, sebab jika mengonsumsi lele secara berlebihan justru akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

baca juga:  Mata Air - Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat & Pengelolaan

2. Sumber Protein Lengkap

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan lele mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh, salah satunya adalah protein yang berguna untuk menjaga stamina dan kesehatan.

Protein dapat membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh akan asam amino. Tak hanya itu, kandungan protein berkualitas tinggi dari lele juga memudahkan tubuh dalam membangun massa otot tanpa lemak.

3. Sumber Vitamin B12

Selain dikenal sebagai sumber protein, ikan lele juga kaya akan vitamin B12. Dalam satu ekor lele, terdapat sekitar 40% kadar vitamin B12 yang diperlukan oleh tubuh di setiap harinya. Oleh sebab itu, ikan lele sangat baik dikonsumsi dan mampu menambah cadangan energi tubuh.

4. Mengandung Asam Lemak Sehat

Ikan lele mengandung asam lemak sehat yang baik untuk jantung. Dengan kata lain, jika kita mengonsumsi lele secara baik dan benar, maka akan meningkatkan asupan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam tubuh. Selain menjaga kesehatan jantung, lele juga terbukti mampu meningkatkan fungsi kognitif otak.

Budidaya Ikan Lele

Mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari lele, tak ada salahnya untuk mencoba membudidayakannya. Lele juga termasuk ikan dengan keuntungan ekonomis tinggi, mudah dipelihara, serta memerlukan masa panen singkat.

ternak lele dayaternak.com

Berikut ini adalah teknik ternak ikan lele yang bisa menjadi panduan, yaitu:

1. Persiapan Kolam

Langkah pertama yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeliharaan lele adalah memastikan kolam telah dipersiapkan secara baik. Budidaya ikan lele dapat menggunakan kolam berbahan tanah, semen, ataupun terpal. Kita juga harus memperhatikan ukuran kolam agar ikan tidak kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan kematian.

Setelah itu, kolam yang telah disiapkan harus diisi air bersih dan tunggu selama kurang lebih 3 sampai 7 hari sebelum kolam tersebut diisi dengan bibit lele. Hal ini bertujuan agar kolam ditumbuhi lumut terlebih dulu sehingga air tidak mudah keruh.

2. Bibit Lele Berkualitas

Tahap selanjutnya adalah memilih bibit ikan lele berkualitas unggulan. Kita harus benar-benar memperhatikan kualitas bibit lele supaya hasil panen yang diperoleh nantinya memuaskan dan sesuai harapan.

Salah satu ciri bibit unggul ikan lele dilihat dari gerakannya yang aktif sekaligus agresif saat diberi pakan. Selain itu, bibit unggul biasanya memiliki warna tubuh cenderung terang dan terlihat sehat.

baca juga:  Ikan Tenggiri - Taksonomi, Morfologi, Sifat, Habitat, Sebaran & Manfaat

Salah satu jenis ikan lele dengan kualitas bagus adalah lele dumbo. Sebab tidak hanya menghasilkan daging melimpah dan lezat, lele dumbo juga tahan terhadap serangan penyakit. Selain itu, perkembangbiakan lele dumbo jumlahnya lebih banyak.

3. Menebar Bibit Ikan Lele

Saat bibit dan kolam telah siap, maka langkah selanjutnya adalah menebar bibit-bibit tersebut ke dalam kolam. Kita bisa menebar bibit dengan menggunakan ember, lalu meletakkan ember tersebut ke dalam kolam dan biarkan bibit ikan lele keluar dengan sendirinya.

Namun, kita harus memastikan bahwa bibit yang dimasukkan ke dalam kolam tidak dilakukan secara bersamaan. Sebab, hal ini bisa membuat bibit lele stres dan mati. Pastikan juga penebaran bibit dilakukan pada pagi atau malam hari karena di waktu tersebut biasanya ikan lele lebih tenang. 

4. Memisahkan Ukuran Lele

Teknik berikutnya adalah memisahkan lele berdasarkan ukurannya, mulai dari yang paling kecil hingga paling besar. Teknik ini dianggap sebagai cara terbaik untuk menghindari pertempuran antara ikan lele yang berukuran besar dengan kecil. Biasanya, pemisahan semacam ini dilakukan saat lele telah berumur 20 hari.

5. Menjaga Kedalaman dan Kualitas Kolam

Meski lele dikenal sebagai ikan yang bisa hidup di air berlumpur dan mengandung banyak lumut, namun ternyata kondisi koloam juga harus tetap diperhatikan. Jika air kolam tidak jernih, setidaknya kita wajib memperhatikan sumber airnya. Sebab, bisa saja air tersebut tercemar limbah yang justru berisiko mengakibatkan ikan lele mati.

Kita juga harus mengatur kedalaman kolam, yaitu sekitar 20 cm pada bulan pertama. Lalu pada bulan kedua, pastikan kedalaman kolam bertambah menjadi 40 cm dan di bulan ketiga kedalamannya menjadi 80 cm.

6. Pakan Ternak Lele

Teknik berikutnya adalah memilih pakan terbaik untuk lele yang kita budidayakan. Kita bisa memilih pakan yang mengandung banyak nutrisi dan menyesuaikan dengan anggaran. Jangan lupa untuk memberikan pakan secara rutin pada pagi, sore, dan malam hari.

7. Panen Lele

Proses terakhir dari ternak lele adalah pemanenan yang biasanya dilakukan setelah tiga bulan sejak bibit disebar. Pastikan saat panen dilakukan, tidak ada lele yang tertinggal di dalamnya. Sebab, kolam harus bersih dari segala gangguan, termasuk ikan lele dewasa agar tidak mengganggu bibit lele baru selanjuntya.