Sebagai makhluk hidup, manusia tidak bisa lepas dari alam atau lingkungan. Alam memiliki berbagai keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Keanekaragaman hayati juga berperan sebagai indikator ekologi, serta perubahan yang terjadi di alam.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Arti keanekaragaman hayati sangatlah luas. Namun secara sederhana, keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi dalam kehidupan yang ada di bumi.

Hal ini mencakup kehidupan tumbuhan, hewan, mikroorganisme, hingga genetika. Didalamnya juga terdapat proses ekologi dan ekosistem yang membentuk suatu lingkungan hidup. Istilah lain dari keanekaragaman hayati adalah biodiversitas.

Istilah keanekaragaman hayati pertama kali diperkenalkan oleh Raymond F. Dasmann, seorang ilmuwan satwa liar. Kemudian, istilah ini banyak digunakan hingga saat ini.

Klasifikasi keanekaragaman hayati dilakukan untuk mengenali makhluk hidup. Ilmu yang mempelajarinya disebut taksonomi.

Pengelompokkan keanekaragaman hayati dilakukan melalui berbagai proses yang kompleks. Mulai dari melihat kesamaan, kekerabatan, hingga hal-hal lain dari suatu spesies. Kemudian, dilanjutkan dengan penamaan makhluk hidup dengan menggunakan bahasa latin dan dengan kategori yang spesifik.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Pada dasarnya, keanekaragaman hayati memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan tersebut diurutkan berdasarkan jenis organisme, mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

Secara garis besar, keanekaragaman hayati dibedakan menjadi tiga tingkatan utama, yaitu:

  • Keanekaragaman Gen

Tingkatan pertama adalah keanekaragaman gen. Pada tingkatan ini, keanekaragaman hayati dilihat dari variasi antar individu, namun masih dalam satu spesies. Contoh yang mudah dipahami, misalnya varietas padi yang terdiri dari banyak jenis, mulai dari padi kupas, padi rojolele, padi cianjur, dan masih banyak lagi.

keanekaragaman gen Pixabay

Contoh lain dari keanekaragaman gen adalah terdapat pada jenis buah yang masih dalam satu spesies. Misalnya, buah mangga dengan jensi beragam, seperti mangga manalagi, mangga gadung, mangga bali, dan sebagainya.

Terjadinya keanekaragaman hayati tingkat gen disebabkan oleh adanya variasi gen pada setiap individu dalam satu spesies. Gen adalah materi di dalam kromosom individu yang mengandung atau mengendalikan sifat tertentu dari suatu individu. Adanya perbedaan gen pada setiap individu, menjadikan sifat masing-masing individu akan berbeda dan menciptakan variasi yang berbeda dalam satu spesies.

  • Keanekaragaman Spesies

Tingkat keanekaragaman hayati yang berikutnya adalah keanekaragaman spesies. Spesies satu dan yang lainnya memiliki perbedaan meskipun masih memiliki ciri yang sama.

Contohnya adalah ras kucing yang berbeda spesies dengan harimau dan macan. Akan tetapi, ketiganya memiliki ciri khas yang sama atau masih dalam satu kerabat dekat.

Contoh lain keanekagaraman tingkat spesies adalah keluarga palem-paleman. Jika kita mengamati pohon aren, pohon pinang, pohon kelapa, dan pohon palem, maka akan ditemukan ciri khas yang sama. Namun, sebenarnya pohon-pohon tersebut berasal dari spesies yang berbeda.

  • Keanekaragaman Ekosistem

Selanjutnya adalah tingkat keanekaragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga menciptakan ekosistem berbeda satu dengan yang lainnya.

baca juga:  Analisis Vegetasi - Pengertian, Proses dan Tujuan

Faktor yang berpengaruh, antara lain faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik adalah faktor yang berasal dari makhluk hidup. Sedangkan faktor abiotik berasal dari alam, seperti iklim, cuaca, kelembaban, dan lainnya.

Beberapa contoh keanekaragaman ekosistem, yaitu:

  1. Ekosistem Lumut
  2. Ekosistem Hutan Berdaun Jarum
  3. Ekosistem Hutan Hujan Tropis
  4. Ekosistem Padang Rumput
  5. Ekosistem Padang Pasir
  6. Ekosistem Pantai

Sebaran keanekaragaman hayati di bumi tidak merata dan sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya iklim, suhu, ketinggian, geografi, kondisi tanah, dan sebagainya.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah bagian dari kehidupan di bumi, sehingga keberadaannya sangat penting untuk dijaga. Manfaatnya cukup vital bagi pola kehidupan seluruh alam. Apalagi, manusia sendiri sebenarnya tidak mampu hidup terpisah dari alam.

Apabila keanekaragaman hayati terganggu, akan menyebabkan rantai makanan di alam juga terganggu, serta kehidupan manusia menjadi tidak seimbang.

ekosistem air laut Pixabay

Berikut ini beberapa manfaat keanekaragaman hayati yang dijelaskan ke dalam beberapa poin:

  • Meningkatkan Produktivitas Ekosistem

Salah satu manfaat keanekaragaman hayati adalah dapat meningkatkan produktivitas ekosistem dari masing-masing spesies. Meski sekecil apapun peranan dari setiap spesies, produktivitasnya akan bermanfaat bagi suatu ekosistem.

