Kasuari – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Reproduksi, Ancaman Populasi & Konservasi

Casuarius atau burung kasuari merupakan salah satu kelompok spesies dari famili Casuariidae. Keluarga burung jenis ini terdiri dari burung-burung bertubuh besar dan tidak bisa terbang. Sebagian besar spesies dalam keluarga kasuari ini telah punah dan burung dari genus Casuarius adalah satu-satunya yang populasinuya masih tersisa hingga saat ini.

Taksonomi

Dalam ilmu taksonomi hewan, kasuari masuk dalam filum Chordata. Burung atau aves ini masuk dalam kategori ordo Struthioniformes. Pada genus yang sama, terdapat 2 spesies lain selain Casuarius casuarius, yaitu Casuarius benneti dan Casuarius unappendiculatus.

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoStruthioniformes
FamiliCasuaridae
GenusCasuarius

Morfologi

Kasuari adalah burung dengan tubuh besar dan leher panjang, sehingga sangat mudah dikenali. Tinggi rata-rata kasuari dewasa sekitar 1,5 sampai 1,8 meter dengan berat sekitar 60 kilogram. Burung ini bisa tumbuh hingga mencapai 2 meter. Kasuari jantan mempunyai tubuh yang lebih kecil dibanding betinanya.

cassowary sky.com

Kaki kasuari kokoh sehingga membuatnya memiliki kemampuan berlari hingga kecepatan 50 km per jam dan melompat hingga ketinggian 1,5 meter.

Selain itu, mereka juga mempunyai kaki yang dilengkapi tiga jari dengan cakar tajam. Bentuk kaki ini digunakan sebagai senjata ampuh untuk melawan musuhnya. Mereka juga termasuk hewan perenang handal karena terbiasa menyeberangi sungai dan laut yang luas.

Dengan tulang sayap yang kecil dan tidak memiliki bulu ekor membuat kasuari tidak dapat terbang. Hewan ini memiliki bulu dengan warna eksotis, meliputi dominasi bulu hitam bertekstur kasar, sedangkan tengkuknya berwarna sama dengan gelambirnya.

baca juga:  Pohon Stigi - Taksonomi, Jenis, Manfaat, Mitos & Budidaya

Gelambir kasuari berwarna merah tua atau biru dan menggantung di bawah lehernya. Bagian tubuh tersebut adalah bagian yang menjadi ciri atau akrakteristik untuk membedakan jenis-jenis kasuari.

Terdapat pula tanduk diatas kepala burung langka ini. Tanduk ini terbentuk dari bahan yang sama dengan kulit kerang, yaitu ditutupi oleh keratin. Tanduk kasuaru akan tumbuh seiring dengan bertambahnya usia. Ukurannya mencapai 18 cm, tergantung dengan spesiesnya.

Pada beberapa penelitian menunjukkan fungsi tanduk tersebut adalah untuk melindungi tengkorak kepalanya saat meluncur melewati pepohonan. Tanduknya juga berfungsi sebagai alat komunikasi, meskipun dugaan ini masih diperdebatkan.

Kasuari berkomunikasi dengan frekuensi suara sangat rendah dan berada di batas bawah pendengaran manusia. Suara yang rendah tersebut digunakan untuk berkomunikasi di hutan hujan yang lebat.

Habitat

Hutan hujan lebat merupakan habitat favorit burung kasuari. Kasuari adalah hewan yang hidup tanpa berpindah-pindah, namun terkadang kawanannya tinggal di hutan padang rumput, hutan mangrove dan perkebunan yang berdekatan.

Kasuari adalah burung pemalu dan teritorial, sehingga cenderung menghindari kontak dengan manusia. Apabila didekati, mereka akan bersikap agresif karena merasa terganggu seperti hewan liar pada umumnya.

Burung bertanduk kecil ini menangkap mangsanya dengan mengejar dan mematuknya. Cara ini dilakukan khusus pada jenis serangga terbang. Makanan utamanya adalah serangga, buah-buahan, serta ada saatnya burung besar ini memakan batu berukuran kecil untuk memperlancar proses pelunakan makanan.

