Ikan Mas – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Jenis & Cara Budidaya

5/5 - (2 votes)

Ikan mas adalah ikan air tawar yang hidup di sungai-sungai Indonesia. Ikan ini juga menjadi ikan budidaya sejak tahun 1920-an.

Meski populer di Indonesia, ternyata ikan mas yang hidup disekitar kita umumnya berasal dari Cina, Taiwan, Jepang, dan Eropa. Sampai saat ini, ada lebih dari sepuluh jenis ikan mas yang telah teridentifikasi berdasarkan morfologi atau ciri fisiknya. Di beberapa daerah di Indonesia, ikan ini memiliki julukan yang berbeda-beda, mulai dari ikan tombro, ikan raja, ikan tikeu, ikan kacra, dan ikan rayo.

Ikan mas tergolong jenis ikan paling populer dan menjadi favorit berbagai kalangan karena rasa dan kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh. Ikan yang masuk dalam famili Cyprinidae ini mempunyai warna sangat beragam dan bervariasi. Biasanya, warna ikan ini meliputi kekuningan, merah, oranye, serta abu-abu kehitaman.

Taksonomi

Ikan dalam bahasa Spanyol disebut Carpa dan bahasa Inggris disebut Carp ini secara ilmiah diklasifikasikan sebagai berikut:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoCypriniformes
FamiliCyprinidae
GenusCyprinus
SpesiesC. carpio
Nama binomialCyprinus carpio

Morfologi

Kita dapat mengenali ikan mas berdasarkan ciri fisik yang dimilikinya, antara lain:

jenis ikan mas floridamuseum.ufl.edu

1. Sirip

Sirip menjadi salah satu ciri paling mudah untuk mengenali jenis ikan tertentu. Pada ikan mas memiliki banyak sirip yang tumbuh di beberapa bagian tubuhnya, salah satunya pada punggung yang berbentuk memanjang dan letaknya berseberangan dengan permukaan sirip perut. Pada bagian belakang sirip tersebut terdapat semacam tulang atau duri yang keras.

Ikan mas juga memiliki sirip ketiga dan keempat dengan bentuk bergerigi. Sementara sirip dubur ikan mas nyaris sama seperti sirip punggungnya, yaitu memiliki jari-jari keras dengan ujung bergerigi. Selain itu, ada pula sirip ekor yang bertipe homoserkal karena terdiri dari dua cabang yang sama panjang.

2. Bentuk Tubuh

Tubuh ikan mas berbentuk bilateral simetris, artinya tubuh ikan ini berukuran sama antara kanan dan kiri. Hal ini bisa dibuktikan saat kita membelah tubuh ikan mas menjadi dua bagian. Dengan demikian akan terlihat sisi tubuh kanan dan kirinya terlihat simetris atau sama besar. 

3. Mulut dan Hidung

Ciri khas ikan mas yang paling mudah dikenali adalah bentuk mulutnya. Pada dasarnya, mulut ikan mas bersifat protaktil atau menonjol ke luar. Gerakan semacam ini bisa kita lihat secara jelas ketika ikan berusaha meraih makanan yang ada di hadapannya. Tak hanya itu, di bagian mulut ikan mas juga terdapat dua pasang sungut di bagian anterior.

baca juga:  Pohon Keruing - Jenis, Morfologi, Potensi dan Manfaat

Selain mulut, ikan mas juga memiliki hidung sebagai identitas pembeda dengan jenis ikan lainnya. Hidung ikan mas berada tepat di ujung kepala.

4. Gigi

Menurut berbagai penelitian, ikan ini juga memiliki gigi berjenis pharyngeal teeth yang berbentuk seperti kerongkongan. Komposisi gigi semacam ini terdiri dari gigi geraham sebanyak tiga baris.

Habitat Ikan Mas

Umumnya, ikan mas liar hidup di sungai, kubangan, atau di perairan dangkal terbatas, seperti waduk dan danau. Ikan mas lebih banyak menghabiskan waktunya berenang di bawah air, namun sesekali mengarah ke permukaan saat mencari makan.

