Kawah Ijen – Melihat Fenomena Api Biru & Penambang Belerang

Kawah Ijen adalah salah satu wisata kebanggan di Kabupaten Banyuwangi. Tidah hanya menjadi favorit wisatawan Indonesia saja, namun juga populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Banyak daya tarik yang dimiliki oleh Kawah Ijen sehingga membuatnya selalu ramai dikunjungi. Bagi yang bosan berlibur di tempat yang itu-itu saja dan ingin mencoba wisata yang lebih seru dan ekstrim, maka wisata kawah ini layak untuk dicoba. Bahkan destinasi wisata ini direkomendasikan untuk dikunjungi sekali seumur hidup.

Mengenal Wisata Kawah Ijen

Kawah Ijen merupakan sebuah kawah dengan kedalaman mencapai 200 meter dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah Ijen tak hanya dikenal dengan pemandangan alamnya yang begitu menakjubkan, namun juga fenomena api birunya yang langka. Fenomena blue fire ini hanya ditemukan dua di dunia, dan salah satunya berada di Finlandia.

wisata kawah ijen Pixabay

Kawasan Hutan Pegunungan Ijen telah ditunjuk sebagai Cagar Alam pada 9 Oktober 1920 berdasar Keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda No.46. Kemudian bagian seluas 92 ha menjadi Taman Wisata Alam Kawah Ijen pada 10 Desember 1981 atas Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Sedangkan sisanya, yaitu 2.468 ha masih tetap berstatus Cagar Alam. Hal yang cukup membanggakan adalah Taman Wisata Alam Kawah Ijen ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia.

Daya Tarik Wisata Kawah Ijen

Ada banyak alasan mengapa Kawah Ijen begitu direkomendasikan untuk dikunjungi. Tak lain dikarenakan daya tarik tempat wisata ini yang cukup beragam. Berikut ini beberapa daya tarik istimewa yang membuat kita wajib untuk mengunjunginya.

1. Pemandangan Alam Yang Elok

Salah satu alasan mengapa Kawah Ijen begitu mempesona dan sayang jika dilewatkan adalah karena pemandangan alamnya yang elok tersaji didepan mata.

Kekayaan alam ini bisa kita rasakan mulai dari titik awal pendakian hingga kawasan puncak. Meskipun lelah dengan jalur trekking yang ada, namun itu semua akan terbayarkan dengan bentangan alam yang begitu asri dan menyejukkan mata.

2. Melihat Aktivitas Penambang Belerang

Selama perjalanan menuju puncak, kita akan menemui beberapa warga sekitar yang berlalu lalang sembari membawa belerang. Orang-orang ini adalah penambang yang mengangkut belerang dari gunung sampai ke permukiman.

penambang belerang Pixabay

Perjuangan yang dilakukan para penambang ini tentunya bisa kita jadikan pelajaran. Bagaimana tidak? Penambang-penambang ini selalu membawa belerang dengan bobot mencapai 50 kg lebih dalam satu kali bawa. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya melewati medan yang terjal dan naik turun untuk sebuah kehidupan.

Karena itu, jika kita berpapasan dengan penambang-penambang ini di perjalanan, maka akan lebih baik jika kita memberikan jalan terlebih dahulu. Mungkin jika penasaran, kita bisa membantu mengangkut tumpukan belerang tersebut. Mau mencoba?

3. Fenomena Blue Fire

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Kawah Ijen populer dengan fenomena blue fire atau api biru-nya. Daya tarik inilah yang membuat banyak sekali wisatawan yang datang dan penasaran untuk menyaksikannya secara langsung.

blue fire ijen beautifuljava.co.id

Spot Blue Fire ini ada di dekat kawah, jadi kita haru menurui daerah kawah terlebih dahulu untuk mencapai spot tersebut. Hati-hati saat menuruni kawah dan disarankan untuk tidak terlalu lama menikmatinya. Mengingat bau belerang di tempat ini cukup menyengat dan kuat.

Fenomena blue fire tak hanya menarik perhatian wisatawan saja, naun juga para peneliti hingga ahli geologi. Jika kita tak ingin ketinggalan menyaksikan fenomena api biru ini, maka akan lebih baik untuk memulai mendaki saat dini hari. Karena waktu yang paling tepat melihat keindahan api biru yang sedang menyala-nyala adalah saat kondisi sekitar masih gelap.