Sampai saat ini belum diketahui pasti apakah kasuari memakan cacing atau tidak sama sekali. Sebab, kasuari tidak dikenal sebagai burung pengais ketika mencari makan. Jenis buah-buahan yang disukainya contohnya jambu dan buah berkulit tebal lainnya. Biasanya buah yang tergeletak di atas tanah menjadi pakan favoritnya.

baca juga:  Burung Kedasih - Taksonomi, Ciri, Morfologi, Habitat, Jenis & Fakta Unik

Apabila menemukan buah yang tergeletak di atas tanah, kasuari akan mematuknya dan menjepit sesegera mungkin. Setelah itu, buah tersebut akan dihentakan dengan kepalanya kemudian menengadahkannya ke atas. 

Reproduksi

Burung kasuari merupakan burung yang aktif pada siang hari. Di habitat aslinya, kasuari sering terlihat menjelajahi hutan bersama pasangan dan anaknya. Meskipun begitu, kadang terlihat juga berjalan sendirian karena indukan jantan sedang mengerami telur.

Saat musim kawin, kasuari jantan akan menyatakan perasaannya dengan cara mendekati si betina dengan berputar-putar lalu mengepakkan sayapnya. Jika kasuari betina menerimanya maka pejantannya akan terus mengikutinya kemanapun. Tetapi jika ditolak, kasuari betina akan segera mengusir pejantannya.

Dalam sekali bertelur, kasuari betina akan menghasilkan 5 sampai 6 telur. Warna cangkang telurnya kehijauan dengan berat sekitar 650 gram. Telur tersebut akan dierami pejantan selama 49 sampai 56 hari di dalam sarang yang dibuat menggunakan dedaunan atau ranting pohon.

Indukan jantan akan mengasuh anaknya yang baru menetas sampai berusia sekitar satu tahun. Sedangkan indukan betina akan pergi mencari pejantan lainnya, dan akan bertelur lagi di sarangnya.

Anak kasuari yang baru menetas memiliki bulu berwarna krem belang-belang cokelat. Lalu saat menginjak usia lima bulan warnanya akan berubah menjadi kecoklatan. Tanduk dan gelambirnya belum ada saat baru menetas.

Ancaman Populasi Kasuari

Kasuari adalah satwa umumnya hidup di kawasan hutan lindung. Di Australia, kasuari secara historis terancam karena habitat dan fragmentasinya. Sedangkan di Papua Nugini dan Indonesia, spesies burung ini banyak diburu untuk diperdagangkan.

baca juga:  Taka Makassar - Pulau Pasir Kecil & Keindahan Surga Bawah Laut
kasuari koala.net

Perdagangan burung berbulu indah ini begitu diminati karena sangat erat kaitannya dengan kepentingan budaya dan sebagai sumber makanan utama. Tetapi perburuan dan perdagangan tidak berkelanjutan di banyak daerah. Meningkatnya populasi manusia serta banyaknya senapan yang diproduksi membuat perburuan semakin gencar.

Siklon juga dianggap sebagai ancaman bagi spesies kasuari Australia. Siklon menjadi ancaman karena sangat memengaruhi habitatnya. Pada tahun 2006 silam, badai topan Larry melanda kawasan Queensland dan berpengaruh pada produksi buah-buahan di hutan hujan tropis. Bencana ini membuat beberapa kasuari mati kelaparan.

Selain angin topan, sejumlah individu dapat berkelana melampaui fragmen hutan dan kemungkinan telah mengalami kematian melalui benturan dengan kendaraan bermotor maupun hewan lain. Peningkatan kerentanan terhadap penyakit juga dapat menjadi ancaman bagi spesies ini.

Konservasi Kasuari

Burung pemakan buah ini mendapatkan perlindungan di kawasan hutan lindung. Hal ini dilakukan berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia dan Papua Nugini. Pemantauan populasinya bertujuan untuk mengukur efek perburuan dan penebangan.

Di Australia, pemantauan populasi dilakukan dengan merevisi teknik melalui penelitian dinamika populasi. Penelitian tentang dampak siklon, efek adanya anjing, penyakit, dan fragmentasi dilakukan pada persistensi populasi yang kecil. Pencegahan pembukaan habitat dan meminimalisir kematian kasuari karena serangan anjing juga kerap dilakukan.

Sebagai informasi tambahan, spesies kasuari terdiri atas tiga jenis, yaitu Causarius causarus atau kasuari gelambir ganda, Causarius bennetti atau kasuari kerdil, serta Causarius unappendiculatus atau disebut sebagai kasuari gelambir tunggal.