Keanekaragaman Jenis Hewan di Indonesia

Indonesia merupakan negara ke-9 yang memiliki hutan terluas di dunia. Hutan yang tumbuh dari Sabang hingga Merauke dan menutupi sekitar 46% daratan Indonesia ini adalah habitat yang kaya akan keanekaragaman hewan atau fauna.

Menurut perkiraan, lebih dari 350.000 jenis fauna yang dimiliki negara kita. Jika lebih rinci, jumlah tersebut terdiri dari 250.000 serangga, 2.500 jenis ikan, 1.300 jenis burung, 2.000 jenis reptil, 1.000 jenis amfibi, dan 800 jenis mamalia serta sisanya terdiri dari hewan-hewan invertebrata.

Jenis-jenis spesies serangga yang ada di Indonesia merupakan 20% dari total keseluruhan yang ada di bumi. Begitu pula dengan macam-macam reptil yang merupakan 25% dari total keseluruhan hewan melata dunia.

Keanekaragaman Hewan Berdasarkan Jenisnya

Pengelompokkan berbagai ragam hewan yang ada di Indonesia dapat dilihat dari jenis dan klasifikasinya, antara lain:

a. Keanekaragaman Mamalia

Herlarctos malayanus bekantantour.com

Jenis mamalia yang ada di Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah, yakni wilayah barat, timur dan peralihan. Masing-masing wilayah memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Hewan mamalia di Indonesia barat sebagian besar cenderung mirip hewan Asia. Sedangkan hewan yang berasal dari wilayah timur cenderung mirip hewan Australia.

Pada kawasan peralihan, jenis hewan mamalia memiliki ciri dan karakter gabungan dari Asia dan Australia. Di kawasan ini banyak ditemukan hewan-hewan endemik, seperti meong congkok (Prinailurus viverrinus), beruang madu (Marles flavigula), bekantan (Nasalis larvatus) dan kelelawar (Pteropus vampyrus).

b. Keanekaragaman Aves / Burung

burung hantu Pixabay

Sekitar 28% dari lebih dari 1.500 jenis burung di Indonesia merupakan burung endemik. Burung-burung endemik tersebut sebagian besar adalah jenis burung yang tidak dapat terbang.

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan terpisah oleh lautan juga menjadi faktor burung-burung tersebut terisolasi. Contohnya adalah burung tajur api (Psilopogon pyrolophus), burung towa cemerlang (Ptiloris magnificus), burung nuri kabare (Psittrichas fulgidus), dan kuau melayu (Polyplecton malacense).  

c. Keanekaragaman Invertebrata

spesies rayap Pixabay

Invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau ruas-ruas tulang belakang atau tulang-tulang lain pada tubuhnya. Hewan jenis ini hidup di habitat air dan juga daratan.

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Perlundungan Hutan dan Konservasi Alam, beberapa kelompok invertebrata di Indonesia memiliki jumlah spesies yang sangat banyak. Contohnya adalah insecta atau serangga. Jumlah jenis serangga dunia sekitar 20% hidup di Indonesia.

Selain itu, wilayah Indonesia juga menjadi tempat hidup 40% Mollusca dunia. Beberapa invertebrata endemik dan hanya ditemukan di Indonesia pun cukup beragam, antara lain ketam kelapa, asperitas, kupu-kupu dan belalang sembah.

d. Keanekaragaman Ikan

habitat ikan Pixabay

Wilayah Indonesia yang 70% lebih merupakan kawasan perairan memberikan kekayaan berupa ikan yang melimpah. Jumlah spesies ikan di Indonesia mencapai 2.500 jenis dari 20.000 total keseluruhan dunia.

Beberapa contoh ikan yang hidup di Indonesia, seperti ikan botia (Botia macracanhus), ikan buntal (Tetraodon biocellatus), ikan betok (Anabas testudineus) dan ikan tuna (Thunnini).

e. Keanekaragaman Amphibi

megophyrs lancip MONGABAY

Berdasarkan data, total hewan yang termasuk dalam kelompok amfibi diseluruh dunia sekitar 6.000 spesies. Kurang lebih 1.000 jenis atau hampir 17% diantaranya hidup di Indonesia. Contoh hewan yang hidup di dua alam paling umum adalah kodok dan katak.

Contoh spesifik dari jenis-jenis amfibi endemik, antara lain:

  • kodok merah (Leptophryne cruentata) endemik di hutan Jawa Barat
  • kodok pohon ungaran (Philautus jacobsoni) endemik di hutan Jawa Tengah
  • kodok pohon mutiara (Nytixalus margaritifer), katak pohon bergaris (Polypedates leucomystax) yang hidup di dekat kolam dan genangan, serta katak kepala pipih Kalimantan (Barbourula kalimantanensis) yang statusnya terancam punah.
komodo merupakan ciri khas kepulauan komodo Commons Wikipedia

f. Keanekaragaman Reptil

Hutan hujan tropis di Indonesia merupakan habitat yang cocok untuk kehidupan hewan reptil. Indonesia berada pada peringkat ke-4 dunia dalam hal keragaman repitilia paling banyak.

Sekitar 2.000 spesies reptil hidup di Indonesia dari total keseluruhan 8.000 spesies di dunia. Contohnya hewan reptil di Indonesia, seperti tokek rumah (Gekko gecko), komodo (Varanus komodoensis), ular terbang (Chrysopelea paradisi) dan ular sanca hijau (Chondrophyton viridis).

Usaha Melindungi Hewan

Keragaman hewan yang hidup di Indonesia hari kita jaga dan lestarikan agar terhindar dari ancaman kepunahan. Terdapat dua cara untuk melindungi hewan-hewan tersebut, yakni in-situ dan ex-situ sebagai berikut:

a. In-situ

Pelestarian in-situ adalah pelestarian makhluk hidup yang dilakukan dalam habitat aslinya. Cara-cara yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Membuat Taman Nasional, misalnya Taman Nasional Komodo yang bertujuan untuk melindungi komodo berserta habitatnya
  2. Membuat Cagar Alam
  3. Membuat Suaka Marga Satwa
  4. Membuat Hutan Lindung  

b. Ex-situ

Pelestarian ex-situ adalah pelestarian makhluk hidup yang dilakukan diluar habitat asli atau pada habitat buatan di tempat lain, seperti:

  1. Membuat kebun binatang
  2. Membuat kebun raya
  3. Membuat kebun plasma nutfah
  4. Membuat tempat penangkaran hewan dan tumbuhan langka

Selain upaya pelestarian secara in-situ (melestarikan hewan dan tumbuhan langka di habitat aslinya) dan ex-situ (melestarikan hewan dan tumbuhan langka di luar habitat aslinya), pemerintah juga berperan sebagai berikut:

  1. Pemerintah membuat undang-undang mengenai pelarangan penebangan liar dan perburuan hewan
  2. Pemerintah secara tegas menindak pelanggar undang-undang
  3. Pemerintah harus menyelamatkan hewan hewan langka yang dipelihara di rumah secara ilegal
  4. Peran masyarakat untuk melaporkan orang-orang yang memelihara hewan langka secara ilegal
  5. Mengikuti program pelepasan hewan langka ke habitat aslinya
  6. Mencegah perdagangan hewan langka di pasar lokal maupun internasional