Waktu yang dibutuhkan untuk pendakian dari Pos Paltuding adalah sekitar 3-4 jam. Karena itulah sangat disarankan memulai pendakian saat tengah malam.

4. Menikmati Pemandangan Sunrise

Tak hanya fenomena blue fire saja yang bisa kita dapatkan saat melakukan pendakian di tengah malam. Setelah puas menyaksikan blue fire, kita bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit yang indah dari puncak ijen.

Untuk spot sunrise berbeda dari spot api biru, dari kawah kita perlu naik sedikit lagi ke atas hingga menuju spot untuk menyaksikan sunrise. Waktu yang paling baik bila ingin menyaksikan pemandangan sunrise yang begitu mempesona dan cantik adalah pada bulan April-Mei dan November-Januari. Karena inilah tak heran jika Banyuwangi dijuluki dengan “Sunrise of Java”

5. Kawah Hijau Tosca

Hal lain yang membuat Wisata Kawah Ijen ini begitu istimewa adalah karena kehadiran danau Kawah Ijen dengan warna hijau tosca yang begitu instagramable. Pemandangan ini begitu spektakuler berpadu dengan panjangnya jalur pendakian serta pemandangan asap belerang yang mengepul hingga ke langit.

Banyak sekali wisatawan yang datang ke kawah ijen sellau berfoto dengan latar belakang dari Kawah Ijen serta asap belerangnya. Jadi, jangan lewatkan untuk mencoba hal yang satu ini saat pergi ke Kawah Ijen.

Lokasi dan Akses Menuju Kawah Ijen

Kawasan Kawah Ijen berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada bagian utara, Cagar Alam Kawah Ijen berbatasan dengan Hutan Lindung Remuk. Di sebelah selatan dibatasi dengan aliran Sungai Banyulinu dan di bagian timurnya dibatasi dengan lereng Gunung Merapi. Sedangkan di bagian barat dibatasi Jalan Lintas Banyuwangi-Bondowoso.

Untuk akses menuju Kawah Ijen juga tidak sulit. Terlebih dahulu kita harus mencapai kota Banyuwangi. Bagi pengunjung yang berasal dari kota yang cukup jauh dari Banyuwangi, maka pesawat terbang bisa dijadikan pilihan.

Kita bisa menggunakan transportasi pesawat terbang dengan rute Bandara Belimbing Sari. Selain pesawat, ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan seperti bus atau kereta api untuk menuju Banyuwangi.

Membahas tentang jalur pendakian, terdapat 2 jalur trekking yang bisa dilalui para wisatawan, yaitu jalur Bondowoso dan Jalur Banyuwangi. Jika menggunakan jalur Banyuwangi, kurang lebih sekitar 30 km jarak yang harus ditempuh. Sedangkan jika melalui rute Bondowoso, kurang lebih menempuh 76 km perjalanan.

Namun meskipun begitu, baik menggunakan rute Banyuwangi maupun Bondowoso, keduanya sama-sama memulai perjalanan trekking dari Pos Pertama di Paltuding.

Untuk jarak tempuh dari Pos Paltuding hingga sampai di Puncak Kawah Ijen kurang lebih 3 km. Nantinya akan ada pos pemberhentian terakhir yang lokasinya ada di tengah-tengah antara Paltuding-Puncak Kawah Ijen yang dinamakan Pos Timbang atau Penimbangan.

Disinilah kita bisa melihat banyaknya pekerja tambang belerang yang sedang menimbang hasil kerja yang mereka lakukan. Dari sini pula kita bisa mulai mencium aroma belerang yang cukup pekat.

Untuk sampai di Kawah Ijen memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Mengingat lokasi Kawah Ijen yang terletak di Puncak Gunung Ijen. Namun semua kelelahan yang kita rasakan selama perjalanan akan terbayarkan begitu sampai di puncak dan menyaksikan pemandangan yang elok dan memukau.

