Ikan Teri – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran dan Jenisnya

5/5 - (4 votes)

Istilah ikan teri sering digunakan untuk menyebut ikan air laut berukuran kecil. Ikan-ikan tersebut umumnya berasal dari famili Engraulidae. Ikan yang termasuk ke dalam keluarga ini sangat beragam, namun istilah ini merujuk pada ikan yang panjangnya kurang dari 5 cm.

Teri biasanya dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi. Teri dapat diolah dengan berbagai cara sesuai kebiasaan memasak di masing-masing daerah.

Taksonomi

Ikan yang hidup berkelompok dalam jumlah besar di lautan ini diklasifikasikan sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoClupeiformes
FamiliEngraulidae

Morfologi

Selain dinamakan ikan teri, ikan-ikan berukuran kecil ini juga disebut sebagai ikan bilis dengan ciri sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk tubuh silindris atau bulat memanjang
  • Bagian perutnya berbentuk membulat
  • Kepalanya berukuran pendek
  • Mulut terlihat jelas dan berbentuk runcing
  • Pada mulutnya terdapat sayatan di bagian agak ke dalam hingga ke belakang mata
  • Rahang bawahnya lebih pendek dibandingkan rahang atas
  • Memiliki gigi taring runcing untuk memangsa makanan
  • Letak anusnya cenderung lebih ke belakang
  • Warna ikan bilis beragam sesuai jenisnya, mulai dari tidak berwarna, agak keperakan, hingga agak kemerahan
  • Sepanjang tubuh teri terdapat garis putih berwarna keperakan memanjang mulai dari kepala hingga ekor
  • Teri mempunyai sisik yang teksturnya tipis dan mudah lepas
  • Ukuran tubuhnya mulai dari 1 cm sampai 5 cm, namun ada juga jenis teri dari famili Engraulidae yang mencapai panjang hingga 23 cm
  • Ikan teri memiliki lambung
  • Panjang ususnya sama atau lebih pendek dari panjang tubuhnya
baca juga:  Jalak Bali - Taksonomi, Morfologi, Habitat Endemik, Status Konservasi

Habitat dan Sebaran

Teri hidup di perairan pesisir. Habitatnya tersebar di kawasan pantai di samudra Atlantik, Hindia dan Pasifik. Di Indonesia, ikan dengan nama latin Stolephorus sp. ini populasinya melimpah di kawasan Selat Madura, perairan Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara, dan perairan lainnya. Pada umumnya, ikan teri hidup di perairan beriklim sedang.

jenis ikan teri wikimedia

Teri termasuk ikan musiman, dimana para nelayan umumnya banyak menangkap ikan ini pada bulan Februari hingga Agustus. Meski begitu, jumlah tangkapan paling tinggi biasanya pada 2 bulan terakhir, yaitu Juli dan Agustus.

Perilaku dan Karakteristik

Ikan teri hidup secara bergerombol dalam kawanan besar. Tujuannya ialah agar kelompok ikan dapat bertahan dari serangan ikan pemangsa. Sebuah kawanan teri jumlah dapat mencapai ratusan bahkan ribuan ekor.

Semakin kecil ukuran tubuhnya, biasanya semakin banyak jumlah teri yang membentuk kelompok. Sedangkan teri dengan ukuran lebih besar biasanya hidup secara soliter, yaitu menyendiri dalam jumlah sedikit atau berpasang-pasangan. Kesimpulan ini diambil karena seringnya ikan teri berukuran besar tertangkap dalam jumlah sedikit.

Teri yang sering tertangkap oleh nelayan umumnya dipancing melalui respon cahaya dan getaran. Ikan teri cenderung bermigrasi secara bersamaan. Oleh karena kebiasaan ini, maka sebaran teri menjadi lebih mudah. Migrasi ikan bilis dilakukan dipengaruhi oleh faktor perubahan musim.

Makanan / Mangsa

Ikan teri termasuk jenis ikan karnivora. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya gigi taring runcing yang berguna untuk mengoyak mangsanya. Selain itu, ikan ini juga termasuk pemakan segala, seperti tumbuhan laut, fitoplankton (plankton bersel satu) dan zooplankton (plankton berukuran kecil).

Jenis Ikan Teri

Di Indonesia, jenis teri yang banyak dijual di pasaran adalah teri medan, teri jengki, dan teri nasi. Namun selain ketiga jenis tersebut, masih ada jenis-jenis teri lainnya. Berikut ini adalah beberapa macam ikan teri yang tersebar di seluruh perairan dunia, yaitu:

baca juga:  Ikan Gabus - Taksonomi, Morfologi, Kandungan dan Manfaat
teri Pixabay

1. Teri Medan

Teri Medan memiliki ciri tubuh berwarna putih dan berukuran sedang. Meski dinamakan demikian, namun ikan ini tidak hanya ditemukan di perairan Sumatera Utara, tapi juga hidup di perairan lainnya di Indonesia. Disebut teri medan karena banyak makanan dari Medan yang berbahanikan teri ini.

2. Teri Jengki

Teri jengki mempunyai ciri seperti teri pada umumnya, akan tetapi ukurannya lebih besar dibanding teri medan dan teri nasi.

3. Teri Nasi

Ikan ini dinamakan teri nasi karena ukurannya yang sangat kecil, lebih kecil dari teri medan. Ikan teri ini memiliki aroma yang sangat khas. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil, teri nasi sering dijadikan bahan tambahan untuk camilan, misalnya rempeyek teri.

4. Teri Eropa

Jenis teri ini banyak ditemukan di perairan Eropa dan Afrika, serta di Laut Mediterania dan Laut Hitam. Teri Eropa masih berkerabat dengan ikan haring yang juga banyak terdapat di Eropa.

5. Teri Afrika Selatan

Teri ini memiliki nama latin Engraulis capensis. Populasinya banyak ditemukan di perairan samudra Atlantik bagian tenggara, tepatnya di sekitar Namibia, Afrika.

6. Teri Australia

Jenis teri ini bernama latin Engraulis australis. Ikan teri Australia tersebar di perairan Australia bagian tenggara hingga ke Selandia Baru.

7. Teri Argentina

Teri Argentina mempunyai nama latin Engraulis anchoita. Ikan ini tersebar di perairan Argentina, Uruguay, dan Brazil. Tubuh teri Argentina berkisar antara 17 sampai 22 cm.

8. Teri Jepang

Ikan teri Jepang mempunyai ukuran tubuh hampir sama dengan teri di Indonesia. Teri ini memiliki nama latin Engraulis japonicus. Saat musim kawin, teri Jepang akan bermigrasi ke perairan di sekitar Taiwan.

Industrial Engineer, Civil Servant, Entrepreuner & Writer.