Misalnya, berbagai macam tanaman yang dapat dikonsumsi oleh hewan dan manusia, atau bahkan dapat dijadikan obat-obatan. Ekosistem akan menjadi lebih aktif dengan adanya manfaat dari setiap spesies tersebut.

  • Menjamin Keberlanjutan Alam

Adanya keanekaragaman hayati juga bermanfaat untuk menjamin keberlanjutan alam. Semua spesies dalam ekosistem akan saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Contohnya adalah tanaman-tanaman bakau di pantai yang dapat menjaga bibir pantai dari abrasi air laut. Manfaat ini dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan sehingga keberlanjutan alam akan terjaga.

  • Menjaga Keseimbangan Alam

Keanekaragaman hayati juga menjadi elemen penjaga keseimbangan alam. Tanpa keragaman, alam akan menjadi tidak seimbang. Misalnya, pada ekosistem hutan hujan tropis yang menjadi habitat dari berbagai macam spesies hewan dan tumbuhan. Bisa dibayangkan jika ekosistem hutan hujan tropis tidak ada, maka alam akan menjadi tidak seimbang.

  • Meningkatkan Taraf Kehidupan Manusia

Keanekaragaman hayati menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan taraf hidup manusia. Karena kehidupan manusia tidak bisa lepas dari sumber daya alam, yang berasal dari keanekaragaman dalam tiap tingkatan.

  • Menyediakan Perlindungan Alami

Keanekaragaman hayati juga bermanfaat untuk memberikan perlindungan secara alami dan sejumlah keuntungan lain bagi alam dan manusia. Misalnya, adanya perlindungan terhadap sumber daya air, perlindungan terhadap banjir, perlindungan terhadap tanah longsor, kesehatan tanah, dan sebagainya. Tanpa keanekaragaman hayati, tidak mungkin alam menjadi tempat yang sehat untuk dihuni manusia.

  • Manfaat Edukasi dan Hiburan

Disamping manfaatnya bagi alam dan kehidupan, keanekaragaman hayati juga memiliki manfaat lainnya di bidang edukasi dan hiburan. Keberadaannya bisa dijadikan objek penelitian dan pendidikan, serta pariwisata.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia adalah negara tropis yang dikenal dengan kekayaan alamnya yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan adanya pengelompokan berdasarkan karakteristik wilayah dan persebaran spesies, antara lain:

  • Berdasarkan Karakteristik Wilayah
baca juga:  Beruang Madu - Beruang Terkecil di Dunia

Indonesia merupakan negara kepulauan. Negara ini berada di kawasan tropis yang memiliki suhu rata-rata tinggi dan curah hujan yang tinggi. Keadaan alam ini menjadi faktor yang berpengaruh dalam keanekaragaman hayati.

Selain karena faktor iklim tropis, Indonesia berada di antara dua rangkaian pegunungan muda, yaitu sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Sehingga menjadikan Indonesia memiliki banyak gunung api dan disebut juga dengan kawasan ring of fire. Oleh karena itu, kondisi tanah di Indonesia rata-rata memiliki tanah yang subur.

Wilayah abiotik Indonesia juga kaya akan flora dan fauna. Setidaknya ada 10% jenis tanaman dari seluruh jenis tanaman yang ada di bumi. Sementara itu, jenis faunanya pun juga terbilang banyak. Ada sekitar 17% jenis burung dari total seluruh jenis burung di bumi, dan 12% jenis mamalia di Indonesia adalah bagian dari seluruh jenis mamalia di bumi.

Beberapa flora dan fauna endemik juga banyak ditemukan di Indonesia. Misalnya jalak bali, macan sumatera, badak jawa, badak sumatera, anoa sulawesi, komodo, cendrawasih apua, rafflesia arnoldii, dan masih banyak lagi.

  • Berdasarkan Persebaran Organisme

Persebaran organisme di muka bumi dipelajari dalam bidang ilmu biogeografi. Persebaran fauna di Indonesia dibedakan menjadi tiga, yaitu Indonesia Barat, Indonesia Timur, dan peralihan.

Fauna di Indonesia Barat adalah jenis oriental, seperti badak, harimau, orang utan, gajah, tapir, banteng, macan, beruang madu, dan semisalnya.

komodo merupakan ciri khas kepulauan komodo Commons Wikipedia

Sedangkan di Indonesia Timur, faunanya termasuk dalam kategori australia. Karena di bagian wilayah ini banyak hidup fauna khas Australia, seperti nuri, kasuari, kangguru pohon, anoa, komodo, merpati berjambul, anoa, dan lainnya.

Sedangkan di zona peralihan, tepatnya di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah (Sulawesi), jenis faunanya memiliki ciri yang mirip dengan fauna oriental maupun fauna australia.

