Ikan Salmon – Taksonomi, Morfologi, Migrasi, Rerpoduksi & Manfaat

4.2/5 - (13 votes)

Ikan salmon adalah jenis ikan dengan siklus hidup yang unik, sebab ikan ini menetas di sungai, tetapi tumbuh besar dan hidup di lautan. Ketika beranjak dewasa, ikan-ikan salmon akan kembali berenang ke hilir sungai untuk bertelur dan kemudian mati.

Salmon harus berjuang berenang dari laut menuju hilir dengan melawan arus sungai sejauh ribuan kilometer. Selama menempuh perjalanan panjang tersebut, ikan salmon akan kehilangan sepertiga dari berat tubuhnya karena perjalanan yang ditempuh sangat berat. Bahkan salmon mampu mengarungi arus sungai lebih dari 1.400 kilometer dan mendaki setinggi 2.100 meter dari laut menuju tempatnya dilahirkan.

Selain untuk tujuan reproduksi, ikan salmon juga membawa banyak mineral laut ke daratan saat berenang dari laut ke hilir sungai. Hal ini dikarenakan tubuh salmon kaya akan mineral yang baik untuk nutrisi makhluk hidup di daratan. Kondisi semacam itu sangat baik untuk keseimbangan alam.

Taksonomi

Salmon memiliki kemampuan mengingat yang sangat baik sehingga mampu bermigrasi ke tempat asalnya. Akan tetapi kemampuan ini masih menjadi misteri dan belum bisa dijelaskan secara ilmiah.

Berikut ini adalah klasifikasi salmon, yaitu:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoSalmoniformes
FamiliSalmonidae
GenusOncorhynchus
SpesiesOnchorhynchusn nerka

Morfologi

Panjang tubuh ikan salmon jantan sekitar 84 cm , sedangkan salmon betina hanya sekitar 71 cm. Sementara untuk bobot salmon dapat mencapai 8 kilogram dengan usia maksimal sekitar 8 tahun. Ikan ini termasuk golongan ikan pelagis yang mampu hidup di beberapa habitat berbeda, seperti air tawar, muara, dan air laut dengan kedalaman antara 0 sampai 250 meter.

Pixabay

Ikan salmon memiliki sirip punggung lunak berjumlah antara 11-16 buah dan sirip anus lunak berjumlah 13-18 buah. Selain itu, ikan ini juga dilengkapi dengan tulang punggung berjumlah 56-67 buah.

baca juga:  Mengenal Nemo, Ikan Lucu Hidup Diantara Anemon Laut

Migrasi dan Reproduksi

Salmon adalah ikan dalam golongan anadromous yang salah satu cirinya adalah melakukan migrasi saat hendak berkembang biak. Banyak penelitian mengungkap bahwa ikan salmon akan selalu kembali ke tempat yang sama dimana ia dilahirkan untuk berkembang biak.

Meski demikian, alasan mengapa hal itu terus terjadi dan bagaimana salmon menyimpan memori masih menjadi misteri yang belum bisa terpecahkan hingga kini.

Ikan salmon melakukan reproduksi secara eksternal, artinya ikan ini melakukan pembuahan di luar tubuh. Apabila salmon memasuki masa reproduksi, maka ia akan kembali ke air tawar dan melakukan proses pembuahan ketika berhasil menemukan tempat paling aman untuk bertelur.

Sebelum meletakkan telur-telurnya di dalam air, salmon betina akan terlebih dulu mengepakkan ekor untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah. Dengan demikian, kerikil di sekitarnya akan tersapu oleh arus air dan menciptakan celah sebagai tempat pelekatan telur.

Pixabay

Setiap celah tersebut mampu menampung hingga 5000 butir telur yang menutupi sekitar 2,8 m2 area di sekitarnya. Saat salmon betina mulai mengeluarkan telur, salmon jantan akan datang dan membuahi sel telur tersebut. Biasanya, ada satu atau lebih salmon jantan yang akan mendekati salmon betina, lalu mengeluarkan spermanya di dalam air untuk membuahi telur-telur tersebut.

Setelah itu, salmon betina akan menutupi telur dengan menyapu kerikil lalu pergi untuk menemukan tempat bertelur lainnya. Ikan salmon betina mampu bertelur hingga tujuh kali sebelum seluruh telur di dalam ovariumnya habis. Setelah itu, salmon betina akan mati kelelahan sesaat setelah mengeluarkan telurnya yang terakhir.

Menurut para ahli, telur salmon harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air bersuhu dingin dan berarus baik agar mendapat suplai oksigen yang cukup. Biasanya, tingkat kematian tinggi terjadi pada tahap ini. Faktor utama penyebab kematian benih salmon terjadi akibat predator dan perubahan kondisi perairan karena ulah manusia.

baca juga:  Ikan Arapaima - Taksonomi, Morfologi, Asal, Sebaran & Fakta Unik

Benih-benih salmon yang baru menetas biasanya akan menetap di perairan air tawar tempatnya dilahirkan selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya bermigrasi ke laut. Dalam periode tersebut, ikan salmon memiliki warna tubuh keperakan. Diperkirakan hanya ada sekitar 10 persen dari total jumlah telur yang selamat dan berhasil mencapai tahap ini.

