Ikan – Morfologi, Klasifikasi / Jenis, Ciri Umum dan Sistem Pernapasan

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik yang hidup di perairan dan bernapas menggunakan insang. Ikan termasuk kelompok hewan vertebrata dengan tingkat beragaman tinggi, bahkan jumlahnya mencapai lebih dari 27 ribu spesies dan tersebar di seluruh penjuru dunia. 

Sebagai makhluk hidup yang berhabitat di air, ikan bisa menjadi bioindikator kondisi perairan karena memiliki respon tinggi terhadap kandungan bahan pencemar. Ikan juga dimanfaatkan untuk mengetahui reaksi perubahan fisik air maupun senyawa terlarut dalam batas konsentrasi tertentu.

Morfologi Ikan

Struktur ikan terdiri dari bagian anterior hingga posterior, meliputi kepala, tubuh, dan ekor. Kepala atau caput adalah bagian tubuh yang dimulai dari ujung mulut hingga ke bagian belakang operculum.

Sedangkan tubuh atau truncus dimulai dari batas akhir operculum hingga anus, selanjutnya ekor atau cauda dihitung dari bagian anus hingga ujung sirip ekor.

Klasifikasi Ikan

Tubuh ikan umumnya tertutup oleh sisik. Sisik ikan tersusun daro zat kapur dengan permukaan berlendir. Fungsi sisik ialah untuk memberikan kemudahan dalam setiap gerakan ikan saat berada di dalam air.

Pada sisi kiri dan kanan tubuh ikan terdapat gurat sisi yang berfungsi sebagai alat keseimbangan sekaligus penentu arah arus air dan kedalaman saat berenang.

Ikan terbagi menjadi tiga kelas berbeda, yaitu Chondrichthyes, Osteichthyes, dan Agnatha dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Chondrichthyes / Ikan Bertulang Rawan

Dalam bahasa Yunani, Chondrichthyes berasal dari kata chondros berarti rawan dan ichthyes yang berarti ikan. Chondrichthyes adalah ikan dengan tubuh tertutup sisik placoid yang sangat kasar berisi dentin di bagian dalam serta terdapat lapisan email di bagian luarnya.

Pixabay

Otot-otot tubuh Chondrichthyes dilengkapi dengan miotom, sedangkan rangka atau endoskeleton tersusun atas tulang rawan. Ikan jenis ini mempunyai dua pasang sirip heteroserkal atau lobus dorsal dengan ukuran lebih besar. Mulutnya terletak di bagian bawah yang dilengkapi dengan lidah, rahang, dan gigi.

baca juga:  Buah Alkesa - Taksonomi, Morfologi, Sebaran, Kandungan & Manfaat

Chondrichthyes memiliki sistem pencernaan cukup lengkap, meliputi mulut, faring, esophagus, lambung usus, rektum, dan kloaka. Beberapa jenis ikan yang termasuk dalam kelas Chondrichthyes adalah ikan pari (Makaraja sp), ikan hiu (Squalus sp), dan pari macan (Taeniura lymma).

2. Osteichthyes / Ikan Bertulang Sejati)

Istilah Osteichthyes diambil dari Bahasa Yunani, yaitu osten yang berarti tulang, sedangkan ichthyes berarti ikan. Umumnya, ikan bertulang sejati hidup di daerah perairan laut, rawa, dan air tawar. Ikan dengan ukuran tubuh antara 1 cm hingga 6 meter ini memiliki endoskeleton yang mengandung matriks kalsium fosfat sangat keras.

Pixabay

Sebagian besar Osteichthyes mempunyai kulit yang ditutupi oleh sisik bertipe sikloid, ganoid, atau stenoid. Namun, tak sedikit pula yang tidak bersisik. Selain itu, ikan Osteichthyes tersusun oleh otot bersegmen, serta mulut berahang yang dilengkapi gigi dan lidah. 

Secara umum, sistem pernapasan Osteichthyes menggunakan insang yang kemudian tertutupi oleh operculum. Ikan jenis ini memiliki gelembung renang yang berfungsi untuk membantu sistem pernapasan dan sebagai alat dalam sistem hidrostatik. Dengan begitu, Osteichthyes dapat menyesuaikan berat tubuhnya sesuai kedalaman air.

Osteichthyes memiliki indera berupa mata, telinga, olfaktorius, dan gurat sisi yang berfungsi sebagai pendeteksi tekanan arus air. Umumnya, ikan jenis ini bersifat ovipar dengan sistem fertilisasi internal. Namun, ada juga yang bersifat vivipar dengan fertilisasi eksternal, seperti ikan perak atau Cymatogaster aggregate.

Saat ini ada sekitar 300 ribu spesies Osteichthyes di muka bumi yang telah berhasil diidentifikasi. Contohnya adalah ikan mas koki (Carrasius auratus), kuda laut (Hippocampus sp), ikan terbang (Cypselurus sp), ikan gabus (Channa striata), ikan lele (Ameiurus melas), dan ikan arwana (Osteoglassum bicirrhosum).