Penginapan Di Sekitar Kawah Ijen

Bagi wisatawan yang berasal dari kota yang cukup jauh dan berencana untuk bermalam di sekitar Kawasan wisata Kawah Ijen. Ada banyak pilihan hotel hingga homestay yang bisa dipilih untuk bermalam. Untuk memilihnya, dapat kita sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Berikut ini beberapa pilihan penginapan yang bisa direkomendasikan.

1. Ijen Resort and Villas

Jika ingin menginap dengan fasilitas dan pemandangan yang memuaskan, maka pilihan penginapan ini sangat direkomendasikan. Namun dengan menginap disini membuat kita harus merogoh kocek yang cukup dalam.

Hotel bintang lima ini menawarkan pengalaman menginap dengan background pemandangan gunung serta pepohonan hijau yang membuat siapapun akan nyaman beristirahat disini. Ditambah lagi dengan adanya kolam yang sangat luas di bagian belakang.

2. Arabica Homestay

Jika ingin penginapan yang hemat biaya, maka homestay yang satu ini bisa dijadikan pilihan. Tarif per malamnya hanya sekitar Rp 150.000 hingga Rp 450.000 tergantung dengan fasilitas kamar yang ada. Penginapan ini didesain dengan bangunan khas Jawa yang terbuat dari kayu yang nyaman untuk dijadikan tempat bermalam.

3. Catimor Homestay

Untuk penginapan yang satu ini mungkin menjadi yang paling dekat dengan kawasan Kawah Ijen. Dengan bangunan gaya kuno Belanda, membuatnya terlihat unik. Tarif per malamnya sekitar Rp 200.000 hingga Rp 450.000. Disini kita bisa transit terlebih dahulu dan kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak.

Panduan Pergi Ke Kawah Ijen

Sebelum ingin pergi ke Kawah Ijen, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terlebih dahulu. Hal ini penting agar bisa membantu melancarkan agenda liburan yang akan kita lakukan.

  • Cuaca

Karena berada diatas ketinggian 2.443 mdpl, tentunya cuaca yang ada di Kawah Ijen ini sangatlah dingin. Jadi kita perlu melakukan persiapan dan perbekalan untuk melawan rasa dingin saat berada di puncak Gunung Ijen.

Perlu diketahui jika suhu yang ada di Kawah Ijen ini mencapai 2o hingga 12o celcius. Apalagi jika angin yang bertiup di sekitaran kawah sangat kencang, rasa dinginnya bisa sampai menusuk tulang. Padahal suhu yang ada di kawahnya sendiri mencapai 600o C.

  • Waktu Terbaik Berkunjung

Penting bagi kita untuk mengetahui hal ini agar kita bisa melakukan trekking hingga puncak Ijen dengan kondisi cuaca yang bersahabat. Waktu terbaik untuk berkunjung ke kawasan Kawah Ijen adalah pada bulan Mei-Juni.

Persiapan Sebelum Ke Kawah Ijen

Berikut adalah hal yang perlu kita persiapkan sebelum berkunjung ke Kawah Ijen, antara lain:

gunung ijen Pixabay

1. Jaga Kondisi Fisik

Karena jalur dan medan trekking yang harus dilalui cukup berat, tentunya kondisi fisik harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai kondisi tubuh kita drop ketika berada di kawasan wisata Ijen ini. Apalagi bagi yang jarang berolahraga ataupun belum pernah naik gunung, maka siapkan kondisi fisik benar-benar fit. Lakukan olahraga rutin seperti jogging agar kuat naik hingga ke puncak Ijen.

2. Siapkan Pakaian Tebal

Karena suhu udara di sekitar Kawah Ijen cukup dingin hingga mencapai 2o C, maka sangat penting untuk mempersiapkan dan menggunakan pakaian berlapis serta jaket tebal. Sehingga nantinya kita tak sampai mengalami kedinginan yang membuat kondisi tubuh anjlok.

3. Pakai Sepatu Gunung

Gunakan alas kaki berupa sepatu dengan bagian bawahnya yang bergerigi, atau bisa menggunakan sepatu khusus gunung. Ketiak hendak menuju Kawah Ijen kita harus melewati jalan yang berkerikil, sehingga jika tidak memilih sepatu yang tepat bukan tidak mungkin akan mudah terpeleset.