Ikan mas sangat suka hidup di daerah perairan yang kedalamannya mencapai 1 meter dengan aliran air cenderung pelan. Tak hanya itu, ikan ini juga sangat menyukai daerah perairan yang subur karena di tempat seperti ini makanan alami sangat melimpah.

Ciri dan Karakteristik

Ikan mas hidup ideal di tempat dengan ketinggian antara 150 hingga 160 mdpl. Ikan mas bersifat thermofil, yaitu mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungannya. Menariknya, meski tergolong jenis ikan air tawar, tapi ikan ini mampu hidup di perairan yang mengandung kadar garam dan salinitas mencapai 25% sampai 30%.

Berdasarkan cara memangsanya, ikan mas termasuk golongan ikan pengisap atau sucker karena mengambil makanan dengan cara mengisap tanpa memilih. Ikan mas adalah jenis ikan omnivora yang sangat menyukai tanaman air.

Bahkan, terkadang ikan ini memangsa ikan-ikan lain yang berukuran lebih kecil. Selain itu, ikan mas juga menyukai moluska, annelida, krustasea, telur ikan, dan makroinvertebrata lainnya.

Jenis Ikan Mas Konsumsi

Ikan mas merpuakan salah satu menu makanan sehat yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain mengandung gizi dan nutrisi penting bagi tubuh, ikan ini juga menjadi pilihan lauk karena harganya yang terjangkau.

Cyprinus carpio

Berikut ini adalah beberapa jenis ikan mas untuk konsumsi yang bisa kita jadikan menu harian keluarga maupun ikan mas koki hias, antara lain:

1. Ikan Mas Punten

Nama punten berasal dari sebuah daerah di Malang, Jawa Timur. Sekitar tahun 1933, ada seorang petani yang membudidayakan ikan mas jenis ini untuk pertama kalinya.

Bentuk tubuh ikan mas punten cenderung pendek, tapi memiliki punggung tinggi dan lebar. Selain itu, mata ikan mas jenis ini agak sedikit keluar atau menonjol. Sejak saat itulah ikan ini menjadi populer dan sering dikonsumsi oleh masyarakat lokal.

Tidak hanya dijual dengan harga murah dan relatif mudah didapatkan di pasaran, ternyata daging ikan mas punten 10% lebih banyak daripada jenis ikan mas konsumsi lainnya.

baca juga:  Sorgum - Pengertian, Asal, Kandungan Biji & Budidaya

2. Ikan Mas Lokal

Meskipun disebut ikan mas lokal, sebenarnya ikan ini bukan berasal dari golongan ikan mas. Akan tetapi, ikan ini justru lebih populer dan paling mendominasi penjualan ikan di pasaran.

Ikan mas lokal merupakan hasil perkawinan silang antara lebih dari satu jenis ikan mas sehingga tmenjadikan warna sisiknya sangat bervariasi. Warna sisik yang paling sering ditemukan dari jenis ini adalah merah dan kuning. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki totol hitam.

Ciri fisik lainnya adalah bentuk tubuh yang cukup panjang. Selain itu, kelopak mata ikan mas lokal berukuran cukup lebar, meski tidak terlalu menonjol. Ikan ini memiliki rasa yang lezat saat diolah dan bergizi tinggi.

3. Ikan Mas Majalaya

Jenis ikan mas konsumsi berikutnya adalah ikan mas majalaya yang berkarakter jinak dan paling populer di kalangan masyarakat untuk dijadikan santapan sehari-hari. Awalnya ikan ini dibudidayakan di wilayah Majalaya, Jawa Barat. Ciri khasnya terdapat pada tubuh yang cenderung pendek, tapi sedikit runcing di bagian ujung punggung.

Ikan mas majalaya sangat mudah didapatkan karena ikan ini selalu menghasilkan telur yang cukup banyak sekitar 84 ribu hingga 100 ribu butir per ekor. Di samping itu, ikan ini juga tergolong ikan yang kuat bertahan dari serangan bakteri, seperti Aeromonas hydrophila. Ikan mas majalaya menjadi primadona karena memiliki rasa yang gurih dan lezat ketika dioleh menjadi kuliner.