Peranan Manusia

Alam senantiasa dimanfaatkan manusia untuk bertahan hidup. Sebab itu, seluruh kegiatan manusia sehari-hari dipastikan berhubungan dengan keanekaragaman hayati dan lingkungannya.

Namun, perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia yang terus bertambah memiliki dampak yang cukup serius terhadap keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Kebutuhan manusia menimbulkan banyak kerusakan lingkungan, sehingga berdampak terhadap lingkungan, yaitu:

Secara langsung maupun tidak langsung, hal-hal diatas akan berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati dan menciptakan permasalahan lingkungan hidup.

Hewan-hewan menjadi langka, hewan langka menjadi punah, ekosistem yang rusak, dan berbagai masalah lainnya. Oleh sebab itu, pelestarian keanekaragaman hayati perlu dilakukan sebagai usaha untuk melindungi alam.

Meski begitu, ada pula kegiatan manusia yang bermanfaat untuk keanekaragaman hayati dan lingkungan, misalnya:

  • Pemanfaatan hutan dengan sistem Reduce Impact Logging (RIL)
  • Reboisasi, penghijauan, atau penanaman kembali lahan-lahan yang sudah gundul
  • Pengendalian hama
  • Pemulihan tanaman dan hewan
  • Usaha pelestarian alam
baca juga:  Earth Hour - Pengertian, Waktu dan Partisipasi Indonesia

Kegiatan-kegiatan positif semacam itu akan membantu alam dan lingkungan agar tetap lestari, sehingga permasalahan lingkungan dapat diatasi.

Usaha Perlindungan Alam

Konservasi sumber daya alam hayati merupakan inti dari usaha perlindungan alam. Pelestarian keanekaragaman hayati dilakukan dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan hayati, mencegah kepunahan, dan juga menjaga spesies tetap bertahan di bumi.

tanah subur Pixabay

Upaya perlindungan alam dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Umum

Perlindungan alam secara umum adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk melindungi flora dan fauna, serta tanah suatu ekosistem. Perlindungan alam ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu perlindungan alam ketat, terbimbing, dan taman nasional.

Perlindungan alam ketat adalah perlindungan alam yang prosesnya dilakukan secara ketat, namun tanpa campur tangan dari manusia. Contohnya adalah Cagar Alam Sancang yang berada di Garut.

Sementara itu, perlindungan alam terbimbing adalah perlindungan alam yang dilakukan oleh para ahli di bidang konservasi dan alam. Contohnya adalah Kebun Raya Bogor.

Sedangkan taman nasional merupakan salah satu jenis perlindungan alam yang dibuat dengan berbagai tujuan. Taman nasional memiliki sistem yang jelas dan lengkap dengan zonasinya. Salah satu contoh taman nasional di Indonesia adalah Taman Nasional Baluran yang ada di Situbondo.

  • Tujuan Tertentu

Perlindungan alam juga dilakukan dengan tujuan tertentu. Beberapa contoh perlindungan alam dengan tujuan tertentu, antara lain:

  • Perlindungan alam antropologi yang dilakukan untuk melindungi sebuah suku bangsa di suatu kawasan tertentu.
  • Perlindungan alam botani yang dilakukan untuk melindungi komunitas tumbuhan tertentu.
  • Perlindungan alam zoologi yang dilakukan untuk melindungi beberapa jenis hewan langka atau yang sudah terancam punah.
  • Perlindungan geologi yang dilakukan dengan tujuan untuk melindungi bagian atau formasi geologitertentu.
  • Perlindungan hutan yang dilakukan untuk melindungi spesies dan ekosistem di suatu hutan, khususnya yang memiliki spesies langka atau akan punah.
  • Perlindungan ikan yang dilakukan untuk melindungi beberapa spesies ikan tertentu.
  • Perlindungan monumen alam yang dilakukan untuk melindungi benda-benda di alam tertentu, misalnya melindungi stalagmite dan stalagtit di suatu gua.
  • Perlindungan pemandangan alam yang dilakukan untuk melindungi keindahan atau panorama alam di suatu kawasan.

Perlindungan terhadap alam dan keanekaragaman hayati dilakukan dengan berbagai metode. Metode konservasi sumber daya alam merupakan salah satu metode yang tepat dan bisa dijadikan pendekatan berkelanjutan dalam konsep perlindungan alam.

Tentu, tujuannya adalah menjadikan keanekaragaman hayati menjadi lebih terjaga, sehingga ekosistem menjadi lebih layak untuk ditinggali oleh flora maupun fauna.

Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati | https://foresteract.com/keanekaragaman-hayati/ | https://blog.ruangguru.com/keanekaragaman-hayati | https://lingkunganhidup.co/pengertian-keanekaragaman-hayati/ | https://www.dw.com/id/laju-kerusakan-keanekaragaman-hayati-di-daerah-tropis-makin-mengkhawatirkan/a-44891495

Keanekaragaman Hayati – Pengertian, Manfaat & Peran Manusia
5 (100%) 7 votes