Ditambah dengan kondisi jalanan yang menanjak, maka dengan menggunakan sepatu yang nyaman akan lebih menobang tubuh kita dengan baik. Selain itu, jangan lupa pula menyiapkan kaos kaki tebal.

4. Syal dan Topi

Jika memang benar-benar tak tahan dengan suhu yang dingin, kita bisa membawa syal dan topi untuk melindungi tubuh dari udara yang dingin. Syal juga bisa digunakan untuk melindungi hidung dari gas beracun Kawah Ijen.

5. Perlengkapan Seperlunya

Bawalah barang-barang seperlunya dan yang kita butuhkan saja. Jangan membawa banyak barang bawaan yang malah akan menjadi beban saat sedang trekking. Smartphone, kamera, dan air minum saja sudah cukup untuk menemani kita menuju puncak Kawah Ijen. Namun jika takut lapar saat sedang trekking, kita dapat membawa makanan yang tidak berat, seperti cokelat, mie instan, atau lainnya yang dapat menjadi sumber energi namun tak menganggu untuk dibawa selama trekking

6. Senter

Jangan lupakan membawa senter, karena perjalanan yang dilakukan saat kondisi sekitar masih gelap gulita. Senter kecil bisa membantu menerangi jalan hingga menuju Kawah Ijen

7. Bawalah Masker dan Kacamat UV

Untuk peralatan keamanan, jangan lupakan masker. Jangan menggunakan masker biasa karena ini masih berpotensi menyebakan gangguan pada kesehatan paru-paru. Bau belerang yang ada di kawasan ini sangatlah tajam. Jika kita tak membawa masker dari rumah, nantinya akan ada pos yang menyewakan masker khusus dengan tarif Rp 35.000.

Selain itu, membawa kacamata UV sangatlah penting apalagi jika kita ingin mendekat ke spot Blue Fire dan mengabadikan momennya. Kacamata UV ini akan juga melindungi mata dari gas kawah yang dibawa oleh angin.

Objek Wisata Dekat Kawah Ijen

Setelah puas menikmati wisata Kawah Ijen, kita juga bisa mencoba mengunjungi wisata lain yang jaraknya tak begitu jauh dari Kawah Ijen. Berikut ini beberapa daftar wisata terdekat dengan Kawah Ijen yang bisa dikunjungi.

1. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran berjarak 78,4 km dari Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Taman Nasional ini luasnya mencapai 25.000 hektar dan berisikan berbagai hewan-hewan unik dan langka yang dilindungi, seperti Kerbau, Banteng, Rusa, dan masih banyak lainnya.

Bahkan tak jarang kita bisa menyaksikan hewan-hewan tersebut berkeliaran di padang rumput, sehingga membuat Taman Baluran dijuluki dengan nama “Africa van Jawa” . Hal ini dikarenakan padang rumput (sabana) Baluran yang mirip seperti yang di benua Afrika.

Menariknya adalah hamparan padang rumput yang ada di Taman ini mencapai 1/3 dari luas keseluruhan taman Baluran. Sehingga menjadi Sabana terluas yang ada di Pulau Jawa. 

itambah dengan latar belakang Gunung Baluran, pemandangan yang ada di Taman Nasional Baluran memang begitu eksotik dan menawan. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang ke tempat ini untuk berfoto.

2. Taman Nasional Meru Betiri

Lokasinya berjarak 65.2 km dari Kawah Ijen, Taman Nasional ini memiliki luas mencapai 580 km2. Lokasi ini menjadi habitat bagi aneka flora dan fauna yang cukup menakjubkan yang menempati Taman Nasional Meru Betiri.

Wisatawan bisa melihat beragam tanaman langka seperti Balanphora Fungosa, Bunga Raflesia Zollingeriona, Nyamplung, Rengas, Api-api, bakau serta beberapa tumbuhan obat-obatan lainnya.

Tak hanya itu saja, disini juga banyak satwa-satwa liar eksotis, mulai dari kera ekor panjang, kumbang hitam, banteng, rusa, lekang, buruk merak, rangkong, beberapa jenis elang. Tak ketinggalan pula beberapa jenis penyu, seperti penyu lengkang, penyu belimbing, penyu hijau, serta penyu sisik yang termasuk kategori penyu langka.

Referensi: berbagai sumber