Budidaya Ikan Mas

Memelihara ikan mas dalam skala besar merupakan peluang bisnis menguntungkan. Hal tersebut ditunjang dengan permintaan pasar yang terus ada dan berkelanjutan. Jenis ikan mas yang banyak dibudidayakan antara lain jenis punten, sinyonya atau putri yogya, taiwan, merah, majalaya, yamato da jenis lokal.

Melalui budidaya ikan mas, kita dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut:

  • Pakan Murah – Ikan mas adalah ikan omnivora sehingga dalam hal budidaya tidak sulit untuk mencari pakan. Tidak seperti budidaya ikan lain yang harus memberi makan dengan pelet, ikan ini dapat diberi makan sayuran afkir dan tumbuhan sekitar.
  • Pangsa Pasar – Ikan mas dapat diolah menjadi berbagai macam menu, seperti pepes, ikan bakar, ikan goreng dan sebagainya. Selain itu, ikan mas non konsumsi atau ikan mas hias juga bisa dibudidayakan untuk memenuhi permintaan pasar ikan hias. Contohnya adalah ikan mas koi, mas koki, kumpay dan sebagainya.
  • Budidaya Mudah – Kemampuan adaptasi ikan ini sangat baik sehingga mampu hidup di berbagai macam lingkungan. Masa panennya pun tergolong singat, yaitu perlu waktu 6 hingga 8 bulan.
baca juga:  Pohon Waru - Taksonomi, Morfologi & Manfaat

Bagi yang ingin memulai usaha ternak ikan mas, berikut ini adalah panduan yang dapat diikuti, yaitu:

1. Persiapan Kolam

Untuk memelihara ikan mas dengan jumlah banyak, kita bisa menggunakan kolam terpal dengan luas 7 x 10 meter dengan kedalaman 120 cm.

Awali dengan membersihkan kolam agar terhindar dari bibit penyakit dan parasit. Caranya ialah dengan mengeringkan kolam selama 1 hari jika alas terbuat dari semen, serta 1 minggu jika alas berupa tanah.

Agar ikan memperoleh makanan alami, kita bisa menambahkan pupuk kompos atau kandang. Tujuannya adalah agar plankton dapat hidup di dalam kolam. Takaran pupuk yang digunakan sekitar 1 sampai 2 ton per hektar.

Setelah itu isilah kolam dengan air setinggi 15 cm. Amati selama beberapa hari, jika air berubah hijau maka ganggang dan plankton telah tumbuh di kolam. Selanjutnya, isi kolam hingga penuh, yaitu hingga ketinggian 120 cm.

2. Menebar Bibit

Belilah bibit dari pembudidaya ikan mas lain yang sukses. Biasanya bibit bisa didapatkan dari kelompok tani, UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan dan BPPI. Pastikan pula bibit yang diperoleh unggul, yaitu dengan ciri sebagai berikut:

  • Gerakan gesit
  • Kulit mulus tanpa luka dan jamur
  • Berasal dari indukan bersertifikat
  • Nafsu makan baik

Pada tahap penebaran bibit ikan mas, rasioa yang sesuai adalah 20 ekor per meter persegi.

3. Pakan Ikan Mas Budidaya

Guna memenuhi kebutuhan makanan ikan, kita bisa berikan pakan dengan kandungan protein 25% dan takaran 3% sampai 4% dari bobot ikan. Berikanlah pakan pada pagi dan sore dengan takaran cukup agar tidak ada makanan tersisa. Makanan sisa harus dihindari karena berisiko menimbulkan penyakit dan mengurangi oksigen akibat pembusukan.

4. Pemeliharaan

Setelah itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan mas, yaitu:

  • Suhu optimal kolam sebaiknya 25-30 derajat Celsius
  • Kolam harus memiliki ketersediaan oksigen cukup agar ikan tumbuh optimal
  • Berikan pakan fermentasi dengan bantuan mikrobakteri (MOL) agar hasil panen melimpah

5. Panen Ikan Mas

Ikan mas siap panen ditandai dengan bobotnya yang mencapai 300 – 400 gram per ekor. Umumnya bobot tersebut tercapai sekitar 6 hingga 8 bulan. Sebelum menjual ikan ini, alangkah baiknya melakukan sortir sesuak berat ikan. Biasanya ikan mas di jual dengan harga Rp 25 ribu per kilogram.