3. Agnatha / Ikan Tidak Berahang

Agnatha berasal dari Bahasa Yunani yang berarti tidak berahang. iIkan jenis Agnatha tersebar di seluruh wilayah Eropa dan Amerika Utara. Sebagian besar diantaranya hidup di dasar perairan laut dengan mengonsumsi bangkai atau parasit yang hidup pada tubuh ikan jenis lain.

baca juga:  Ular Piton - Taksonomi, Habitat, Sebaran, Jenis di Indonesia & Cara Melepas Lilitannya
belut tukangkuli.com

Agnatha mempunyai bentuk tubuh silindris memanjang dengan ukuran sekitar 76 sampai 90 cm. Ikan ini tidak memiliki rahang, tapi memiliki mulut berbentuk lingkaran dan berparut. Selain itu, Agnatha juga memiliki lidah dan gigi yang tersusun dari zat tanduk, tidak bersisik, tidak memiliki sirip berpasangan, tubuh lunak dan berlendir.

Rangka tubuh Agnatha tersusun dari tulang rawan. Sistem reproduksinya terdiri dari alat kelamin terpisah atau hermafrodit. Beberapa jenis Agnatha contohnya adalah belut laut atau lamprey laut (Petromyzon marinus), hagfish (Myxine sp), dan lamprey sungai (Lampetra fluviatilis). 

Ciri Umum Ikan

Sebagai salah satu jenis makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang biak di wilayah perairan, ikan memiliki beberapa ciri khusus, yaitu:

  • Sebagian besar spesies ikan bernapas menggunakan insang
  • Telinga ikan hanya terletak di bagian dalam, tak ada telinga tengah ataupun luar.
  • Umumnya, ikan memiliki kulit bersisik dan licin karena tubuhnya dilengkapi dengan selaput lender atau glandula mukosa. Namun ada juga spesies ikan yang tidak bersisik, seperti lele.
  • Ikan adalah jenis hewan berdarah dingin dengan suhu tubuh yang bisa berubah menyesuaikan lingkungannya.
  • Sebagian besar ikan bersifat ovipar dengan fertilisasi eksternal atau di luar tubuh induk.
  • Jantung ikan terdiri dari dua ruang yang berbeda, yaitu ventrikel dan atrium.
carlsonstockart.com carlsonstockart.com

Sistem Pernapasan Ikan

Meski sebagian besar ikan bernapas menggunakan insang, ada pula ikan yang bernapas menggunakan paru-paru dan alat pernapasan tambahan lainnya. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai alat pernapasan ikan, antara lain:

1. Insang

Insang adalah salah satu komponen paling penting dalam sistem pertukaran gas di dalam tubuh ikan. Insang terbentuk dari lengkungan tulang rawan yang kemudian mengeras dengan beberapa filamen. Setiap filamen insang terdiri dari banyak lamella yang menjadi tempat pertukaran gas.

Struktur lamella terdiri dari sel epitel yang sangat tipis di bagian luar, sel tiang sebagai penyangga di bagian dalam, dan membran dasar. Lamella memiliki pinggiran tipis yang tidak menempel pada lengkungan insang. Lamella juga tertutup oleh epitelium dan mengandung jaringan pembuluh darah kapiler. Jumlah dan ukuran lamella sangat bervariasi, tergantung dari pola hidup ikan.

baca juga:  Hutan Kerangas - Pengertian, Jenis Tumbuhan & Potensi

2. Paru-paru

Paru-paru ikan termasuk derivate gelembung renang. Salah satu ikan yang bernapas menggunakan paru-paru adalah Australian Lungfish atau Neoceradotus forsteri. Paru-paru ikan terletak di bagian atas saluran pencernaan dengan ductus pneumatikus terbuka ke arah bagian bawah dinding lambung.

Sebaliknya, West African Lungfishatau Protopterus annectens yang juga dikenal dengan ikan paru Afrika Barat memiliki sepasang paru-paru di sebelah bawah saluran pencernaan.

Berdasarkan fakta tersebut, baik ikan paru Australia maupun ikan paru Afrika mempunyai keharusan untuk menghirup oksigen di atas permukaan air. Oleh sebab itu, ikan jenis ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada kondisi kering yang ekstrem di habitatnya.

3. Alat Pernapasan

Siapa sangka, selain insang dan paru-paru, ada beberapa jenis ikan yang ternyata memiliki alat pernapasan tambahan sehingga memungkinkan spesies ini untuk mengambil oksigen secara langsung dari udara. Berikut beberapa diantaranya:

  • Arborescent

Alat pernapasan tambahan yang pertama adalah arborescent yang dimiliki oleh ikan lele atau Clarias sp. Arborescent adalah insang tambahan yang berbentuk pohon tepat di atas lengkung insang kedua dan ketiga. Fungsinya untuk membantu ikan mengambil oksigen dari atas permukaan air.

  • Kulit

Kulit ternyata adalah salah satu jenis alat pernapasan tambahan pada ikan, khususnya ikan blodok atau Periopthalmus sp dan Boleopthalmus sp. Selain memiliki penutup insang yang berkembang dan berlipat-lipat, insang ikan jenis ini juga dilengkapi pembuluh darah yang sangat banyak.  

  • Labyrinth

Alat pernapasan tambahan pada ikan selanjutnya adalah labyrinth yang dimiliki oleh ikan betik atau Anabas testudineus. Umumnya, ikan jenis ini mampu bertahan hidup di dalam kondisi hypoxia atau kondisi dimana tidak ada cukup oksigen dalam jaringan untuk mempertahankan fungsi tubuh. Bahkan, ikan yang memiliki labyrinth seperti ini juga mampu hidup dalam kondisi anoxia atau kondisi saat tubuh kehabisan oksigen.