Ikan salmon memerlukan waktu hingga lima tahun sebelum mencapai usia kematangan seksual sehingga bisa kembali bereproduksi untuk melestarikan spesiesnya. Ketika hendak bereproduksi, salmon akan mengembangkan taring dan warna tubuhnya berubah menjadi gelap.

Manfaat Mengonsumsi Salmon

Ikan salmon dikenal dengan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dan membantu memelihara kesehatan otak, mengurangi risiko penyakit jantung, serta mencegah inflamasi. Sehingga jangan heran jika ikan ini sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh para ahli gizi.

ikan salmon Pixabay

Lantas, apa saja manfaat mengonsumsi ikan salmon? Berikut adalah penjelasannya.

1. Salmon Sebagai Sumber Protein

Setidaknya, tubuh membutuhkan sekitar 20 gram protein setiap harinya. Nah, pada setiap 3 ons ikan salmon ternyata mengandung 17 gram protein yang mampu mencukupi kebutuhan tubuh. Umumnya, ikan salmon yang berkembangbiak secara alami atau hidup liar di alam mengandung lebih banyak protein dibandingkan dengan salmon ternak.

Mengonsumsi ikan salmon merupakan cara paling efisien untuk memenuhi kebutuhan asam amino tubuh. Makronutrien tersebut berperan penting dalam pembentukan imun, proses penyembuhan, dan pemeliharaan massa otot. Protein juga dapat membantu proses metabolisme tubuh. Menariknya, mengonsumsi ikan salmon bisa membuat kita merasa kenyang lebih lama.

2. Salmon Mengandung Mineral Kalium

Selain pisang dan alpukat, ternyata salmon juga mengandung mineral kalium tinggi yang baik untuk tubuh, terutama jenis wild salmon. Dalam setiap 3 ons daging salmon, terdapat sekitar 309 miligram kalium yang bermanfaat bagi jantung. Jumlah tersebut dikatakan setara dengan sebuah pisang berukuran kecil.

Mineral kalium sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu membuang sodium dan air yang berlebihan di dalam tubuh yang menjadi penyebab kembung. Selain itu, kalium juga berperan untuk mengontrol tekanan darah.

baca juga:  Tikus Raksasa Flores - Hewan Pengerat Endemik Asli Indonesia

3. Ikan Salmon Kaya Selenium

Selenium merupakan mineral yang biasa ditemukan di dalam tanah dan beberapa jenis bahan pangan. Setiap 3 ons daging salmon mengandung sekitar 20 mikrogram selenium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Meski dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit atau sekitar 55 mikrogram per hari, asupan nutrisi ini harus tetap terpenuhi. Sebab, mineral selenium sangat berperan dalam menunjang fungsi kelenjar tiroid dan memelihara kesehatan tulang.

4. Mengandung Vitamin B

Bisa dikatakan hampir semua jenis vitamin B kompleks ada pada ikan salmon. Vitamin B kompleks berperan sangat penting dalam memelihara fungsi dan kesehatan jantung. Selain itu, vitamin B kompleks juga mampu mencegah peradangan dan meningkatkan fungsi otak.

5. Kaya Antioksidan Astaxanthin

Warna merah muda pada daging salmon berasal dari kandungan antioksidan yang dikenal dengan nama astaxanthin. Zat ini diperoleh ikan salmon dari makanannya sehari-hari. Manfaat astaxanthin bagi manusia adalah membantu menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kolesterol baik yang ada di dalam tubuh.

Menurut penelitian, mengonsumsi 3,6 miligram antioksidan astaxanthin ternyata ampuh mengurangi stres oksidasi yang diakibatkan oleh kolesterol jahat. Tentunya, hal ini juga berdampak pada penurunan risiko penyakit jantung. Antioksidan astaxanthin juga dipercaya mampu mencegah terjadinya peradangan pada sistem saraf dan otak.

Bahaya Mengonsumsi Salmon Secara Berlebihan

Meski kandungan omega-3 dalam ikan salmon terbukti bermanfaat bagi kesehatan, tapi mengonsumsi daging ikan terlalu banyak justru berbahaya bagi kesehatan, terutama dalam bentuk suplemen. Bagi yang sedang menjalani pengobatan anti penggumpalan darah, mengonsumsi ikan salmon terlalu banyak akan meningkatkan risiko perdarahan.

Perlu diketahui, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi ikan salmon sebanyak dua porsi atau sekitar 8 ons dalam satu minggu bagi orang dewasa. Sementara untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas, cukup mengonsumsi ikan satu ini sekitar 1-2 porsi atau setara dengan 2-4 ons setiap minggunya.